Indonesian Free Press -- Tidak ada perusahaan yang se-kontroversial Monsanto. Meski diketahui sebagai perusahaan paling berbahaya karena limbah dan racun dalam kandungan produk-produknya, inilah produsen makanan terbesar di dunia. Produknya meliputi juga merek-merek paling terkenal seperti Coca Cola. Dan berikut adalah sejarah singkat nan hitam dari perusahan ini.
Monsanto didirikan di St. Louis, Missouri, tahun 1901 oleh John Francis Queeny, seorang yahudi berusia 30 tahun pekerja industri farmasi. John Francis Queeny menamakan perusahaannya Monsanto Chemical Works, diambil dari nama istrinya yang berdarah latin, Olga Mendez Monsanto. Ayah mertua Queeny adalah Emmanuel Mendes de Monsanto, pemodal industri gula di daerah Vieques, Puerto Rico, yang tinggal di St. Thomas.
Tahun 1902 Monsanto memproduksi produk pertamanya, gula buatan yang disebut Saccharin, yang dijualnya ke Coca-Cola Company. Departemen Kesehatan Amerika pernah mencoba melarang produksi saccharin karena dianggap berbahaya, namun digagalkan pengadilan.
Tahun 1905 Monsanto mulai memproduksi caffeine dan vanillin yang memberikan keuntungan besar.
Tahun 1917 pemerintah Amerika menuntut Monsanto atas pembuatan dan pemasaran produk Saccharin. Setelah bertahun-tahun proses pengadilan, tuntutan tersebut digagalkan pengadilan.
Tahun 1917 mulai menambah beberapa produk kontroversialnya, seperti vanillin, caffeine, obat-obatan sedatif serta laxatif.
Tahun 1927 Monsanto melakukan penjualan saham perdana di New York Stock Exchange. Memulai produksi detergen.
Tahun 1929, memulai produksi PCB (polychlorinated biphenyls). Awalnya PCB disebut-sebut sebagai keajaiban kimia, satu cairan minyak yang tidak terbakar, sangat awet dan dengan aplikasi yang tak terbatas. PCB banyak digunakan dalam pembuatan minyak oli, hydraulic fluid, cutting oil, cat tahan air dan lem cair, namun kemudian diketahui sebagai bahan buatan yang paling berbahaya di planet ini. PCB menimbulkan kanker, menghancurkan kesuburan reproduksi serta sistem pertahanan tubuh. Lokasi pabrik PCB Monsanto di East St. Louis, Illinois, menjadi tempat yang paling tinggi angka kelahiran bayi prametur dan kematian bayi di seluruh negeri. Selama 50 tahun Monsanto memproduksi material ini, menimbulkan dampak negatif lingkungan global. Para ahli kesehatan menganggap tidak ada batas toleransi dalam pencemaran PCB dan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika (EPA) menyatakan: "PCB telah terbukti menyebabkan kanker sebagaimana juga menimbulkan dampak negatif terhadap sistem pertahanan tubuh, sistem reproduksi, sistem syaraf dan sistem kelenjar endocrine." Dokumen-dokumen internal MOnsnato membuktikan bahwa perusahaan sebenarnya telah mengetahui dampak negatif material ini sejak awal. Dokumen lainnya menunjukkan alasannya, yaitu bahwa perusahaan tidak mau menanggung kerugian satu dolar pun karena masalah tersebut.
Tahun 1930, melalui anak perusahaannya DeKalb AgResearch Corporation dimulai produksi dan pemasaran bibit jagung hibrida (maize).
Tahun 1935 memulai produksi phosphorus yang populer di kalangan militer sebagai "bom api".
Tahun 1938, DuPont berhasil menggoal-kan undang-undang pelarangan "hemp" yang mengancam produk nylon yang merupakan produk turunan dari minyak produksi Rockefeller. Monsanto pun terjun ke produk-produk plastik dengan mengakuisisi perusahaan produsen plastik Fiberloid.
Tahun 1939 bisnis plastik Monsanto telah memproduksi phenol-formaldehyde thermosetting resin, cellulose dan plastik vinyl.
1939-1945 Monsanto terlibat dalam penelitian uranium untuk proyek pembuatan bom nuklir Manhattan Project di Dayton, Ohio. Dr. Charles Thomas, salah seorang ekskutif Monsanto kala itu hadir dalam ujicoba pertama ledakan bom atom.
Tahun 1940-an Monsanto mulai menfokuskan diri pada produksi plastik dan bahan-bahan sintetik seperti polystyrene yang hingga kini masih banyak digunakan sebagai plastik pembungkus, namun oleh EPA dikategorikan sebagai salah satu bahan yang paling berbahaya bagi lingkungan.
Tahun 1941 dalam upayanya melepas ketergantungan pada perusahaan-perusahaan kimia yang lebih maju, terutama dari Eropa, Monsanto menfokuskan diri pada pengembangan dan penelitian dengan mengambil alih beberapa pusat penelitian dan pengembangan swasta. Beberapa material kimiawi strategis pun ditemukan seperti phosphates, dan styrene monomer, bahan kunci pembuatan karet sistetis yang banyak digunakan dalam alat-alat perang.
Saturday, 5 October 2013
Thursday, 3 October 2013
PEMBERONTAK SYRIA PUN KEMBALI KE "PANGKUAN" PEMERINTAH
ASSAD KLAIM MASIH MILIKI SENJATA PENGHANCUR ISRAEL
Perkembangan konflik di Syria semakin menguntungkan pemerintahan Bashar al Assad. Pada satu sisi pemberontak kini justru terlibat dalam pertikaian internal dan pada sisi lainnya pasukan pemerintah kini berada pada posisi offensif dan berhasil membersihkan beberapa posisi strategis dari tangan pemberontak. Dan kini muncul perkembangan baru lagi yang mengejutkan, sebagian pemberontak dari kelompok Free Syrian Army telah mendekati pemerintah untuk menjalin perdamaian.
Demikian informasi yang diungkapkan oleh wartawan senior Inggris Robert Fisk dalam tulisan terakhirnya di The Independent tgl 30 September lalu: "A Syrian solution to civil conflict? The Free Syrian Army is holding talks with Assad’s senior staff".
Menurut laporan Fisk, wartawan yang anti-regim Bashar al Assad itu, sekitar 1,5 bulan yang lalu 2 orang utusan Free Syrian Army menemui seorang pejabat tinggi pemerintah di Damaskus. Mereka membicarakan kemungkinan perdamaian antara FSA dengan pemerintah untuk mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung 2,5 tahun lebih dan menewaskan lebih dari 100.000 jiwa itu. Seusai pertemuan itu kini relatif telah terjadi "gencatan senjata" antara pasukan pemerintah dengan FSA yang sebagian besar berasal dari desertir tentara pemerintah, dan memberi keleluasaan FSA untuk menangani pertikaiannya dengan kelompok-kelompok teroris Al Qaida.
