Sunday, 19 March 2017

Selamat Tinggal Iran, I Love Indonesia (7)

Indonesian Free Press -- Pada tahun 1963 Grand Ayatollah Mohammad Kazem Shariatmadari menyelamatkan Khomeini dari hukuman mati dengan cara mengakui Khomeini sebagai Ayatollah. Karena konstitusi Iran memang melarang seorang Marja untuk dihukum mati. Namun pada tahun 1986, Shariatmadari harus mengalami nasib naas, yaitu meninggal dalam tahanan rumah yang dijatuhkan Khomeini.

Mohammad Kazem Shariatmadari (5 January 1905 – 3 April 1986) adalah adalah seorang ulama besar Shiah Iran yang pengikutnya tersebar di sejumlah negara: Irak, Iran, Pakistan, India, Lebanon, Kuwait dan negara-negara Teluk Parsia. Berbeda dengan Khomeini yang memandang kekuasaan politik sebagai tujuan untuk mewujudkan cita-cita ideal negara Shiah Iran, Shariatmadari memilih cara-cara dakwah tradisional dengan menjauhi politik kekuasaan. Karena perbedaan pandangan itulah, Shariatmadari tercatat dalam sejarah sebagai salah seorang penentang Khomeini yang paling kuat.


Setelah meninggalnya Ayatollah Borujerdi (Marja' Mutlaq) pada tahun 1961 dan terlebih setelah Khomeini diasingkan ke Irak pada tahun 1963, Shariatmadari menjadi ulama paling berpengaruh di Iran. Dengan kapasitasnya, ia diangkat sebagai pimpinan sekolah agama di Qom hingga kembalinya Khomeini dari pengasingan tahun 1979.

Pada awal revolusi Iran, Shariatmadari mendukung Khomeini untuk kembali ke Iran dari pengasingannya di Perancis. Ia bahkan memberikan selamat melalui sepucuk surat setelah Khomeini kembali ke Iran. Namun tidak lama setelah keberhasilan revolusi menumbangkan Raja Shah Pahlevi, Shariatmadari terlibat perselisihan dengan Khomeini.

Jika awalnya pertentangan keduanya hanyalah perbedaan pandangan tentang bagaimana peran agama dalam negara, dalam perkembangannya pertentangan ini menjadi sangat keras dan berdarah-darah.

Pada 26 November 1979 Shariatmadari mengecam aksi pendudukan dan penyanderaan staf Kedubes Amerika di Teheran yang direstui oleh Khomeini. Shariatmadari juga mengecam pemerintahan Khomeini yang disebutnya bertentangan dengan kehendak rakyat Iran. Dengan keras ia juga mengecam penyelenggaraan referendum yang digelar Khomeini untuk mengukuhkan kekuasaannya, yang disebut Shariatmadari penuh kecurangan.

Akibatnya, Khomeini menjatuhkan hukuman tahanan rumah bagi Shariatmadari dan seluruh keluarganya. Perlakuan terhadap Shariatmadari itu memicu aksi demonstrasi menentang Khomeini di Tabriz yang berpuncak pada bulan Januari 1980. Untuk menghentikan aksi demonstrasi, Khomini memerintahkan militer untuk menumpasnya dengan mengerahkan tank-tank. Untuk menghindari korban tidak berdosa, Shariatmadari memerintahkan para pengikutnya untuk menghentikan aksi.

Namun permusuhan tersebut belum berakhir. Pada bulan April 1982, Sadegh Ghotbzadeh, bekas sekutu Khomeini dari kelompok nasionalis sekuler yang pernah bersama-sama menumbangkan Shah Iran dalam Revolusi 1979, ditangkap atas tuduhan merencanakan kudeta terhadap Khomeini. Di bawah penyiksaan, Ghotbzadeh dipaksa mengaku memiliki hubungan dengan Shariatmadari dan mengaku rencana kudetanya telah mendapat dukungan Shariatmadari. Tuduhan itu ditolak oleh para pendukung Shariatmadari berdasar sifatnya yang pasifis dan anti-kekerasan.

Kampanye mendiskreditkan Shariatmadari pun dilancarkan dan untuk menambah kuat tekanan, menantu Shariatmadari ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara dengan tuduhan menjadi penghubungan plot antara Shariatmadari dan Ghotbzadeh. Shariatmadari dan anggota keluarganya, termasuk anak perempuannya mengalami aksi-aksi penyiksaan. Semuanya itu memaksa Shariatmadari membuat pengakuan di televisi dan memohon pengampunan dari Khomeini, orang yang telah diselamatkannya pada tahun 1963.

Hanya karena posisinya sebagai mujtahid, Khomeini tidak bisa menjatuhkan hukuman mati kepadanya. Namun, pemerintahan Khomeini menutup sekolah dan media massa miliknya dan menempatkannya dalam tahanan rumah hingga akhir hayatnya pada tahun 1986.

