Friday, 17 September 2010

Menggugat Kebenaran Tragedi WTC


Dari tahun ke tahun, gugatan terhadap kebenaran atas peristiwa Tragedi WTC 9 September 2001 semakin menguat. Satu demi satu orang maupun organisasi bergabung untuk menyuarakan tuntutan pengungkapan kebenaran Tragedi WTC melalui pembentukan komisi penyidik independen. Dan tahun ini dunia menyaksikan tuntutan tersebut semakin nyaring dikumandangkan pada peringatan Tragedi WTC di Ground Zero New York, 11 September lalu.

Tidak heran jika regim status quo Amerika (termasuk presiden Barack “Mambo Dumbo” Obama) berusaha mengalihkan perhatian masyarakat dengan isu pembangunan masjid di lokasi bekas WTC serta isu pembakaran Al Qur’an. Dari mana asalnya sampai sekelompok orang-orang Islam yang tidak jelas asal-usulnya mau mendirikan masjid di tanah milik pemerintah yang telah disewakan kepada sekelompok orang yahudi kaya dan berpengaruh tapi luar biasa pelit itu?

Sebagaimana diketahui komisi penyidik WTC bentukan regim pemerintah presiden George W Bush (bukan komisi independen) gagal memberikan penjelasan yang logis atas terjadinya peristiwa tersebut seperti misalnya mengapa gedung WTC yang dirancang tahan terhadap gempa bumi hebat atau tubrukan tiga pesawat jet besar sekaligus, runtuh seperti rumah kardus setelah dihantam satu pesawat jet, atau penjelasan mengapa sistem pertahanan udara Amerika yang sangat canggih tiba-tiba lumpuh saat terjadinya drama pembajakan pesawat yang berlangsung selama puluhan menit, atau tidak adanya tanda-tanda tabrakan pesawat jet di gedung Pentagon yang runtuh sebagian dalam tragedi tersebut. Namun yang paling menyolok adalah komisi penyidik dalam laporannya tidak menyebutkan sama sekali gedung WTC 7, gedung 47 lantai (di Jakarta termasuk gedung paling tinggi) yang runtuh begitu saja meski tidak mendapatkan serangan.

Berbagai organisasi profesi telah menyatakan gugatan terhadap kebenaran tragedi WTC, di antaranya Architects and Engineers for 9/11 Truth, Pilots for 9/11 Truth, Firefighters for 9/11 Truth, Veterans for 9/11 Truth, Medical Professionals for 9/11 Truth, dan Lawyers for 9/11 Truth. Kini gugatan tersebut semakin menggelinding kuat bagaikan bola salju setelah munculnya organisasi baru yang mengajukan gugatan serupa, Commissioned and Non-commissioned Officers in the U.S. Military for 9/11 Truth.

Organisasi ini diperkirakan mampu memberikan tekanan publik yang besar mengingat kredibilitas anggota-anggotanya yang terdiri dari para perwira aktif maupun non aktif dari semua satuan militer Amerika: US Army, US Air Force, US Navi, US Marine Corps, dan US Coast Guard. Mereka semuanya adalah orang-orang ahli di bidangnya masing-masing, sebagian bergelar Ph.D, sebagian lainnya pernah menjabat sebagai senator bahkan gubernur. Semuanya lebih dari 200 orang.

Berikut adalah petisi yang disampaikan mereka terhadap Congress Amerika untuk membentuk komisi penyidik independen atas Tragedi WTC:

As Commissioned and Non-commissioned Officers in the U.S. military, we took an oath to "support and defend the Constitution of the United States against all enemies, foreign and domestic; that I will bear true faith and allegiance to the same."

Regardless of our current status -- active duty, reserves, retired, or civilian -- that oath remains in force. Therefore it is not just our responsibility as citizens, it is our duty as officers to expose the real perpetrators of 9/11 and bring them to justice, no matter how hard it is, how long it takes, how much we have to suffer, or where it leads us.

We believe the official account of 9/11 as defined in the 9/11 Commission Report is grossly inaccurate and fatally flawed.

It is imperative that we have an accurate understanding of 9/11 so that those responsible can be identified and brought to justice in order that they and similarly-minded people never again commit such heinous crimes.
It is also imperative that we have an accurate understanding of 9/11 so that governmental policies and military actions resulting from 9/11 are based on truth rather than deception.

We join with others, such as Architects and Engineers for 9/11 Truth, Pilots for 9/11 Truth, Firefighters for 9/11 Truth, Veterans for 9/11 Truth, Medical Professionals for 9/11 Truth, and Lawyers for 9/11 Truth, and millions of individual citizens in demanding a thorough, impartial, open and transparent reinvestigation of the terrorist acts of 9/11.

PETITION
:
We, the undersigned current and former Commissioned and Non-commissioned U.S. Military Officers, believe that whereas:
• There is incontrovertible publicly available evidence since 9/11/01 that the official account of the events of that day is incomplete and fraught with errors;
• The 9/11 Commission Report inadequately answered, and in numerous cases even failed to address, many of the most important questions that were called to its attention;
• The blatant disregard of extensive compelling evidence that clearly refutes the official account raises rational suspicion of intentional deception by agents of the U.S. Government;
• U.S. Government policies and military actions have been, and continue to be, founded upon assumptions about the events of 9/11 that are likely to be erroneous;
• As a result of U.S. military action based on the official account of 9/11, thousands of U.S. servicemen and women and hundreds of thousands of civilians have lost their lives; and
• The perpetrators of the heinous crimes against humanity that were committed on 9/11 have still not been brought to justice.

Therefore, we petition the Congress of the United States for a new and independent investigation into the events of 9/11/01 by a duly constituted legal body with the authority to subpoena and require testimony under oath, and with authority to prosecute if criminal activity is discovered, so that the perpetrators of these crimes against humanity can at last be brought to justice.

Signed by the following currently serving and former U.S. Army, Navy, Marine Corps, Air Force, and Coast Guard Commissioned and Non-Commissioned Officers.

Apa Sebenarnya Krisis Keuangan Itu?



Keterangan gambar: Kota tenda, fenomena baru di Amerika paska krisis keuangan global tahun 1998. Mereka adalah orang-orang yang kehilangan rumah karena krisis.


Apa yang sebenarnya terjadi pada sebuah negara saat dilanda krisis moneter atau krisis keuangan? Sungguh sebuah pertanyaan yang sangat-sangat penting namun sayangnya tidak pernah menjadi perhatian orang-orang kebanyakan. Masyarakat kebanyakan menganggap sebuah krisis keuangan yang melanda negaranya sebagai sebuah hal yang biasa, sebagaimana mereka menganggap fenomena inflasi sebagai hal yang alamiah. Padahal kedua-duanya adalah buah dari praktik kotor kriminal yang dilakukan secara sistematis.

Berani bertaruh, Anda pasti tidak mengetahui bagaimana terciptanya uang kertas hingga benda yang secara fisik tidak berharga ini berubah menjadi benda paling berharga di dunia? Saya coba bantu untuk menjelaskannya.

Pada jaman dahulu ketika emas dan perak masih menjadi alat tukar menukar dan pengukur nilai barang, banyak orang-orang kaya yang menitipkan emas dan peraknya pada orang-orang yang menjual jasa penitipan emas dan perak di samping jasa pembuatan dan jual beli perhiasan. Orang-orang ini biasa disebut goldsmith yang artinya kira-kira adalah orang yahudi tukang emas (gold=emas, smith=semit=yahudi). Adapun alasan menitipkan emas dan perak adalah karena menyimpan emas dan perak di rumah mengandung resiko tinggi.

Untuk setiap emas dan perak yang dititipkan biasanya si goldsmith memberikan semacam sertifikat atau surat keterangan yang menyebutkan jumlah emas dan perak yang dititipkan si pemilik dan pernyataan bahwa emas dan perak tersebut bisa diambil pemiliknya setiap saat dengan imbalan sejumlah uang jasa penyimpanan.

Seiring berjalannya waktu, sertifikat itu kemudian berubah fungsi menjadi alat tukar-menukar barang sebagaimana uang kertas sekarang. Ini terjadi karena orang percaya bahwa pemegang sertifikat tersebut dapat mencairkan emas dan perak yang tersebut di dalam sertifikat tersebut setiap saat, di samping alasan praktis dimana orang enggan untuk memboyong sejumlah emas dan perak ke sana kemari untuk bertransaksi.

Sampai suatu saat goldsmith melihat bahwa tumpukan emas dan perak yang dititipkan kepadanya menumpuk tak tersentuh selama waktu yang lama, karena orang sudah terpenuhi kebutuhannya akan alat tukar menukar barang dengan sertifikat yang dipegang. Maka timbul pikiran, mengapa tidak memanfaatkan emas dan perak itu sebagai pinjaman atau kredit? Bukankah hal itu merupakan rejeki nomplok, tanpa modal sendiri mereka bisa mendapatkan penghasilan tambahan berupa bunga pinjaman yang diberikan. Memang jaman dahulu bunga pinjaman diharamkan oleh agama dan masyarakat umum. Tapi bagi orang yahudi hal itu tidak masalah selama bunga itu dikenakan terhadap para peminjam goyim (non-yahudi), bukan kepada sesama yahudi.

Maka terjadilah apa yang dipikirkan goldsmith. Tanpa modal apapun dan tanpa kerja apapun dan hanya meminjamkan emas dan perak titipan pelanggannya, sang yahudi mendapatkan keuntungan. Sepanjang emas dan perak yang ditarik kembali oleh pemiliknya tidak melebihi emas dan perak yang dititipkan, sang yahudi bisa menjalankan bisnis ribanya itu.

Kemudian sang yahudi mendapatkan pemikiran baru yang lebih "cemerlang". Kepada orang-orang yang meminjam emas dan perak, ia cukup mengeluarkan sertifikat sebagaimana yang diberikan kepada orang-orang yang menitipkan emas dan perak. Dan setelah beberapa waktu, ia mendapatkan pengembalian berupa emas dan perak. Semakin banyak ia mengeluarkan pinjaman berupa sertifikat, semakin banyak ia mendapatkan keuntungan. Tidak ada bisnis yang lebih menguntungkan dibandingkan temuannya itu. Bermodal kertas, ia mendapatkan emas dan perak yang jumlahnya hanya bisa dibatasi oleh ketersediaan kertas. Sertifikat-sertifikat inilah yang kemudian berubah menjadi uang kertas hingga sekarang.

Seiring berjalannya waktu, secara sistematis sang goldsmith berhasil menumpuk emas dan perak dengan imbalan uang kertas. Kemudian karena tidak ada lagi emas dan perak yang dimiliki masyarakat kecuali perhiasan yang dipakai, sang yahudi hanya bisa mendapatkan pengembalian berupa uang kertas yang dicetaknya. Maka muncullah ide selanjutnya. Ia menahan uang kertas hingga terjadi krisis keuangan atau krisis moneter (krismon) di tengah-tengah masyarakat karena ketiadaan uang di peredaran. Saat itu harga barang-barang mengalami penurunan tajam karena uang telah menjadi komiditas yang langka dan mahal. Suku bunga yang merupakan indikator harga uang pun melonjak tajam. Banyak perusahaan dan orang-orang kaya yang jatuh bangkrut. Pada saat itulah sang yahudi memborong barang-barang dan aset-aset perusahaan yang bangkrut. Bankan setelah uang kertas persediaannya habis, sang yahudi mencetak lagi uang kertas baru untuk memborong barang-barang yang diincarnya.

Modus ini kemudian menjadi kegemaran para goldsmith. Setiap saat ingin mengeruk kekayaan masyarakat secara besar-besaran, mereka cukup menahan peredaran uang hingga terjadi krisis keuangan atau krisis moneter untuk kemudian ia menggelontorkan uang untuk memborong barang-barang dan asset-asset dengan harga murah. Dengan variasi yang lebih maju, goldsmith membujuk atau berkonspirasi dengan pemerintah untuk mengeluarkan talangan (bailout) dengan menggunakan dana pinjaman para goldsmith untuk kemudian ditanggung oleh rakyat dengan pajak yang dibayarkan. Ingat, di jaman modern para goldsmith bukan saja berubah menjadi bankir swasta, tapi bahkan menjadi pemilik bank sentral yang berwenang mencetak uang.

Perekonomian memang kembali berjalan kembali setelah terjadinya penggelontoran uang, tapi sekaligus juga terjadi inflasi karena uang kertas yang beredar juga bertambah. Inflasi sebenarnya adalah kerugian yang ditanggung masyarakat karena harus menanggung kenaikan harga barang-barang yang diakibatkan oleh terus bertambahnya uang kertas. Penambahan uang kertas bahkan terjadi meski bank-bank milik goldsmith menghentikan pencetakan uang. Hal ini terjadi karena adanya sebuah mekanisme yang disebut "cadangan minimum".