Dalam pertemuan itu dihasilkan 4 kesepakatan, yaitu pertama harus ada dialog internal Syria, kedua harus ada perbaikan sarana-sarana publik dan swasta yang hancur, ketiga harus ada penghentian konflik sektarian, dan yang terakhir adalah harus ada kerjasama semua pihak di Syria untuk menegakkan demokrasi dimana supramasi hukum menjadi landasan utamanya. Sama sekali tidak ada tuntutan dari FSA untuk memberhentikan Presiden Bashar al Assad.
Menyusul pertemuan itu kini tampak perkembangan yang signifikan di wilayah-wilayah yang dikuasai FSA terutama di Aleppo. Di tempat-tempat ini perusahaan-perusahaan swasta kembali dibuka, demikian juga kantor-kantor pemerintah dan sekolah-sekolah. Anak-anak sekolah yang bergabung dengan pemberontak pun mulai dilucuti senjatanya dan kembali ke meja belajar.
Perkembangan konflik di Syria jelas sangat tidak dikehendaki para pemberontak dari FSA yang memiliki idiologi nasionalis sekuler. Mereka merasa revolusi yang mereka gerakkan telah dirampok oleh para mujahilin dari luar, yang tindakan-tindakan mereka sangat melukai hari warga Syria baik yang berasal dari pemerintah maupun pemberontak. Mereka yang selama bergenerasi-generasi hidup dalam lingkungan pluralis yang damai sangat tidak bisa membayangkan negaranya bakal berubah menjadi negara model Taliban.
Perkembangan konflik di Syria semakin menguntungkan pemerintahan Bashar al Assad. Pada satu sisi pemberontak kini justru terlibat dalam pertikaian internal dan pada sisi lainnya pasukan pemerintah kini berada pada posisi offensif dan berhasil membersihkan beberapa posisi strategis dari tangan pemberontak. Dan kini muncul perkembangan baru lagi yang mengejutkan, sebagian pemberontak dari kelompok Free Syrian Army telah mendekati pemerintah untuk menjalin perdamaian.
Demikian informasi yang diungkapkan oleh wartawan senior Inggris Robert Fisk dalam tulisan terakhirnya di The Independent tgl 30 September lalu: "A Syrian solution to civil conflict? The Free Syrian Army is holding talks with Assad’s senior staff".
Menurut laporan Fisk, wartawan yang anti-regim Bashar al Assad itu, sekitar 1,5 bulan yang lalu 2 orang utusan Free Syrian Army menemui seorang pejabat tinggi pemerintah di Damaskus. Mereka membicarakan kemungkinan perdamaian antara FSA dengan pemerintah untuk mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung 2,5 tahun lebih dan menewaskan lebih dari 100.000 jiwa itu. Seusai pertemuan itu kini relatif telah terjadi "gencatan senjata" antara pasukan pemerintah dengan FSA yang sebagian besar berasal dari desertir tentara pemerintah, dan memberi keleluasaan FSA untuk menangani pertikaiannya dengan kelompok-kelompok teroris Al Qaida.
Dalam pertemuan itu dihasilkan 4 kesepakatan, yaitu pertama harus ada dialog internal Syria, kedua harus ada perbaikan sarana-sarana publik dan swasta yang hancur, ketiga harus ada penghentian konflik sektarian, dan yang terakhir adalah harus ada kerjasama semua pihak di Syria untuk menegakkan demokrasi dimana supramasi hukum menjadi landasan utamanya. Sama sekali tidak ada tuntutan dari FSA untuk memberhentikan Presiden Bashar al Assad.
Menyusul pertemuan itu kini tampak perkembangan yang signifikan di wilayah-wilayah yang dikuasai FSA terutama di Aleppo. Di tempat-tempat ini perusahaan-perusahaan swasta kembali dibuka, demikian juga kantor-kantor pemerintah dan sekolah-sekolah. Anak-anak sekolah yang bergabung dengan pemberontak pun mulai dilucuti senjatanya dan kembali ke meja belajar.
Perkembangan konflik di Syria jelas sangat tidak dikehendaki para pemberontak dari FSA yang memiliki idiologi nasionalis sekuler. Mereka merasa revolusi yang mereka gerakkan telah dirampok oleh para mujahilin dari luar, yang tindakan-tindakan mereka sangat melukai hari warga Syria baik yang berasal dari pemerintah maupun pemberontak. Mereka yang selama bergenerasi-generasi hidup dalam lingkungan pluralis yang damai sangat tidak bisa membayangkan negaranya bakal berubah menjadi negara model Taliban.
Tuesday, 1 October 2013
Pentingnya Sejarah
Dina Y. Sulaeman*
Bulan Juli 2012, saat saya diundang ikut konferensi internasional Women and Islamic Awakening di Iran, saya datang ke perpustakaan Imam Ridha di kota Mashad, untuk mencari naskah Quran kuno untuk bahan disertasi suami saya yang sedang mendalami filologi di Unpad. Di sana saya bertemu dengan Mr.R, seorang kurator naskah kuno. Aneh sekali, Mr.R tidak mengenal istilah ‘filologi’. Dengan susah payah saya coba jelaskan apa itu filologi (ya iyalah susah, karena itu bukan bidang ilmu saya, dan saya harus menjelaskan dalam bahasa Persia). Setelah diskusi cukup lama, akhirnya ketahuan, pada dasarnya apa yang dilakukan Mr R selama ini pun adalah kerjaannya para filolog: eksaminasi, kodikologi, kritik teks, dll. Bahkan Mr R menunjukkan ke saya enam jilid buku yang masing-masingnya sangat tebal, isinya adalah kodikologi puluhan ribu naskah kuno.
Singkat cerita, Mr R bersedia membantu suami saya untuk mendapatkan naskah Quran kuno. Tiga bulan kemudian, setelah pihak perpustakaan rapat internal dan menyetujui permohonan kami, mereka pun mengirimkan data digital naskah Quran kuno era Imam Ali (dan diduga kuat naskah itu tulisan tangan Imam Ali).
Bulan ini, suami saya berkesempatan datang langsung ke perpustakaan tersebut dan bertemu dengan Mr.R untuk penelitian lanjutan. Dia juga sempat bertemu dengan Rektor Univ. Ferdowsi dan bertanya kepada sang Rektor, “Mengapa jurusan filologi tidak ada universitas ini dan di Iran pada umumnya?”
