Wednesday, 15 March 2017

"Bob, Kita Wajib Menaikkan Batas Utang"

Indonesian Free Press -- Pengantar: blog ini telah banyak mengulas tentang konspirasi di bidang ekonomi yang dilakukan oleh para 'penguasa di belakang layar', yang tujuannya adalah memperbudak manusia dan sekaligus menjadi prestasi terbesar setan dajjal. Dan, ini adalah contoh lain dari masalah ini, yang tentu tidak akan difahami oleh para ABG alay, kecebong-ahoker dan para liberal-idiot.

--------------------------

Oleh: Canny Watae

Dalam hitungan jam ke depan, dunia kembali akan disuguhkan drama debat dalam gedung kongres Amerika dengan lakon "Bob, Kita Wajib Menaikkan Batas Utang".

Tanggal 15 Maret 2017 (atau 16 waktu Indonesia) adalah batas akhir Departemen Keuangan AS boleh meminjam duit sampai batas yang telah disetujui sebelumnya. Selanjutnya, harus ditentukan batas baru agar Pemerintahan Federal AS dapat tetap beroperasi. Bingung?

Begini.


Amerika Serikat telah terlalu banyak mengambil uang dari masa depan untuk membiayai kehidupan bernegaranya di masa kini dan masa lalu, sedemikian banyaknya sampai jumlah sebesar itu tak sanggup dibayar oleh seluruh warga Amerika walaupun semuanya merelakan gaji, upah, bonus, premi asuransi kesehatan, dan segala bentuk penghasilan lainnya dalam negara itu dalam setahun digabung untuk menutupi hutang negara. Makin bingung? Memang cukup sulit menyederhanakan persoalan hutang Amerika ke dalam sebuah model sederhana yang mudah dipahami awam.

Begini, lagi.

Kita mulai dari sebuah contoh sederhana. Seorang pemuda Amerika yang belum berpenghasilan diatur oleh negara sedemikian rupa sehingga ia bisa mendapat uang pinjaman untuk sekolah di perguruan tinggi (pinjaman siswa, student loan). Si pemuda kelak wajib mencicil ketika ia sudah berpenghasilan). Ini berarti si pemuda itu mengambil uang dari masa depan untuk membiayai sekolahnya. Pemerintah memfasilitasi uang tersebut ada di masa kini, ditarik dari masa depan. Uangnya sebenarnya belum ada, tetapi di situlah pemerintah AS berperan. Yaitu: meng"ada"kan-nya.

Anda pernah menonton film-film Hollywood yang menampilkan adegan pasien masuk rumah sakit langsung mendapat penanganan "first class" tanpa direpotkan daftar ini, daftar itu di bagian administrasi? Para dokter pun tanpa ragu menggunakan obat-obat paten tanpa meminta keluarga si pasien nebus di apotik? Itu semua karena peran pemerintah mengeluarkan regulasi penanganan kesehatan, termasuk sistem asuransi berbiaya-pemerintah di dalamnya, sedemikian rupa sehingga pasien terlayani dengan nyaman, dokter dan paramedis menerima penghasilan yang layak, dan manajemen rumah sakit tidak rugi. Bagaimana caranya pemerintah AS bisa begitu? Ya, dari ketersediaan dana. Dari mana dananya? Beberapa dekade belakangan, dari pajak saja tidak cukup. Pemerintah AS mengambil dana dari masa depan.

Anda lihat di internet rumah-rumah orang Amerika yang indah-indah, yang mungil pun tampak enak sekali dihuni, rata-rata warga Amerika membelinya dengan uang masa depan. Banyak yang sebenarnya tidak atau belum layak memperoleh rumah ditinjau dari segi penghasilan. Namun, Pemerintah mengatur (meregulasi) agar mereka bisa mendapatkan rumah. Warga Amerika dimudahkan mendapat rumah (baca: faktor resiko kredit macet ditepis jauh-jauh). Khusus kasus kepemilikan ini sudah lebih dulu "meledak" di tahun 2008 lalu yang memicu krisis keuangan Amerika dan Eropa (lalu ditahbiskan menjadi Global Economic Crisis 2008). Jutaan pemilik rumah tak sanggup bayar cicilan. Pemilik, yang oleh Pemerintah Amerika diberi status "sub-prime", bukan yang utama utama amat sehingga dapat "diperlakukan khusus". Tapi, jumlahnya buaaaaanyakkk...

Tentara Amerika berperang di Afghanistan, Iraq, men-support pembasmian ISIS, dari mana biayanya? Armada tempur laut Amerika gentayangan di semua muka samudra di bumi, dari mana biayanya? Status per saat ini adalah: dari masa depan.

Sekedar dari pajak saja jauh hari sebelum ini sudah tidak cukup untuk membiayai gaya hidup Amerika. Maka Pemerintah Federal Amerika mengambil duit dari masa depan.