"Cadangan minimum" adalah sebuah ketentuan yang mewajibkan bank menyimpan sebagian dari modalnya sebagai cadangan untuk mencegah kebangkrutan. Katakanlah undang-undang perbankan mewajibkan cadangan minumum bank adalah 10%. Jika sebuah bank memiliki modal sebesar 100 triliun, maka bank itu berhak untuk memberikan pinjaman (kredit) hingga 90 triliun dan 10 triliun sisanya untuk cadangan. Selanjutnya karena debitur tidak mungkin menyimpan semua dana pinjamannya di rumah, mereka menabungkannya atau mendepositokannya ke bank, sementara dana lainnya yang untuk investasi pun sebagian darinya kembali disimpan atau didepositokan di bank. Katakanlah dari 90 triliun kredit yang diberikan, separohnya atau 45 triliun kembali ke bank bersangkutan, maka bank bersangkutan mendapat tambahan modal sebesar 45 triliun. Oleh bank modal tambahan itu kembali dikreditkan sesuai ketentuan cadangan minimum, yaitu sebesar 40,5 triliun dan 4,5 triliun sisanya untuk cadangan. Kemudian dari 40,5 triliun kredit yang diberikan, separohnya lagi, atau 20,25 triliun kembali ke bank dalam bentuk tabungan atau deposito. Oleh bank, dana tersebut kembali dikreditkan dengan ketentuan cadangan minimun. Seterusnya sehingga bank terus-menerus bisa memberikan kredit yang hampir tak terbatas. Dengan demikian secara efektif jumlah uang beredar di masyarakat terus bertambah meski secara fisik jumlahnya tetap. Inilah yang menjadi penyebab terjadinya inflasi.

Saya ingin memberikan contoh kasus Bank Century. Dengan maksud mengeruk kekayaan masyarakat secara mudah dan dalam jumlah super besar, pemilik dan manajemen Bank Century menggelapkan dana simpanan masyarakat. Sedemikian besar jumlah yang digelapkan sehingga Bank Century mengalami krisis likuiditas. Dengan konspirasi otoritas moneter dan keuangan, Bank Century mendapatkan talangan senilai Rp6,7 triliun yang diambilkan dari dana Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang notabene adalah dana masyarakat (sebagian bahkan berasal dari APBN). Secara fisik sebenarnya dana yang digelapkan Bank Century tidak menguap di udara melainkan tetap ada, hanya berpindah tempat ke brankas pribadi manajemen dan owner bank, dapat dipastikan sebagiannya juga ke kantong para pejabat otoritas moneter dan keuangan. Akibat adanya kucuran dana bailout, maka jumlah uang beredar bertambah yang akibat selanjutnya adalah inflasi.

Semudah dan sesederhana itu. Soal dampak sistemik yang digembar-gemborkan para pejabat moneter dan keuangan, itu hanya bualan saja.

Thursday, 16 September 2010

MARIA MAGHDALENA


Indonesian Free Press -- Maria Maghdalena adalah seorang figur yang sangat kontroversial, tidak saja bagi umat Kristen, tapi juga bagi umat Islam. Meski kitab-kitab Injil menunjukkan dengan jelas dan tegas hubungan istimewa antara Maria dengan Yesus Isa Al Masih, namun keberadaannya nyaris dilupakan oleh umat Kristen. Tidak hanya itu, Maria digambarkan sebagai sosok yang negatif, seringkali bahkan dianggap sebagai pelacur.

Keistimewaan Maria di dalam Injil-Injil “resmi” terlihat dari banyaknya peristiwa penting dalam hidup Yesus di mana Maria hadir bersamanya. Maria hadir dalam peristiwa “pernikahan Cana”, “penyaliban Yesus” bahkan juga pada peristiwa “kenaikan Yesus” yang bahkan tidak dihadiri oleh satupun murid (rasul) terdekat Yesus. Dalam peristiwa “pernikahan Cana” bahkan Maria memainkan peran yang sangat istimewa, yaitu membasuh kaki Yesus dengan menggunakan rambutnya. Para ahli sejarah percaya bahwa apa yang dilakukan Maria dan Yesus dalam peristiwa itu adalah sebuah prosesi pernikahan bangsawan yahudi.

Keistimwaan Maria semakin jelas setelah ditemukannya kumpulan kitab-kitab kuno Naag Hammadi. Kumpulan kitab-kitab yang ditemukan di Naag Hammadi, Mesir tahun 1930-an itu berisi kitab-kitab kuno yang ditulis pada masa awal kekristenan oleh murid-murid terdekat Yesus termasuk Maria Maghdalena sendiri. Salah satu kitab itu, Injil Philipus (diduga ditulis oleh Philips, seorang murid terdekat Yesus), menuliskan bagaimana kedekatan Yesus dengan Maria dimana dengan gamblang dituliskan bahwa Yesus sering mencium Maria di depan para muridnya.

Perlu dicatat bahwa keyakinan awal Kristen adalah mengakui Yesus sebagai manusia yang konsekuensinya adalah beristri dan beranak. “Ketuhanan” Yesus baru diresmikan oleh kerajaan Romawi melalui Konsili Nicea pada abad 6 masehi. Bahkan sampai abad pertengahan, sebagian umat Kristen masih mempertahankan keyakinan Yesus sebagai manusia. Namun pelan tapi pasti keyaninan “kemanusiaan” Yesus terlindas oleh keyakinan lainnya yang lebih kuat, yaitu “ketuhanan” Yesus.

Sebagaimana umumnya umat Kristen, sebagian besar umat Islam juga percaya bahwa Yesus Isa Al Masih tidak memiliki istri dan keturunan. Padahal dalam Al Qur’an surat Ar-Rad disebutkan firman Allah: “Sungguh Aku telah mengutus beberapa Nabi sebelum kamu (Muhammad). Kepada mereka kami berikan istri-istri dan keturunan.” Lihatlah bagaimana Allah tidak hanya memberikan seorang istri tapi beberapa istri sekaligus, yang artinya para nabi melakukan poligami. Kemungkinan besar keyakinan tersebut karena pengaruh dari keyakinan Kristen.

Lalu marilah kita kaji dari sisi sosio-histori. Sebagian suku di Indonesia, seperti misalnya suku Batak, menganggap seorang laki-laki yang tidak memiliki anak sebagai orang yang “tidak berharga”. Demikian juga orang yahudi, terlebih lagi yahudi orthodok di masa lalu. Dan Yesus Isa Al Masih adalah seorang yahudi orthodok: ia keturunan nabi-raja Daud dan Sulaiman. Sejak kelahirannya ia telah dipersiapkan oleh orang-orang terdekat dan keluarganya untuk menjadi messiah (nabi penutup jaman) sebagaimana telah diramalkan oleh kitab-kitab suci kuno. Dan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang nabi adalah menikah dan mempunyai anak. Ada satu sarat lagi yang unik sebagaimana tertulis dalam kitab suci perjanjian lama, yaitu mengendarai keledai jika bepergian (tradisi ini juga diikuti oleh Nabi Muhammad).

Sebagai seorang muslim, saya percaya bahwa Yesus Isa Al Masih memiliki istri-istri dan keturunan sesuai firman Allah dalam surat Ar-Rad. Dan salah satu wanita itu adalah Maria Maghdalena.

Adalah mengejutkan saya bahwa keyakinan bahwa Yesus menikahi Maria Maghdalena ternyata diyakini pula oleh sebagian seniman besar Eropa. Salah satunya tentu saja Leonardo da Vinci yang lukisannya “Perjamuan Terakhir” menjadi inspirasi novel The Da Vinci Code yang terkenal karya Dan Brown. Namun lebih mengejutkan lagi karena di dalam kitab Injil perjalanan hidup Maria Maghdalena digambarkan cukup detil dalam Injil Yohannes Kitab Wahyu 12:1-17 (Injil King James):

“And there appeared a great wonder in heaven, a woman clothed with the sun, and the moon under her feet, and upon her head a crown of twelve stars.
And she being with child cried, travailing in birth, and pained to be delivered…….
And she brought forth a man child….
And the woman fled into the wilderness, where she hath a place prepared of God….
And when the dragon saw that he was cast unto the earth, he persecuted the woman which brought forth the man child.
And to the woman were given two wings of a great eagle, the she might fly into the wilderness, into her place …
And the dragon was worth with the woman, and went to make war with the remnant of her seed, which keep the commadments of God, and have the testimony of the Jesus Christ.
”

Saya coba menterjemahkannya secara singkat: seorang wanita dengan anaknya yang masih kecil lari dari kejaran iblis (dragon). Dengan pertolongan Tuhan melalui malaikat-malaikatnya wanita tersebut berhasil melepaskan diri dari iblis. Tapi iblis terus memerangi keturunan wanita tersebut yang tercerai berai (remnant of her seed), yang mana adalah orang-orang yang menjaga agama Tuhan dan menjadi saksi atas jati diri Jesus Kristus.

Orang mungkin menterjemahkan wanita itu adalah Maria ibunda Yesus sang “perawan suci”. Tapi mengingat wanita itu melahirkan anak keturunan yang tercerai berai di mana-mana, maka tidak lain wanita itu adalah Maria Magdalena yang melahirkan anak-anak Yesus (Isa Al Masih dalam Islam).

Demi Allah, saya baru kepikir bahwa Khadijah istri Muhammad Rosulullah ada kemungkinan adalah salah satu anak keturunan Yesus dan Maria Magdalena yang tercerai berai. Bukankah Khadijah berasal dari keluarga penganut Kristen yang taat? Bagi pembaca yang menganut Islam, jangan berburuk sangka pada semua orang kristen pada masa sebelum kedatangan Islam. Sebagian dari mereka adalah orang-orang yang dipuji Allah dalam Al Qur’an karena keimanan mereka. Sebagian lainnya dari mereka adalah para pemuda ahli surga yang disebutkan dalam Surat Al Kahfi.

Dr. Barbara Thiering, peneliti dokumen-dokumen Dead Sea Schrolls dan ahli sejarah Yahudi dan Kristen dalam bukunya Jesus the Man, sebagaimana Laurence Gardner dengan bukunya Bloodline of the Holy Grail, membuat analisis yang sinkron dengan isi kitab-kitab Injil baik yang resmi (Yohannes, Mathius, Lukas, Markus) maupun apokrip (tersembunyi) dan yang terlarang (gnostik) seperti Injil Barnabas, dokumen Naag Hammadi dan Dead Sea Schrolls (Gulungan-gulungan Laut Mati). Menurut Thiering dan Gardner, Yesus menikahi Maria Maghdalena bulan September tahun 30 Masehi. Saat itu Yesus berumur 36 tahun. Setelah menjalani masa selibat selama tiga bulan, mereka diijinkan berkumpul selama bulan Desember untuk kemudian kembali menjalani masa selibat selama setahun penuh sembari menunggu kepastian kehamilan mempelai wanita. Setelah Pada tahun 33 Masehi Maria melahirkan anak pertamanya, seorang bayi wanita yang diberi nama Tamar (bermakna pohon palem). Pada tahun 37 Maria melahirkan anak laki-laki pertama bernama Jesus Justus, disusul anak laki-laki kedua Joseph yang lahir di Provence, Perancis Selatan, tahun 44.
Atas kelahiran keturunan anak-anak Yesus ini Injil Perjanjian Baru memberitakannya: “The Word of God (Yesus) grew and multiplied” (Act 12:24).

Kelahiran anak ketiga di Perancis menyusul pemberontakan di Palestina oleh umat Kristen Nazarene (Kristen awal yang berbeda keyakinan sangat jauh dengan kristen modern sekarang, di antaranya mengakui Yesus sebagai manusia, bukan Tuhan) terhadap penjajah Romawi dan penguasa bonekanya, raja yahudi Herod of Chalcis tahun 44. Maria dalam keadaan mengandung melarikan diri ke Provence yang telah menjadi semacam koloni bagi orang-orang yahudi di Eropa Barat (lihat Kitab Wahyu sebagaimana telah disebutkan di atas). Adapun Yesus al Masih saat itu tengah berdakwah di Galatia (Turki) bersama muridnya John Markus. Pada tahun 46 putra tertua, Jesus Justus belajar di sebuah sekolah (semacam seminari) di Caesaria (Palestina), tiga tahun kemudian menyusul ibunya ke Provence.

