Indonesian Free Press -- Konperensi Internasional untuk Suriah Ketiga akhirnya digelar di Wina, Jumat 30 Oktober 2015. Ada perbedaan mendasar dari konperensi sejenis, baik yang pertama tahun 2012 maupun yang kedua tahun 2014 lalu. Perbedaan pertama adalah kepesertaan Iran dan yang kedua adalah kesepakatan untuk menghancurkan kelompok-kelompok teroris di Suriah.
Untuk pertama kalinya delegasi Iran turut berpartisipasi dalam konperensi kali ini. Padahal dalam konperensi sebelumnya Amerika, Saudi dan sekutu-sekutunya bersikukuh untuk tidak melibatkan Iran yang diketahui menjadi pendukung utama Presiden Bashar al Assad. Adapun tentang isyu terorisme dalam konflik Suriah, dalam konperensi sebelumnya Amerika, Saudi dan sekutu-sekutunya bersikukuh menjadikannya sekedar agenda tambahan dan agenda utamanya adalah pembentukan pemerintahan transisi tanpa melibatkan Bashar al Assad.
Dalam konperensi kali ini semua pihak sepakat untuk menghentikan keberadaan kelompok teroris, yang selama ini menjadi kekuatan utama pemberontakan di Suriah. Adapun tentang pergantian kekuasaan di Suriah, Amerika dan sekutu-sekutunya telah mengisyaratkan untuk menerima Bashar al Assad dalam pemerintahan transisi, meski mereka masih bersikukuh untuk dengan tuntutan mundurnya Bashar setelah pemerintahan transisi berakhir.
Saturday, 31 October 2015
Kisah tentang Lukisan Pak Raden
Indonesian Free Press -- Kebaikan, sekecil apapun akan mendapatkan balasan dari Allah. Demikian firman Allah dalam Al Qur'an menyebutkan. Maka bersyukurlah orang-orang yang suka berbuat baik, karena hal ini menandakan bahwa Allah sayang padanya sehingga berkenan memberikan kesempatan kepadanya untuk berbuat baik.
Terkadang perbuatan baik harus membuat kita kehilangan sesuatu yang berharga. Namun itulah keutamannya, karena sebagaimana disebutkan dalam Al Qur'an seseorang belum benar-benar beriman sebelum mengorbankan harta yang disayanginya untuk kebaikan.
Terkait dengan itu ada satu cerita menarik tentang Pak Raden dan lukisannya seperti yang dimuat di situs merdeka.com baru-baru ini, mengenang kepergian salah seorang maestro seni Indonesia, Pak Raden alias Bapak Drs Suyadi.
Terkadang perbuatan baik harus membuat kita kehilangan sesuatu yang berharga. Namun itulah keutamannya, karena sebagaimana disebutkan dalam Al Qur'an seseorang belum benar-benar beriman sebelum mengorbankan harta yang disayanginya untuk kebaikan.
Terkait dengan itu ada satu cerita menarik tentang Pak Raden dan lukisannya seperti yang dimuat di situs merdeka.com baru-baru ini, mengenang kepergian salah seorang maestro seni Indonesia, Pak Raden alias Bapak Drs Suyadi.
Rusia Gagalkan Rencana Serangan Gabungan Saudi-Yordania ke Damaskus
Indonesian Free Press -- Rusia berhasil menggagalkan rencana serangan gabungan Saudi-Yordania-Kelompok Jeish al-Islam terhadap ibukota Suriah Damaskus. Demikian kantor berita Lebanon Al Akhbar, Rabu (28 Oktober) lalu.
Menurut laporan itu, Saudi merancang serangan gabungan terhadap Damaskus setelah proposalnya kepada Rusia ditolak Presiden Vladimir Putin. Disebutkan dalam laporan itu, Deputi Putra Mahkota dan Menteri Pertahanan Saudi Mohammed bin Salman pada tanggal 19 Juni lalu menyerahkan proposal kepada Putin untuk menghentikan dukungan Rusia kepada Suriah, dengan sejumlah imbalan menarik dan Saudi pun akan menghentikan serangan ke Yaman. Namun tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh Putin.
Atas penolakan itu Saudi diketahui merancang operasi militer bersama Yordania dan kelompok pemberontak Suriah untuk menduduki Damaskus, melalui provinsi Daraa dan Quneitra yang berada di selatan Suriah. Rencana itu juga melibatkan kelompok pemberontak yang berbasis di Ghouta timur di dekat Damaskus.
