Wednesday, 17 August 2011

Lebanon Tahan Penyelundupan Senjata ke Syria


Setelah Libya, Siria, palang pintu Arab yang masih menjadi batu sandungan Israel, kini menjadi ajang petualangan Amerika. Demi menumbangkan regim Awaliyun (pengikut Shiah) Al Assad dan menggantinya dengan regim boneka, Amerika dan sekutu-sekutunya: Saudi wahabiah, Turki, dan organisasi-organisasi serta negara-negara Sunni Arab termasuk Indonesia yang ikut-ikutan menarik dubesnya di Siria, tengah melakukan petualangan berbahaya atas Siria. Saya katakan berbahaya karena koflik di Syria akan menyeret negara-negara tetangganya terutama Lebanon, Palestina dan Iran yang telah membangun blok anti-Israel ke dalam peperangan.

Berbagai laporan menunjukkan adanya pengiriman senjata-senjata berat oleh Amerika dan sekutu-sekutunya, termasuk rudal anti tank dan anti pesawat, kepada para pemberontak Syria. Para analisis bahkam memprediksi NATO akan melakukan aksi militer langsung kepada Syria. Dan di tengah-tengah gejolak yang menegangkan di Syria tersebut, Lebanon telah memainkan peran yang patut dihargai, yaitu upayanya mencegah penyelundupan senjata ke Syria.

Baru-baru ini inteligen Lebanon berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 1.000 senjata laras panjang yang ditujukan ke kota Baniyas, Syria. Para penyidik menemukan kaitan penyelundupan itu dengan mantan perdana menteri Saad Hariri, tokoh yang terkenal kedekatannya dengan Amerika dan Saudi serta sangat anti-Hizbollah.

Baniyah adalah salah satu pusat pemberontakan terhadap Presiden Bashar al Assad sejak tergulingnya penguasa tiran Mesir Husni Mubarrak. Pemerintah Syria telah memobilisasi militer untuk memadamkan pemberontakan yang terkonsentrasi di kota-kota yang mayoritas dihuni penganut mazhab Sunni. Mazhab Sunni dianut oleh sebagian besar rakyat Syria namun kekuasaan negeri ini didominasi oleh penganut Alawiyah yang bermazhab Shiah.

Pada tgl 6 Agustus, al Akhbar, koran Lebanon yang berafiliasi pada kelompok Shiah, Hizbollah, melaporkan detil dari penyelundupan tersebut berdasarkan informasi inteligen pemerintah Lebanon pro-Hizbollah. Menurut Al Akhbar awalnya inteligen militer Lebanon mendapat informasi adanya dua anggota klan Tamim di Tripoli, Lebanon Utara, yang membeli sejumlah besar senjata laras panjang untuk dikirimkan ke Syria. Salah satu dari orang itu adalah seorang manajer suatu marina yang dimiliki oleh Solidere, sebuah perusahaan real estate yang didirikan oleh Rafik Hariri, mantan perdana menteri yang juga ayah kandung dari Saad Hariri. Kedua orang tersebut sepakat membeli senjata-senjata berkualitas tinggi jenis Kalashnikov dan M-16 dan telah membayar muka US$100,000. Mereka merencanakan untuk mengirimkan senjata-senjata itu dalam 1 pengiriman ke Baniyas, atau membaginya dalam beberapa paket lebih kecil dan menyelundupkannya ke Syria melalui perbatasan kedua negara. Para penyelundup, baik pembeli dan penyedia senjata, ditangkap pada tgl 30 Juli setelah pengiriman senjata di Ras Beirut.

Pada 8 Agustus surat kabar Al-Safir mengutip keterangan seorang pejabat keamanan Lebanon: "Operasi penyelundupan yang tertangkap tersebut tengah dalam penyelidikan intensif dan telah diperoleh banyak informasi penting dari para tersangka yang memiliki kedekatan dengan Kelompok 14 Maret (kelompok politik dari beberapa partai politik Lebanon yang dipimpin oleh Saad Hariri). Ini bukan operasi satu-satunya operasi yang telah dilakukan mereka.”

Sementara itu televisi milik Hizbollah, al Manar secara tegas membongkar identitas kedua penyelundup, yaitu Wassam dan Samir Tamim. Mereka mengaku telah melakukan 30 operasi penyelundupan senjata dari marina yang mereka kelola ke Baniyas dengan mendapat dukungan dari Mohammad Kabbara, seorang anggota parlemen dari partai Saad Hariri, Al-Mustaqbal. Menurut Al-Manar pusat dari operasi penyelundupan adalah tanah pertanian milik Kabbara di Lebanon Utara. Al Manar menambahkan tanah pertanian tersebut juga menjadi titik transit para gerilyawan salafi-wahabi yang dilatih dan dipersenjatai Saudi dan Amerika, sebelum masuk ke kota Homs di Syria.

Tentara Syria baru-baru ini mengklaim telah menangkap ratusan gerilyawan salafi, termasuk yang berasal dari Afghanistan, dengan dokumen Lebanon, dalam pertempuran di dekat Homs.

Penyelundupan tersebut memaksa diadakan rapat kabinet, Senin (15/8). Ketegangan politik juga terjadi antara kubu kelompok 14 Maret dengan kelompok 8 Maret yang dipimpin oleh Hizbollah.