Pada tahun 60 Jesus al Masih berada di Roma setelah berlayar dari Turki melalui Kreta dan Malta. Tahun 64 terjadi kerusuhan di Roma yang mengakibatkan kaisar Nero menghukum mati Paulus dan Peter, murid senior Jesus al Masih yang mendirikan Gereja Roma yang eksis hingga sekarang. Sebelum dieskekusi Paulus sempat menulis surat kepada murid Jesus al Masih yang lain, Timotius, memberitakan bahwa Jesus al Masih berada di tempat yang aman: “The Word of God is not bound”. Paulus tidak memberitakan di mana keberadaan Yesus, namun diduga beliau pergi ke India menyusul muridnya yang sudah berada di sana untuk berdakwah, Thomas the Apostle. Sebuah nisan bertuliskan Yesus Kristus ditemukan berada di Srinagar. Pada tahun 65 Simon Zelotes, murid Jesus al Masih, demi menghindari ketegangan dengan penguasa Romawi, memimpin kaum Kristen Nazarene eksodus dari Jerussalem ke Jordania timur, sebagian dari mereka meneruskan hingga ke Iran dan Irak serta negara-negara Arab lainnya. Tahun 66 kaum nasrani di Palestina memberontak dan berhasil menduduki Jerussalem selama empat tahun. Pada tahun 70, tentara Romawi dibawah pimpinan Flavius Titus menyerbu Palestina dan menguasai kembali Jerussalem untuk kemudian menghancurkan kota tersebut beserta penduduk dan semua isinya. Benteng pertahanan terakhir di Masada jatuh ke tangan Romawi tahun 74. Saat itu Romawi menghancurkan semua warisan sejarah yahudi dan kristen, namun sebagian di antaranya berhasil diselamatkan, termasuk dokumen Dead Sea Schrolls. Sebagian besar orang yahudi dan nasrani kemudian mengungsi ke luar negeri, memulai proses diaspora ke seluruh penjuru dunia. Yang tinggal, orang-orang yang kini menjadi warga Palestina, kemudian berubah keyakinan memeluk Islam setelah datangnya agama baru ini di Palestina pada abad 8 masehi. Sebagian lainnya tetap memeluk agama kristen Orthodok, dan sisanya yang lebih kecil tetap mempertahankan keyakinan agama yahudinya.

Sementara itu Maria Maghdalena, setelah berhasil mengkristenkan penduduk Provence, meninggal dunia pada tahun 63 masehi, jauh dari kampung halaman dan suaminya. Adapun anak keturunannya, setelah mengalami tekanan dari penguasa dan Gereja Romawi yang berbeda pandangan keimanan dengan kristen Nazarene, tercerai berai sebagaimana ajaran Nazarene dan hanya meninggalkan jejaknya berupa legenda “cawan suci”, cerita-cerita dan lagu-lagu rakyat, permainan tarot, patung-patung, lukisan-lukisan, dan beberapa gereja yang masih meninggalkan prasasti keberadaan mereka seperti misalnya Gereja Glastonburry di Inggris, atau Gereja Maria Maghdalena di Rusia.

Maria Maghdalena lahir tahun 3 masehi, atau 9 tahun lebih muda dibanding Jesus al Masih. Ia putri dari seorang pendeta tinggi yahudi di Capernaum bernama Syrus atau Jarius. Saat menikah dengan Yesus al Masih tahun 30 masehi, ia berumur 27 tahun.
Perlu dicatat bahwa penanggalan masehi sebenarnya didasarkan pada penanggalan yahudi yang berpatokan pada tahun di mana diramalkan seorang messiah (nabi penolong) akan lahir. Seiring berjalan waktu, tahun penanggalan yahudi semakin berkurang hingga pada tahun di mana diramalkan datangnya sang messiah, tahun menunjukkan angka 0. Namun Jesus, ternyata lahir 6 tahun sebelum tahun 0 di samping bulan kelahirannya yang tidak sesuai dengan adat yahudi yang semestinya di bulan September, Jesus lahir di bulan Maret, sehingga menjadi salah satu penyebab ditolaknya kenabiannya oleh sebagian kaum yahudi.

Sejarah Maria Maghdalena hingga pengungsiannya ke Provence ditulis secara lengkap oleh sejarahwan Raban Maar (776-856) yang manuskripnya ditemukan di Oxford University pada tahun 1400-an. Matthew Paris juga menulis sejarah Maria Maghdalena dalam bukunya, Chronica Majora sekitar tahun 1190 yang juga ditemukan manuskripnya di Oxford. Selain itu pendeta ordo Dominican, Pere Lacordaire menulis buku Saint Mary Magdalene pada abad 18. Tulisan lainnya di antaranya adalah La Legende de Sainte Marie Madeleine dan Legenda Aurea oleh uskup Genoa Jacobus de Voragine pada abad 15.

Berikut adalah sebagian terjemahan tulisan Jacobus de Voragine Legenda Aurea (Legenda Emas):

“St. Martha, pelayan setia Yesus Kristus, adalah keluarga bangsawan yahudi. Ayahnya bernama Syro (Sirius atau Jarius) dan ibunya Eucharia berasal dari Syria. Bersama dengan saudari perempuannya (Maria Maghdalena), Martha mewarisi tiga istana di Maghdalene, Bethany dan Jerussalem. Setelah “kenaikan” Yesus Kristus, saat para murid Yesus tercerai berai, Martha dengan saudara laki-lakinya Lazarus dan saudara perempuannya Mary (Maghdalena), juga St Maxim, berlayar ke barat dan tiba dengan selamat di Marseilles (satu kota di Provence, Perancis selatan). Selanjutnya mereka pindah ke Aix di mana mereka berhasil mengkristenkan penduduk setempat.”

Tuesday, 14 September 2010

YAHUDI DAN SEKS


Dari: Dr Lasha Darkmoon, Occidental Observer, 29 Agustus 2010


Tulisan Dr Lasha Darkmoon yang menjadi sumber artikel ini, “Sex and the Jews: Letter to a Jewish Correspondent”, ditulis berdasarkan korespondensinya dengan seorang wanita keturunan yahudi yang tersinggung ketika Dr Lasha menulis kalimat perpisahan “selamat tinggal teman wanita yahudi (jewess)-ku”. Tanpa diduga sang teman wanita yahudi marah karena disebut jewess dan menuduh Dr Lasha sebagai anti-semit.

Sebagai seorang ahli sejarah dan sastra kuno, Dr Lasha kemudian melakukan penelitian tentang sejarah wanita yahudi dan di sana ia menemukan banyak fakta-fakta sejarah yang kiranya telah membuat wanita yahudi tersebut tersinggung, yaitu bahwa jewess tidak hanya berarti “wanita yahudi”, tapi juga “pelacur yahudi”.

Dr Lasha menemukan sebuah fenomena sejarah, dimana kaum wanita yahudi banyak terlibat dalam bisnis prostitusi. Sebagian karena tuntutan hidup mengingat di masa lalu kaum yahudi banyak mengalami penindasan, namun sebagian besar lainnya karena orang-orang yahudi pada dasarnya memiliki obsesi yang sangat kuat terhadap seks.
“Di masa lalu di sebagian besar kota besar Eropa, suatu tipe prostitusi ditemukan: penampilan exotik dan berciri asia. Mereka adalah para pelacur yahudi dan mereka banyak dicari lelaki hidung belang. Kata “Jewess” kemudian menjadi sinonim dengan pelacur yahudi,” tulis Dr Lasha.

Saat Baudelaire menulis sebuah puisi tentang pelacur dari Persia dengan siapa ia menghabiskan malam, ia cukup menulisnya sebagai “Jewess”. Itu sudah cukup untuk menunjukkan sebagai seorang pelacur. “One night as I lay next to a frightful Jewess…”).

Saat Keats menulis sebuah puisi dalam sebuah surat pribadi (th 1819) menyinggung tentang seorang pelacur, ia cukup menulisnya sebagai “Jewesses”. Mengapa? Karena banyaknya wanita yahudi yang mendominasi dunia perpelacuran sehingga antara keduanya, wanita yahudi dan pelacur, seakan tidak terpisahkan. Keats juga menyinggung ciri pelacur yang dimaksudkannya, wajah dan dandanan model Asia atau Eropa Timur. Mereka juga mengenakan bel kecil di kaki untuk menunjukkan kehadirannya, hal yang sudah dilakukan para pelacur India kuno.

Pada suatu masa kota Odessa di Ukraina penah menjadi surganya para lelaki hidung belang yang mencari pelacur. Kota ini terkenal dengan rumah-rumah bordilnya yang dikelola oleh germo wanita yahudi yang dulunya merangkap sebagai pelacur. Terkenal dengan gayanya yang genit dan rayuannya yang menggoda, pelacur-pelacur itu biasa disebut sebagai "Jewesses."

Pada tahun 1860-an seorang penulis Perancis yang mengunjungi Odessa menulis bahwa yahudi adalah pelaku perdagangan wanita Rusia yang dijual ke Turki. Pada sensu yang diadakan tahun 1889 menunjukkan bahwa wanita yahudi menjalankan 30 dari 36 rumah bordil di provinsi Kherson, dimana terletak kota Odessa. Pada tahun 1908 konsul American di Odessa mengakui bahwa seluruh bisnis prostitusi dikuasai oleh yahudi. Dari 5127 pelacur yang terdaftar, 1122 di antaranya, atau 22% adalah yahudi. Padahal populasi yahudi di Ukraina saat itu hanya 4%.

Rabbi Rosenak dari Jerman menulis tahun 1902 bahwa separoh dari seluruh pelacur di Jerman adalah yahudi.

Pelacuran yahudi berkembang pesat di seluruh kerajaan Austro-Hungarian. Para germo yahudi banyak mempekerjakan wanita kulit putih kriten sebaimana wanita yahudi sendiri. Sebagian besar dari mereka diperdaya terlebih dahulu, sebagian kecil lainnya merelakan diri menjadi pelacur. Salah seorang germo yahudi yang terkenal adalah Madame "Lucky” Sarah, yang disebut “beruntung” karena bisa menjalankan bisnis prostitusi skala besar, termasuk membangun jaringan internasional yang berbasis di Hungaria. Gadis-gadis Hungaria dianggap sebagai gadis paling menarik, terutama dengan leher dan bahunya yang tinggi.

Germo “besar” terkenal lainnya adalah Sarah Grossman, wanita yahudi yang memiliki sebutan "The Turk" karena menguasai bisnis prostitusi antara Hungaria hingga Konstantinopel, Turki. Dua kota kerajaan prostitusi saat itu adalah Czernowitz dan Lemberg. Pada tahun 1892 kerajaan Hongaria mengadili para germo yahudi yang kemudian memicu sentimen anti-yahudi di Hongaria kala itu.

Salah satu upaya germo yahudi dalam menjerat calon pelacur adalah dengan menggunakan upacara perkawinan ala-yahudi yang disebut stillah chuppah. Calon korban prostitusi yang mengira telah mendapatkan suami idaman, ternyata justru dijerumuskan ke dalam lembah hina sebagai pelacur. Sebagian besar pelacur yahudi terjebak karena modus ini. Mereka dijebak oleh orang se-etnis sendiri, di antaranya bahkan para rabbi alias pemuka agama yahudi.

Setelah industri film Hollywood berkembang, muncullah artis-artis top ber-type pelacur wanita yahudi, “jewess”, yang lebih dikenal dengan sebutan femme fatale atau juga disebut “the Vamp”: Theda Bara, nama asli yahudinya Theodosia Goodman, 1885–1955, artis film bisu Hollywood yang terkenal sebagai femme fatale.

Selanjutnya Dr Lasha meminta teman koresponden wanitanya yang berdarah yahudi untuk lebih berintrospekdi daripada mengumbar tuduhan anti-semit kepada orang-orang yang kritis terhadap tindak-tanduk orang-orang yahudi. Meski demikian Dr Lasha tidak memandang negatif semua yahudi, hanya para pemimpin yahudi yang telah menghancurkan reputasi umat yahudi, termasuk para pemimpin agamanya.

“Tidak ada kelompok manusia lain yang sedemikian terobsesi dengan seks selain para rabbi yahudi orthodok. Seluruh agama-agama di dunia menjaga moral yang tinggi sebagai jalan keselamatan yang ditawarkannya, kecuali agama yahudi. Hanya agama yahudi yang kitab sucinya, Perjanjian Lama dan Talmud secara vulgar menulis kata-kata porno seperti (ma’af) puting susu, penis, zakar, pelacur hingga mani.
Ini adalah sebagian dari isi kitab Perjanjian Lama:

There she lusted after her lovers whose genitals were like those of donkeys and whose emission was like that of horses. So you longed for the lewdness of your youth when in Egypt your bosom was caressed and your young breasts fondled. (Ezekiel 23: 20-21).

Dan jika kita membaca kita Talmud (kitab ini ditulis oleh para pemuka yahudi, tapi kemudian dianggap lebih sakral dibandingkan kitab yang diturunkan Tuhan kepada Nabi Musa (Taurat/Torah) dan Nabi Daud (Zabur)) kita akan memasuki dunia pornografi dengan aktornya para pemuka agama yahudi (rabbi).

Salah satu cerit dalam Talmud adalah sbb: “Mereka berkata bahwa Rabbi Elazar ben Dordia tidak pernah meninggalkan satu rumah bordil pun untuk tidak dikunjunginya. Suatu hari ia mendengar ada rumah bordil baru yang terletak di pinggir pantai. Rabbi Elazar pun segera mengumpulkan uangnya dan mengarungi tujuh sungai untuk menuju rumah bordil itu.” (Tractate Avodah Zara 17a).