Rencana itu diketahui Rusia. Dan setelah mendapat konfirmasi dari kelompok Hizbollah, Rusia pun melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap kelompok pemberontak Jobar dan Ghouta terutama kawasan Marj al-Sultan dan Deir al-Asafir. Serangan itu menghancurkan pusat-pusat komando pemberontak dan menggagalkan rencana tersebut.
Menurut laporan itu, Saudi merancang serangan gabungan terhadap Damaskus setelah proposalnya kepada Rusia ditolak Presiden Vladimir Putin. Disebutkan dalam laporan itu, Deputi Putra Mahkota dan Menteri Pertahanan Saudi Mohammed bin Salman pada tanggal 19 Juni lalu menyerahkan proposal kepada Putin untuk menghentikan dukungan Rusia kepada Suriah, dengan sejumlah imbalan menarik dan Saudi pun akan menghentikan serangan ke Yaman. Namun tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh Putin.
Atas penolakan itu Saudi diketahui merancang operasi militer bersama Yordania dan kelompok pemberontak Suriah untuk menduduki Damaskus, melalui provinsi Daraa dan Quneitra yang berada di selatan Suriah. Rencana itu juga melibatkan kelompok pemberontak yang berbasis di Ghouta timur di dekat Damaskus.
Rencana itu diketahui Rusia. Dan setelah mendapat konfirmasi dari kelompok Hizbollah, Rusia pun melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap kelompok pemberontak Jobar dan Ghouta terutama kawasan Marj al-Sultan dan Deir al-Asafir. Serangan itu menghancurkan pusat-pusat komando pemberontak dan menggagalkan rencana tersebut.
Jajak Pendapat Media Terkemuka Perancis: Lebih dari 70% Dukung Assad
Indonesian Free Press -- Sebuah jajak pendapat yang digelar media terkemuka Perancis Le Figaro menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Perancis mendukung President Bashar Assad untuk tetap menduduki jabatannya.
Perancis adalah negara bekas penjajah Suriah yang masih memiliki pengaruh di negara itu. Hasil jajak pendapat itu sekaligus menjadi 'pukulan keras' bagi pemerintah Perancis yang selama ini cukup aktif terlibat dalam kampanye penggulingan Bashar al Assad.
Dalam jajak pendapat yang hasilnya diumumkan pada hari Kamis (29 Oktober) itu para responden mendapatkan pertanyaan: "Haruskan dunia mendesak kepada Bashar al-Assad untuk mundur?” Dari 21.314 responden yang terlibat dalam jajak pendapat sekitar 72 persen menjawab: 'Tidak'.
Jajak pendapat itu digelar menjelang digelarnya konperensi internasional untuk Suriah yang digelar di Wina, Austria, dimana 19 negara terlibat dalam perundingan untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung selama empat tahun lebih dan menewaskan ratusan ribu warga Suriah. Dari tiga konperensi internasional untuk Suriah yang pernah digelar, untuk pertama kalinya Iran dilibatkan dalam acara ini.
Perancis adalah negara bekas penjajah Suriah yang masih memiliki pengaruh di negara itu. Hasil jajak pendapat itu sekaligus menjadi 'pukulan keras' bagi pemerintah Perancis yang selama ini cukup aktif terlibat dalam kampanye penggulingan Bashar al Assad.
Dalam jajak pendapat yang hasilnya diumumkan pada hari Kamis (29 Oktober) itu para responden mendapatkan pertanyaan: "Haruskan dunia mendesak kepada Bashar al-Assad untuk mundur?” Dari 21.314 responden yang terlibat dalam jajak pendapat sekitar 72 persen menjawab: 'Tidak'.
Jajak pendapat itu digelar menjelang digelarnya konperensi internasional untuk Suriah yang digelar di Wina, Austria, dimana 19 negara terlibat dalam perundingan untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung selama empat tahun lebih dan menewaskan ratusan ribu warga Suriah. Dari tiga konperensi internasional untuk Suriah yang pernah digelar, untuk pertama kalinya Iran dilibatkan dalam acara ini.
Tuesday, 27 October 2015
Pangeran Saudi Ditangkap di Lebanon karena Selundupkan Obat-Obatan
Indonesian Free Press -- Kerajaan Saudi berusaha keras untuk membebaskan seorang pangerannya yang tertangkap saat berusaha menyelundupkan obat-obatan terlarang di Bandara Internasional Beirut. Tidak kurang mantan Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri diturunkan langsung untuk melakukan hal itu.