Jawaban sang rektor menarik sekali, “Kami belum menemukan alasan, mengapa studi filologi diperlukan secara khusus. Di sini tentu ada studi tentang naskah-naskah lama, tapi tidak sampai menjadi satu studi khusus. Itu terjadi karena kalangan akademisi Iran tidak mendapatkan kesulitan berarti ketika berhadapan dengan naskah-naskah lama Iran. Bahasa dan aksara dari naskah yang berusia seribu tahun, misalnya, masih dengan mudah dibaca oleh masyarakat terpelajar zaman sekarang, apapun bidang studi mereka.”
Nah, sekarang, pertanyaannya: mengapa Indonesia perlu filologi? Itu karena naskah-naskah lama Nusantara adalah sesuatu yang betul-betul asing; baik bahasanya ataupun aksaranya. Jangankan seribu tahun, yang seratus tahun sajapun sudah terasa sangat aneh. Tugas filolog adalah menguak isi naskah kuno dalam rangka memahami nilai-nilai yang ada di dalamnya, untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat zaman sekarang.
Satu poin penting yang bisa ditarik dari cerita ini: masyarakat Indonesia zaman sekarang sangat teralienasi dari masa lalu. Padahal, yang dimaksud kuno dalam konteks Nusantara tidaklah lama-lama amat. Cukup 100 tahun yang lalu sudah dianggap kuno. Tapi berapa banyak dari kita yang mampu membaca naskah berusia 100 tahun? Di Iran, kitab syair berusia 1000 tahun pun masih bisa dibaca anak-anak muda zaman sekarang.
Bulan Juli 2012, saat saya diundang ikut konferensi internasional Women and Islamic Awakening di Iran, saya datang ke perpustakaan Imam Ridha di kota Mashad, untuk mencari naskah Quran kuno untuk bahan disertasi suami saya yang sedang mendalami filologi di Unpad. Di sana saya bertemu dengan Mr.R, seorang kurator naskah kuno. Aneh sekali, Mr.R tidak mengenal istilah ‘filologi’. Dengan susah payah saya coba jelaskan apa itu filologi (ya iyalah susah, karena itu bukan bidang ilmu saya, dan saya harus menjelaskan dalam bahasa Persia). Setelah diskusi cukup lama, akhirnya ketahuan, pada dasarnya apa yang dilakukan Mr R selama ini pun adalah kerjaannya para filolog: eksaminasi, kodikologi, kritik teks, dll. Bahkan Mr R menunjukkan ke saya enam jilid buku yang masing-masingnya sangat tebal, isinya adalah kodikologi puluhan ribu naskah kuno.
Singkat cerita, Mr R bersedia membantu suami saya untuk mendapatkan naskah Quran kuno. Tiga bulan kemudian, setelah pihak perpustakaan rapat internal dan menyetujui permohonan kami, mereka pun mengirimkan data digital naskah Quran kuno era Imam Ali (dan diduga kuat naskah itu tulisan tangan Imam Ali).
Bulan ini, suami saya berkesempatan datang langsung ke perpustakaan tersebut dan bertemu dengan Mr.R untuk penelitian lanjutan. Dia juga sempat bertemu dengan Rektor Univ. Ferdowsi dan bertanya kepada sang Rektor, “Mengapa jurusan filologi tidak ada universitas ini dan di Iran pada umumnya?”
Jawaban sang rektor menarik sekali, “Kami belum menemukan alasan, mengapa studi filologi diperlukan secara khusus. Di sini tentu ada studi tentang naskah-naskah lama, tapi tidak sampai menjadi satu studi khusus. Itu terjadi karena kalangan akademisi Iran tidak mendapatkan kesulitan berarti ketika berhadapan dengan naskah-naskah lama Iran. Bahasa dan aksara dari naskah yang berusia seribu tahun, misalnya, masih dengan mudah dibaca oleh masyarakat terpelajar zaman sekarang, apapun bidang studi mereka.”
Nah, sekarang, pertanyaannya: mengapa Indonesia perlu filologi? Itu karena naskah-naskah lama Nusantara adalah sesuatu yang betul-betul asing; baik bahasanya ataupun aksaranya. Jangankan seribu tahun, yang seratus tahun sajapun sudah terasa sangat aneh. Tugas filolog adalah menguak isi naskah kuno dalam rangka memahami nilai-nilai yang ada di dalamnya, untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat zaman sekarang.
Satu poin penting yang bisa ditarik dari cerita ini: masyarakat Indonesia zaman sekarang sangat teralienasi dari masa lalu. Padahal, yang dimaksud kuno dalam konteks Nusantara tidaklah lama-lama amat. Cukup 100 tahun yang lalu sudah dianggap kuno. Tapi berapa banyak dari kita yang mampu membaca naskah berusia 100 tahun? Di Iran, kitab syair berusia 1000 tahun pun masih bisa dibaca anak-anak muda zaman sekarang.
Monday, 30 September 2013
ROUHANI DAN HUDAIBIYAH
Tidak mudah memang memilih jalan "tidak populer", meski hal itu mengandung hikmah yang luar biasa besar. Lihat saja bagaimana Nabi Muhammad dicerca oleh sahabat Umar bin Khattab setelah menandatangani Perjanjian Hudaibiyah dengan orang-orang musrik Quraisy Mekkah. Umar dan teman-temannya yang lain menganggap Nabi telah mengkhianati perjuangan dengan membiarkan orang-orang Quraisy "menghinakan" umat Islam dengan menandatangani perjanjian tersebut.
Secara lahiriah perjanjian itu memang merugikan kaum muslimin. Di dalamnya disebutkan larangan umat Islam untuk menunaikan ibadah umroh ke Mekkah tahun itu serta perintah untuk mengembalikan orang-orang Mekkah yang membelot ke Madinah, sementara untuk orang-orang Islam yang membelot ke Mekkah tidak dikembalikan.
Namun di sinilah perbedaan Nabi Muhammad dengan Umar bin Khattab dalam hal kecerdasan. Nabi mampu "melihat jauh ke depan" dibandingkan Umar yang hanya mampu melihat teks di atas kertas. Orang-orang Mekkah yang membelot dan dikembalikan Nabi, ternyata menolak kembali ke kotanya dan memilih tinggal di luar kota. Kekecewaannya kepada orang-orang Mekkah membuat mereka memilih menjadi penyamun yang mengganggu khalifah-khalifah dagang Mekkah. Akhirnya orang-orang Mekkah meminta Nabi Muhammad untuk membatalkan perjanjian tersebut. Para pembelot itu pun tinggal kembali di Mekkah dan berubah menjadi para da'i yang mengajarkan Islam kepada penduduk kota dan dalam waktu singkat, sebagian penduduk Mekkah pun berpindah keyakinan menjadi pemeluk Islam.
