Wednesday, 7 December 2016

Di Ambang Kejatuhan Aleppo Timur, Amerika Berusaha Selamatkan Inteligen yang Terperangkap

Indonesian Free Press -- Amerika berusaha keras untuk menyelamatkan sejumlah staff inteligennya yang terperangkap di Aleppo timur. Demikian Veterans Today melaporkan mengutip laporan FARS News Agency, Selasa (6 Desember) lalu.

Menurut laporan itu Amerika tengah membujuk Rusia untuk mengijinkan sejumlah staff inteligennya dan pemberontak meninggalkan Aleppo timur dengan aman melalui jalur Castillo sebelum menyerahkan seluruh wilayah timur Aleppo kepada pasukan pemerintah Suriah.

Mengutip laporan situs media Arab al-Hadas, sejumlah sumber mengungkapkan bahwa negosiasi tengah berlangsung untuk membebaskan sejumlah intel Amerika, termasuk Balal Abdel Karim dan kawan-kawan yang turut membantu pemberontak di Aleppo timur yang terkepung.

Media Arab lainnya al-Watan juga melaporkan bahwa kekalahan beruntun pemberontak dan pergerakan maju pasukan Suriah dan sekutu-sekutunya telah menimbulkan perselisihan sengit antar kelompok pemberontak. Sejumlah besar pemberontak telah membuat kesepakatan sendiri dengan pasukan pemerintah untuk meninggalkan Aleppo timur dengan aman dan memperoleh amnesti, dengan menyerahkan senjata mereka.

Di sisi lain pengamat politik Israel Shamir yang tinggal di Rusia, mengatakan kepada Radio Sputnik bahwa terdapat indikasi kuat bahwa para pemberontak di Aleppo timur akan menyerah.

“Saat ini di Aleppo terdapat situasi dimana masih sangat sulit untuk diprediksi. Namun terdapat indikasi bahwa mereka yang bertempur di Aleppo timur mulai menyadari bahwa mereka tidak akan berhasil. Dalam dua hari terakhir terdapat sejumlah laporan di media-media pendukung pemberontak yang mengatakan, 'ini bukan akhir dari segalanya. Kami kalah di Aleppo tapi situasi tidak terlalu buruk, kami akan berperang di tempat lain.' Ini secara prinsip adalah tanda bahwa mereka telah bersedia untuk menyerah di Aleppo,” kata Shamir.

Meski demikian, Shamir mengingatkan meskipun pembebasan Aleppo adalah kemenangan besar bagi Suriah dan sekutu-sekutunya, para pemberontak masih bisa muncul di tempat lain.

Pada hari Senin (5 Desember) helikopter-helikopter Suriah menjatuhkan ribuan liflet di wilayah yang dikuasai pemberontak di Aleppo timur, yang isinya desakan kepada pemberontak untuk menyerah.

Diperkirakan Rusia tidak akan membiarkan para pemberontak dan inteligen barat yang mendukung mereka lolos begitu saja setelah terjadinya serangan terhadap rumah sakit berjalan Rusia di Aleppo, Senin (5 Desember) lalu. Dalam insiden ini dua tenaga medis Rusia dipastikan meninggal. Rusia menuduh pemberontak dengan dan pendukung-pendukungnya dari luar negeri sebagai penanggungjawab serangan itu.

"Kami yakin bahwa serangan ini telah direncanakan oleh mereka yang mencoba mempertahankan posisi mereka dengan dukungan patron-patron asingnya," kata Menlu Rusia Sergei Lavrov, Selasa (6 Desember).(ca)

2 comments:

Kasamago said...

Kebatilan pasti Kalah, Sukses utk SAA dkk.. Smg dg jatuh nya Aleppo membawai kedamaian di negeri Suriah

Riki Nurmansyah said...

Terlalu beresiko melepaskan para parasit ini (teroris dan agen asing). Satu2x pilihan adalah menangkapi mereka hidup atau mati dan memberikan hukuman sesuai syariat agar mereka tdk mengacau ditempat lain.