Bagaimana caranya? Bagaimana bisa?

Pernahkan anda mengambil kredit di bank? Katakanlah untuk cicilan rumah atau mobil? Bank akan menerapkan proses pengecekan kelayakan. Penghasilan anda, terutama sekali, akan menjadi poin utama penilaian. Pula, apakah anda saat itu tidak sedang terkiat kewajiban cicilan lainnya. Apa jadinya jika anda ditemukan tidak layak mendapat kredit? Ya, anda ditolak. Semudah itu. Bank tidak akan bangkrut dengan tidak menyertakan anda ke dalam daftar penerima kredit mereka. Anda akan segera dilupakan, nanti pada saat anda mengajukan kredit baru anda diingat lagi. Lalu, sama seperti sebelumnya, kembali akan dilakukan cek kelayakan. Kalau tidak memenuhi syarat, ya ditolak lagi.

Beda dengan Pemerintah Federal Amerika. Agar bisa memperoleh pinjaman, Pemerintah tinggal meminta persetujuan Kongres. Kongres akan membahas permintaan itu. Berbeda dengan Bank dalam contoh di atas, yang tidak ada urusan dengan para pengaju kredit, Kongres Amerika adalah bagian dari Pemerintahan Amerika Serikat itu sendiri. Jadi, seperti meminta persetujuan pada diri sendiri saja. Mudah bagi Pemerintah Amerika memperoleh pinjaman, karena kalau Kongres sudah setuju, lembaga-lembaga dan negara-negara pemberi pinjaman dengan mudah percaya (teryakinkan). Maka, dapat-lah duitnya dan Pemerintah Amerika dapat melanjutkan pembiayaan gaya hidup Amerika.

Sampai sebatas itukah mudahnya "persoalan" Amerika? TIDAK.

Dahulu, para pemberi pinjaman (kreditor) bertepuk tangan bahagia mana kala United States of America mengambil pinjaman. Para kreditor mendapatkan tempat investasi yang super aman dan terpercaya untuk mengembangbiakkan duit mereka.

Faktanya, tahun demi tahun permintaan pinjaman Amerika naik, naik, naik, dan terus naik, terus naiiiiiik sampai akumulasi jumlahnya menyamai bahkan melebihi Produk Domestik Bruto. Kembali ke atas tadi: semua gaji, bonus, pokoknya segala bentuk penghasilan rakyat Amerika digabung blas dalam setahun TIDAK CUKUP untuk membayar utang negara.

Persoalan menjadi beranak-pinak: untuk membayar cicilan jatuh tempo Amerika butuh utang baru. Dana pajak tidak cukup.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembahasan di Kongres bukan lagi pada topik "Bob, kita boleh ngambil utang lagi atau tidak?", tetapi menjadi: "Bob, sampai berapa duit kita bisa ngambil utang lagi?". Dalam bahasa halus, Amerika menyebutnya "Debt Ceiling". Batas Utang.

Sampai saat ini utang Pemerintah Amerika mencapai 18,1 Trilyun Dollar dan sudah nyaris sama dengan Batas Utang yang disepakati sebelumnya. Untuk menjamin Pemerintah Amerika sanggup menjalankan pemerintahannya dibutuhkan kesepakatan lagi antara Gedung Putih dengan Kongres sebesar 20 Trilyun Dollar (!).

Jadi, dunia akan kembali disuguhkan drama yang ending-nya pun nyaris sudah kita ketahui bersama: "Bob, Kita Wajib Menaikkan Batas Utang".

Apa jadinya kalau Batas di mana Amerika boleh nambah Utang tidak dinaikkan? Perekonomian dunia langsung kacau. Karena Amerika akan gagal bayar cicilan yang jatuh tempo. Amerika tidak bisa membayar gaji PNS-nya. Militer Amerika langsung kehabisan energi menghidupkan mesin perangnya. Yang membuat kacau sebenarnya bukan "hanya" itu. Tetapi: dana pensiun orang Jepang, orang Eropa, simpanan harta para bangsawan Timur Tengah, dan mayoritas investasi negara-negara sedunia ditanamkan ke sistem keuangan Amerika Serikat.

Kalau para kreditor tidak memberi pinjaman lagi pada Amerika, apa jadinya? Bunuh diri bersama, namanya.***

3 comments:

Anonymous said...