Demikian pula dengan apa yang dialami Presiden Iran Hassan Rouhani seusai mengadakan pembicaraan telepon dengan Presiden Amerika Barack Obama, hari Jumat lalu (26/9). Setelah kembali ke negerinya Rouhani mengalami peristiwa yang mengejutkannya. Sekelompok warga Iran yang tidak menyukai tindakan Rouhani dengan Barack Obama itu telah melemparinya dengan sepatu.
Sebagian kaum fanatik Iran menganggap Rouhani telah berkhianat terhadap bangsa Iran dan itulah salah satu masalah yang harus dihadapi Rouhani sebagaimana Nabi Muhammad dulu menghadapi Umar dan teman-temannya.
Secara lahiriah perjanjian itu memang merugikan kaum muslimin. Di dalamnya disebutkan larangan umat Islam untuk menunaikan ibadah umroh ke Mekkah tahun itu serta perintah untuk mengembalikan orang-orang Mekkah yang membelot ke Madinah, sementara untuk orang-orang Islam yang membelot ke Mekkah tidak dikembalikan.
Namun di sinilah perbedaan Nabi Muhammad dengan Umar bin Khattab dalam hal kecerdasan. Nabi mampu "melihat jauh ke depan" dibandingkan Umar yang hanya mampu melihat teks di atas kertas. Orang-orang Mekkah yang membelot dan dikembalikan Nabi, ternyata menolak kembali ke kotanya dan memilih tinggal di luar kota. Kekecewaannya kepada orang-orang Mekkah membuat mereka memilih menjadi penyamun yang mengganggu khalifah-khalifah dagang Mekkah. Akhirnya orang-orang Mekkah meminta Nabi Muhammad untuk membatalkan perjanjian tersebut. Para pembelot itu pun tinggal kembali di Mekkah dan berubah menjadi para da'i yang mengajarkan Islam kepada penduduk kota dan dalam waktu singkat, sebagian penduduk Mekkah pun berpindah keyakinan menjadi pemeluk Islam.
Demikian pula dengan apa yang dialami Presiden Iran Hassan Rouhani seusai mengadakan pembicaraan telepon dengan Presiden Amerika Barack Obama, hari Jumat lalu (26/9). Setelah kembali ke negerinya Rouhani mengalami peristiwa yang mengejutkannya. Sekelompok warga Iran yang tidak menyukai tindakan Rouhani dengan Barack Obama itu telah melemparinya dengan sepatu.
Sebagian kaum fanatik Iran menganggap Rouhani telah berkhianat terhadap bangsa Iran dan itulah salah satu masalah yang harus dihadapi Rouhani sebagaimana Nabi Muhammad dulu menghadapi Umar dan teman-temannya.
Sunday, 29 September 2013
MARI BERIKLAN SEMBARI BERDERMA
Ingin beriklan secara efektif dan efisien sekaligus menjadi pendonor tetap sebuah media independen pencari kebenaran?
Sebagaimana data di sini, blog ini setiap harinya mendapat kunjungan ribuan pengunjung dan terus bertambah angkanya dari waktu ke waktu (data terakhir antara 6.000 hingga 7.000 kunjungan per-hari). Sebagian besar dari pengunjung adalah mereka yang tinggal di kota-kota besar di Indonesia, berasal dari kalangan menengah dan menengah-atas pengakses internet, dan lebih penting lagi adalah calon pelanggan, mitra bisnis potensial, atau bahkan konstituen Anda.
Sebagian pengunjung adalah orang-orang yang tidak sepemahaman dengan blogger, seperti terlihat dalam komentar berikut:
"Wahai pejuang.......bom sahid, coba targetkan orang pemilik blog ini................."
Namun lebih banyak lagi yang menganggap blog ini telah memberikan banyak manfaat, sebagaimana terlihat dari komentar berikut:
",,blog ini sangat ber manfaat untuk mengungkap kebenaran,,, teman2 fb saya,,udah pada tau tentang blog ini,,,,maju terus bang ADI,,,salam perdamaian,,,dalam mengungkap kebenaran."
Tidak mudah untuk mengelola blog ini hingga eksis seperti sekarang. Selama 5 tahun lebih, sendirian, blogger harus menjaga blog ini tetap "update" dengan perkembangan nasional dan internasional. Rata-rata setiap hari setidaknya blogger harus mempostingkan satu tulisan hingga tidak terasa jumlah postingan blog ini telah mencapai ribuan. Untuk mendapatkan bahan-bahan tulisan biasanya blogger harus ke warnet terdekat atau lebih jauh lagi ke hotspot area terdekat. Kemudian bahan-bahan itu diolah di rumah dengan komputer pribadi yang sudah ketinggalan jaman dan sudah harus di-"update".
Untuk itulah, demi mendukung blog ini tetap eksis, blogger ingin menawarkan kepada pengunjung setia untuk menjadi pemasang iklan promosi di blog ini dan sekaligus menjadi donatur blog independen pencari kebenaran ini.
Karena keterbatasan, saat ini blog ini hanya menawarkan bentuk iklan berupa gambar dan teks statis serta iklan berupa tulisan feature. Namun di masa mendatang tidak tertutup kemungkinan akan ditambah lagi dengan iklan animasi.
Bagi yang berminat silakan hubungi kami ke alamat e-mail blogger: adizss@yahoo.co.id.
Sebagaimana data di sini, blog ini setiap harinya mendapat kunjungan ribuan pengunjung dan terus bertambah angkanya dari waktu ke waktu (data terakhir antara 6.000 hingga 7.000 kunjungan per-hari). Sebagian besar dari pengunjung adalah mereka yang tinggal di kota-kota besar di Indonesia, berasal dari kalangan menengah dan menengah-atas pengakses internet, dan lebih penting lagi adalah calon pelanggan, mitra bisnis potensial, atau bahkan konstituen Anda.
Sebagian pengunjung adalah orang-orang yang tidak sepemahaman dengan blogger, seperti terlihat dalam komentar berikut:
"Wahai pejuang.......bom sahid, coba targetkan orang pemilik blog ini................."
Namun lebih banyak lagi yang menganggap blog ini telah memberikan banyak manfaat, sebagaimana terlihat dari komentar berikut:
",,blog ini sangat ber manfaat untuk mengungkap kebenaran,,, teman2 fb saya,,udah pada tau tentang blog ini,,,,maju terus bang ADI,,,salam perdamaian,,,dalam mengungkap kebenaran."
Tidak mudah untuk mengelola blog ini hingga eksis seperti sekarang. Selama 5 tahun lebih, sendirian, blogger harus menjaga blog ini tetap "update" dengan perkembangan nasional dan internasional. Rata-rata setiap hari setidaknya blogger harus mempostingkan satu tulisan hingga tidak terasa jumlah postingan blog ini telah mencapai ribuan. Untuk mendapatkan bahan-bahan tulisan biasanya blogger harus ke warnet terdekat atau lebih jauh lagi ke hotspot area terdekat. Kemudian bahan-bahan itu diolah di rumah dengan komputer pribadi yang sudah ketinggalan jaman dan sudah harus di-"update".