Sumber:
"Lebanon Intercepts Covert Arms Shipments bound for Syria"; Sahand Avedis' WSWS; 12 Agustus 2011

Teror Norwegia: Israel Strikes Back


Sebagai penguasa, Israel, sebuah negara kecil brengsek demikian kata banyak orang, hanya mengandalkan perang konvensional sebagai cadangan terakhir. Dan bahkan dengan kekuatannya itu Israel tidak memiliki tentara yang cukup untuk melakukan perang terbuka dalam skala besar selama jangka waktu lama. Jika Israel menginvasi wilayah musuh, ia selanjutnya akan mengandalkan Amerika untuk melakukan tekanan politik agar tercapai gencatan senjata tanpa harus mengembalikan wilayah yang diduduki. Perang yang dilakukan Israel selanjutnya hanya berupa serangan-serangan teror kepada penduduk sipil Palestina dan Arab, menculik gembala kambing, menteror petani, atau menembaki nelayan Arab.

Namun Israel memang tidak membutuhkan kekuatan militer yang besar, karena ada persenjataan lain yang dimiliki untuk mengalahkan musuh-musuhnya, yaitu ---sebagaimana semboyan badan inteligen mereka Mossad, yaitu "dengan tipu daya", "by way of deception" atau "kepala kuda di tempat tidur".

Selama lebih dari 60 tahun terakhir, para penguasa Israel sukses mencitrakan, setidaknya di mata orang-orang barat liberal idiot, bahwa setiap muslim adalah "potensial menjadi pembom bunuh diri". Caranya dengan melatih dan merancang berbagai aksi pemboman bunuh diri, dan kemudian menjatuhkan tuduhan kepada berbagai kelompok muslim. Tentu saja mereka juga ahli melakukan pembunuhan-pembunuhan rahasia, termasuk terhadap tokoh-tokoh Hamas, Hizbollah dan ilmuan Iran. Terkadang bahkan m
melakukan pembunuhan terhadap tokoh-tokoh pro-Israel sendiri, sekedar untuk menciptakan alasan untuk menyalahkan musuh-musuhnya. Bagi Israel melakukan teror psikologis adalah cara terbaik meraih tujuannya. Upaya Israel untuk memanipulasi persepsi publik adalah termasuk dengan menggunakan aksi-aksi kekerasan dan terror, yang dirancang sedemikian rupa sehingga para korban tidak menyadari bahwa itu adalah operasi inteligen Israel. Alih-alih, lagi-lagi sesuai keinginan Israel, sang korban menyalahkan "teroris muslim" atau kelompok-kelompok lain yang ditujunya.

Hal ini bisa menjelaskan apa yang terjadi di Norwegia terkait serangan teroris yang menggemparkan baru-baru ini. Serangan bom yang dilakukan Anders Behring Breivik beberapa waktu lalu ditujukan kepada kantor kementrian perminyakan Norwegia. Kurang dari setahun lalu pemerintah Norwegia mengumumkan bahwa pemerintah tidak akan menggunakan uang hasil produksi minyak (Norwegia adalah negara Eropa penghasil minyak bumi terbesar yang ditambang dari Laut Utara) untuk investasi di perusahaan-perusahaan Israel yang terlibat dalam proyek pembangunan pemukiman ilegal yahudi di wilayah pendudukan.

Tentu saja hal-hal itu, serangan teror dan minyak Norwegia, terkait.

Bahkan selama beberapa tahun terakhir Partai Buruh yang berkuasa, mengambil sikap tegas menentang agresi Israel atas Palestina. Sebagai contoh pada tahun 2006 menteri keuangan Norwegia menyatakan dukungan terhadap kampanye boikot atas produk-produk Israel hingga memaksa menlu Amerika antek Israel, Condoleza Rice, mengancam Norwegia dengan "konsekwensi politik yang serius". Para remaja korban pembunuhan Breivik di pulau Utoya pada hari yang sama dengan serangan bom terhadap kantor pemerintah Norwegia, adalah anggota angkatan muda Partai Buruh yang sangat bersemangat menyuarakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Saat terbunuh sebagian dari mereka tengah mengibarkan bendara Palestina dan sebagian lainnya mengenakan kaffiyeh, kain khas simbol perjuangan rakyat Palestina. Spanduk "boikot Israel" bertebaran di mana-mana.

Namun tentu saja hal-hal itu tidak pernah diungkit oleh media-media massa besar sebagai kebungkaman mereka pada sikap menlu Swedia Anna Lindh yang anti-Israel sebelum dibunuh oleh "orang gila" di siang hari bolong di tengah keramaian pada tahun 2003.

Dua hari sebelum serangan teror, anak-anak Partai Buruh itu menemui menlu Gahr Stoere dan mendesaknya untuk mengakui negara Palestina. Pada hari yang sama ketua angkatan muda Partai Buruh Eskil Pedersen melakukan wawancara dengan surat kabar
terbesar kedua Norwegia, "Dagbladet". Koran itu menulis tentang Partai Buruh sbb:

"Partai Buruh telah lama menjadi pendukung terhadap gerakan internasional untuk boikot atas produk-produk Israel, namun keputusan mereka pada kongres terakhir menuntut pemerintah Norwegia untuk mengenakan embargo ekonomi dan melakukan
kebijakan politik yang lebih keras terhadap Israel."

Stoere mengatakan: "Proses perdamaian Timur Tengah telah mandeg, dan meski seluruh dunia meminta Israel untuk patuh, mereka menolak. Kami generasi muda Partai Buruh meminta pemerintah untuk melakukan embargo ekonomi secara unilateral terhadap Israel. Kami sadar bahwa ini adalah pandangan yang drastis, namun menurut kami ini akan memberikan indikasi yang jelas bahwa kami lelah dengan kelakuan Israel, sesederhana itu."

Norwegia bukan satu-satunya negara yang setuju dengan ide boikot terhadap Israel dan mendukung perjuangan Palestina sebagaimana negara-negara Skandinavia lainnya, termasuk Swedia. Namun berbeda dengan negara-negara Eropa lainnya, Norwegia adalah negara kaya minyak yang tentunya sangat mengancam kepentingan ekonomi Israel jika benar-benar melakukan boikot.