Cerita lainnya: “Pada suatu masa ada seorang laki-laki yang mendengar adanya seorang pelacur di rumah bordil di tepi pantai yang tarifnya 400 koin emas. Laki-laki itu membawa 400 koin emas miliknya untuk mendapatkan pelacur itu. Saat ia masuk ke kamar, pelacur itu duduk di ranjangnya dengan keadaan telanjang.” (Tractate Menachot, 44a).

Kitab Talmud dipenuhi dengan cerita-cerita semacam itu, tentang para rabbi dan muridnya yang keluyuran ke rumah-rumah bordil. Dan karena istilah pornografi artinya adalah “menulis tentang pelacuran atau perzinahan”, maka Talmud adalah sebuah kitab porno.

Kitab Talmud juga mentolerir tindakan pedhopilia (berhubungan seks dengan anak kecil).

Satu kisah lainnya dalam Talmud menceritakan seorang calon pendeta muda yahudi yang menyusup ke kamar tidur sang Rabbi untuk mengintip gurunya itu melakukan hubungan seks dengan istrinya. Saat ketahuan dan sang Rabbi memarahinya dan mengusirnya pergi. Namun sang murid menolak. “Saya tidak akan pergi. Biarkan saya belajar tentang apa yang diajarkan Torah.” (The Passionate Talmud, Introduction, p. 1)

Pada bagian lainnya Talmud mengajarkan Another bestiality (berhubungan seks dengan binatang). Disebutkan para janda dilarang memelihara anjing piaraan karena dikhawatirkan akan melakukannya dengan anjingnya. Lebih jauh bahkan Talmud mendiskusikan tentang ukuran alat vital laki-laki.

Ilana Hammerman dalam bukunya In Foreign Parts: Trafficking in Women in Israel menulis tentang industri seks di Israel dan menyebutnya sebagai yang terbesar di dunia. Disebutkan dalam buku itu, ribuan gadis-gadis Rusia dan Eropa Timur diculik untuk kemudian dijebloskan ke rumah-rumah bordil di Israel. Kekurangan makanan dan tinggal di rumah bordil yang kumuh, gadis-gadis itu (umumnya beragama Kristen Katholik) kadang dipaksa melayani tamu hingga 60 orang sehari. Salah satu tipe lelaki hidung belang langganan mereka adalah para rabbi yang meniduri mereka dengan masih menggunakan kopiahnya.
Sebagian temuan Hammerman dalam bukunya:

“I had a very famous rabbi who would come and order a girl to have sex with him in the doggie position, and would ask her to bark," a former brothel owner testified at a [Knesset] parliamentary committee. One of the working women, presented as a devout Christian, expresses an aversion to her religious clients: "They had a big black hat and under it [another] little black hat and they were real perverts.”

Menurut film dokumentasi CNN tahun 1998, Israel adalah negeri penikmat pelacuran per-kapita terbesar di dunia. Setiap bulan tercatat terjadi satu juta kali kunjungan ke tempat pelacuran oleh para lelaki Israel. Ribuan wanita diculik setiap tahunnya dari Rusia, Ukraine, Moldavia, Uzbekistan dan bahkan China untuk dijual sebagai budak sek di Israel.

Mengomentari dokumentasi CNN tersebut Jonathan Rosenblum, seorang komentator televisi Israel mengatakan, “Orang-orang pembenci yahudi (anti semit) menuduh kita sebagai penyebar seks bebas dan seks menyimpang. Kini kita dengan senang hati mengakui hal itu.”

Seorang penulis yahudi, David Weinberg dalam sebuah artikel berjudul “Not So Holy Land” tentang pelacuran di Israel tahun 1998, menulis, “Kondisinya sedemikian buruknya sehingga cukup untuk membuat Anda menangis sedih, atau muntah karena malu.”

Woody Allen, sutradara film berdarah yahudi, dituduh istrinya sendiri, Mia Farrow, telah melakukan pelecehan seks terhadap anak angkatnya yang masih berumur 7 tahun bernama Dylan. Woody dengan tenang membantah tuduhan itu dan berkata, “Saya hanya berhubungan seks dengan orang yang saya cintai.” Woody adalah pendukung setia temannya sesama sutradara film berdarah yahudi, Roman Polansky yang melarikan diri ke Swiss setelah dituduh melakukan pemerkosaan terhadap seorang gadis kecil di Amerika.

Hope Weissman, seorang professor berdarah yahudi di Wesleyan University di Connecticut, adalah profesor pertama yang mengajarkan kepada mahasiswanya tentang pornography dengan cara melihat gambar-gambar majalah porno serta melihat pertunjukan tari telanjang oleh seorang artis porno berdarah yahudi, Annie Sprinkle. Puncaknya para mahasiswa satu demi satu diperintahkan untuk memandang dari dekat (dilengkapi dengan lampu senter), alat kewanitaan Annie.

Pada tahun 2001, seorang profesor yahudi lainnya, Peter Singer, menulis artikel berjudul “Heavy Petting” di Princetown University, menyarankan orang untuk mencoba berhubungan seks dengan anjing. Pada tahun yang sama sebuah berita menghebohkan muncul di Inggris tentang sebuah pertunjukan tari telanjang di sebuah sinagog.

“Saya adalah mesin seks. Saya bisa mengubah sepotong kayu menjadi sesuatu yang merangsang syahwat,” kata seorang host radio terkenal Amerika berdarah yahudi, Howard Stern suatu ketika.

Satu hal yang pasti, suatu kaum yang bercampur dengan sebagian orang yahudi, bagaimana pun tingginya standar moral kaum tersebut, dalam waktu singkat dapat dipastikan berubah menjadi kaum yang hancur moralnya. Sepanjang sejarah dipenuhi oleh hal-hal seperti itu: Romawi, Inggris, Perancis, Rusia, Turki, Eropa, Amerika dlsb. Hal serupa kini tengah terjadi di Indonesia meski dengan proses yang relatif lambat. Lihat saja acara-acara hiburan televisi yang dipenuhi oleh para pelaku free sex, bencong dan homoseks.

Apa kabar Luna Maya-Ariel-Cut Tari? Oh ya siapa ya ibundanya Luna Maya, bule wanita yang menyarankan Luna untuk menjalani hidup bersama tanpa nikah dengan Ariel? Dan siapa pula suami Cut Tari, setengah bule yang tetap enjoi meski istrinya ditiduri orang dan ditonton jutaan orang? Kalau bukan yahudi, saya berhenti menulis di blog ini.

Sunday, 5 September 2010

Ahmadinejad Kembali Peringatkan Israel


Rakyat Iran dan Palestina Peringati Hari Al Quds Internasional


Puluhan ribu rakyat Iran berkumpul di ibukota Iran, Teheran, Jumat (3/9) menyambut peringatan Hari Al Quds Internasional yang diadakan untuk memberikan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina merebut tanah airnya dari pendudukan Israel. Pada saat yang sama puluhan ribu rakyat Palestina juga memperingati Hari Al Quds di Masjidil Agsa, Jerussalem.

Peringata Hari Al Quds di Teheran dipimpin oleh Presiden Iran Ahmadinejad dan dihadiri oleh seluruh pemimpin tertinggi Iran, termasuk dari kalangan moderat seperti mantan presiden Rafsanjani. Ahmadinejad dalam sambutannya kembali memberi peringatan keras terhadap Israel atas pendudukannya terhadap bumi Palestina. Menurut Ahmadinejad rakyat Timur Tengah mampu untuk menyingkirkan Israel dari muka bumi.

"Jika para pemimpin di wilayah ini tidak mempunyai keberanian, maka rakyat sanggup untuk menghapuskan Israel dari muka bumi ini," kata Ahmadinejad yang disambut dengan seruan "Mampuslah Amerika dan Israel!" oleh khalayak ramai.

Ahmadinejad menambahkan dalam pidatonya bahwa pembicaraan "damai" Palestina-Israel yang mulai diadakan di Washington, Kamis (2/9) setelah selama 20 bulan terhenti karena pelanggaran Israel membangun pemukiman yahudi di wilayah pendudukan, kambali akan mengalami kegagalan. "Apa yang mereka inginkan untuk dirundingkan? Atas nama siapa mereka berunding? Apa saja yang akan mereka rundingkan?" kata Ahmadinejad menyinggung legalitas Mahmoud Abbas yang telah setahun lebih menduduki jabatan Presiden Otoritas Palestina tanpa melalui proses demokratis. Dua kali Abbas memperpanjang sendiri masa jabatannya sementara ia terus menunda diadakannya pemilihan umum.

Selain masalah legalitas Mahmoud Abbas, perundingan itu sendiri mendapat tantangan keras dari rakyat Palestina dan timur tengah, termasuk perdana menteri Palestina yang sah, Ismael Haniyeh, karena Israel belum memenuhi komitmen awal untuk menghentikan pembangunan pemukiman yahudi di wilayah pendudukan.

"Siapa yang memberi mereka hak untuk menjual tanah Palestina? Rakyat Palestina dan Timur Tengah tidak akan mengijinkan mereka menjual sejengkal pun bumi Palestina kepada musuh," kata Ahmadinejad.

Sebelumnya dalam sebuah pidato di Tehran University yang diadakan Kamis (2/9) dan dipublikasikan oleh kantor berita lokal, IRNA, Ahmadinejad mengatakan bahwa "Israel membahayakan nilai-nilai budaya masyarakat internasional karena ambisi penjajahan dan kemenangan."

Menurut laporan media-media massa Iran, jutaan warga Iran berpartisipasi memperingati Hari Al Quds Internasional di seluruh penjuru Iran. Warga Iran, di samping Palestina, memang sangat antusias memperingati hari itu karena hari peringatan itu "diresmikan" oleh mantan pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Khomeini. Hari Al Quds diperingati setiap hari Jumat terakhir di bulan Ramadhan.


Di Palestina


Sementara itu pada saat yang hampir bersamaan, puluhan ribu warga Palestina juga memperingati Hari Al Quds yang diadakan di kawasan Masjidil Aqsa yang dijaga ketat oleh tentara Israel. Menurut keterangan orotoritas Israel jumlah yang mengikuti peringatan tersebut antara 160.000 - 170.000. Namun otoritas Masjid Al Aqsa mengatakan jumlahnya lebih dari 200.000.

Dalam pidato yang disampaikan setelah sholat Jumat, Imam masjid Al Aqsa Sheikh Yusef Abu Sneineh mengkritik pembicaraan damai di Washington sebagai sebuah "dagelan". Menurut Sheikh Yusuf Israel berusaha "menjinakkan" negara-negara Islam sembari terus melakukan aksi kolonialisasi atas wilayah pendudukan Palestina.

Peringatan serupa juga diadakan di Jalur Gaza, wilayah yang dikuasi oleh faksi pemenang pemilu demokratis, Hamas dengan pemimpinnya Perdana Menteri Ismael Haniyeh. Dalam peringatan yang dihadiri oleh para pejabat Hamas dan faksi-faksi perlawanan Palestina lainnya itu dikeluarkan seruan untuk lebih banyak dilakukan serangan terhadap Israel, menyusul serangan terhadap pemukim yahudi di Tepi Barat yang mengakibatkan kematian empat pemukim yahudi.

"Jerusalem tidak akan bisa dibebaskan dengan perundingan, melainkan dengan jihad dan perlawanan bersenjata," kata pejabat senior Hamas kepada khalayak ramai seraya menyebutkan perundingan dengan Israel yang dilakukan Mahmoud Abbas adalah sebuah kejahatan.

Sebagaimana hari-hari Jumat sebelumnya, pasukan Israel melakukan pembatasan terhadap jamaah muslim yang hendak sholat di Masjid Al Aqsa, yaitu hanya mengijinkan jemaah yang berumur di atas 50 tahun bagi kaum laki-laki dan di atas 40 tahun untuk jemaah wanita. Jumlah tentara Isreal yang melakukan penjagaan di areal Al Aqsa mencapai 2.000 orang.

Thursday, 2 September 2010

MENGAPA TAKUT PADA MALAYSIA


Pada tahun 1521 sebuah armada besar Kerajaan Islam Demak berlayar dari pelabuhan Jepara menuju Malaka. Dari jumlah kapal yang turut berlayar, ukuran kapal serta persenjataan yang dibawa, armada yang berangkat itu adalah sebuah armada raksasa untuk ukuran saat itu. Kapal-kapal dalam armada tersebut dilengkapi dengan senjata meriam api cetbang, senjata yang pada masa kejayaan Majapahit merupakan senjata paling canggih di dunia. Dengan senjata itu pula Majapahit muncul sebagai kerajaan maritim terkuat di dunia pada saat itu.