Kantor berita Iran Press TV, Selasa (27 Oktober) melaporkan bahwa Hariri, sekutu kuat kerajaan Saudi Arabia, berusaha untuk mengeluarkan passport diplomat bagi pangeran Abdel Mohsen Bin Walid Bin Abdulaziz Al Saud yang ditangkap setelah membawa 2 ton amphetamines di Bandara Beirut pada hari Senin (26 Oktober).
Hariri, pemimpin Partai Al-Mustaqbal dikabarkan berjuang bersama mantan Perdana Menteri lainnya, Fuad Siniora, serta Menteri Dalam Negeri bermaksud untuk mengeluarkan passpor diplomat kepada pangeran itu sehingga mendapatkan kekebalan diplomatik. Untuk menutupi keterlibatan sang pangeran, seorang pembantu pangeran akan dikorbankan sebagi tersangka. Demikian laporan itu mengutip laporan media Lebanon Addiyar hari Senin.
Pangeran Saudi tersebut ditangkap bersama empat orang temannya di Rafik Hariri International Airport, hari Senin, setelah para petugas menemukan dua ton pil bermerek 'Captagon' ke dalam pesawat pribadinya. Pil-pil itu dibungkus ke dalam 40 bungkusan, sementara pesawat jet pribadi itu hendak berangkat ke Riyadh, Saudi Arabia.
Kantor berita Iran Press TV, Selasa (27 Oktober) melaporkan bahwa Hariri, sekutu kuat kerajaan Saudi Arabia, berusaha untuk mengeluarkan passport diplomat bagi pangeran Abdel Mohsen Bin Walid Bin Abdulaziz Al Saud yang ditangkap setelah membawa 2 ton amphetamines di Bandara Beirut pada hari Senin (26 Oktober).
Hariri, pemimpin Partai Al-Mustaqbal dikabarkan berjuang bersama mantan Perdana Menteri lainnya, Fuad Siniora, serta Menteri Dalam Negeri bermaksud untuk mengeluarkan passpor diplomat kepada pangeran itu sehingga mendapatkan kekebalan diplomatik. Untuk menutupi keterlibatan sang pangeran, seorang pembantu pangeran akan dikorbankan sebagi tersangka. Demikian laporan itu mengutip laporan media Lebanon Addiyar hari Senin.
Pangeran Saudi tersebut ditangkap bersama empat orang temannya di Rafik Hariri International Airport, hari Senin, setelah para petugas menemukan dua ton pil bermerek 'Captagon' ke dalam pesawat pribadinya. Pil-pil itu dibungkus ke dalam 40 bungkusan, sementara pesawat jet pribadi itu hendak berangkat ke Riyadh, Saudi Arabia.
Sunday, 25 October 2015
Lagi, Seorang Jendral Iran Syahid di Suriah
Indonesian Free Press -- Seorang pimpinan kelompok pemberontak Al Nusra dan seorang jendral Iran meninggal di medan perang Suriah minggu lalu.
Kantor berita Rusia Sputnik pada hari Sabtu (24 Oktober) melaporkan pemimpin Al Nusra Abu Suleiman al-Masri tewas dalam pertempuran di Aleppo. Menurut laporan itu pemimpin teroris itu tewas dalam pertempuran di desa Tal-al-Karsani di luar Aleppo.
Al Nusra adalah kelompok pemberontak yang berafiliasi dengan kelompok Al Qaida. Kelompok ini terlibat persaingan dengan kelompok teroris lainnya ISIS dalam kepemimpinan pemberontakan Suriah dan penguasaan wilayah yang direbut dari pemerintah. Namun di tengah serangan gabungan Rusia dan Suriah serta milisi-milisi pendukung pemerintah Suriah terhadap semua kelompok pemberontak, kedua kelompok itu saling melakukan pendekatan untuk bekerjasama.
Kemenhan Rusia minggu lalu menyebutkan bahwa ISIS terlibat pembicaraan intensif dengan kelompok-kelompok pemberontak lainnya untuk menggabungkan kekuatan.
"Pembicaraan radio yang berhasil disadap menunjukkan bahwa para komandan kelompok Al Nusra telah mulai melakukan pembicaraan dengan para pemimpin ISIS tentang penggabungan kekuatan untuk menghadapi pasukan Suriah," kata Jubir Kemenhan Rusia, hari Rabu minggu lalu.
Jendral Iran Kembali Syahid
Kantor berita Rusia Sputnik pada hari Sabtu (24 Oktober) melaporkan pemimpin Al Nusra Abu Suleiman al-Masri tewas dalam pertempuran di Aleppo. Menurut laporan itu pemimpin teroris itu tewas dalam pertempuran di desa Tal-al-Karsani di luar Aleppo.