Breivik sendiri, seorang anggota sebuah klub mason dan pendukung zionisme, adalah "orang gila". Namun ia tentu tidak melakukan tindakan teror sendirian. Beberapa saksi plus analisis para ahli menunjukkan bahwa ia dibantu oleh beberapa orang
lagi saat melakukan aksi terornya. Ia adalah "korban" dari program pengendalian pikiran inteligen Israel yang dikirim untuk memberikan pesan kepada pemerintah dan rakyat Norwegia: "jangan main-main dengan Israel."


Sumber:
"Massacre in Norway: Israel Strikes Back"; Rixon Stewart; Joe Quinn – War is Crime; 26 Juli 2011

Tuesday, 16 August 2011

Guillotine untuk Bibi


Hancur dari dalam. Mungkin tidak terbayangkan bahwa Israel, negara yang begitu kuat secara politik, ekonomi dan militer itu akan mengalami kehancuran seperti itu. Tapi beginilah kenyataannya, Israel tengah menjalani fase kritis yang bisa mengantarkan kepada kehancuran. Dan tragisnya kehancuran itu bukan karena musuh dari luar, melainkan dari dirinya sendiri.

Pada akhir Juni lalu aksi-aksi demo mulai terjadi di Israel menyusul terjadinya kenaikan harga keju, bahan makanan utama di Israel. Aksi semacam itu adalah yang pertama terjadi di Israel dan semua orang menyangka akan berakhir begitu saja. Namun itu adalah titik nadir dari tabu yang selama ini menjangkiti penduduk Israel, yaitu melakukan protes terhadap pemerintah sendiri. Tumbuh dari serpihan diaspora, menjadi bangsa tangguh secara ekonomi dan militer mengalahkan tetangga-tetangganya yang jauh lebih besar membuat rakyat Israel selama ini begitu bangga dengan pemerintahannya. Dan sekali tabu itu terlanggar, tidak ada lagi yang bisa menghalangi rakyat Israel untuk melakukan aksi-aksi lebih besar dan radikal.

Menyusul demo memprotes harga makanan, disusul kemudian dengan aksi demo menentang masalah perumahan. Protes ini terjadi menyusul disetujuinya oleh parlemen Israel undang-undang National Housing Committees, yang menempatkan otoritas pemberi persetujuan pembangunan pemukiman kepada komite-komite lokal. Komite-komite itu pada dasarnya berada di tangan pemerintah dan perusahaan-perusahaan konstruksi dan itu artinya adalah tidak ada lagi rumah untuk orang miskin. Padahal saat ini ada sekitar 80% rakyat yang menerima penghasilan kurang dari gaji rata-rata, padahal gaji rata-rata saja tidak akan bisa membuat rakyat untuk memiliki rumah sembari memenuhi kebutuhan makanan standar harian. Dalam situasi seperti itu, perbudakan tidak kentara mulai terjadi di Israel.

Dan akhirnya berbagai aksi protes itu memuncak pada tgl 10 Agustus lalu secara demonstratif: pisau guillotine, pisatu eksekusi mati yang menjadi simbol dari Revolusi Perancis, didirikan di pusat kota Tel Aviv di Rothschild Boulevard. Tempat itu telah menjadi pusat gerakan aksi demonstrasi dimana para pendemo memusatkan diri dengan mendirikan ribuan kemah untuk tinggal sementara selama aksi. Dari ukuran pisau itu yang sangat besar adalah mustahil kalau perdana menteri Bibi Netanyahu tidak mengetahui maksud dari para demonstran: mereka ingin "menghukum mati" dirinya.

Belum ada reaksi Netanyahu dan pemerintahannya atas aksi pisau guillotine itu. Apakah Netanyahu terus-menerus memegangi lehernya akhir-akhir ini? Tidak bisa dipungkiri inteligen pemerintah aktif memantau aksi-aksi demo tersebut. Mereka mengawasi para pemimpin demo yang muncul, mengumpulkan bukti-bukti asli maupun palsu, melakukan provokasi dan agitasi dan berbagi aksi yang tidak ingin diketahui masyarakat karena ilegal.

Sampai saat ini polisi dan tentara masih belum melakukan tindakan keras. Netanyahu akan berusaha membubarkan aksi-aksi itu sekaligus memberikan "cap negatif" atas gerakan itu agar tidak lagi muncul gerakan semacam itu.Jika upaya menjinakkan para pemimpin aksi demo, gangguan fisik akan dilakukan Netanyahu dan jajarannya seperti mematikan sumber air dan listrik pendukung aksi demo, jalan-jalan akan ditutup dengan berbagai alasan termasuk perbaikan, dlsb. Pelanggaran-pelanggaran akan menjadi penguasa, melawan amanah yang diberikan rakyat pada pemerintah.

Namun akankah Netanyahu bertahan? Tidak mungkin polisi dan tentara membubarkan ratusan ribu pendemo yang telah "melewati tabu" tanpa menimbulkan pertumpahan darah. Sebagian besar dari para pendemo memiliki latar belakang militer sebagai peserta wajib militer, atau tentara cadangan yang berpengalaman melakukan aksi brutal menindas rakyat Palestina.

Netanyahu dan para politisi harus memperhatian satu hal ini: ketidak siapan rakyat Israel untuk menyadari bahwa mereka sebenarnya tidak tinggal di negeri demokratis melainkan negara fasis. Ketika mereka menyadari hal itu, kekecewaan akan meledak dan meledaklah negeri Israel. Sebagian besar rakyat Israel tidak pernah menyadari, meskipun faktanya begitu besar dan nyata, bahwa negara mereka adalah negara ilegal yang berdiri di atas tanah rampokan dari rakyat Palestina, negara yang dikecam dan dikutuk oleh berbagai resolusi PBB dan organisasi-organisasi internasional lainnya.

