Wednesday, 8 March 2017

BEREDAR SURAT KEPUTUSAN BIN MENANGKAN AHOK, PERTANDA AKAN ADA KECURANGAN DI PILKADA DKI?

Indonesian Free Press -- Dewasa ini kabar atau sas-sus seolah sebagai kebenaran yang tertunda. Isu atau kabar mengenai jabatan Jenderal (polisi) Budi Gunawan (BG) barter menjadi Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) dengan calon Gubernur asal PDI Perjuangan, Basuki Tjahja Purnama alias AHok menjadi jelas.

Hari ini beredar, surat tentang pembentukan tim resmi BIN untuk memenangi AHok. Dari nadanya surat itu datang dari bawahan BG, “Ass Ndan skep utk anggota disk sdh ada dgn jmlah personil 19 orang…” demikian pembukaan surat mengenai SKep-Surat Keputusan.

SKep yang dimaksud adalah pembentukan tim pemenangan AHok dari BInNyang berjumlah 19 orang. Dalam rancangan SKep itu, 19 personil yang disebut-sebut adalah sebagai berikut :

1. Prof.Dr.Indriyanto Seno Adji (ahli hukum tatanegara)
2. Wawan Purwanto (pengamat intelejen)
3. Boni Hargens (relawan jokowi yang juga komisaris Antara)
4. Letjen TNI (purn) Muhammad Munir
5. Mayjen TNI Mar (purn) Buyung Lalana
6. Marsda TNI Adrian Watimena
7. Irjen Pol (purn) Wahyu Saronto
8. Prof.Ikhsan Tanggok
9. Eddy Suprapto
10. Agoes Poetranto
11. Beny Roeliyawan
12. Marcelino Pandin
13. Betty Purwandari
14. Armi Susandi
15. Bramantya Djohanputro
16. Achmad Sjarmidi
17. Wirawan Sukarwo
18. Heddy Lukito (Lugito) eks wartawan Gatra
19. Kusnanto Anggoro- akademisi

Dalam surat itu juga disebut sebuah catatan “blm ada ketua dan skrtaris…Mhn petumjuk Ndan”
SKep itu diduga Tim untuk Pemenangan AHok, selain operasi intelejen juga diperlukan operasi informasi (agitasi, propaganda dan penyebaran informasi). Sebenarnya Tim seperti itu biasa, kalau memang tujuan untuk negara. Biar Kepala Negara bisa mengambil keputusan berdasarkan masukan BIN (intelejen). Namun, kalau SKep Tim itu untuk pememangan AHok tentu menyalahi aturan yang ada.

BIN, DPR bahkan Kantor Presiden, kini mudah sekali bocornya surat-surat penting. Bagi jurnalis dan masyarakat disatu sisi bagus untuk mengetahui secara transparan, apa yang dilakukan penyelenggaran negara. Tapi, di sisi lain ini membahayakan keamanan negara. Ada yang tidak beres dalam tata administrasi negara ini. Atau ada kelompok yang memainkan agenda tertentu untuk kepentingan kelompok tertentu. Kita harus waspada.


Dicopas dari: Jurnalmuslim.com



SEMOGA BERITA INI TIDAK BENAR !!!

NAMUN BEGITU TETAPI PATUT UNTUK DIWASPADAI SEMOGA PILKADA DKI MEMUASKAN SEMUA PIHAK

DAN TNI TIDAK DILECEHKAN LAGI SAMA PENDUKUNG AHOK

Tolong di share ,, kalau bisa juga ke jaringan petinggi Gerindra:

*Rencana Kecurangan KPU Memenangkan Ahok :*

1. Sumber kami di KPU yang masih cinta NKRI, memberi bocoran rencana kecurangan yang akan dilakukan demi memenangkan Ahok

2. Ada rencana penambahan jumlah TPS untuk wilayah Jakarta Utara, 8 TPS dan salah satunya adalah TPS untuk RS PIK

3. Dari penambahan 8 TPS, selain 1 TPS RS PIK, ada 3 TPS di rusun Marunda, permintaan siapa?

4. Tahu kah anda, ada 650.000 pemilih ganda pada Pilgub DKI 2017 ini? Dan itu ibarat senjata yg bisa dipakai oleh Ahok

5. Dan 650.000 pemilih ganda tersebut masih masuk dalam DPT 7,1 jt yang dikeluarkan oleh KPU

6. Belum lagi 2800 NIK ganda yang bermasalah di Jakarta Utara yang tidak ditindaklanjuti KPUD.

7. Kami belum akan membahas data tersebut, yang akan kami bahas adalah TPS tambahan 'aspal' yang akan dipakai para pekerja proyek reklamasi