Al Nusra adalah kelompok pemberontak yang berafiliasi dengan kelompok Al Qaida. Kelompok ini terlibat persaingan dengan kelompok teroris lainnya ISIS dalam kepemimpinan pemberontakan Suriah dan penguasaan wilayah yang direbut dari pemerintah. Namun di tengah serangan gabungan Rusia dan Suriah serta milisi-milisi pendukung pemerintah Suriah terhadap semua kelompok pemberontak, kedua kelompok itu saling melakukan pendekatan untuk bekerjasama.
Kemenhan Rusia minggu lalu menyebutkan bahwa ISIS terlibat pembicaraan intensif dengan kelompok-kelompok pemberontak lainnya untuk menggabungkan kekuatan.
"Pembicaraan radio yang berhasil disadap menunjukkan bahwa para komandan kelompok Al Nusra telah mulai melakukan pembicaraan dengan para pemimpin ISIS tentang penggabungan kekuatan untuk menghadapi pasukan Suriah," kata Jubir Kemenhan Rusia, hari Rabu minggu lalu.
Jendral Iran Kembali Syahid
Saturday, 24 October 2015
Islandia Penjarakan 26 Bankir Korup
Indonesian Free Press -- Perbankan modern adalah sebuah bisnis yang tidak adil di mana para bankir dan pemodal yang tidak membuat nilai tambah riel mendapatkan bagian paling banyak dalam suatu perekonomian, sementara para petani, buruh, tukang, dan para profesional yang menciptkan nilai tambah riel justru mendapatkan bagian yang jauh lebih kecil.
Nilai tambah riel misalnya adalah petani yang menghasilkan bahan-bahan pangan, tukang yang menciptakan produk-produk berguna dari bahan-bahan mentah, atau dokter yang menyembuhkan penyakit orang-orang sakit. Para bankir hanyalah membantu menyediakan uang yang dibutuhkan dalam pergerakan ekonomi, seperti oli dalam pergerakan mesin. Namun ternyata dari hanya menyediakan oli dan sementara yang lain bekerja menciptakan nilai tambah, para bankir kustru mendapatkan keuntungan yang paling besar.
Hal itu terlihat selain gaji para karyawan dan direksi bank-bank yang memiliki tingkat upah tertinggi, juga keuntungan yang didapatkan para bankir. Dan tidak ada satu perusahaan pun yang mampu mengumpulkan asset hingga di atas $1 triliun, kecuali bank-bank.
Itulah sebabnya IFP berpendapat semestinya perbankan hanya dijalankan oleh bank-bank pemerintah sehingga keuntungannya bisa sepenuhnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat, bukan para pemilik modal swasta yang hanya berjumlah beberapa orang saja. Hal ini telah dipraktikkan di Libya di bawah kepemimpinan Muammar Khadaffi. Mungkin karena itulah Libya dihancurkan.
Nilai tambah riel misalnya adalah petani yang menghasilkan bahan-bahan pangan, tukang yang menciptakan produk-produk berguna dari bahan-bahan mentah, atau dokter yang menyembuhkan penyakit orang-orang sakit. Para bankir hanyalah membantu menyediakan uang yang dibutuhkan dalam pergerakan ekonomi, seperti oli dalam pergerakan mesin. Namun ternyata dari hanya menyediakan oli dan sementara yang lain bekerja menciptakan nilai tambah, para bankir kustru mendapatkan keuntungan yang paling besar.
Hal itu terlihat selain gaji para karyawan dan direksi bank-bank yang memiliki tingkat upah tertinggi, juga keuntungan yang didapatkan para bankir. Dan tidak ada satu perusahaan pun yang mampu mengumpulkan asset hingga di atas $1 triliun, kecuali bank-bank.
Itulah sebabnya IFP berpendapat semestinya perbankan hanya dijalankan oleh bank-bank pemerintah sehingga keuntungannya bisa sepenuhnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat, bukan para pemilik modal swasta yang hanya berjumlah beberapa orang saja. Hal ini telah dipraktikkan di Libya di bawah kepemimpinan Muammar Khadaffi. Mungkin karena itulah Libya dihancurkan.
Friday, 23 October 2015
Netanyahu Porak-Porandakan Mitos Holocoust
Indonesian Free Press -- Kalangan zionis internasional selama bertahun-tahun berhasil membangun 'mitos' tentang holocoust demi kepentingan politik dan ekonomi mereka.