Netanyahu kini di ujung tanduk. Beberapa hari lagi akan diadakan sidang Umum PBB. Pada tgl 20 September akan dilakukan sidang umum tentang kemerdekaan Palestina, yang kemungkinan akan mendapatkan dukungan besar dari lebih dari 140 negara. Israel, selain Amerika, mungkin hanya akan mendapat dukungan dari beberapa negara kecil di Pasifik. Dan beberapa jam setelah dukungan PBB, Palestina akan mendeklarasikan kemerdekaannya.


Sumber:
"Bibi Antoinette: Guillotine in Tel Aviv"; Roy Tov, dalam thetruthseeker.co.uk tgl 15 Agustus 2011

Monday, 15 August 2011

Pedophilia, Masalah Utama di Hollywood


Mantan bintang aktor remaja Corey Feldman baru-baru ini membuat pengakuan mengejutkan di acara televisi "Nightline" di stasiun televisi ABC.

Aktor yang kini berumur 40 tahun itu menyebutkan bahwa pedhopilia (penyakit kejiwaan berupa kecenderungan melakukan hubungan seks dengan anak kecil) adalah masalah terbesar dalam industri film Hollywood. Tidak hanya itu, menurut Feldman kecenderungan pedhopilia itu tidak hanya dialami para "kuli" dan "profesional", melainkan juga diderita oleh para penguasa industri ini.

Corey adalah bintang remaja yang pada tahun 80-an melejit namanya berkat film-film hit-nya seperti “The Goonies” dan “Stand By Me”.

"Saya bisa katakan bahwa masalah utama di Hollywood, di masa lalu, sekarang dan di masa mendatang, adalah pedophilia. Ini adalah masalah terbesar bagi anak-anak yang tumbuh di industri ini… ini dilakukan secara rahasia. Ini adalah masalah besar," katanya.

Menurut pengakuannya, ia dikelilingi oleh para pelaku pedhophilia sejak usia 14 tahun dan tidak menyadarinya hingga ia sadar setelah lebih dewasa. Merekalah, demikian pengakuannya, yang telah melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya dan juga terhadap sahabatnya sesama aktor remaja, Corey Haim, yang meninggal tahun lalu dalam usia 38 th.

"Ada seorang yang harus disalahkan dalam kematian Haim, dan orang itu adalah seorang penguasa Hollywood. Orang ini harus dibuka kedoknya namun sayangnya saya bukanlah orang yang bisa melakukan hal itu," kata Feldman.

Feldman dan Haim telah saling menceritakan pengalaman mereka, bahkan membukanya ke publik dalam acara "reality show" yang melibatkan keduanya, “Two Coreys” yang menyebutkan mereka berdua mendapatkan pelecehan seksual oleh dua orang berbeda secara bersamaan.

Feldman menambahkan dalam wawancara di "Nightline", bahwa para pelaku pedhopilia itu telah melakukan kejahatan selama bertahun-tahun tanpa tersentuh hukum. "Ini semua harus dihentikan, harus dihentikan!" katanya.

Sepeninggal Haim, terdapat perselisihan antara keluarga Feldman dan Haim. Saat Haim meninggal tahun lalu, keluarganya melarang Feldman hadir dalam pemakaman. Dan saat pembawa acara "Nightline" menghubungi keluarga Haim untuk meminta komentar atas pernyataan Feldman, mereka menolak berkomentar dan meminta Feldman tidak menyinggung-nyinggung Haim.


Sumber:
Huffington Post – August 13, 2011

Friday, 12 August 2011

PARA ANGGOTA KOMANDO SEAL ITU TIDAK BISA LAGI BICARA


Satu demi satu pasukan komando yang menyerbu kompleks peternakan milik David Koresh dalam Tragedi Waco tahun 1993 yang menewaskan belasan anak-anak tak berdosa itu meninggal secara misterius. Ini adalah cara untuk membungkam kebenaran peristiwa mengenaskan ini dari kemungkinan terbongkar oleh mulut-mulut anggota pasukan komando itu. Hal yang sama terjadi pada para anggota pasukan komando sEAL Team 6 yang disebut-sebut sebagai pasukan yang menyerbu dan membunuh Osama bin Laden beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diberitakan di berbagai media massa, pada tgl 6 Agustus lalu sebuah helikopter militer Amerika jatuh di Afghanistan menewaskan 31 personil militer Amerika, 20 di antaranya anggota komando SEAL Team 6. Menurut informasi, Team 6 adalah tim paling elit dalam komando SEAL yang hanya melakukan operasi-opesi militer paling sulit dan kompleks, rahasia, dan sering harus melanggar hukum internasioal.

Keterangan resmi Amerika menyebutkan kecelakaan itu disebabkan tembakan rudal Taliban. Kejadian sebenarnya jauh dari keterangan itu, dan Amerika sangat berpengalaman dalam hal-hal seperti ini.

Telah menjadi pengetahuan luas di kalangan inteligen internasional bahwa Osama bin Laden telah meninggal jauh-jauh hari karena penyakit. Pada bulan Maret 2000 majalah Asia Week memberitakan masalah kesehatan Osama, menyebutnya menderita sakit ginjal akut yang mengancam jiwanya. Sebelum peristiwa WTC 11 September 2001, ia yang merupakan agen rahasia CIA sejak invasi Uni Sovyet atas Afghanistan tahun 1979, menjalani perawatan di rumah sakit militer Amerika di Dubai. Pada saat itu Osama dirawat oleh tim kesehatan pimpinan Dr. Terry Callaway.

