Sunday, 19 June 2011

APAKAH REGIM BAHRAIN SUDAH MENJADI GILA?


Apakah regim Khalifa di Bahrain telah menjadi gila? Kemarin (Senin, 13/6), regim Bahrain memulai proses pengadilan militer terhadap 48 tenaga medis (dokter, paramedis dan perawat) dengan tuduhan "melakukan upaya kudeta" terhadap pemerintahan kerajaan di negeri mayoritas Shiah yang diperintah oleh regim Sunni itu. Para terdakwa dalam kasus itu tentu saja adalah orang-orang Shiah sebagaimana mayoritas rakyat negeri itu. Dan karena saya (Robert Fisk, wartawan senior Inggris) adalah saksi mata dari aksi para tenaga medis tersebut dalam upayanya menyelamatkan nyawa ratusan demonstran menuntut demokrasi, saya dengan tegas mengatakan bahwa tuduhan itu adalah kebohongan.

Para dokter itu, saya lihat bergelimang darah pasiennya saat mencoba menyelamatkan nyawa mereka akibat luka-luka tembakan dan pukulan polisi dan tentara. Sementara saya melihat polisi dan tentara melarang ambulan membawa para demonstran yang luka-luka ke rumah sakit.

Mereka, para dokter dan paramedis itulah yang saya lihat empat tahun lalu di ruang gawat darurat rumah sakit Sulaimaniya. Sebagian dari mereka menangis sembari menangangi para pasiennya, terheran-heran dengan luka-luka yang dialami para demonstran yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.

“Bagaimana mungkin mereka melalukan ini kepada rakyat sendiri?” Seorang dari mereka bertanya kepada saya. “Kami tidak pernah menangangi luka seperti ini sebelumnya.” Sementara di lantai tergeletak seorang laki-laki yang tengah sekarat bersimbah darah, tidak tertangani karena banyaknya korban dan terbatasnya tenaga medis.

Para dokter itu khawatir bahwa mereka tidak bisa menyelamatkan para pasiennya. Dan kini, polisi menuduh mereka telah membunuh para pasien (dengan menolak menangani mereka) atas luka-luka karena kebrutalan polisi.

Bagaimana mungkin orang-orang baik hati itu dituduh demikian keji?

Pendapat bahwa ke 48 terdakwa itu dinyatakan bersalah atas tuduhan keji tersebut tidak saja melawan hati nurani, namun juga bisa disebut "kegilaan". Faktanya adalah tentara dan polisi lah yang telah menembaki para demonstran dari helikopter.

Pendapat bahwa para demonstran meninggal karena dokter dan perawat menolak merawat mereka adalah suatu fantasi total. Faktanya adalah, saya (Robert Fisk) mengatakan sejujurnya karena saya adalah saksi hidup atas tindakan mereka, polisi dan tentara memblokir rumah sakit sehingga pasien yang terluka tidak bisa mendapatkan perawatan medis yang diperlukan untuk menyelematkan nyawa mereka.

Pada kenyataannya adalah, keluarga Raja Khalifa tidak segila yang dikira orang. Kenyataannya sangatlah jelas bagi mereka yang melihat dengan bijak apa yang terjadi di Bahrain. Saudi wahabiah kini penguasa sebenarnya Bahrain. Mereka tidak pernah menerima undangan dari penguasa Bahrain untuk mengirim pasukan ke Bahrain dan menumpas demonstran. Mereka melakukan invasi atas Bahrain, kemudian menyediakan surat undangan "buatan".

Penghancuran atas masjid-masjid kaum Shiah adalah gaya khas penguasa wahabiah, sepenuhnya sejalan dengan gaya Taliban-Al Qaida-salafiyun-wahabi.

Pada bulan Februari lalu saya (Robert Fisk) pernah menanyakan seorang keluarga kerajaan Bahrain, mungkinkah seorang Perdana Menteri diangkat oleh Raja. "Saudi tidak mungkin mengijinkannya," jawabnya. Tentu saja, karena mereka kini menguasai Bahrain. Maka terjadilah pengadilan model Saudi kepada para dokter dan perawat itu.

Bahrain bukan lagi negara berdaulat. KIni Bahrain telah menjadi propinsi dari kerajaan Saudi.


Sumber:
"I saw these brave doctors trying to save lives – these charges are a pack of lies"; Robert Fisk; Independent; 14 Juni 2011; dimuat di situs thetruthseeker.co.uk tgl 15 Juni 2011

2 comments:

emansipasialkazim said...

salam kenal mas, hampir semua artikel mas saya baca. trimas dengan info2 berguna yang mas sediakan. dan ada yang saya kutip buat jadikan nota, maaf ya kerna baru mintak ijinnya :)

cahyono adi said...

salam kenal juga. Terima kasih atas atensinya. Sy senang jika tulisan-tulisan saya disebarluaskan meski banyak kekurangan.