Tujuan armada Demak tersebut adalah membebaskan kerajaan Islam Malaka yang merupakan keturunan dari kerajaan Islam Samodra Pasai di Aceh, dari pendudukan penjajah Portugis. Sejak masa kerajaan Sriwijaya, Singasari, Majapahit hingga Demak, semenanjung Malaka merupakan wilayah kekuasaan raja-raja Nusantara (Indonesia).
Portugis, bersama dengan Spanyol saat itu adalah kerajaan superpower di dunia karena persenjataan meriam ledaknya (berbeda dengan cetbang yang hanya bisa membakar, meriam ledak Portugis bisa menghancurkan kapal yang dikenainya). Setelah kalah oleh kerajaan Tuban (penerus kekuasaan Majapahit sebelum Demak) dalam perang memperebutkan Tuban serta terusir dari Jakarta oleh kekuatan militer Demak, Portugis akhirnya mengalihkan kekuatannya merebut Malaka sebagai kota pelabuhan yang strategis di Selat Malaka.

Melihat Malaka dikuasai Portugis, tentu saja Demak sebagai penguasa Nusantara tidak mau diam berpangku tangan. Maka dikirimkanlah armada besar sebagaimana disebutkan di atas. Dalam menghadapi pertempuran di Malaka, Demak menggalang kekuatan kerajaan-kerajaan bawahannya di Nusantara seperti kerajaan Bugis, Aceh, Melayu termasuk tentunya sisa-sisa pasukan kerajaan Malaka. Pasukan koalisi Nusantara dipimpin oleh Sultan Demak, Pati Unus.

Tidak berlebihan jika dikatakan Perang Malaka tahun 1521 adalah salah satu perang laut terbesar sepanjang sejarah karena melibatkan dua kekuatan laut terbesar di dunia pada masa itu.

Memang pada akhirnya pasukan koalisi Nusantara kalah melawan armada laut Portugis yang lebih canggih persenjataannya. Pati Unus sendiri tewas dalam peertemupran itu. Namun serbuan Demak terhadap Malaka, plus pengalaman kekalahan di Tuban dan Jakarta membuat Portugis yang sekali lagi adalah negara superpower dunia, sadar diri untuk tidak meluaskan kekuasaannya ke Nusantara. Lagipula Demak sama sekali belum runtuh. Di masa pemerintahan Sultan Trenggono pengganti Adipati Unus, Demak mencoba sekali lagi untuk merebut Malaka, meski gagal karena kematian Sultan Trenggono dalam perang meluaskan pengaruh Islam ke ujung timur Pulau Jawa. Sebagian pasukan ekspedisi yang sempat dikirim ke Malaka bermarkas di daerah yang kini bernama Trengganu, nama turunan dari Sultan Trenggono.

Maksud tulisan ini adalah mengingatkan kembali kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa kita adalah bangsa yang kuat. Kita telah membuat gentar Portugis dengan militansi banga ini. Kita pernah mengalahkan tentara Mongol yang pada masanya adalah tentara paling kuat di dunia, yang telah menaklukkan Cina, Eropa dan kekhalifahan Abassiyah di Baghdad, sehingga banga Cina pun tidak pernah berani melakukan aksi militer di Nusantara meski memiliki armada laut yang kuat di bawah kepemimpinan Laksamana Cheng Ho. Lebih jauh Indonesia bahkan mengalahkan kekuatan kolonialis-imperalis Belanda-Jepang-Inggris serta kekuatan komunisme. Hanya Indonesia, satu-satunya negara di dunia bisa malakukan kekuatan kolonialis dan komunis sekaligus.

Malaysia? Negara bekas taklukan Indonesia itu kemerdekaannya saja diberi oleh Inggris. Malaysia adalah bangsa yang tidak pernah mengalami peperangan. Kita akan ajarkan Malaysia bagaimana cara berperang agar mereka menjadi lebih dewasa, bukan mental orang kaya baru sebagaimana menjangkiti sebagian besar rakyat Malaysia saat ini.

Tapi sayangnya harapan itu tidak mungkin tercapai selama Indonesia dipimpin oleh pemimpin korup yang lebih mementingkan kepentingan asing daripada memajukan rakyat sendiri. Dan selama itu pula Indonesia, bangsa yang kaya dengan SDM unggul dan kekayaan alam yang melimpah, tetap dipandang remeh oleh bangsa lain, bahkan oleh bangsa Malaysia sekali pun.

Lihatlah bagaimana presiden Indonesia, karena takut tidak bisa menghidupi 2 juta rakyatnya yang menjadi TKI di Malaysia, membiarkan harga diri seluruh bangsa besar ini diinjak-injak Malaysia, bekas negara taklukan Indonesia itu. Padahal dengan kecerdasan minimal saja, masalah 2 juta TKI itu bisa diselesaikan dengan mudah. Buat jalan trans Kalimantan, buka ladang dan kebun di sana, maka 2 juta TKI itu akan terserap tenaga kerjanya. Belum lagi Irian Jaya, surga sumber daya alam yang belum terjamah.

Kenapa itu semua tak dilakukan? Karena para pemimpin kita hanya menjalankan peran sebagai pelayan kepentingan asing. Mereka tidak mau membangun infrastuktur di Kalimantan, Irian, Sulawesi, dan Sumatera karena akan membuat Indonesia maju dan orang-orang asing itu takut dengan bangsa Indonesia yang maju. Mereka lebih memilih membangun Jembatan Suramadu untuk dijadikan obyek wisata daripada jembatan Selat Sunda yang jauh lebih strategis nilainya. Mereka tidak mau membatasi penjualan mobil asing di Indonesia dan menyediakan sistem transportasi massal yang nyaman dan aman, karena komisi besar yang mereka terima dari industri mobil Jepang, Eropa dan Amerika. Meski oleh karenanya kota-kota besar di Indonesia menjadi macet dan kotor karena polusi. Mereka lebih memilih membangun gedung DPR triliunan rupiah daripada insfrastruktur, meski untuk itu APBN menjadi defisit dan harus dipenuhi dengan hutang luar negeri yang menjerat leher anak cucu.

Jangan-jangan bahkan para pemimpin itu mendapatkan dana sumbangan dari perusahaan-perusahaan Malaysia dalam masa kampanye lalu.

Wednesday, 1 September 2010

ANDAI SAJA RUDOLF HESS BERHASIL



Keterangan: Rudolf Hess (lingkaran) bersama dengan Hitler dan kawan-kawan di masa perjuangaa tahun 1920-an. Sebelah kanan bawah foto Hess saat diadili di Nurenburg.

Sumber dan foto: incogman.net


Glasgow, Skotlandia, 10 Mei 1941 malam. Seorang pilot Jerman terbang dengan pesawat Messerschmidt ME 110 di tengah udara malam yang dingin, menembus sistem pertahanan udara Inggris yang tengah siaga penuh di tengah perang dunia II yang tengah berkecamuk. Namun meski sang pilot adalah seorang pilot yang berpengalaman tinggi, veteran pilot tempur dalam Perangn Dunia I, namun tetap saja pesawatnya tidak mampu bertahan terlalu lama dari kejaran pesawat Splitfire dan battere pertahanan udara Inggris. Maka beberapa mil dari tujuan akhirnya, pilot tersebut melompat dari cockpit dan mendarat dengan parasut.

Sebagian dari Anda mungkin sudah mendengar Rudolf Hess, nama pilot tersebut di atas dan petualangan yang misteriusnya itu. Namun sama seperti saya, Anda pasti hanya pernah mendengar nama itu sekilas karena memang nama itu jarang disebutkan dalam buku-buku sejarah, meski apa yang dilakukannya itu sebenarnya memiliki arti yang sangat besar. Dan kalaupun ada artikel ataupun buku sejarah yang menulis tentang Hess, semuanya ditulis dalam perspektif yang tidak fair, yaitu selalu digambarkan sebagai sosok yang “kesehatan jiwanya terganggu”.

Rudolf Hess sama sekali bukan orang yang jiwanya “kurang sehat”. Ia orang yang sangat cerdas dengan fisik yang sangat prima. Mantan pilot pesawat tempur dan memiliki pangkat tinggi dalam kemiliteran maupun politik Jerman. Ia adalah orang terkuat ketiga Jerman pada masa itu, seorang deputi pemimpin tertinggi Jerman, Adolf Hitler. Setelah Hitler, kedudukannya hanya dikalahkan oleh Herman Goerring, Panglima Angkatan Udara Jerman.

Setelah meloncat dari pesawatnya, Hess mengalami kesulitan mendarat di kegelapan daerah yang masih asing baginya. Akibatnya parasutnya tersangkut pohon dan kakinya cedera. Dan alih-alih berhasil menemui orang-orang yang sedang menunggunya di sebuah kastil di Skotlandia, Hess ditawan oleh tentara Inggris dan dimasukkan ke penjara di Tower of London untuk menjalani “perawatan mental”.

Hitler yang “malu” dengan kabar tertangkapnya Rufolf Hess, terpaksa mengelak dari anggapan telah merestui missi Hess untuk pergi ke Inggris. Hess pun harus menghadapi nasibnya sendiri. Setelah menjalani masa penahanan yang sangat lama, termasuk menjalani terapi cuci otak yang intensif, Hess diadili di pengadilan perang di Nurenberg. Setelah itu ia menjalani hukuman penjara seumur hidup di penjara Spandau, Inggris hingga meninggal karena “bunuh diri” sehari sebelum penutupan penjara Spandau.

Di antara interogator Hess adalah psikiater dari Tavistock Institute, John Rawlings Rees. Sampai sekarang institut ini masih berdiri, melakukan manipulasi psikologi publik untuk kepentingan kaum kapitalis global. Hebatnya Tavistock Institute berani mengklaim diri dan disetujui oleh media massa sebagai sebuah yayasan sosial.

Untuk memahami apa motif Hess sebenarnya melakukan misi rahasia yang berbahaya ke Inggris itu kita harus melihatnya dari perspektif yang luas. Saat itu Hitler baru saja “membebaskan” tentara ekspedisi Inggris yang terjebak di Dunkirk, Perancis, untuk pulang dengan selamat ke negerinya. Seandainya Hitler menginginkan, seluruh pasukan yang jumlahnya mencapai 300.000 dan menjadi tulang punggung pasukan Inggris saat itu dihancurkan dengan mudah. Tapi Hitler tidak melakukannya, karena bagi Hitler Inggris tidak dianggap sebagai musuh. Musuh sebenarnya Hitler adalah Uni Sovyet Rusia yang telah menderita infeksi komunisme yahudi. Itulah sebabnya Hitler bermaksud mengadakan perdamaian dengan Inggris agar bisa memusatkan kekuatan militernya membebaskan rakyat Rusia dari cengkraman komunisme yahudi.

Di sisi lain, meski Inggris sudah diinfeksi sedemikian akut oleh yahudi, masih terdapat banyak orang berpengaruh yang menentang perang. Di antara figur-figur penentang perang itu adalah Chamberlein, perdana menteri yang dipecat dari jabatannya karena enggan berperang melawan Jerman dan Duke of Hamilton, adik kandung raja George VI. Dengan merekalah sebenarnya Hess akan bertemu untuk membicarakan tawaran damai dari Hitler.

Sekedar catatan, selain menguasai ekonomi dan perbankan, orang-orang yahudi pernah diusir dari Inggris pada awal abad XIII berhasil mendudukkan orang-orang Jerman bonekanya sebagai raja Inggris, yaitu Raja George I dan keturunannya yang menduduki tahta kerajaan Inggris hingga sekarang. Selain Gereja Katholik Vatican, Kerajaan Inggris adalah kekuatan yang paling diincar yahudi untuk ditaklukkan, dan sepanjang sejarahnya Inggris dipenuhi dengan berbagai konspirasi yahudi untuk menaklukannya. Di antara konspirasi itu adalah Perang Sipil yang berujung pada penghukuman mati raja Charles I pada awal abad XVI, duduknya William Orange, orang Belanda, sebagai raja Inggris, duduknya Raja George I dan keturunannya dari Jerman sebagai raja Inggris, dan pembentukan Bank of England sebagai bank sentral pertama di dunia.

Sejarahwan Allesandro De Felice pernah menulis tentang beberapa tawaran perdamaian Hitler kepada Inggris, di antaranya adalah penarikan mundur pasukan Jerman dari medan perang Eropa Barat mencakup seluruh wilayah pendudukan Jerman di Perancis, Belanda, Belgia, Norwegia, Denmark, Yugloslavia dan Yunani, kecuali dua provinsi Perancis dan Luxemburg yang secara tradisi adalah wilayah Jerman. Sebaliknya Jerman meminta Inggris untuk tidak campur tangan dalam urusan Jerman dengan negara-negara Eropa timur, khususnya Rusia.

Seandainya publik Inggris mengetahui tawaran Hitler yang dibawa oleh Hess, mungkin Perang Dunia II berakhir lain. Tidak perlu ada 60 juta orang yang tewas karena perang, termasuk 418.000 tentara Amerika.

