Tuesday, 3 October 2017

Freeport Buktikan Regim Galak Pada Rakyat, Letoi pada Asing

Indonesian Free Press -- Meski pemerintahan jokowi telah membanggakan diri berhasil 'memaksa' Freeport untuk melakukan divestasi 51% sahamnya (meski hal ini sebenarnya sebuah kebodohan besar karena ijin operasi Freeport hampir habis di tahun 2021, dan pada saat itu seluruh assetnya otomatis menjadi milik INdonesia), ternyata Freeport masih bisa terus berulah dengan menolak skema tersebut.

Selain menolak skema divestasi saham 51% yang ditawarkan pemerintah, Freeport menuntut perjanjian stabilitas investasi untuk keberlangsungan tambangnya, pasca status Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Demikian seperti dilansir situs GARUDA KITA , Selasa (3 Oktober).

Monday, 2 October 2017

Tragedi Karbala Bukan untuk Ditangisi

Apa arti menangis tapi mendukung kekufuran. Apa arti meratapi tapi menjustifikasi kezaliman. Apa arti menangis tapi menentang perlawanan. Apa arti meratapi tapi menghina saudara sendiri (baca anfusana). Apa arti menangis tapi menghina ulama dan mujahid.

Tragedi Karbala adalah sejarah paling tragis sepanjang sejarah dunia, langit memerah ..Karbala telah mengajarkan kepada kita, umat Muhammad SAW, untuk melawan kehinaan.

Teriakan Imam Husein bin Ali di padang Karbala : 'Pantang HIna !'.

Pemerintah Akui Ada Persoalan pada Impor Senjata Brimob

Indonesian Free Press -- Pemerintah melalui Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto akhirnya mengakui, bahwa ada persoalan dalam impor senjata api untuk Korps Brimob Polri yang kini menjadi polemik publik.

"Ada masalah yang perlu kita selesaikan dengan cara musyawarah, mufakat dan koordinasi. Tugas saya sebagai Menkopolhukam atas perintah Presiden adalah mengkoordinasikan semua lembaga di bawah saya untuk sama-sama kita selesaikan," kata Wiranto kepada pers, 1 Oktober., seperti dilansir situs beruia Garuda Kita.

Meski demikian, Wiranto menolak memberikan keterangan rinci. Namun demikian, mantan Kasum TNI Letjen (purn) Suryo Prabowo menanggapi pengakuan Wiranto itu dengan pernyataan lugas, “Berarti Jenderal Gatot (Panglima TNI) benar.”

Rusia dan Cina Ancam AS soal Korut

Indonesian Free Press -- Bulan September lalu dunia menyaksikan ketegangan antara Amerika dan Korut telah berada di titik nadir, dan perang antara keduanya dapat terjadi sewaktu-waktu. Namun, hanya sebagian orang yang percaya bahwa perang antara keduanya akan menyeret konflik yang jauh lebih besar dan tidak bisa dikontrol.

Media Amerika, LA Times, menulis sesuatu yang menarik tentang latihan perang gabungan Rusia-Cina di Laut Jepang dan Laut Okhotsk, 18 September lalu:

"Sementara Rusia dan Cina telah menggelar latihan gabungan ini sejak tahun 2012, 'timing' dari latihan 'Joint-Sea 2017' ini sangat signifikan.”

Sunday, 1 October 2017

MENIMBANG SANG JENDERAL GATOT NURMANTYO

By AhmadDhani

Saya ini baru setahun melepas kegiatan Entertaiment dan Fokus ke Politik.
Tapi ini yang belum di cermati...
1. Jika PANGLIMA TNI di ganti sebelum masa pensiun,
dan tidak di beri JABATAN apapun,
Artinya Jokowi SIAP untuk bertarung di PILPRES 2019 dgn SANG JENDERAL.
2. Jika PANGLIMA TNI Pensiun dan tidak di beri JABATAN oleh Jokowi ,
Artinya memang tidak ada SANDIWARA POLITIK yang selama ini di tuduhkan beberapa PENGAMAT.

Tuesday, 26 September 2017

MENGURAI PERNYATAAN PANGLIMA TNI : SENJATA ILEGAL TERSEBUT TERNYATA JENIS ANTI-MATERIAL

Indonesian Free Press -- Isu tentang Panglima TNI menyebut adanya sebuah institusi mengimpor 5000 pucuk senjata ilegal terus mengemuka dengan dibarengi munculnya berbagai macam bantahan dan sanggahan dari beberapa institusi yang merasa disingggung oleh Panglima TNI diantaranya adalah polri yang katanya memesan 5000 pucuk pistol untuk keperluan Polantas, kemudian tidak lama disusul BIN yang memesan 500 pucuk pistol untuk kepentingan pendidikan dan disusul BNN yang katanya untuk keperluan anggotanya dilapangan.

Dari semua keterangan diatas jika dilihat tidak ada yang sinkron dan terkesan mengaburkan data Panglima TNI sampai muncul adanya release resmi dari menkopolhukam dengan pernyataannya yang mengatakan itu hanya miskomunikasi antar institusi.

Jendral Rusia Tewas di Suriah, Rusia Tuduh AS

Indonesian Free Press -- Rusia menuduh Amerika berada di balik insiden yang menewaskan seorang perwira tingginya di Suriah Timur.

Letjend Valery Asapov, komandan tertinggi Rusia di Suriah yang tengah terlibat dalam operasi pembebasan kota Deir Ez-Zor, tewas oleh tembakan mortir yang sangat presisi pada hari Minggu (24 September). Sejumlah laporan menyebutkan, bersama Jendral Asapov juga tewas dua orang perwira menengah berpangkat Kolonel.

Deputi Menlu Rusia Sergey Ryabkov menyebut kematian Asapov adalah 'harga yang harus dibayar Rusia karena kemunafikan Amerika di Suriah,” demikian tulis kantor berita RIA Novosti.

Monday, 25 September 2017

5000 Pucuk Senjata dan Kilas Balik Genocide Muslim Maluku...

Untuk Kewaspadaan Ummat Islam NKRI...


Semakin Nyatanya Kebangkitan PKI Disusul Berita Import 5000 Pucuk Senjata Ilegal Sebagaimana Disampaikan Panglima TNI Bapak Gatot N, Membuat Kami Terkenang Kembali Genocide Muslim Maluku Yang Dimulai Awal Tahun 2000 Lalu.
Sebelum Meletusnya Pembantaian Yang Dilakukan Kelompok Minoritas (Salibis) Terhadap Kelompok Mayoritas (Muslim), Kami Ummat Islam Saat Itu Sudah Diingatkan Oleh Bpk Kastor (Kol Purn Rustam Kastor, Ex Danrem Maluku)...