Untuk itulah, demi mendukung blog ini tetap eksis, blogger ingin menawarkan kepada pengunjung setia untuk menjadi pemasang iklan promosi di blog ini dan sekaligus menjadi donatur blog independen pencari kebenaran ini.
Karena keterbatasan, saat ini blog ini hanya menawarkan bentuk iklan berupa gambar dan teks statis serta iklan berupa tulisan feature. Namun di masa mendatang tidak tertutup kemungkinan akan ditambah lagi dengan iklan animasi.
Bagi yang berminat silakan hubungi kami ke alamat e-mail blogger: adizss@yahoo.co.id.
Saturday, 28 September 2013
ISRAEL DAN TAKFIRI KINI TINGGAL BERDUA
“Pada akhirnya Rusia dan Irani serta Syria telah memenangkan peperangan ini dan kita menjadi pecundangnya, dan saya sangat khawatir dengan apa yang akan terjadi di Iran” (US Senator Lindsey Graham)
Koran terkemuka Amerika The New York Times cukup tepat menggambarkan Israel sebagai "kekuatan gila perang" yang kini sendirian, setelah sekutunya, Amerika, mulai membuka dialog damai dengan Iran. Kesalahannya hanya sedikit, yaitu bahwa Israel masih memiliki teman-teman setia, yaitu orang-orang takfiri, al qaida, salafi, wahabi, arab badui, ekstremis sunni, mujahilin Syria penggorok leher dan pemakan bangkai, para pelaku jihad seks, Ali Imron dan Imam Samudra Cs, arrahmah.com, tanyasyiah.com, muslim suffer, dan manusia-manusia sejenisnya.
Dalam pidatonya di depan Sidang Umum PBB di New York, Selasa lalu (24/9) Presiden Amerika Barack Obama menyatakan bahwa Amerika kini membuka pintu diplomasi bagi Iran, yang disusul kemudian dengan laporan-laporan mengenai terjadinya pembicaraan langsung antara Obama dengan Presiden Iran Hassan Rouhani di sela-sela sidang umum PBB. Ini merupakan langkah sangat maju mengingat telah lebih dari 30 tahun tidak pernah terjadi momen seperti itu seiring dengan putusnya hubungan diplomatik kedua negara paska terjadinya Revolusi Islam Iran tahun 1979.
"Saya percaya bahwa jika kita bisa menyelesaikan isu program nuklir Iran, yang bisa menjadi langkah maju bagi jalan panjang hubungan yang berbeda, yang didasarkan pada saling menguntungkan dan saling menghargai," kata Obama di depan PBB.
Beberapa saat kemudian, Presiden Iran Hassan Rouhani menggunakan kesempatan pidato pertamanya di depan Sidang Umum PBB untuk menyampaikan kepada dunia, termasuk Amerika, bahwa Iran siap untuk melanjutkan perundingan tentang program nuklirnya secara transparan dan menyeluruh.
Rouhani mendesak Obama untuk menolak tekanan-tekanan dari "kekuatan gila perang" jika ingin menjalankan hubungan "perbedaaan" dengan Iran. Rouhani juga meyakinkan dunia bahwa Iran sama sekali tidak menginginkan senjata nuklir karena dianggap bertentangan dengan nilai-nilai etika dan agama.
"Senjata nuklir dan senjata-senjata pemusnah massal lainnya tidak memiliki tempat dalam doktrin pertahanan dan keamanan Iran, serta bertentangan dengan keyakinan agama dan etika kami," kata Rouhani.
Pada saat pidato Rouhani, delegasi Israel meninggalkan ruang sidang atas perintah PM Benjamin Netanyahu yang sekali lagi menuduh Iran berniat untuk memiliki senjata nuklir.
“Kami tidak akan dibodohi oleh penilaian setengah-setengah yang hanya memberikan perlindungan bagi ambisi senjata nuklir Iran," kata Netanyahu di Tel Aviv beberapa saat sebelum pidato Rouhani. “Dan dunia seharusnya juga tidak bisa dibodohi," tambahnya.
Para analis politik internasional menganggap sikap keras Israel tersebut membuat Israel justru semakin ditinggalkan sekutu-sekutunya yang ingin melakukan penyelesaian diplomatik dengan Iran.
“Sangat membayahakan bagi Israel untuk dipandang sebagai satu-satunya "penggila perang", kata Dan Gillerman, mantan dubes Israel untuk PBB, kepada New York Times.
Sementara Dan Meridor, seorang mantan menteri Israel mengatakan bahwa Israel harus "berbicara dengan nada positif" tentang presiden baru Iran Hassan Rouhani.
----------------------------
Koran terkemuka Amerika The New York Times cukup tepat menggambarkan Israel sebagai "kekuatan gila perang" yang kini sendirian, setelah sekutunya, Amerika, mulai membuka dialog damai dengan Iran. Kesalahannya hanya sedikit, yaitu bahwa Israel masih memiliki teman-teman setia, yaitu orang-orang takfiri, al qaida, salafi, wahabi, arab badui, ekstremis sunni, mujahilin Syria penggorok leher dan pemakan bangkai, para pelaku jihad seks, Ali Imron dan Imam Samudra Cs, arrahmah.com, tanyasyiah.com, muslim suffer, dan manusia-manusia sejenisnya.
Dalam pidatonya di depan Sidang Umum PBB di New York, Selasa lalu (24/9) Presiden Amerika Barack Obama menyatakan bahwa Amerika kini membuka pintu diplomasi bagi Iran, yang disusul kemudian dengan laporan-laporan mengenai terjadinya pembicaraan langsung antara Obama dengan Presiden Iran Hassan Rouhani di sela-sela sidang umum PBB. Ini merupakan langkah sangat maju mengingat telah lebih dari 30 tahun tidak pernah terjadi momen seperti itu seiring dengan putusnya hubungan diplomatik kedua negara paska terjadinya Revolusi Islam Iran tahun 1979.
"Saya percaya bahwa jika kita bisa menyelesaikan isu program nuklir Iran, yang bisa menjadi langkah maju bagi jalan panjang hubungan yang berbeda, yang didasarkan pada saling menguntungkan dan saling menghargai," kata Obama di depan PBB.
Beberapa saat kemudian, Presiden Iran Hassan Rouhani menggunakan kesempatan pidato pertamanya di depan Sidang Umum PBB untuk menyampaikan kepada dunia, termasuk Amerika, bahwa Iran siap untuk melanjutkan perundingan tentang program nuklirnya secara transparan dan menyeluruh.