Saat itu bin Laden menginap di salah satu ruang VIP Suite, menerima kunjungan keluarga dan teman-temannya dari keluarga raja-raja dan Emir Arab. Pada saat itu seorang anggota CIA yang beroperasi di Dubai mengunjungi ruangan Osama. Beberapa hari kemudian anggota CIA itu membual kepada beberapa orang tentang pertemuannya dengan Osama. Pada tgl 15 Juli 2000 atau sehari setelah Osama kembali ke Pakistan, sang agen ditarik ke Amerika.

Apa yang dikatakan Amerika tentang kematian Osama bin Laden beberapa waktu lalu sungguh menggelikan. Tidak ada bukti forensik, foto, dan mayat yang dikubur di dasar laut. Apa yang terjadi dalam drama kematian Osama bin Laden oleh serangan pasukan SEAL di Abbottabad, Pakistan merupakan bagian dari operasi inteligen psikologi terbesar paling mematikan, mahal, dan lama, "War on Terror."

Dan kini para anggota SEAL Team 6 telah meninggal. Mayat-mayat tidak akan berbicara.


Sumber:


"Inside Scoop: Shot Down Black-Op Seals Won't Be Talking Now"; Julis Sequerra; Before It's News; 7 Agustus 2011

KAPAL INDUK PERTAMA CINA TELAH BERLAYAR


Kapal induk pertama Cina telah memulai pelayarannya, 10 Agustus lalu, membangkitkan kekhawatiran saingan-saingan politik Cina, terutama Amerikan dan sekutu-sekutunya di Asia tentang ambisi militer Cina, negara yang pada tahun 2016 nanti diprediksi menggeser Amerika sebagai kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Kapal induk yang merupakan daur ulang bekas kapal Rusia itu meninggalkan pelabuhan Dalian, menembuas kabut laut dengan tiga kali raungan terompet. Kapal yang masih belum 100% rampung sepanjang 300 meter ini akan segera disusul oleh tiga kapal sejenis, menimbulkan kekhawatiran bahwa Cina, yang tengah merencanakan pembangunan beberapa kapal induk lainnya, akan menimbulkan ketidakstabilan baru di kawasan Asia Timur.

Ni Lexiong, seorang analis kemaritiman Cina di Shanghai University of Political Science and Law, mengomentari peristiwa itu: "Kami telah menjadi kekuatan maritim, maka kami memerlukan kekuatan yang sesuai baik berupa kapal induk atau kapal-kapal perang lainnya. Sama seperti yang dilakukan Amerika dan Inggris".

Sementara koran Xinhua menambahkan: "Membangun angkatan laut yang kuat adalah hal tak terelakkan terkait kemajuan Cina. Ini juga pilihan yang tidak terelakkan bagi suatu negara untuk menjamin keamanan kepentingan nasionalnya dalam persaingan global".

Namun Chengxin Pan, seorang ahli tentang China di Deakin University Australia, memiliki pandangan lain. Menurutnya perkembangan ini, "bagi beberapa negara tetangganya hal ini mencerminkan sesuatu yang berbeda dan tidak menyenangkan. Adalah tidak terelakkan bahwa beberapa negara tetangga akan bereaksi negatif, khususnya terkait dengan perselisihan perbatasan ahkhir-akhir ini di Laut Cina selatan termasuk insiden perbatasan antara Cina dan Jepang tahun."

Ashley Townshend, pakar dari Lowy Institute for International Policy di Sydney, mengatakan bahwa China membutuhkan setidaknya tiga kapal induk jika benar-benar menginginkan untuk memiliki kakuatan laut yang sebenarnya. Ia menambahkan Cina juga harus membangun kapal-kapal dan pesawat terbang pendukung yang semuanya membutuhkan waktu 10 tahun.

Tetangga China, India dan Thailang telah memiliki kapal induk sementara Australia tengah membangun 2 kapal induk serbaguna. Sedangkan kekuatan kapal induk terbesar adalah Amerika dengan 11 kapal induk.

Mantan panglima AL Philippine yang tengah terlibat perselisihan laut dengan Cina, Admiral Ferdinand Golez mengatakan negerinya tidak perlu khawatir dengan perkembangan baru Cina dengan mengatakan bahwa kapal induk adalah kekuatan ofensif dan Cina tidak dalam posisi untuk melakukan aksi ofensif terhadap tetangga-tetangganya.

Meski jubir Pentagon meremehkan perkembangan terakhir ini, Amerika patut khawatir dengan kemajuan AL Cina. Cina telah membangun sejumlah besar kapal selam bertenaga nuklir, kapal-kapal perang serta rudal balistik anti kapal canggih di saat negara-negara lain dilanda kesulitan ekonomi dengan harus mengetatkan anggaran militernya.

Selama ini Cina telah terlibat dalam sengketa perbatasan laut dengan banyak negara tetangganya seperti Jepang, Vietnam dan Philippina. Beberapa insiden seperti tabrakan kapal serta pelanggaran perbatasan menjadi insiden biasa, namun menimbulkan reaksi diplomatik yang panas.

Anggaran belanja militer Cina telah meningkatn tajam hingga 70% dalam lima tahun terakhir. Sementara Jepang yang dilanda krisis keuangan harus memotong anggarannya hingga 3% dalam periode yang sama.


Sumber:

"China’s first aircraft carrier takes to the seas"; Lee Moran – Daily Mail August 10, 2011 dalam thetruthseeker.co.uk; 11 Agustus 2011.