Bisa dikatakan ini bahkan adalah 'konspirasi' mereka yang paling gemilang. Dengan diterimanya mitos ini sebagai sebuah fakta sejarah, maka zionis internasional bisa mengirimkan ke penjara siapapun yang yang mengkritik Israel dan yahudi dengan dalih 'anti-semit'. Selain itu mereka juga berhasil memeras sejumlah pihak untuk membayar 'kompensasi' kepada mereka. (Silakan lihat di sini).
Namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sekejap menghancurkan itu semua. Dalam pidato di depan peserta Kongres Zionis, hari Selasa (20 Oktober) ia menyebutkan bahwa 'holocoust' diinspirasi oleh Mufti Besar Palestina Haj Amin al-Husseini. Netanyahu menyebutkan bahwa dalam sebuah pertemuan dengan pemimpin Jerman Adolf Hitler di Berlin tahun 1941, Mufti Besar Haj Amin al-Husseini mengusulkan kepada Hitler untuk membunuhi orang-orang yahudi.
"Hitler tidak ingin membunuhi orang-orang yahudi kala itu, ia hanya ingin mengusir mereka. Dan Haj Amin al-Husseini mendatangi Hitler dan mengatakan: ‘Jika Anda mengusir mereka, mereka semua akan pergi ke Palestine.'” kata Netanyahu.
Bisa dikatakan ini bahkan adalah 'konspirasi' mereka yang paling gemilang. Dengan diterimanya mitos ini sebagai sebuah fakta sejarah, maka zionis internasional bisa mengirimkan ke penjara siapapun yang yang mengkritik Israel dan yahudi dengan dalih 'anti-semit'. Selain itu mereka juga berhasil memeras sejumlah pihak untuk membayar 'kompensasi' kepada mereka. (Silakan lihat di sini).
Namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sekejap menghancurkan itu semua. Dalam pidato di depan peserta Kongres Zionis, hari Selasa (20 Oktober) ia menyebutkan bahwa 'holocoust' diinspirasi oleh Mufti Besar Palestina Haj Amin al-Husseini. Netanyahu menyebutkan bahwa dalam sebuah pertemuan dengan pemimpin Jerman Adolf Hitler di Berlin tahun 1941, Mufti Besar Haj Amin al-Husseini mengusulkan kepada Hitler untuk membunuhi orang-orang yahudi.
"Hitler tidak ingin membunuhi orang-orang yahudi kala itu, ia hanya ingin mengusir mereka. Dan Haj Amin al-Husseini mendatangi Hitler dan mengatakan: ‘Jika Anda mengusir mereka, mereka semua akan pergi ke Palestine.'” kata Netanyahu.
Thursday, 22 October 2015
Ditolak Indonesia, Jepang Bidik Kereta Cepat India
New Delhi, LiputanIslam.com -- Hanya beberapa pekan setelah dikalahkan Tiongok dalam kontrak pembangunan kereta cepat pertama Indonesia, Jepang mengeluarkan gebrakan dengan menyampaikan tawaran kepada India untuk mendanai kereta cepat pertama India senilai $15 miliar. Langkah ini dikabarkan telah mencuri langkah Cina yang juga tengah memburu proyek jaringan kereta di negara berperekonomian terbesar keempat di dunia itu.
Tokyo tengah menaksir kelayakan pembangun koridor sepanjang 505 km yang menghubungkan Mumbai - Ahmedabad yang adalah ibu kota perdagangan penting di India tempat asal Perdana Menteri Narendra Modi. Jepang telah menyimpulkan secara teknis dan finansial proyek itu layak. Demikian seperti dilansir Antara, Kamis petang (22/10).
Proyek pembangunan jalur kereta api cepat itu memang akan diselesaikan lewat tender, namun tawaran keuangan dari Jepang ini membuat Jepang jelas menjadi kandidat utama pemenang tender.
Bulan lalu Cina memenangkan kontrak untuk akses kelayakan kereta cepat Delhi - Mumbai sepanjang 1.200 km yang diperkirakan menelan biaya dua kali lipat dari proyek yang dibidik Jepang. Cina belum menawarkan fasilitas pinjaman untuk proyek ini.
Tokyo tengah menaksir kelayakan pembangun koridor sepanjang 505 km yang menghubungkan Mumbai - Ahmedabad yang adalah ibu kota perdagangan penting di India tempat asal Perdana Menteri Narendra Modi. Jepang telah menyimpulkan secara teknis dan finansial proyek itu layak. Demikian seperti dilansir Antara, Kamis petang (22/10).