Pengadilan, penahanan dan kematian Hess dipenuhi dengan misteri. Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup meski tidak pernah malakukan kejahatan perang. Di dalam penjara ia diperlakukan istimewa hingga keluarga sekalipun tidak diijinkan mengunjunginya. Ia juga tidak pernah mendapatkan pengurangan hukuman meski rekan-rekan sepenjaranya satu demi satu dibebaskan dari tahanan. Dan akhirnya sebulan sebelum penutupan penjara Spandau pada tahun 1987, Hess ditemukan tewas “bunuh diri”. Saat itu Hess sudah berumur 93 tahun, terlalu tua untuk melakukan tindakan bunuh diri. Sementara itu orang-orang anti perang di Inggris satu demi satu ditangkapi atau meninggal secara misterius, seperti Duke of Hamilton yang meninggal sebulan setelah tertangkapnya Hess.

Cerita tentang Hess tentu sangat menarik untuk didokumentasikan oleh History Channel atau difilmkan oleh produser Hollywood. Namun orang-orang yahudi kapitalis global penguasa dunia tentu tidak ingin masyarakat umum tahu kebenaran cerita Hess. Mereka ingin kita tetap bodoh.

Sunday, 29 August 2010

Bill Clinton, Caligula Amerika


Caligula, seorang kaisar paling keji dalam sejarah Romawi, mungkin tidak terlalu jauh berbeda dengan Bill Clinton, mantan presiden Amerika yang baru menikahkan putri samata wayangnya dengan pesta supermewah seharga $5 juta. Bedanya, jika Caligula melakukan kekejian dengan cara-cara vulgar (saya pernah menonton film Caligula yang dibintangi Peter O’Toole, tidak sampai separo bagian dan saya nyaris muntah karenanya; blogger) Bill Clinton lebih “santun”.

Saya ingin sedikit menyinggung tentang peran Bill Clinton atas Tragedi Waco April 1993, saat Clinton menjadi presiden. Tanpa perintah Clinton, salah satu tragedi kemanusiaan terbesar di Amerika bahkan dunia itu tidak akan terjadi. Dalam peristiwa ini terjadi korban tewas sejumlah 74 orang, 21 di antaranya anak-anak, akibat penyerbuan besar-besaran pasukan dari kepolisian federal (FBI), dinas inteligen internasional (CIA), badan pengendalian tembakau dan senjata api (BATF), milisi nasioal (national guard), dan tentara khusus delta force (US Army) terhadap komunitas penganut kristen sekte Branch Davidian pimpinan David Koresh.

Menjadi pertanyaan besar yang tidak bisa terjawab hingga saat ini, mengapa Bill Clinton memerintahkan penyerbuan seperti itu dilakukan terhadap sekelompok warga sipil dan anak-anak sementara alasan yang digunakan seperti kepemilikan senjata api serta keyakinan agama justru dilindungi oleh konstitusi Amerika. Saya pribadi punya alasan khusus, yaitu Bill Clinton mempraktikkan upacara pengorbanan berdarah untuk memuaskan sesembahannya.

Sudah menjadi pengetahuan banyak orang bahwa Bill Clinton adalah pengguna obat terlarang. Keterangan ini justru diberikan oleh saudara kandung Bill Clinton sendiri, Roger Clinton yang terlibat dalam jaringan pengedar obat bius. Dari sebuah rekaman kepolisian Arkansas yang didapatkan dari jurnalis independen Scott Wheeler, Roger Clinton terdengar berkata, “Itu untuk saudara saya yang mempunyai hidung seperti vacuum cleaner.”

Pada tahun 1990 Sharlene Wilson, seorang informan polisi bersumpah di hadapan tim gugus tugas pemberantasan obat terlarang bahwa dirinya pernah memberikan sejumlah cocaine untuk Bill Clinton saat menjadi gubernur Arkansas. Tidak lama kemudian tim gugus tugas itu dibubarkan Bill dan Sharlene ditangkap dengan tuduhan penyalahgunaan obat terlarang. Ia dipenjara 31 tahun karena menjual ½ ons marijuana seharga $100.
Ketika Clinton menjadi presiden, ia langsung mengangkat Patsy Thomasson, tangan kanan tersangka pengedar obat terlarang Dan Lasater, sebagai kepala keamanan Gedung Putih. Clinton juga mengangkat teman dekatnya, Webster Hubbel sebagai asisten Jaksa Agung hingga kemudian ia dipenjara karena kasus korupsi. Sebelum menjadi pejabat kejaksaan agung, Hubbel adalah partner dari Hillary Clinton sang istri Bill Clinton, di firma hukum Rose di Little Rock Arkansas.

Selanjutnya kita mendapatkan kasus “bunuh diri” yang menimpa Vincent Foster, jurnalis media independen Spotlight yang dibredel Bill Clinton. Forster yang “terganggu” rasa kemanusiaannya atas tragedi Waco, melakukan penyidikan intensif atas kasus itu. Maka Clinton memiliki alasan kuat untuk menyingkirkannya.

Memang bagi yang tidak memahami kondisi sosial politik Amerika yang sebenarnya dan terhalusinasi oleh mantra “demokrasi Amerika”, hal-hal seperti itu tidak masuk akal. Bagaimana media-media massa Amerika yang “bebas” itu mengabaikan hal-hal yang begitu besar? Ambrose Pritchard-Evans, seorang wartawan senior yang pernah bertugas di gedung putih mencatat: Wartawan-wartawan Amerika lebih memilih menyiarkan keterangan pers dari para pejabat pemerntah daripada keterangan seorang saksi warga biasa. Apalagi dengan fakta bahwa semua media massa utama Amerika dimiliki oleh satu kelompok kepentingan yang sama, yaitu orang-orang yahudi, yang memiliki agenda yang sama terhadap Amerika.

Bill Clinton terlepas dari pemberitaan media massa, meski kejahatan-kejahatannya terlalu banyak untuk disebutkan. Selain kasus obat bius, Clinton terlibat dalam banyak kasus penyerangan dan pemerkosaan, pembunuhan massal (tragedi Waco), dan kejahatan perang. Bahkan di hari terakhirnya sebagai presiden, Bill Clinton masih membuat satu kejahatan besar lainnya, yaitu membebaskan tersangka kejahatan penggelapan pajak terbesar dalam sejarah Amerika. Sementara di hari pertamanya ia memberi kewarganegaraan kepada seorang yahudi Inggris dan kemudian mengangkatnya menjadi seorang duta besar.

Bayangkan peristiwa terakhir itu terjadi di negeri lain. Bill Clinton pasti akan dituduh melakukan tindakan pengkhianatan dan akan didemo besar-besaran oleh rakyatnya karena tindakannya mengangkat orang asing menjadi pejabat tinggi.
Berikut adalah kasus-kasus yang diduga kuat terkait dengan Bill Clinton.
1. Susan Coleman: ia mengatakan kepada teman-temannya telah menjalin hubungan gelap dengan Bill Clinton sebelum menjadi presiden dan tengah mengandung anak dari hubungan gelap itu. Ia ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala dengan kondisi tengah mengandung tujuh bulan. Laporan polisi menyebutkan ia meninggal karena “bunuh diri”.
2. Larry Guerrin: Tewas saat tengah terlibat dalam investigasi jurnalistik kasus INSLAW. Ini adalah kasus pencurian program komputer milik perusahaan INSLAW yang melibatkan departemen kehakiman Amerika dan dinas inteligen Israel Mossad. Program komputer yang bisa melacak keberadaan target-target inteligen itu diperdagangkan di pasar gelap internasional oleh oknum-oknum pejabat departemen kehakiman Amerika dan Mossad.
3. Kevin Ives dan Don Henry, dua remaja usia 16 tahun. Ditemukan tewas dalam keadaan tertabrak kerata api di dekat landasan terbang Mena, Arkansas tahun 1987. Banyak laporan yang menyebutkan keduanya kepergok saat mengintip operasi sindikat pengedar obat bius yang melibatkan Clinton bersaudara. Penyidikan forensik yang dilakukan orang tua kedua korban menemukan luka pukulan di kepala dan luka tikaman di punggung kedua korban yang menunjukkan keduanya telah tewas sebelum diletakkan di atas rel kereta api.
4. Keith McKaskle, teman bermain Kevin dan Henry, diduga mengetahui peristiwa sebenarnya kematian kedua temannya. Ditemukan tewas dengan luka tikaman tahun 1988.
5. Keith Coney, teman bermain Kevin dan Henry, diduga mengetahui peristiwa sebenarnya kematian kedua temannya, meninggal dalam kecelakaan mobil tahun 1989.
6. Gregory Collins, juga teman bermain Kevin dan Henry, diduga mengetahui peristiwa sebenarnya kematian kedua temannya. Ditemukan tewas dengan luka tembakan di wajah.
7. Jeff Rhodes, juga teman bermain Kevin dan Henry, diduga mengetahui peristiwa sebenarnya kematian kedua temannya. Ditemukan tewas dengan luka tembakan di kepala.
8. James Milam, teman Kevin dan Henry, meninggal dengan luka-luka mengerikan. Dokter forensik lagi-lagi menyebutkan kematiannya karena kecelakaan.
9. Richard Winters, seorang saksi kematian Kevin dan Henry, telah menawarkan kesaksian kepada polisi dan meminta perlindungan. Namun ia meninggal dalam insiden perampokan.
10. Kasus kematin beruntun terkait dengan kasus Kevin dan Henry membuat polisi federal penasaran dan mencoba menangani kasus ini. Tapi hal itu tidak menghentikan kematian-kematian misterius lainnya. Jordan Kettleson, saksi lain kasus ini meninggal tertembak di dalam mobilnya tahun 1990.
11. Danny Casalaro, wartawan independen yang melakukan investigasi kasus INSLAW dan pengiriman obat terlarang di landasan terbang Mena. Ia telah memberitahukan keluarganya untuk tidak mempercayai keterangan polisi jika suatu saat ia ditemukan meninggal karena “bunuh diri”. Tidak lama kemudian ia ditemukan tewas di dalam bak mandi di hotel Sheraton, Martinsburg, West Virginia. Sama seperti prediksinya, Danny dinyatakan meninggal karena bunuh diri. Nyawanya menghilang bersama laporan-laporan jurnalisme yang tengah dibuatnya.
12. Victor Raiser dan R Montgomery Raiser, dua pimpinan tim kampanye “Clinton for President”, meninggal dalam kecelakaan pesawat Juli 1992.
13. Ian Spiro, wartawan independen penyidik kasus INSLAW yang menjadi saksi kasus ini. Istri dan ketiga anaknya ditemukan tewas dengan luka tembakan di kepala di rumah mereka pada bulan November 1992. Mayat Spiro ditemukan kemudian di dalam mobil di gurun Borrego. Polisi mengatakan Spiro membunuh keluarganya sendiri sebelum akhirnya “bunuh diri”.
14. Paula Grober, penerjemah pidato Clinton bagi para penderita tuli, tewas dalam kecelakaan mobil tunggal tanpa saksi. Paula, gadis cantik yang terlihat sangat intensif berhubungan dengan Bill Clinton sebelum kematiannya bulan Desember 1992. Sebulan kemudian, Januari 1993, Clinton dilantik sebagai presiden. Namun setelah itu kematin demi kematian orang-orang sekitar Bill Clinton justru semakin banyak.
15. Pada bulan April 1993 empat orang mantan bodyguard Bill Clinton yang bekerja untuk badan pengendalian tembakau dan senjata api (BATF), Steve Willis, Robert Williams, Todd McKeahan dan Conway LeBleu tewas dalam tragedi Waco. Hanya merekalah korban di pihak pemerintah Amerika dalam tragesi itu. Keempatnya ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala, gaya eksekusi terhadap para tawanan. Kemungkinan sengaja dikorbankan untuk memberi alasan penyerbuan ke perkampungan komunitas David Koresh.
16. Empat mantan pengawal Bill Clinton, Brian Haney, Tim Sabel, William Barkley dan Scott Reynolds, ditemukan tewas dalam kecelakaan helikopter yang misterius dimana tempat kejadian dikawal ketat oleh marinir bersenjata lengkap dan para wartawan dilarang mendekati arena. Bahkan video yang dibuat oleh petugas pemadam kebakaran untuk dokumentasi, direbut oleh para marinir.
17. Paul Wilcher, jaksa yang bertugas menyidik tragedi Waco, ditemukan tewas setelah menyerahkan laporan yang mengejutkan tentang tragedi tersebut kepada Jaksa Agung Janet Reno. Dalam laporannya yang kemudian menghilang dari arsip resmi tapi muncul di media massa independen karena Paul sebelumnya telah menyimpan kopiannya sendiri, menyebutkan aparat keamanan bertanggungjawab sepenuhnya atas tragedi Waco. Dalam laporannya itu Paul secara naif menyebutkan bahwa aparat keamanan bertindak di luar kendali Jaksa Agung dan Presiden. Padahal tanpa otoritas Jaksa Agung atau Presiden, aparat dari semua lembaga federal tidak mungkin bisa melakukan aksi terkoordinasi.
18. Vincent Foster, seorang pejabat gedung putih (deputy counsel) terguncang oleh tragedi Waco sering mengeluh kepada rekan-rekannya untuk melakukan penyidikan sendiri atas tragedi tersebut. Tiga bulan setelah tragedi Waco, Juli 1993, ia ditemukan tewas. Polisi menyebutkan kematiannya karena “bunuh diri”. Lihatlah betapa banyaknya orang-orang yang “bunuh diri” karena tragedi Waco atau skandal INSLAW yang terjadi pada masa pemerintahan Bill Clinton.
19. Stanley Heard and Steven Dickson, dua anggota komite penasihat presiden untuk masalah kesehatan, tewas dalam kecelakaan pesawat September 1993.
20. Jerry Luther Parks, kepala keamanan tim kampanye kepresidenan Bill Clinton di Arkansas ditembak mati dalam mobilnya oleh pembunuh profesional yang tidak pernah diketahui identitasnya. Sebelumnya rumah Parks dibobol oleh kawanan pencuri yang mengambil bahan-bahan laporan kegiatan Bill Clinton.
21. Ed Willey, penggalang dana kampanye Bill Clinton, ditemukan tewas November 1993. Lagi-lagi polisi mengatakan penyebabnya adalah “bunuh diri”. Istri Ed, Kathleen yang juga bekerja sebagai relawan di istana presiden, mengklaim bahwa Clinton telah melakukan pelecehan seksual terhadapnya saat ia mengadu perihal kematian suaminya.
Seperti telah disebutkan di atas, Clinton terlibat dalam banyak skandal seks. Catatan-catatan menyebutkan Clinton telah melakukan pemerkosaan sejak tahun 1969 saat masih kuliah di Oxford University sebagai mahasiswa penerima beasiswa prestisius Rhodes Scholar. Seorang pensiunan pegawai departemen luar negeri mengaku mendapat pengaduan dari seorang mahasiswi Inggris yang diperkosa Clinton. Tapi demi mempertahankan reputasi Rhodes Scholar dan Oxford University, kasus ini dipeti es-kan.