Tidak ada penghormatan yang layak dalam pemakaman Shariatmadari karena Khomeini melarang tokoh-tokoh politik dan ulama untuk menghadiri pemakamannya di Qom. Hal ini mengundang kritikan tajam Grand Ayatollah Hossein-Ali Montazeri, kepada Khomeini, sekaligus menempatkan Montazeri sebagai salah satu lawan Khomeini paska revolusi.(ca)


Bersambung.

6 comments:

hanimasra said...

Hampir tidak ada negara yang benar-benar bersih bung..daripada kisah trajik dalam pengasasan nya..kita lihat ..khalifah Umayah,abbasiyah,Usmaniyah,Andalusia,Romawi,Parsi,kekaisaran China,Kominis Soviet,Hitler,dan USA...jika ditelusuri sejarah mereka,pembunuhan,tahanan,tipu daya ,pembersihan klan dan sebagainya...bisa berlaku..untuk terus hidup dan berkuasa..apa saja tindakan bisa diambil..satu pertanyaan..apakah negara kita benar-benar bersih?itulah tragedi bani Adam sehingga kiamat.Dan kita smua..siap-siaplah ..akan menerima balasanNYA..

Kasamago said...

Selama masih di pegang oleh makhluk bernama Manusia, sistem pemerintahan manapun tetap tidak akan seratus persen suci, sempurna, dan lain2.. Yin dan Yang. Sudah ketentuan Ilahi..

Anonymous said...

Kisah yg di tulis oleh cahyono Adi ini sudah basi sadehg godsadeh bekas mantan Menlu Iran mereka bersekongkol dengan Amerika dan presiden abol Hasan Bani sadr dokumentasi yg didapat stelah pengambil Alihan kantor kedutaan Amerika dan waktu itu panglima tertinggi militer di bawah presiden itu mintaan ayatullah sarit madari jadi kekalahan demi kekalahan perang oleh Irak .Karna ini pasukan sudah siap tak boleh menyerang
Perdana menteri mundur karna presiden ini .Tulisan ini bung sudah di muat di era muslim sekarang saya tanya apa hubungan tulisan ini dengan era muslim anti Syiah .Di kuasai kedutaan Amerika banyak informasi di dapat mahasiswa siapa dalang yg berhianat dan memberikan informasi ke Sadam husen Irak semua sendi makar didalangi abol Hasan Bani sadr dan ayatullah sarit madari .Karna ayatullah tak di hukum cuma penghianatan ini cukup jadi catatan .Dan di kucilkan . Pengambil Alihan komando militer oleh KHOMENI DAN MENGORGSNISASIKAN BASIJ SUKARELAWAN .SELURUH RAKYAT IRAN BANGKIT DISEBUT PERTAHANAN SUCI .SEORANG IBU BANGGA MENGANTAR ANAKNYA MAJU KEMEDAN PERANG .WAJAR TULISAN INI LEBIH CONDONG KE AMERIKA KARNA SUMBERNYA DARI AMERIKA .SEMUA RAKYAT IRAN TAHU RESIKO MEMBUNUH KHOMEINI OLEH SHAH IRAN SANGAT BESAR JADI HANYA DI ASING KAN KE TURKY TAPI TURKY MENOLAK DAN AKHIRNYA KE BASHRAH BUKAN AYATULKAH SYARIAT MADARI .DEMO SELURUH IRAN T5URUN KE JALAN .MOHON MAAF .KAUM SEKULER DAN MUJAHIDIN KALk MAKAR DAN DUKUNGAN AMERIKA .,KALO DIBACA TULISAN INI NAMPAK MENGGIRING KALO AYATULLAH KHOMEINI PRO AMERIKA DAN MEMBUNUH MUSUHUSUH POLITIKNYA .KELOMPOK AYATULLAH SYARIAT MADARI DAN KAUM SEKULER BERHIANAT DENGAN DUKUNGAN AMERIKA DAN ANTEK ANTEK SADAM HUSEN YG MENGINVASI IRAN MAKAMYA SADAM DUKUNGAN AMERIKA DAN SOVIET MENG INVADI IRAN SESUMBAR CUKUP 1 MINGGU AKAN MENGUASAI MENDUDUKI TAHERAN MENUMBANKAN REVOLUSI IRAN KARNA PENGHIANATAN PRESIDEN ABOL HASAN BANI SADR DAN CS TERMASUK MIJAHIDI KALK DAN DIDALANFI AYATULLAH SYARIAT MADARI.INI KENYATAAN .NAMUN MAHASISWA DAN SEGENAP RAKYAT BERSATU TH 1980 PERINTAH AYTULLAH KHOMENI MENGIRIM 80 ORANG IRAN KE LIBANON MEMBENTUK BASIJ YG KINI KITA KENAL HISBULLAH TUGASNYA MENGHADAPI ISRAIL SEMENTARA PERANG SAUDARA DI LIBANON BERKECAMUK ARTARA MILISI DRUZ LAWAN KRISTEN PALANGGIS KITA BUKTIKAN APA TULISAN BUNG CAHYONO BENAR ATAU ISINY FITNAH .KALO FITNAH DIAKHERAT NANTI AKAN DI NIKMATI .TULISAN NYA MIRIP DI TULIS DI ERA MUSLIM .DI INDONESIA AWAL ORDE BARU LEBIH SERAM DI BUAT MASYARAKAT SALING BUNUH PEMBANTAIAN DI PERKIRAKAN ADA 3 JUTA YG DITUDUH PKI YG DI BUNUH PADAHAL YG DI BUNUH BANYAK YG BUTA HURUF TNI CUCI TANGAN BELUM TENTU MEREKA KENAL IDIOLOGI KOMUNIS MEREKA DAPAT BANTUAN CANGKUL DAN BERAS KARNA TERDAFTAR MEREKA DI BUNUH SUNGGUH SADIS TANPA DI TANYA LAGI SEKELUARGA DI GOROK TERMASUK ANAK KECIL INI TRAGEDI BANGSA NAMUN TIDAK MASUK DALAM CATATAN SEJARAH