8. Kemana suara pemilih dari puluhan ribu pekerja proyek reklamasi tersebut? #TPS aspal

9. Puluhan ribu? Tidak, bahkan sumber kami katakan datanya mendekati ratusan ribu, pekerja 'siluman' proyek reklamasi
10. Dan tebak, suara mereka para pekerja proyek reklamasi akan difasilitasi dengan keberadaan TPS TPS tambahan

11. Akan terjadi mobilisasi besar besaran yang sistematis dengan menggunakan fasilitas TPS tambahan yg disetujui KPU

12. Apakah Anda yakin data DPT 7,1 pemilih adalah data akurat?, Bukan data + 1 data siluman (aspal, ganda dan sebagainya) ingat 650.000 itu

13. KPU pusat telah mengintervensi data KPUD Jakarta untuk DPT 7,1 serta desakan penambahan TPS pada kantong suara Ahok, #catat

14. Bahkan sumber kami mengatakan ada arahan dari Kebagusan serta Medan merdeka kepada KPU pusat untuk bantu segala cara menangkan Ahok

15. Yang perlu Anda ingat adalah, orangnya masih sama, pengatur rencana kecurangan pada pilpres 2014 PDIP dan KPU

16. Pekerja proyek reklamasi akan memberikan suaranya di TPS TPS tambahan dengan ketua TPS dan saksi saksi yang sudah disiapkan

17. Timses calon gubernur lain akan fokus pada jumlah TPS yang sudah diberitahukan sebelumnya tanpa mengetahui adanya TPS Tambahan 'aspal'

18. Mungkin banyak pihak yang mempertanyakan data yang kami berikan, tetapi banyak pihak lupa pilpres 2014 adalah pilpres penuh kecurangan

19. Pilpres 2014 banyak yg mengatakan disiapkan dengan matang penuh kejujuran serta akuntabel, tetapi kenyataannya?

20. Ingat skandal sate Senayan yg terang benderang, KPU-PDIP-Polri

21. Lalu apakah semua yg dulu pernah dlakukan pada pilpres 2014 tidak akan terjadi pada Pilgub 2017? Jangan naif dan mau dibodohi lagi kawan

22. Orangnya masih sama, lembaganya masih sama, bahkan salah satunya kini menjadi kepala badan intelejen negara

23. Dan satu catatan utama, mereka sekarang berada dalam kubu Ahok

24. Ingatlah, kecurangan adalah kita (Surya Paloh, Megawati, Luhut Binsar Panjaitan, Ahok, dan yang lainnya)

25. Lembaran pembongkaran kebusukan kali ini tentang TPS TPS tambahan, setelah lembaran tentang 25 ahli IT asal china kami bahas sebelumnya

26. Berpikir dengan akal sehat, mengapa KPUD memutuskan menambah 3 TPS di rusun Marunda?

27. Serta satu TPS untuk TPS RS PIK, dimana semua mengetahui berapa jumlah pasien dan kepedulian orang Chinese untuk memberi suara?

28. Semua demi mengakomodir dan memfasilitasi kantong kantong suara Ahok, karena akan ada mobilisasi besar besaran

#catat
https://twitter.com/Do_Ra_Dong

3 comments:

Kasamago said...

Time will Tell, Manusia berencana, Tuhan menentukan

Anonymous said...

Sudah terlalu banyak yg menghianati bangsa Belanda tak akan bisa berkuasa di Indonesia kalau tidak bangsa kita yg jadi tentara Belanda kenapa Belanda nguasai Jawa dulu karna Jawa sdmnya banyak untuk di jadikan tentara compeni menaklukkan pulau lain taipan para konglomerat terbentuk di jaman orde baru . Nasionalisme bangsa lemah .Bangsa kita sangat rendah nasionalisme .Terlallu lemah terhadap bangsa asing .Bangsa cina yg besar tak sanggup di taklukkan bangsa asing Mereka hanya dapat menyewa Hongkong dan Makau lihat perkebunan hampir 80 persen di kuasai asing .Bangsa sudah lemah kita sudah jadi macan ompong mulai dari sistem pemerintahan pengawasan keuangan sedikit aja proyek sudah kropsi di semua sektor apa lagi d swasta miris sudah masuk stadium 3 sudah sampai tingkat bawah mau masuk kan anak sekolah aja sudah di pinta duit negara sudah salah urus dari dulu

Mey Darisman said...

Bang udah belot aja jgn jadi oposisi...dukung pemerintah saja