Pada tahun 1999 Juanita Broaddrick, seorang wanita Arkansas mengaku pada NBC bahwa Clinton telah memperkosanya saat ia bekerja pada Bill Clinton saat ia menjadi Jaksa Agung tahun 1978. Tapi tekanan dari presiden membuat NBC membatalkan laporannya.
Dan kasus yang paling terkenal terjadi pada Elizabeth Ward, ratu kecantikan negara bagian Arkansas yang mengaku diperkosa Clinton tidak lama setelah memenangkan gelar ratu kecantikan. Dalam sebuah wawancara tahun 1999 ia mengaku melakukan hubungan seks dengan Clinton karena suka sama suka. Tapi tidak lama kemudian ia mengaku bahwa ia mendapat ancaman dari para pengawal Clinton untuk membuat pengakuan tersebut.
Dan pembunuhan demi pembunuhan terus terjadi…….

22. Dr Roland Rogers, seorang dokter gigi dari Arkansas, tempat sebelumnya Bill Clinton pernah menjadi gubernur, tewas dalam perjalanan ke kantor koran terkenal Inggris, Sunday Telegraph, Maret 1994. Sebelumnya Rogers berjanji akan memberikan informasi penting tentang Clinton.
23. Kathy Furguson, 38 tahun, pekerja rumah sakit, mantan istri dari seorang pembela dalam kasus pelecehan seksual Paula Jones yang dilakukan Clinton, ditemukan tewas dengan tembakan di kepala pada Mei 1994. Lagi-lagi polisi menyebutnya sebagai kasus “bunuh diri”. Yang mencurigakan, Kathy meninggal di tengah-tengah koper dan tas yang siap diangkat yang menandakan ia sedang bersiap untuk pergi jauh.
24. Bill Shelton, pacar Kathy Furguson yang juga seorang polisi di Arkansas, ditemukan tewas dengan tembakan di kepala di atas pemakaman Kathy. Lagi-lagi polisi menyebutkan kasusnya sebagai “bunuh diri”.
25. Alan G Whither, pengawas di kesatuan pengawal kepresidenan Bill Clinton. Tiba-tiba ia dipindah tugaskan ke Oklahoma City sebagai perwira di badan pengawas tembakau dan senjata api BAFT. Saat terjadi pemboman gedung federal Oklahoma City bulan April 1995, ia satu-satunya pegawai BAFT yang tidak mendapat peringatan tentang rencana pengeboman (pegawai lainnya tidak masuk kerja) dan menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Menariknya adalah para keluarga korban pemboman kini mengajukan tuntutan kepada pemerintah dengan tuduhan membiarkan terjadinya pemboman meski sebelumnya telah mengetahui rencana tersebut.
26. Kematian-kematian ternyata tidak hanya menimpa orang-orang eselon II atau lebih rendah di sekeliling Clinton, bahkan pejabat sepenting menteri perdagangan pun tewas memilukan. Menteri Perdagangan Ron Brown tewas bersama 35 korban lainnya dalam kecelakaan pesawat kepresidenan Airforce 2, 3 April 1996. Pada saat itu Brown tengah terlibat masalah hukum dan tengah menjalani penyidikan yang dilakukan kejaksaan agung. Secara terbuka ia mengatakan telah mengadakan kesepakatan dengan penyidik untuk membuka kasus yang menimpanya itu dan mengatakan dirinya tidak ingin “jatuh sendirian”. Seorang pathologist yang terlibat dalam penyidikan kecelakaan menyebutkan adanya luka tembakan di kepala Brown.
27. Shelly Kelly, seorang pramugari Airforce 2 yang duduk di bangku belakang saat kecelakaan, hanya mengalami luka ringan. Ia bahkan masih mampu berlari ke arah helikopter penolong yang datang ke tempat kejadian. Namun tidak lama kemudian ia dinyatakan tewas di rumah sakit. Menurut jurnalis Joe L. Jordan, terdapat luka sayatan di pembuluh arteri Kelly. Anehnya Bill Clinton memerintahkan semua jenasah korban kecelakaan, termasuk Kelly yang meninggal di rumah sakit, untuk dikremasi (dibakar).
28. Barbara Wise, seorang pegawai wanita bawahan Ron Brown, ditemukan tewas dalam keadaan telanjang di kantornya. Polisi menyebut kematiannya karena sebab alamiah.
29. Christine M Mirzayan, seorang pegawai istana presiden, tewas terbunuh pada tgl 1 Agustus 1998. Dalam publikasinya tentang kasus pelecehan Paula Jones oleh Clinton, majalan Newsweek menyebutkan bahwa seorang pegawai istana kepresidenan berinisial M akan membuat pengakuan tentang kasus-kasus seksual di istana kepresidenan.
30. Mary Mahoon, juga mantan pegawai gedung putih, memberitahukan wartawan akan menbuat pengakuan tentang kasus seksual di istana kepresidenan. Tidak lama kemudian seorang pembunuh profesional menembaknya di tempat kerjanya di kedai kopi Starbuck, Washington. Dua orang asisten Mary yang menyaksikan penembakan juga tidak luput dari pembunuhan berdarah dingin tersebut. Polisi menyebut kasus tersebut sebagai perampokan meski anehnya sang perampok tidak menyentuh laci kasir yang berisi uang tunai senilai $4.000.
31. Lt Col Anthony A. Boyles, Sgt Eric Ellingson, Master Sgt Gaetano Cutino, dan Sgt Jamey Dimase, empat anggota delta force yang terlibat dalam penyerbuan Waco, berturut-turut tewas dalam kecelakaan saat mengikuti latihan perang. Mereka adalah para pembunuh profesional berdarah dingin, namun rasa kemanusiaan yang tersisa membuat mereka mengalami gangguan kejiwaan setelah membantai para pengikut sekte Branch Davidian termasuk wanita dan anak-anak. Diduga kuat merekalah yang menjadi sumber informasi dalam laporan jaksa Paul Wilcher yang menyebutkan aparat bertindak brutal dan di luar kendali. Lebih jauh beberapa sumber menyebutkan mereka bermaksud mengadakan testimoni tentang tragedi Waco, hal mana bisa menghancurkan karier Bill Clinton yang saat kejadian menjadi pemegang komandi tertinggi.

Laporan Paul Wilcher terpendam di balik dinding pemerintahan Amerika yang korup. Namun kopiannya muncul di dunia maya internet sejak tahun 1999. Seperti kata pepatah, bangkai tidak mungkin disembunyikan selamanya.

Pelajaran menarik bisa dipetik dari sosok Gennifer Flowers. Ia memiliki pengalaman affair selama 12 tahun dengan Bill “vacuum cleaner” Clinton. Pada akhirnya ia pun menerima berbagai terror, ancaman pembunuhan hingga apartemennya yang dibobol orang. Ia menyadari hidupnya dalam bahaya. Maka dengan kecerdasannya ia melakukan “perlawanan”: mengajukan tuntutan hukum dan melakukan kampanye media massa. Jika saja saat itu ia dinyatakan meninggal “bunuh diri”, opini publik sudah terlanjur mencurigai Bill Clinton. Maka Clinton pun membuarkan Flowers melenggang meski seperti kasus-kasus hukum yang lain, Clinton bisa mengalahkannya.

Saturday, 28 August 2010

BAKAL PRESIDEN BRAZIL



Keterangan gambar: Dilma, Lula, dan catatan kriminal Dilma


"My friend, they have found the formula. Give the people a cell phone, cable TV, the "feeling" they are participating in the economy and they won't even think about liberty. Billions of pawns, the so-called middle-class of China, the "climbing" poor of Brazil, have no idea what the Bill of Rights, the Carta Magna was. Their sheer number, like a barbaric horde, will crush the poor Americans, the last people in the world who have some remaining tradition of freedom and individual rights. Those Third World nouveau-riche folks will burn the constitution for a new TV, bought in 12 installments with a credit card."



Tidak berlebihan ketika sastrawan besar Jawa, Ronggowarsito, meramalkan bakal terjadinya jaman edan dimana sebagian besar orang menjadi gila dan hanya orang-orang gila yang menjadi penguasa. "Ora edan orang kedhuman", yang tidak ikut gila tidak dapat bagian. Tidak berlebihan juga dengan nubuwat para nabi tentang masa-masa terakhir menjelang berakhirnya dunia. Dunia dikuasai oleh angkara murka, kejahatan merajalela dan kebenaran tersingkirkan.

Kini, setelah orang-orang "sakit": homoseks, atheis, pezinah, pembunuh, pengkhianat negara, menjadi penguasa beberapa negara besar, atau segera menjadi penguasa negara seperti Australia yang segera akan dipimpin oleh seorang lesbian atheis, Brazil, salah satu negara terbesar di dunia, sepertinya bakal dipimpin oleh seorang kriminal komunis.

Adalah Dilma Roussef, seorang kader komunis (ayahnya seorang tokoh komunis Bulgaria yang melarikan diri setelah keruntuhan komunis) dan terkait dengan beberapa aksi kriminal seperti perampokan bank dan pembunuhan, yang kini menjadi kandidat terkuat presiden Brazil menggantikan Presiden Lula. Mewakili partai incumbent berbau komunis, Worker's Party, yang dipimpin Presiden Lula, Dilma menempati urutan tertinggi dalam berbagai pooling yang diadakan menjelang pemilihan presiden tgl 3 Oktober mendatang. Pada polling yang diadakan Datafolha Kamis (26/8), ia memperoleh dukungan sebanyak 49%, atau 20% angka lebih tinggi dari saingan terdekatnya. Lima hari sebelumnya pooling yang sama menunjukkan angkanya "baru" 47%.

Dan inilah catatan "perjalanan politik" Dilma berdasarkan catatan kepolisian Brazil:

1967 - menjadi anggota Gerakan Politik Pekerja yang beraliran komunis.
06/10/68 - merampok Banespa Bank dengan "hasil" rampokan senilai $80,000.
12/10/68 - merencanakan pembunuhan Kapten Charles Chandler (WN Amerika). Kemudian Charles dieksekusi di depan rumahnya, di depan anak dan istrinya.
11/12/68 - merampok toko senjata "Diana" di Seminario Street dengan "hasil" 48 pistol.
04/69 - menjadi anggota kelompok teroris National Liberation Command.
24/01/69 - merampok toko senjata Quitauna Arms Depository dengan "hasil" 63 senjata laras panjang, 3 pistol, dan 4 amunisi.
18/07/69 - merampok rumah kediaman gubernur Ademar de Barros dengan "hasil" sejumlah besar uang kas dan perhiasan.
01/08/68 - merampok Mercantil of Sao Paulo Bank.
??/09/69 - bergabung dengan VAR Palmares Congress, organisasi teroris lainnya di Teresopolis.
20/09/69 - menyerang pos polisi di Barro Branco.