Rouhani mendesak Obama untuk menolak tekanan-tekanan dari "kekuatan gila perang" jika ingin menjalankan hubungan "perbedaaan" dengan Iran. Rouhani juga meyakinkan dunia bahwa Iran sama sekali tidak menginginkan senjata nuklir karena dianggap bertentangan dengan nilai-nilai etika dan agama.
"Senjata nuklir dan senjata-senjata pemusnah massal lainnya tidak memiliki tempat dalam doktrin pertahanan dan keamanan Iran, serta bertentangan dengan keyakinan agama dan etika kami," kata Rouhani.
Pada saat pidato Rouhani, delegasi Israel meninggalkan ruang sidang atas perintah PM Benjamin Netanyahu yang sekali lagi menuduh Iran berniat untuk memiliki senjata nuklir.
“Kami tidak akan dibodohi oleh penilaian setengah-setengah yang hanya memberikan perlindungan bagi ambisi senjata nuklir Iran," kata Netanyahu di Tel Aviv beberapa saat sebelum pidato Rouhani. “Dan dunia seharusnya juga tidak bisa dibodohi," tambahnya.
Para analis politik internasional menganggap sikap keras Israel tersebut membuat Israel justru semakin ditinggalkan sekutu-sekutunya yang ingin melakukan penyelesaian diplomatik dengan Iran.
“Sangat membayahakan bagi Israel untuk dipandang sebagai satu-satunya "penggila perang", kata Dan Gillerman, mantan dubes Israel untuk PBB, kepada New York Times.
Sementara Dan Meridor, seorang mantan menteri Israel mengatakan bahwa Israel harus "berbicara dengan nada positif" tentang presiden baru Iran Hassan Rouhani.
Mengalihkan Mata Dunia dari Tunisia ke Iran*
Oleh: Aisyah Fadiya - De Ngaden Awak Bisa
Berita tentang lowongan pekerjaan ‘bersenang-senang’ untuk wanita-wanita di Iran saya temukan berkali-kali di berbagai situs. Sebenarnya upaya-upaya fitnah terhadap Iran dan Syi’ah walau sudah dibantah dan dibuktikan berkali-kali ketidak-akuratannya, tetap saja ada sekelompok kaum yang gemar menyebarkan berita-berita yang dimanipulasi yang melahirkan perdebatan dan caci maki disana-sini yang akhirnya merenggangkan bahkan memecah belah ukhuwah Islamiyah.
Tentu ada tujuannya di balik ini. Sebenarnya berita yang diterbitkan saat ini (berselang beberapa waktu dari kehebohan jihad sex wanita Tunisia yang pulang dalam kondisi hamil) adalah berita lawas yang dimuat di RT versi bahasa Arab tahun lalu. Saya menyimpulkan, mengalihkan tatapan mata dunia dari Tunisia menuju Iran adalah motif dari propaganda yang kini sangat gencar. Tentunya sebagai muslim yang diperintahkan untuk ‘meneliti keabsahan sebuah berita’ menjadi wajib untuk kita menanyakan kepada ahlinya bukan?
*****
Pertama, saya tampilkan berita versi mereka
Hanya di Iran...
Sebuah perusahaan mempekerjakan perempuan untuk "Jihad Seks" !
Ya, hanya di Iran... kaum wanita mendapatkan pekerjaan yang aneh.
Keterangan pekerjaan:
Kami memerlukan wanita dalam rentang umur 12-35 tahun bagi membantu Mujahidin Syiah dalam peperangan di Syria.
Bekerja hanya untuk 25 hari saja.
Gaji:
1) 5 jam: 50 dollar (50,000 toman)
2) 1 hari: 75 dollar (75,000 toman)
3) 2 hari: 100 dollar (100,000 toman)
4) 3 hari: 150 dollar (150,000 toman)
5) 4 hingga 10 hari: 300 dollar (300,000 toman)
Dan bagi mereka yang masih GADIS dan untuk kali pertama maka bayarannya 150 dollar.
Berita tentang lowongan pekerjaan ‘bersenang-senang’ untuk wanita-wanita di Iran saya temukan berkali-kali di berbagai situs. Sebenarnya upaya-upaya fitnah terhadap Iran dan Syi’ah walau sudah dibantah dan dibuktikan berkali-kali ketidak-akuratannya, tetap saja ada sekelompok kaum yang gemar menyebarkan berita-berita yang dimanipulasi yang melahirkan perdebatan dan caci maki disana-sini yang akhirnya merenggangkan bahkan memecah belah ukhuwah Islamiyah.
Tentu ada tujuannya di balik ini. Sebenarnya berita yang diterbitkan saat ini (berselang beberapa waktu dari kehebohan jihad sex wanita Tunisia yang pulang dalam kondisi hamil) adalah berita lawas yang dimuat di RT versi bahasa Arab tahun lalu. Saya menyimpulkan, mengalihkan tatapan mata dunia dari Tunisia menuju Iran adalah motif dari propaganda yang kini sangat gencar. Tentunya sebagai muslim yang diperintahkan untuk ‘meneliti keabsahan sebuah berita’ menjadi wajib untuk kita menanyakan kepada ahlinya bukan?
*****
Pertama, saya tampilkan berita versi mereka
Hanya di Iran...
Sebuah perusahaan mempekerjakan perempuan untuk "Jihad Seks" !
Ya, hanya di Iran... kaum wanita mendapatkan pekerjaan yang aneh.
Keterangan pekerjaan:
Kami memerlukan wanita dalam rentang umur 12-35 tahun bagi membantu Mujahidin Syiah dalam peperangan di Syria.
Bekerja hanya untuk 25 hari saja.
Gaji:
1) 5 jam: 50 dollar (50,000 toman)
2) 1 hari: 75 dollar (75,000 toman)
3) 2 hari: 100 dollar (100,000 toman)
4) 3 hari: 150 dollar (150,000 toman)
5) 4 hingga 10 hari: 300 dollar (300,000 toman)
Dan bagi mereka yang masih GADIS dan untuk kali pertama maka bayarannya 150 dollar.
AGEN BARAT DALAM SERANGAN MALL KENYA
Dalam semua serangan terorisme pasti ada jejak zionis internasional di dalamnya. Inilah keyakinan saya sejak bertahun-tahun lalu, sebagaimana keyakinan aktor Hollywood Mel Gibson bahwa orang-orang yahudi berada di belakang semua peperangan di dunia. (Dalam satu insiden yang menjadi pemberitaan media-media massa, Mel Gibson ditangkap oleh polisi karena mengemudi dalam keadaan mabuk. Saat itu mulutnya terus nerocos kepada polisi-polisi yang menangkapnya bahwa "Orang-orang yahudi berada di belakang semua peperangan di dunia".