Bagi kami persetan Amerika mau utang banyak mau hancur mau perang apa yg dilakukan Iran tak mau bergantung dollar mereka sudah tau ujungnya bahkan nasehat Iran ke China jangan bergantung dollar kini China sibuk berinvestasi membuang dollar mengganti dbg Yuan .Kenapa bingung mau hancur ya urusan Amerika kenapa terlalu perduli .Yg perduli justru turky Saudi dan PGC .Mungkin Indonesia .Titik sumber pembela Israil ya turky Saudi .Mereka bergantung ke ekonomi Amerika .Hancur Israil hancur turky dan PGC .Hancur Israil erofa dan Amerika harus hancur ekonominya .Semua server keuangan Amerika dan erofa serta Arab dan turky ada di Israil .Ini hikmah embargo besar besaran ke Iran Iran tak mau transaksi dg dolar .Baca liputan Islam turky yg ambigu ke Israil lebih tunduk .Dari mana berita bung cahyono Amerika membasmi ISIS TAIK KUCING IRAK TAK AKAN MENDERITA SURIAH KALO TAK TURKY AMERIKA DAN SAUDY QSTAR DI BELAKANG ISIS .YAMG DI TAKUTKAN ISRAIL SSAT INI .IRAN AKAN MEMPEROLEH PELABUHAN LUAS DI SURIAH DAN LAUT MEDTRANIA .DAN PASUKAN DAN PERALATAN CANGGIH SUDAH DI PASANG DI SURIAH CEK BERITA LIPUTAN ISLAM DAN PARS TODAY .ARRAHMAHNEWS.COM .KINI SURIAH YG SANGAT STRATEGIS BAGI IRAN .DG ADANYA KONFLIK 6 TAHUN RUSIA DAN IRAN BERSIAP MENGHUKUM ISRAIL.RUSIA TAK AKAN BERANI .NAMUN IRAN SUDAH SIAP DI QUNETRA YG BUTUH IRAN ADALAH PERLINDUNGAN VETO DARI RUSIA DAN CHINA .KINI TAK ADA ALASAN AMERIKA DAN EROFA MENCEGAH KEKUATAN IRAN DAN SURIAH ..KINI KITSA LIHAT TURKY .KAYAK PELACUR SEBENTAR LARI KESAUDI BESOK KE ISRAIL BESOK LAGI KE IRAN BESOKNYA KERUSIA BESOK KE CINA JELAS NGOMONG HARI INI TEMPE BESOK ONCOM.PUTUSDNG IRAN RONTOK EKONOMI
APALAGI DNG RUSIA .FEDERASI RUSIA ASIATENGAH BERGANTUNG KE IRAN .TURKY EKSPORT KE ASIA TENGAH BERGANTUNG KE IRAN LEWAT BANDAR ABBAS KE LAUT KASVIA KINI PERSETAN DNG AMERIKA KALAU BERANI YA SEORANG YA HUDI .BUNG CAHYONO LIHAT NANTI IRAN PIONER YG AKAN MERONTOKKAN ISRAIL KHOMENI SUDAH MEMASUKKAN PERJUANGAN PALESTNA KE UUD NEGARA IRAN MAAF NAMPAK BUNG CAHYONO LEBIH CINTA AMERIKA DARI IRAN JELAS DARI TULISAN SOAL IRAN SUDAH BANYAK SUMBER DARI AMERIKA YG JELAS IRAN PHOBIA TOLONG BACA DI LIPUTAN ISLAM DAN ARRAHMANEWS.COM INI KALO KIBLAT KE AMERIKA .SUDAH NAMPAK BELANGNYA TERIMA KASIH BUNG CSHYONO AFI

Anonymous said...

kalau saya mah Amerika​ biang ke kacaun bangkrut alhamdullilah karena Amerika musuh dan setan besar .Cuma anak raja Salman yg bego Donal trum kawan sejati umat muslim .Saya malah berdoa dollar tak laku lagi ..Semoga gagal bayar biar tak pamer harta lihat raja sombong buat tangga dari emas .Ke Jepang bawa 100 limusin dan seribu pengawal .Mau pamer harta .Dan kalo rakyat Amerika mau ya lawan para Yahudi .Tinggal menunggu waktu kehancuran .Semakin cepat semakin bagus .Biar para jongos Amerika di Arab ikut tenggelam biar ilang sombongnya.ada duit di pake biayai teroris.semoga dataran tinggi Golan secepatnya di rebut kembali suriah . Mumpung belum di bangun Israil harus di beri hukuman setimpal apa yg di lakukan Israil terhadap Suriah.sama dilakukan Sadam husen terhadap Iran.. Kehancuran Israil oleh suriah dan sekutunya.akan dialami Saudi oleh Yaman karna genosida yg dilakukan Saudi didiamkan PBB 27 juta rakyat akan kelaparan akibat koalisii Saudi kejam dan kejam sangat kejam memboom fasilitas sipil dan rakyat tak berdosa sungguh menyakiti sesama muslim murkaAllah akan berlaku

Yudi Torres said...

Gusti allah mboten sare.. Tuhan g tdur om... Ccooll aj kali.. Kta hormatin om adi.. Suka g suka.. Ini demokrasi.. Ngapain mikirin orang lain.. Ini freeport gmana.. Ini e ktp gmana..