MENCINTAI KELUARGA ROSUL


Dicopas dari akun fb Tiara Dakwatuna dalam akun fb Shiah Jawi


Ya Rasul "Berat nian umat Menerima Ahlul Baitmu". Tuhanku... gemintang langit-Mu telah tenggelam. Semua mata makhluk-Mu telah tertidur tapi pintu-MU terbuka lebar buat pemohon kasih-Mu. Aku datang menghadap-Mu mengadukan kepedihan hatiku. Illahi Semua mata telah tertidur. Engkau Maha Raja Yang Hidup dan Jaga Ya Rabbi para penguasa telah menutup pintu-pintunya dan punggawa telah siap menjaga. Tapi pintu-Mu selalu terbuka buat para peminta. Aku datang pada-Mu agar Engkau manatapku dengan belas kasih-Mu mendengar kesedihan batinku ... Kuadukan kemampatan hatiku pada-MU Illahi... Pada keengganan sebagiam umat yang mengaku pengikut Muhammad. Pada kegelisahan sebagian umat manakala mendengar ungkapan indah keluarga Nabi saww. Pada kerisihan sebagian umat pada nama-nama Ali bin Abi Thalib al awshiya as, Fatimah az zahra as, Hasan al Mujtaba as, Husain sayyid al syuhada as, Ali bin Husain Zaenal Abidin bin Husain as, Muhammad Baqir al Ulum Ja'far al Shadiq, Musa al Kadzim, 'Ali al Ridha Muhammad al Taqiy, Ali al Naqiy Al Hasan al 'Askary, Muhammad al mahdi. Padahal ENGKAU ILLAHI berfirman pada Rasul-MU "Katakanlah (wahai Muhammad) :"Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali KASIH SAYANG KEPADA AL QURBA (Ahlul Bayt) (QS 42:23). Apakah sebagian umat mengingkari Ibnu Faris yang menyebut AL Qurba sebagai Ahlul Bayt membelakangi al Zamakhsyary yang menjelaskan bahwa Al Qurba adalah masdar dari al Zulfa dan al Busyra yang berarti Keluarga Rasulullah. Menolak Muhibuddin al Thabary, Jalaludin Al Suyuthi, An Nasafy, Fakhr al razi, Ibnu Hajar al Haitami, Ibnu hajar al Asqalany, Kamaluddin Ibnu Talhah, al Hamwaini, Abu Hayyan, Ibnu katsir, dan puluhan ulama lain yang semua menunjukkan bahwa ayat tersebut merujuk pada Ahlul Bayt... Illahi Kudapati kecurigaan sebagian manusia yang mengaku umat Muhammad kala mereka berkata "mengapa hanya perkataan-perkataan mereka yang engkau sampaikan" bukankah ada ribuan sahabat, kemana mereka?" Illahi... mereka gelisah ketika perkataan Keluarga Nabi-Mu disebut namun tak menunjukan kegelisahan yang sama manakala tak satupun kata yang merujuk pada yang ENGKAU PERINTAHKAN UNTUK MENCINTAI SEBAGAI IMBALAN ATAS SERUAN NABI-MU. Mereka menyebut "kami mencintai keluarga Nabi" tapi ruang-ruang tarbiyah mereka nyaris sepi dari nasehat-nasehat keluarga Nabi-Mu. Illahi Engkau saksikan sepinya halakoh dari senandung sholawat atas Nabi-Mu dan Ahlul Bayt Rasul. Jika itu ada ia hanya sebatas formalisme yang diungkapkan Murabi dalam kata pembuka... Padahal Engkau Illahi berfirman "Salam sejahtera untuk keluarga Yasin" (QS37:130). Bukankah Ibnu Hajjar, Fakhrurazi, Abu Bakar bin Syihabuddin dan sederet ulama lainya menyebutkan bahwa Keluarga Yasin adalah sebutan-MU yang lain untuk keluarga Nabi-Mu Illahi...Robbi ENGKAU meneladankan Sholawat atas keluarga Nabi-MU... namun sebagian umatmu membuntungkan sholawat dengan tak menyertakan salam untuk keluarga Nabi-Mu Illahi ... Apakah karena keengganan mereka pada keluarga Nabi-Mu menyebabkan mereka tak sanggup menangkap I'jaz Al Qur'an, tak mampu mencerap Zubar dan Bayyinah pada deretan huruf Hijaiyah yang menyusun kata Yasin dalam firman-MU? Padahal Illahi mereka kukenali sebagai yang rajin mentilawahi firman-MU mentadaburi ayat-ayat-Mu. Illahi apakah ini pertanda dari perkataan Rasul-Mu, "Aku meninggalkan untuk kalian dua peninggalan yang sangat berharga (tsaqalain), yang pertama adalah kitab Allah Al Qur’an. Di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya. Laksanakanlah kitab Allah itu dan berpegang teguhlah kalian padanya". Kemudian Rasulullah saw melanjutkan, "dan berpeganglah pula pada Ahlul baitku...! Aku ingatkan kalian akan ahlul baitku! Aku ingatkan kalian akan ahlul baitku ! Aku ingatkan kalian akan ahlul ba’itku.” [1] ...dan sesungguhnya aku akan menanyakan pada kalian kelak tentang keduanya. Karenanya, janganlah kalian mendahului keduanya, nanti kalian akan celaka dan binasa, janganlah mengurangi hak-hak keduanya nanti kalian akan celaka dan binasa. Dan, jangan menggurui Ahlul Bait, karena sesungguhnya mereka lebih pandai daripada kalian. [2] Apakah karena mereka hanya mencukupkan diri pada perkataan kami mencintai keluarga Nabi tanpa sudi memasuki pintu-pintu ilmu keluarga Nabi menyebabkan mereka terjauhkan dari kota Ilmu Nabi Duhai Illahi? Ingin kuadukan beban hatiku pada bundaku Fatimah Az Zahra as. Ingin kutumpahkan air mataku pada beliau pada sikap mereka terhadap putra-putra beliau, pada ketaksanggupanku membagikan cinta Ahlul Bayt Nabi-Mu pada sahabat-sahabatku, pada ketaksanggupanku menyaksikan Kesedihan Rasul-Mu, pada keberatan umat menerima keluarga Nabi-Mu. Duhai Illahi Rabbi washi Rasul-Mu berkata "manusia memusuhi karena ketidak tahuannya". Barangkali keengganan mereka lantaran ketidak tahuannya, maka duhai Tuhanku gerakkan seluruh semesta untuk mencerahi mereka menyemai bunga-bunga cinta pada keluarga Nabi-Mu dengan segenap Cinta yang tak berhenti pada makna dan kata. Tumbuhkan tunas cinta dalam hati dan jiwa mereka pada keluarga Nabi-Mu pada muara cinta kepada Ahlul Bayt. Duhai para Imamku melalui tawasul atas kalian sampaikan permohonanku pada illahi Robbi. Salam sejahtera untuk Rasulullah dan Ahlul Bayt Allahumma sholi ala Muhammad wa ali muhammad... Elegi kesedihanku pada sikap saudara-saudaraku di Group Indonesia Masih Ada Harapan...