Demikian pula halnya dengan peristiwa penyerangan Mall Westgate di ibukota Kenya Nairobi yang masih berlangsung hingga saat ini. Menurut pernyataan Menlu Kenya Amina Mohamed kepada para wartawan hari Senin lalu (23/9), setidaknya 2 orang Amerika dan seorang Inggris terlibat sebagai pemimpin kelompok teroris dalam serangan tersebut. Pernyataan tersebut tentu bukan klaim yang asal-asalan karena dikatakan langsung oleh seorang pejabat tinggi Kenya. Apalagi dengan adanya banyak kesaksian yang beredar di media-media massa bahwa "orang-orang kulit putih berbahasa Inggris" menjadi komandan para teroris.
Meski kelompok "Al Shabbab" yang bertanggungjawab atas serangan itu membantah keterangan menlu Kenya tersebut, para saksi mata meyakinkan telah melihat beberapa orang kulit putih, dan yang paling menonjol adalah seorang wanita yang diduga kuat adalah "teroris" asal Inggris bernama Samantha Lewthwaite. Oleh media-media massa Kenya Samantha dijuluki sebagai "janda putih". Hal itu tidak lain adalah karena Samantha adalah janda dari Jermaine Lindsay, terduga "teroris" dalam serangan bom bunuh diri "London Bombing 7/7".
Koran Kenya The Star dalam laporannya baru-baru ini melaporkan keterangan para saksi mata yang di antaranya mengatakan, “Wajahnya tertutup namun ia memiliki tangan dan tubuh wanita. Ia tidak membawa senjata namun membawa tas besar yang melilit pinggangnya." Menurut saksi tersebut sang wanita itu memberikan perintah-perintah dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan penerjemah dan dituruti para teroris lainnya.
"Wanita itu tidak bersenjata, namun setelah ia memberikan perintah orang-orang itupun melakukan pembunuhan-pembunuhan," kata seorang saksi
"Sudah pasti ia adalah wanita, yang kami ketahui dari suaranya," kata saksi lainnya yang dikutip The Stars.
Saksi lainnya, aparat keamanan Kenya yang menyaksikan rekaman CCTV insiden serangan itu mengatakan kepada The Stars bahwa seorang wanita berkulit terang atau putih berada di antara para teroris.
Demikian pula halnya dengan peristiwa penyerangan Mall Westgate di ibukota Kenya Nairobi yang masih berlangsung hingga saat ini. Menurut pernyataan Menlu Kenya Amina Mohamed kepada para wartawan hari Senin lalu (23/9), setidaknya 2 orang Amerika dan seorang Inggris terlibat sebagai pemimpin kelompok teroris dalam serangan tersebut. Pernyataan tersebut tentu bukan klaim yang asal-asalan karena dikatakan langsung oleh seorang pejabat tinggi Kenya. Apalagi dengan adanya banyak kesaksian yang beredar di media-media massa bahwa "orang-orang kulit putih berbahasa Inggris" menjadi komandan para teroris.
Meski kelompok "Al Shabbab" yang bertanggungjawab atas serangan itu membantah keterangan menlu Kenya tersebut, para saksi mata meyakinkan telah melihat beberapa orang kulit putih, dan yang paling menonjol adalah seorang wanita yang diduga kuat adalah "teroris" asal Inggris bernama Samantha Lewthwaite. Oleh media-media massa Kenya Samantha dijuluki sebagai "janda putih". Hal itu tidak lain adalah karena Samantha adalah janda dari Jermaine Lindsay, terduga "teroris" dalam serangan bom bunuh diri "London Bombing 7/7".
Koran Kenya The Star dalam laporannya baru-baru ini melaporkan keterangan para saksi mata yang di antaranya mengatakan, “Wajahnya tertutup namun ia memiliki tangan dan tubuh wanita. Ia tidak membawa senjata namun membawa tas besar yang melilit pinggangnya." Menurut saksi tersebut sang wanita itu memberikan perintah-perintah dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan penerjemah dan dituruti para teroris lainnya.
"Wanita itu tidak bersenjata, namun setelah ia memberikan perintah orang-orang itupun melakukan pembunuhan-pembunuhan," kata seorang saksi
"Sudah pasti ia adalah wanita, yang kami ketahui dari suaranya," kata saksi lainnya yang dikutip The Stars.
Saksi lainnya, aparat keamanan Kenya yang menyaksikan rekaman CCTV insiden serangan itu mengatakan kepada The Stars bahwa seorang wanita berkulit terang atau putih berada di antara para teroris.
Friday, 27 September 2013
CERITA DARI MALULA
Malula adalah sebuah desa kuno yang mayoritas dihuni oleh orang-orang Kristen Orthodok dan Katholik. Dianggap sebagai simbol kekristenan Syria, inilah desa dimana bahasa Aramic, bahasa yang digunakan Yesus (Nabi Isa AS) sehari-hari, masih digunakan oleh penduduknya baik yang beragama Kristen maupun Islam. Karana itu pulalah maka Unesco kini tengah mempertimbangkannya untuk menjadi salah satu "Warisan Dunia".
Melihat kehidupan sehari-hari orang-orang Kristen Orthodok yang saleh, Anda mungkin mengira mereka sebagai orang Islam. Para wanitanya berjilbab dan laki-lakinya berpenutup kepala dan berbaju longgar. Mereka sembahyang dengan rukuk dan sujud. Mereka berpuasa 40 hari. Mereka bersunat dan mengharamkan babi. Mereka juga berwudhu sebelum sembahyang. Injil yang mereka baca juga berhuruf Arab. Mereka marah jika dituduh meniru orang-orang Islam karena menganggap apa yang mereka lakukan itu telah dilakukan nenek moyang mereka jauh sebelum kedatangan Islam. Mereka memegang teguh 10 perintah Tuhan yang diberikan kepada Nabi Musa, seperti larangan mencuri, berzinah dan berbohong.
Saya (blogger) bahkan pernah membaca salah satu ayat dalam Injil yang menyebutkan bahwa nabi Isa AS (Yesus) memerintahkan ummatnya untuk mengatakan "Jika Tuhan Menghendaki" (Insya Allah dalam Islam) jika hendak berjanji. Maka saya percaya dengan klaim mereka.