Anonymous said...

PERJUANGAN AYATULLAH KHOMEINI DI MULAI DARI BAPAKNYA MUSTAFA KHOMEINI DAN ORANGTUANYA SYAHID DI BUNUH PEMBUNUH BAYARAN RAJA DINASTI PAHLEVI PERJUANGAN DI MULAI 1953 SAAT PENGGULINGAN PERDANA MENTRI MUSADEHG YG PUNYA PROGRAM NASIONALISASI MINYAK PENGGULINGAN OLEH INNGRIS DAN AMERIKA SEMENJAK ITU PENEKANAN OLEH REZIM PAHLEVI DI MULAI PENSNGKAPAN DAN PENYIKSAAN OLE AGEN RAHASIA SAVAK .AYATULLAH KHOMEINI MULAI PENENTANGAN SEHINGGA TERJADI PENANGKAPAN NAMUNPROTES MASYARAKAT SEDEMIKIAN BESAR DITEHERAN SAJA HAMPIR 4JUTA YG TURUN KE JALAN JSLAN AKHIRNYA DI BEBASKAN AKHIRNYA DIASINGKAN KE TURKY TURKY MENOLAK DIASINGKAN KE IRAK SELAMA 14 TAHUN DAKWAH KE IRAN DI KIRIM KASET REKAMAN SEHINGGA TAHUN 1978 SAH IRAN MENGANCAM IRAK SADAM AKHIRNYA MENGUSIR AYATULLAH KEPRANCIS 1 TAHUN AKHIR 1978 PEROTES BESAR BESARAN SELURUH IRAN HAMPIR SEMUA TURUN KE JALAN DI TAHERAN SAJA ADA HAMPIR 6 JUTA AKHIRNYA SAHREZA PAHLEVI KELUAR DARI IRAN BESERTA KELUARGANYA ANGKATAM UDARA DAN ANGKATAN LAUT MEREKA BERBAIAT KE KHOMEINI NAMUN STELAH PERJUANGAN AKSI TROR TAK HENTI HENTI SARANG OPRASI TEROR TERNUTA DARI KANTOR DUBES AMERIKA SUMBER PENGENDALIAN TEROR DIADAKAN PENDUDUKSN OLEH MAHASIWA TERNYATA DALANG DALANG MAKAR TERHADAP REVOLUSI TERUTAMA PRESIDEN IRAN SAAT ITU ABOL HASAN BANI SADR DAN KAUM SEKULER TERMASUK AYATULLAH SYARIAT MADARI ORANG BAYARn AMERIKA KEKALAHAN DEMI KEKALAHAN IRAN INTERVENSI IRAK OTAKNYA KELOMPOK ABOL HASAN BANI SADR TERMASUK MUJAHIDIKALK ORAMG BAYARAN SADAM HUSEIN DI TUMPASNYA MAKAR DAN DUKUNGAN RAKYAT IRAN AKHIHRNYA KORANSAR ISPAHAN ABADAN DAN DESPUL DAPAT DI BEBASKAN DG TERTAWAN LEBIH DARI 50 RIBU TENTARA IRAK .TULISAN BERSERI BUNG CAHYONO NAMPAK INI PESANAN DAN BANYAK MENGANDUNG FITNAH SEMOGA ALLAH MEMBALAS NYA BEGINILSH KALAU AQIDAH SUDAH TERGADAI

Fery Sansui said...

Blog corong barat

Fery Sansui said...

Blog corong barat