[1] (HR. Muslim dalam Bab Fadha’il Shabah, juz 15 hsl 179, Ibnu Hajar dalam shawa’iq hal 342, an Nabhani, asy syaraf al Mu’abbad hal 36 [2] At Thabrani sebagimana dimuat dalam kitab shawa’iq al Muhriqah hal 342

Friday, 5 August 2011

NYARIS BANGKRUT, AMERIKA HAMBURKAN UANG UNTUK "DRONE"


Dengan hutang mencapai $14 triliun dan harus terus berhutang untuk membiayai belanjanya, sementara beberapa pemerintah daerah telah menyatakan bangkrut, pemerintah Amerika memutuskan untuk menghamburkan dana senilai $23 miliar untuk membeli pesawat-pesawat terbang tanpa awak (drone).

Berdasarkan APBN pertahanan yang telah ditetapkan, pemerintah Amerika dalam waktu beberapa tahun mendatang akan membeli 55 pesawat drone Global Hawk yang masing-masing berharga $218 juta, atau 10x lipat harga pesawat drone terbesar saat ini.

Global Hawk mampu terbang 2x lebih tinggi dari pesawat komersial dan mampu melihat gerakan musuh pada jarak 160 km. Saat itu juga pesawat akan mengirimkan data inteligen musuh yang diketahui kepada pusat kendali inteligen atau langsung ke komando militer terdekat.

Global Hawk akan menggantikan pesawat mata-mata U-2 yang saat ini digunakan militer Amerika sejak era Perang Dingin. Mengirimkan pesawat mata-mata tanpa awak ke medan perang, meski mahal, dianggap cara yang paling tepat untuk mengurangi jumlah korban jiwa. Meski dianggap kuno, U-2 sebenarnya cukup efektif menjalankan misi militernya, termasuk misi militer di medan perang terbaru di Afghanistan dan Irak.

Satu tim ahli berjumlah 50 insinyur akan memimpin pembangunan pesawat-pesawat Global Hawk drones itu di Palmdale, California. Angkatan Udara Amerika akan menginvestasikan $12 miliar untuk proyek itu, ditambah Angkatan Laut yang akan menggelontorkan jumlah yang sama demi mendapatkan versi sendiri pesawat tersebut yang cocok untuk operasional laut.


Sumber:
"US buys most expensive drones ever"; Russia Today – August 3, 2011 dalam thetruthseeker.co.uk; 5 Agustus 2011

Wednesday, 3 August 2011

INTELIGEN IRAK KONFIRMASI WAHABI BERASAL DARI YAHUDI

Keterangan gambar: Raja Faisal dan Lawrence of Arabia. Dengan dukungan Lawrence yang adalah agen zionis Inggris sekaligus seorang homoseks, Raja Saudi berhasil duduk di kursi kekuasaan setelah memberontak (bughot) terhadap kekhilafahan Turki.



Meski berita-berita tentang asal-asal usul gerakan Wahabi-Salafiyun dari kaum yahudi sudah sering dibahas, artikel di bawah ini memiliki kredibilitas lebih karena berasal dari penelitian inteligen Irak sebelum diserbu oleh Amerika tahun 2003 lalu. Menurut penelitian ini gerakan ini bukan sekedar didukung oleh kaum zionis yahudi, dua tokoh utama gerakan ini: Raja Saud (pendiri dinasti Saudi) dan Abdul Wahhab (pendiri gerakan Wahabi yang kini bermetamorfosis menjadi Salafiyun demi membersihkan sejarah masa lalunya yang kelam)adalah orang-orang yahudi Donmeh, kaum yahudi Turki yang berpura-pura masuk Islam namun diam-diam tetap mempertahankan keyakinan lamanya.

Berikut adalah artikel aslinya yang dimuat di blog thetruthseeker.co.uk tgl 3 Agustus 2011:


2002 Iraqi Intel Reported Wahhabis Are of Jewish Origin

By wmw_admin on August 3, 2011
David Livingstone – A Three Thousand Year History August 2, 2011

The U.S. Department of Defense has released translations of a number of Iraqi intelligence documents dating from Saddam’s rule. One, a General Military Intelligence Directorate report from September 2002, entitled “The Emergence of Wahhabism and its Historical Roots”, shows the Iraqi government was aware of the nefarious purposes of the Wahhabis of Saudi Arabia, often known as Salafis, in serving Western interests to undermine Islam.