Tahun 2005 yang lalu saya berkenalan dengan seorang pendeta Kristen Orthodok Syria yang saya undang untuk menjadi salah seorang narasumber acara diskusi Novel "The Da Vinci Code" yang saya "organize" di Kota Medan. Dalam acara diskusi yang berlangsung panas di antaranya dengan seorang Kristolog IAIN Sumut, sang pendeta akhirnya mengakui bahwa Yesus bukanlah Tuhan. Ternyata perbedaan pandangan tersebut hanyalah mengenai penafsiran kata "Anak Tuhan" di dalam Injil yang bahkan oleh orang-orang yahudi sendiri yang mengerti benar makna kata "Anak Tuhan" itu (karena Yesus dan Injil sebenarnya diturunkan kepada orang-orang yahudi) menganggapnya sebagai sebuah metamorfosa belaka untuk menyebutkan orang-orang yang dicintai Tuhannya. Adapun dalam hal ibadah, sebenarnya hampir tidak ada perbedaan mendasar antara Islam dan Kristen "murni".
Dan orang-orang itulah yang kini tengah mengalami penderitaan di Malula akibat konflik bersenjata yang melanda negeri yang dahulu aman dan tenteram itu.
“Dahulu kami hidup damai, namun kini mereka (pemberontak) ingin menyingkirkan kami orang-orang Kristen dari negeri ini. Kami berdoa agar Tuhan mengalahkan mereka dan menendang mereka keluar," kata Antoinette Taaleb, warga Kristen Malula kepada wartawan "Russia Today" baru-baru ini.
Antoinette mempunyai 3 anggota keluarga yang tewas dibunuh para muhahilin Syria. Diperkirakan ratusan warga Malula telah tewas oleh kebiadaban para mujahilin, tidak saja orang-orang Krisen namun juga orang-orang Islam. Sebagian besar lainnya yang jumlahnya mencapai ribuan orang, terpaksa meninggalkan kota dan menjadi pengungsi. Selain pembunuhan dan penculikan bermotif mendapat uang tebusan, para mujahilin juga memaksa orang-orang Kristen untuk berpindah keyakinan.
Melihat kehidupan sehari-hari orang-orang Kristen Orthodok yang saleh, Anda mungkin mengira mereka sebagai orang Islam. Para wanitanya berjilbab dan laki-lakinya berpenutup kepala dan berbaju longgar. Mereka sembahyang dengan rukuk dan sujud. Mereka berpuasa 40 hari. Mereka bersunat dan mengharamkan babi. Mereka juga berwudhu sebelum sembahyang. Injil yang mereka baca juga berhuruf Arab. Mereka marah jika dituduh meniru orang-orang Islam karena menganggap apa yang mereka lakukan itu telah dilakukan nenek moyang mereka jauh sebelum kedatangan Islam. Mereka memegang teguh 10 perintah Tuhan yang diberikan kepada Nabi Musa, seperti larangan mencuri, berzinah dan berbohong.
Saya (blogger) bahkan pernah membaca salah satu ayat dalam Injil yang menyebutkan bahwa nabi Isa AS (Yesus) memerintahkan ummatnya untuk mengatakan "Jika Tuhan Menghendaki" (Insya Allah dalam Islam) jika hendak berjanji. Maka saya percaya dengan klaim mereka.
Tahun 2005 yang lalu saya berkenalan dengan seorang pendeta Kristen Orthodok Syria yang saya undang untuk menjadi salah seorang narasumber acara diskusi Novel "The Da Vinci Code" yang saya "organize" di Kota Medan. Dalam acara diskusi yang berlangsung panas di antaranya dengan seorang Kristolog IAIN Sumut, sang pendeta akhirnya mengakui bahwa Yesus bukanlah Tuhan. Ternyata perbedaan pandangan tersebut hanyalah mengenai penafsiran kata "Anak Tuhan" di dalam Injil yang bahkan oleh orang-orang yahudi sendiri yang mengerti benar makna kata "Anak Tuhan" itu (karena Yesus dan Injil sebenarnya diturunkan kepada orang-orang yahudi) menganggapnya sebagai sebuah metamorfosa belaka untuk menyebutkan orang-orang yang dicintai Tuhannya. Adapun dalam hal ibadah, sebenarnya hampir tidak ada perbedaan mendasar antara Islam dan Kristen "murni".
Dan orang-orang itulah yang kini tengah mengalami penderitaan di Malula akibat konflik bersenjata yang melanda negeri yang dahulu aman dan tenteram itu.
“Dahulu kami hidup damai, namun kini mereka (pemberontak) ingin menyingkirkan kami orang-orang Kristen dari negeri ini. Kami berdoa agar Tuhan mengalahkan mereka dan menendang mereka keluar," kata Antoinette Taaleb, warga Kristen Malula kepada wartawan "Russia Today" baru-baru ini.
Antoinette mempunyai 3 anggota keluarga yang tewas dibunuh para muhahilin Syria. Diperkirakan ratusan warga Malula telah tewas oleh kebiadaban para mujahilin, tidak saja orang-orang Krisen namun juga orang-orang Islam. Sebagian besar lainnya yang jumlahnya mencapai ribuan orang, terpaksa meninggalkan kota dan menjadi pengungsi. Selain pembunuhan dan penculikan bermotif mendapat uang tebusan, para mujahilin juga memaksa orang-orang Kristen untuk berpindah keyakinan.
SERUAN BIJAK NASRALLAH KEPADA TURKI DAN SAUDI
"Saya menyeru kepada Saudi Arabia, Turki dan negara-negara Teluk lainnya untuk merevisi sikap mereka. Kalian tidak akan mendapatkan apa-apa dengan mengandalkan kekuatan militer. Buanglah kebencian kalian (pada Hizbollah) dan berfikirlah dengan jernih. Pikirkan kepentingan-kepentingan kalian, kepentingan dan keselamatan kawasan ini."
Demikian seruan yang dikeluarkan pemimpin Hizbollah Sayyed Hassan Nasrallah yang disampaikan melalui televisi pada hari Senin lalu (23/9).
Menurut Nasrallah, Saudi Arabia, Turki dan negara-negara pendukung pemberontakan Syria untuk mengakui bahwa mereka telah mengalami kegagalan untuk menumbangkan pemerintah Syria. Selanjutnya mereka harus bergabung dalam upaya penyelesaian politik untuk mengakhiri konflik berdarah yang telah berlangsung selama 2,5 tahun di Syria.
Dalam pidato pertamanya setelah lebih dari sebulan terakhir ini Nasrallah mengatakan bahwa konflik Syria yang telah menewaskan lebih dari 100 ribu jiwa itu hanya bisa siselesaikan melalui dialog.
Dalam kesempatan itu Nasrallah juga mengecam sikap beberapa tokoh politik dari Aliansi 14 Maret (blog kelompok-kelompok politik yang pro Barat, Saudi dan Turki) yang menyerukan intervensi militer Amerika terhadap Syria. Menurutnya langkah itu hanya akan membawa kehancuran dan Lebanon adalah negara pertama yang terkena dampaknya.
Subscribe to:
Posts (Atom)