Proyek pembangunan jalur kereta api cepat itu memang akan diselesaikan lewat tender, namun tawaran keuangan dari Jepang ini membuat Jepang jelas menjadi kandidat utama pemenang tender.
Bulan lalu Cina memenangkan kontrak untuk akses kelayakan kereta cepat Delhi - Mumbai sepanjang 1.200 km yang diperkirakan menelan biaya dua kali lipat dari proyek yang dibidik Jepang. Cina belum menawarkan fasilitas pinjaman untuk proyek ini.
Jendral Israel Tertangkap di Irak, Baghdadi Dipastikan Tewas
Indonesian Free Press -- Seorang jendral Israel tertangkap di Irak. Ia mengaku ditugaskan dinas inteligen Israel Mossad untuk membantu kelompok teroris ISIS. Ia juga mengklaim bahwa pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi telah tewas dibunuh oleh Mossad-CIA setelah dianggap tidak berguna lagi. Demikian situs independen Veterans Today melaporkan, Rabu (21 Oktober).
Mengklaim mendapatkan konfirmasi dari pimpinan Department for Security and Information (DESI) Dr Haissam Bou yang mendapatkan informasi langsung dari para pejabat keamanan Irak, Veterans Today melaporkan bahwa Brigjen Yussi Elon Shahak ditangkap oleh milisi Irak dan dalam interogasi mengungkapkan identitasnya sebagai perwira tinggi Israel.
"Ada kerjasama yang kuat antara MOSSAD dan komandan-komandan tertinggi ISIS. Ada penasihat-penasihat Israel yang membantu organisasi ISIS menyusun strategi dan rencana-rencana operasi militer serta menuntun mereka di pertempuran," kata Brigjen Shahak kepada para interogatornya.
Ia menambahkan bahwa terdapat juga konsultan-konsultan militer dari Saudi Arabia, Qatar, Uni Emirat Arab dan Yordania yang membantu ISIS. Saudi Arabia disebutnya telah menyediakan 30.000 kendaraan untuk ISIS, sementara Yordania menyediakan 4.500 kendaraan. Sementara Qatar dan Uni Emirat Arab bertanggungjawab atas pembiayaannya.
Pemerintah dan parlemen Amerika juga sudah memastikan tewasnya pemimpin ISIS Abu Baker al Baghdadi, yang mendapatkan tembakan dua peluru di kepala dan pundaknya dalam sebuah tembak-menembak. Ia dibunuh oleh CIA dan MOSSAD yang menganggap Baghdadi tidak lagi berguna. Lebih jauh 8 pemimpin ISIS lainnya juga tewas dalam serangan udara Irak di Haith, setelah inteligen Irak berhasil mengetahui keberadaan mereka.
Mengklaim mendapatkan konfirmasi dari pimpinan Department for Security and Information (DESI) Dr Haissam Bou yang mendapatkan informasi langsung dari para pejabat keamanan Irak, Veterans Today melaporkan bahwa Brigjen Yussi Elon Shahak ditangkap oleh milisi Irak dan dalam interogasi mengungkapkan identitasnya sebagai perwira tinggi Israel.
"Ada kerjasama yang kuat antara MOSSAD dan komandan-komandan tertinggi ISIS. Ada penasihat-penasihat Israel yang membantu organisasi ISIS menyusun strategi dan rencana-rencana operasi militer serta menuntun mereka di pertempuran," kata Brigjen Shahak kepada para interogatornya.
Ia menambahkan bahwa terdapat juga konsultan-konsultan militer dari Saudi Arabia, Qatar, Uni Emirat Arab dan Yordania yang membantu ISIS. Saudi Arabia disebutnya telah menyediakan 30.000 kendaraan untuk ISIS, sementara Yordania menyediakan 4.500 kendaraan. Sementara Qatar dan Uni Emirat Arab bertanggungjawab atas pembiayaannya.
Pemerintah dan parlemen Amerika juga sudah memastikan tewasnya pemimpin ISIS Abu Baker al Baghdadi, yang mendapatkan tembakan dua peluru di kepala dan pundaknya dalam sebuah tembak-menembak. Ia dibunuh oleh CIA dan MOSSAD yang menganggap Baghdadi tidak lagi berguna. Lebih jauh 8 pemimpin ISIS lainnya juga tewas dalam serangan udara Irak di Haith, setelah inteligen Irak berhasil mengetahui keberadaan mereka.
Subscribe to:
Posts (Atom)