The report relies heavily on the Memoirs of Mr. Hempher, which describe in detail how a British spy to the Middle East, in the middle of the eighteenth century, made contact with Adbul Wahhab, to create a subversive version of Islam, the notorious sect of Wahhabism, which became the founding cult of the Saudi regime. The movement was temporarily suppressed by the Ottomam armies in the middle of the nineteenth century. But with the assistance of the British, the Wahhabis and their Saudi sponsors returned to power and founded their own state in 1932. Since then, the Saudis have collaborated closely with the Americans, to whom they owe their tremendous oil wealth, in funding various Islamic fundamentalist organizations and other American covert operations, particularly the “jihad” in Afghanistan. But the Saudis simulatenously use the immense wealth at their dispossal to disseminate this disruptive brand of Islam to various parts of the world, categorized by some of the largest propaganda campaign in history.

Many who defend Wahhabism as a legitimate reform movement of Islam have tried to dismiss the Memoirs as a spurious fabrication. These include Bernard Haykel, Professor in Near Eastern Studies at Princeton University, who, without providing any evidence, presumes the Memoirs to have been created by Ayyub Sabri Pasha.

However, while the Memoirs only emerged in the 1970s, Pasha wrote his version of the story already in 1888. Ayyub Sabri Pasha was a well-known Ottoman writer and Turkish naval admiral, who served the Ottoman army in the Arabian Pensinsula, writing several works about the region and it’s history. Including The Beginning and Spreading of Wahhabism, where he recounts Abdul Wahhab’s association and plotting with Hempher.

In addition to that revealed in the Hempher Memoirs, the Iraqi intelligence report also makes known some surprising claims, derived from works circulated in Arabic which have not been translated into English. As the report recounts, both Abdul Wahhab, and his sponsor, ibn Saud, who founded the Saudi dynasty, were of Jewish origin.

For example, D. Mustafa Turan wrote, in The Donmeh Jews, that Muhammad ibn Abdul Wahhab was a descendant of a family of Donmeh Jews from Turkey. The Donmeh were descendants of followers of the infamous false-messiah of Judaism, Shabbetai Zevi, who shocked the Jewish world in 1666 by converting to Islam. Viewing it as a sacred mystery, Zevi’s followers imitated his conversion to Islam, though secretly keeping to their Kabbalistic doctrines. In Europe, the Shabbeteans were eventually led a century later by Jacob Frank, claiming to be a reincarnation of Zevi. And, according to Rabbi Antelman in To Eliminate the Opiate, to them belonged the Rothschilds who had a hand in the founding of the Bavarian Illuminati. The Donmeh community of Turkey were concentrated in the city of Salonika, which became a hotbed of Masonic activity, and from which the Young Turk movement evolved, which aided in the collapse of the Muslim empire of the Ottoman Turks. There is evidence that Ataturk himself, the founder of the modern Turkish state, was of Donmeh origin as well.

Turan maintains that Abdul Wahhab’s grandfather, Sulayman was actually Shulman, having belonged to the Jewish community of Bursa in Turkey. From there he settled in Damascus, where he feigned Islam, but was apparently expelled for practicing sorcery. He then fled to Egypt and he again faced condemnation, so made his way he to the Hijaz, where he got married and fathered Abdul Wahhab. According to the report, the same is claimed in The Donmeh Jews and the Origin of the Saudi Wahabis, Rifat Salim Kabar.

The notion of the Saudi family being of Jewish heritage has been published by Mohammad Sakher, who, it is claimed, was ordered killed by the regime for his revelations. The report relates a similar account, but from different sources. According The Wahabi Movement/The Truth and Roots, by Abdul Wahhab Ibrahim Al-Shammari, for example, ibn Saud is actually descended from Mordechai bin Ibrahim bin Mushi, a Jewish merchant from Basra. Apparently, when he was approached by members from the Arabian tribe of Aniza, then claimed to be one of them, and traveled with them to Najd and his name became Markhan bin Ibrahim bin Musa.

Additionally, Abdul Wahhab was descended from Wahib Al-Tamimi, so, as reported by al Said Nasir, in The History of the Saud Family, the Saudi ambassador in Cairo, Abdullah bin Ibrahim al Mufaddal, paid Muhammad Al-Tamimi thirty five thousand Jinee in the year 1943, to forge a family tree of the Saudi family and that of Abdul Wahhab, and merge them into one, claiming their origin from the Prophet Mohammed.

While it would be difficult to independantly authenticate these claims, they are interesting in light of the role that the state of Saudi Arabia has and continues to play with regards to supporting and advancing Western power in the Middle East and elsewhere. Especially astounding is the very dubious and virulent form of Islam, that Wahhabism and Salafism represent, which is currently wrecking havoc on Islamic traditions, and dividing the Muslim community in petty squabbles over trivial details, allowing the War on Islam to proceed effectively unchecked

Tuesday, 2 August 2011

ZIONIS BERGEMBIRA ATAS TRAGEDI NORWEGIA


BETAPA MENGHERANKANNYA ORANG-ORANG ZIONIS YAHUDI ITU. PADA SAAT RAKYAT NORWEGIA DAN DUNIA BERDUKA ATAS TRAGEDI YANG MENIMPA PARA KORBAN TERORIS, ORANG-ORANG ZIONIS ITU JUSTRU BERGEMBIRA KARENA KEBERHASILAN MENYINGKIRKAN PARA PENDUKUNG PALESTINA DI BUMI NORWEGIA.

UNTUK LEBIH LENGKAPNYA SILAKAN BACA DI SINI: http://incogman.net/08/2011/gleeful-ziofreaks-happy-about-norway-killings/