Meskipun belum ada konfirmasi, melihat petualangan-petualangannya itu hampir dipastikan Dilma Roussef memiliki darah yahudi di tubuhnya. Bukannya sara, tapi memang demikian faktanya, sebagian besar aktifis terorisme dan komunisme serta organisasi-organisasi radikal lainnya adalah yahudi. Bahkan semua pemimpin organisasi-organisasi semacam itu di seluruh dunia adalah yahudi. Seperti kata Incogman (pemilik blog Incogman yang terkenal itu, jika tidak makan-makan, aktifitas favorit orang-orang yahudi selain berdagang adalah melakukan demonstrasi dan membuat makar).

Adalah menyedihkan bahwa "demokrasi" yang menjadi nilai-nilai luhur manusia modern ini hanya melahirkan pemimpin-pemimpin yang tidak kualifaid. Seorang dengan jiwa lemah hingga penjahat pun, asal didukung modal kuat dan tim kampanye hebat, bisa tampil sebagai pahlawan dan dipilih sebagai pemimpin. Sebagian besar rakyat Amerika, termasuk orang-orang idiot di Indonesia dan dunia lainnya begitu terpesona oleh Obama meski tidak satu prestasi kecil pun tercatat pernah dilakukan Obama. Demikian pula rakyat Brazil. Mereka tidak peduli meski calon pemimpinnya adalah seorang kriminal sebagaimana mereka tidak peduli bahwa presiden mereka saat ini telah membuat kondisi negera mereka porak poranda. (Bagaimana dengan Indonesia?)

Badan Statistik Brazil mencatat bahwa angka buta hurup justru mengalami kenaikan pesat di bawah kepemimpinan Presiden Lula dari partai Worker's Party. 50.000 rakyat Brazil tewas akibat aksi kekerasan akibat perdagangan obat bius dan senjata gelap yang diselundupkan oleh kelompok teroris asing teman-teman sang presiden (gerilyawan bersenjata FARC dari Columbia). Tapi siapa rakyat Brazil yang peduli dengan semua kondisi itu selama mereka masih bisa memiliki handphone dan TV? Siapa rakyat Brazil yang peduli dengan fakta bahwa presiden mereka, seorang mantan buruh pabrik yang selalu berkoar-koar tentang "demi kepentingan buruh dan tani" dan tidak pernah menjadi seorang pengusaha itu kini telah menjadi salah satu manusia terkaya di Brazil? Lagipula bukankah piala dunia mendatang bakal dilaksanakan di Brazil.

Baru-baru ini bank sentral Brazil, Federal Development Bank, menyalurkan dana besar-besaran senilai $100 miliar kepada perbankan swasta Brazil untuk membiayai belanja pemerintah dalam penyelenggaraan pemilu. Bank-bank swasta itu hanya membayar bunga sebesar 3,5% hingga 7% kepada bank sentral. Namun sebaliknya mereka mendapatkan bunga 10% hingga 12% dari pemerintah. Dengan teramat mudah mereka menjadi bank-bank paling beruntung di seluruh benua Amerika.

"Kebaikan" Lula lainnya adalah membagi-bagikan ijin pendirian televisi swasta kepada para kapitalis dan politisi teman-temannya. Ketika badan audit nasional bermaksud mengaudit kekayaan para politisi pengusaha itu karena kecurigaan adanya korupsi, Presiden Lula melarangnya. Lula juga "mengijinkan" (melalui undang-undang) perusahaan pengelola dana pensiun milik negara untuk bermain di pasar uang dan pasar modal dengan resiko dana besar milik masyarakat itu terbenam tak terbayar. Namun bukannya diberikan kepada teman-temannya sesama buruh dan tani, kebaikan-kebaikan itu diberikan Lula kepada teman-teman barunya yang lebih menyenangkannya, para kapitalis.

"Ini adalah ekonomi fasis, jelas dan tegas. Mussolini (tokoh fasis Italia) akan bangga karenanya," tulis DR. Hanry Makow pada blognya yang terkenal perihal kondisi di Brazil saat ini.

Memang, Ronggowarsito benar dengan ramalannya. Namun ia juga benar dengan saran-sarannya dalam menghadapi jaman edan. Agar selamat pada jaman edan, orang harus "eling lan waspodo", ingat dengan yang kuasa dan waspada dengan situasi dan kondisi di sekelilingnya. Karena hanya orang yang demikianlah orang yang selamat, meski mungkin tersingkir dari kekuasaan dan gemerlap dunia.

Sunday, 22 August 2010

Ketakutan Mantan Kepala Inteligen Pakistan


Saat ini Pakistan, negara Islam terbesar setelah Indonesia, tengah terseret dalam sebuah permainan “perang melawan terotisme” yang dibawa Amerika. Keadaan Pakistan demikain menyedihkan sehingga nyaris, negara yang secara militer termasuk kuat ini, tidak berdaya sama sekali dan tidak memiliki harga diri lagi. Hampir setiap hari Amerika membunuhi rakyat Pakistan di perbatasan Afghanistan dan tentara-tentara sewaan Amerika juga merajalela di jalanan kota-kota besar Pakistan.

Dengan sebagian besar penduduknya yang terkenal fanatik memeluk Islam, pemerintah Pakistan rela menghambakan dirinya kepada kepentingan Amerika dan menghadapi resiko pemberontakan rakyatnya sendiri.

Dalam situasi inilah Hamid Gul, mantan kepala dinas inteligen Pakistan (Inter Service Intelligent), mengadakan wawancara di program televisi independen Alex Jones Show, 16 Agustur lalu. Dalam wawancara selama satu jam penuh itu Gul mengungkapkan berbagai isu maupun analisisnya yang tajam mengenai konstelasi politik di kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah. Dengan informasi yang dimilikinya serta kemampuan analisisnya yang tajam sebagai seorang kepala inteligen sebuah negara besar, apa yang disampaikan Gul akan menjadi kenyataan. Dan kenyataan itulah yang membuat Gul takut.

Gul yang memimpin dinas inteligen Pakistan antara tahun 1987-1989 pernah menjalin kerjasama kuat dengan dinas inteligen Amerika CIA dalam upaya mereka memerangi Uni Sovyet di Afghanistan. Gul memaparkan analisisnya mengenai apa yang telah, tengah maupun akan terjadi di kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah, dimulai dengan analisisnya tentang kebocoran informasi inteligen Amerika di Afghanistan oleh Wikileaks beberapa waktu lalu.

Berbicara tentang kegagalan Amerika memenangkan perang di Afghanistan, Gul mengatakan hal itu disebabkan Amerika menerapkan langkah-langkah kebijakan yang keliru.

“Jendral-jendaral Anda (Amerika) tidak melaksanakan apa yang ditugaskan kepada mereka. Jadi mengapa Anda tidak menerima kekeliruan itu daripada hanya menyalahkan orang lain?” kata Gul.

Menurut Gul, penyebab terbesar kegagalan Amerika di Afghanistan adalah karena inteligen Amerika mengandalkan informasinya dari tentara-tentara sewaan yang justru berkepentingan untuk terus mengobarkan perang demi keuntungan mereka sendiri.

“Bagaimana Amerika begitu bodohnya dengan CIA-nya, FBI, Task Force 373, yang telah menimbulkan banyak kematian warga sipil. Mereka membunuhi rakyat sipil di kanan, kiri, tengah. Setiap saat mereka mendapatkan informasi inteligen, mereka segera mengebom orang-orang yang sedang merayakan pesta pernikahan, orang-orang yang sedang di pemakaman, bahkan mereka mengebom rumah sakit.”

“Jadi Anda bisa bayangkan bagaimana informasi-informasi inteligen yang diperoleh dari perusahaan-perusahaan keamanan swasta itu telah menimbulkan pelanggaran massa terhadap hak-hak azazi manusia, bertentangan dengan konstitusi Amerika sendiri yang telah mereka jaga beratus-ratus tahun.”

Menurut Gul, kebijakan internasional Amerika pada dasarnya dikendalikan oleh sekelompok kepentingan imperalis global yang memiliki beberapa agenda politik sekaligus, yaitu menguasai sumber-sumber energi di sekitar Laut Kaspia, mencegah Cina menjadi kekuatan superpower, serta munculnya kekuatan Islam yang dilandasi oleh prinsip-prinsip persamaan dan kebebasan.

“Jika prinsip-prinsip (Islam) ini bisa diterapkan, maka tidak ada lagi tempat bagi kekuatan imperialis untuk bersembunyi,” kata Gul.

Selain itu menurut Gul, agenda lainnya adalah menciptakan kekacauan di negara-negara Islam Timur Tengah demi keamanan negara Israel.

Namun demikian, semua agenda itu tidak akan membawa keuntungan apapun bagi Amerika dan para imperalis internasional. Sebaliknya hal itu bisa menjadi kehancuran Amerika karena Amerika telah menginjak-injak nilai-nilai kebanggan dan hargadiri bangsa-bangsa di kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah yang lebih kuat bahkan dibandingkan nilai-nilai agama sekalipun.

“Itulah mangapa rakyat tidak akan memaafkan keadaan ini. Kekacauan ini akan menghancurkan reputasi Amerika.”

Jika Amerika terus-menerus mempertahankan kehadirannya di Afghanistan dan Pakistan, maka peperangan akan dikobarkan oleh rakyat Afghanistan, Pakistan atau Iran melawan Amerika. “Meski Amerika memiliki kekuatan militer hebat, ia tidak akan bisa memenangkan peperangan. Ini adalah pelajaran sejarah yang tidak bisa diabaikan,” tambah Gul.

“Ketakutan saya adalah, jika Pakistan terus dipojokkan dalam situasi yang sulit, Pakistan adalah negara Islam yang bisa mendeklarasikan jihad Islam internasional. Dan jika ini terjadi maka kaum muslim di seluruh dunia akan berdatangan untuk melakukan jihad.”

Mengenai ketegangan karena isyu senjata nuklir Iran, Gul menerangkan bahwa rakyat Pakistan tidak bisa dibohongi bahwa isu itu sengaja dibuat Israel agar Amerika menyerang dan menghancurkan Iran, negara yang kini dianggap menjadi ancaman Israel di kawasan Timur Tengah. Namun jika perang benar terjadi, itu akan menjadi peperangan yang tidak bisa dikontrol dampaknya.

“Amerika sepertinya tidak mungkin lagi menghindari perang, dan ini kemungkinan akan meledak menjadi Perang Dunia III. Ini harus dicegah dengan cara apapun.”

Gul ragu apakah Cina dan Rusia bisa dinetralisir dalam konflik ini. Namun yang pasti, demikian prediksi Gul, perang akan menghancurkan segalanya, dan para imperialis internasional justru yang paling banyak merugi. “Dimana lagi mereka akan menjual emas dan mendapatkan minyak?”

Untuk mencegah bencana glogal tersebut, maka masyarakat seluruh dunia agar tidak termakan oleh propaganda media massa barat yang mengobarkan peperangan.

“Tidak ada itu namanya ‘perang peradaban’, kecuali hanya propaganda untuk membentuk mind set masyarakat (sehingga ketika agenda mereka dijalankan tidak ada resistensi yang cukup berarti).”

“Sepanjang pengetahuan saya, Islam tidak seperti yang digambarkan di masyarakat barat sebagai musuh yang berbahaya. Islam melingkupi juga Kristen dan Yahudi. Jadi semestinya ada perdamaian di antara ummat beragama,”

Menurut Gul, yang harus dilakukan adalah menghilangkan “nasfu kegelapan” yang ada di dalam sistem sosial politik Amerika. Dan hal itu hanya bisa dilakukan sendiri oleh rakyat Amerika sendiri.

Sebelumnya Gul pernah mengadakan wawancara di Alex Jones Show mengenai tragedi WTC 11 September 2001. Ia memaparkan banyak data-data yang menunjukkan adanya konspirasi dalam tragedi tersebut, data-data mana disensor oleh CNN saat Gul mengadakan wawancara di televisi itu pada minggu yang sama. Menurut Gul tragedi WTC adalah false flag (aksi inteligen untuk menciptakan alasan tertentu) untuk melegitimasi serbuan Amerika di Afghanistan dan Pakistan dan mendominasi kawasan Asia Tengah yang kaya sumber energi.

Gul juga memaparkan bukti-bukti teror Mumbai tahun 2008 yang menunjukkan peristiwa itu dilakukan oleh unsur-unsur inteligen barat, Israel dan India, dengan tujuan untuk memojokkan Pakistan sehingga tidak bisa menolak semua agenda Amerika di kawasan itu.

Selain itu Gul juga menyebutkan bahwa kematian Benazir Bhutto juga dilakukan oleh agen-agen Amerika-Israel untuk menghentikan langkah politik Bhutto yang tidak lagi bisa dikontrol mereka.