Thursday, 20 December 2012

SIAPA PENEMBAK SEBENARNYA DI CONNECTICUT?

OBAMA: Hey, Bibi … did you guys really kill those twenty kids in Connecticut?
BIBI:  Yeah, sure. And our next job is to wipe out the penguins in Antarctica. Those darn penguins refuse to accept Jews at the South Pole.
OBAMA: Well, I don’t blame ‘em — they’re smart birds!
(Lasha Darkmoon)
 

Beberapa kasus penembakan massal yang terjadi selalu melaporkan hal-hal berikut: penembak amatir seorang diri, menenteng beberapa senjata sekaligus, tanpa perlawanan dan penembak melakukan aksinya selama waktu yang cukup lama.

Coba Anda bayangkan sendiri, bagaimana sulitnya seseorang melakukan hal itu semua, meski seorang pembunuh professional sekalipun. Apalagi dengan keterangan berikut: penembak melakukan aksinya dari satu ruangan ke ruangan lain, seakan ruangan-ruangan itu telah dikunci dari luar sebelumnya sehingga orang-orang di dalamnya tidak bisa menyelamatkan diri.

Omong kosong-omong kosong seperti itu pulalah yang kini menjadi pemberitaan media-media massa mengenai peristiwa penembakan massal di Connecticut, Amerika, baru-baru ini, meski fakta sebenarnya tidak demikian halnya.

Menurut seorang saksi mata, George Freund, 2 orang terlihat melarikan diri dari sekolah setelah kejadian penembakan tersebut yang diperkirakan adalah anggota gerombolan penembak.

"Ada 2 orang yang melarikan diri. Polisi telah menangkap mereka. Orang yang disebut-sebut sebagai pelaku dinyatakan tewas. Kemudian polisi menyebut-nyebut adanya "latihan"," kata Freund.

Wednesday, 19 December 2012

ANTARA ANWAR IBRAHIM DAN HABIBIE

Hubungan Indonesia dengan Malaysia kembali memanas setelah munculnya satu tulisan di harian "Utusan" Malaysia yang mengecam mantan presiden Habibie sebagai "pengkhianat" dan menyamakannya dengan "pengkhianat" Malaysia, Anwar Ibrahim.

Kecaman tersebut ditulis oleh mantan menteri penerangan Malaysia dan tokoh partai berkuasa Malaysia UMNO, setelah Habibie menemui Anwar Ibrahim di Malaysia. Pertemuan tersebut tentu saja mendapat perhatian publik Malaysia yang menganggap Anwar sebagai tokoh antagonis, dan menganggap kunjungan Habibie sebagai bentuk dukungan kepadanya dan karenanya dianggap telah melukai perasaan rakyat Malaysia.

Bagi yang belum memahami siapa Anwar, silakan simak fakta-fakta berikut: ia adalah anggota sebuah organisasi zionisme yang bermarkas di Timur Tengah, ia pernah menyatakan "akan melindungi hak-hak negara Israel" dan ia mengecam UU anti homoseksualisme sebagai usang dan ketinggalan jaman.

Awalnya dahulu ketika masih menjadi seorang "liberal idiot" yang menganggap berita dan tulisan-tulisan di media massa "mapan" sebagai kebenaran sejati, saya sangat mengagumi Anwar Ibrahim. Media-media massa nasinal Indonesia menyebutnya sebagai tokoh Islam yang moderat, bijak dan progressif meski selama kiprahnya di dunia politik tidak ada satupun aspirasi ummat Islam yang diperjuangkannya. Kini saya sudah tidak idiot lagi dan media massa tidak bisa lagi mengibuli saya.

Pada bulan Februari tahun 2011 lalu publik Malaysia digemparkan dengan munculnya video seks Anwar Ibrahim dengan seorang wanita muda di sebuah kamar hotel. Dalam video tersebut tampak Anwar Ibrahim ditemani asistennya yang memiliki panggilan Elsay, yang sibuk memeriksa keamanan kamar sebelum meninggalkan Anwar bersama si wanita muda.

Setelah video tersebut beredar luas di masyarakat, Elsay akhirnya memberikan kesaksian di depan publik bahwa dia dan Anwar Ibrahim memang benar orang-orang yang tampak di dalam video tersebut. Untuk memperkuat kesaksiannya itu Elsay mengaku memiliki jam tangan merek "Omega" milik Anwar yang tertinggal di kamar hotel. Tidak hanya itu Elsay bahkan menyatakan kesediaannya menjalani uji kebohongan. Terakhir, Elsay rela menjalani "muhabalah" yaitu sumpah di atas sumpah atau istilah bekennya "sumpah pocong". (Muhaballah sama sekali bukan suatu perbuatan yang "ngawur" akibat identifikasinya dengan "sumpah pocong" yang bahasanya berkonotasi negatif. Muhaballah atau sumpah pocong adalah satu syariat dalam Islam yang juga telah dipraktikkan oleh Rosulullah kala menghadapi kebohongan utusan-utusan kaum Kristen Najran, Yaman).

PEDOPHILIA YG SEGERA DILEGALISIR (2)

"Kita akan hancurkan semua identitas kolektif (negara, agama, ras, bangsa) kecuali identitas kolektif kita (yahudi)" (Protocols of the Learned Elders of Zion)



Apa yang terjadi pada anak-anak sekarang sepertinya dipersiapkan bagi tumbuh kembangnya pedophilia di masa mendatang. Hormon pertumbuhan kini banyak terdapat di segala jenis makanan dan minuman, merangsang anak-anak tumbuh lebih cepat secara seksual, dalam skala besar-besaran. Namun media massa memberikan dampak yang lebih dahsyat lagi. Betapa banyak acara-acara televisi yang mendorong anak-anak untuk tumbuh dewasa lebih cepat dari seharusnya? Acara-acara seperti "Idola Cilik" misalnya, mendorong anak-anak berdandan dan bertingkah laku seperti anak dewasa.

DR. Milton Diamond, profesor dari University of Hawaii dan Direktur Pacific Center for Sex and Society, mengatakan bahwa pornografi anak-anak bisa memberikan "keuntungan" bagi masyarakat karena orang-orang yang memiliki kecenderungan sebagai pedophilia bisa menggunakan pornografi (gambar-gambar atau visualisasi berkonotasi porno) anak-anak sebagai pengganti hubungan seks dengan anak-anak."

DR. Milton ingin pornografi anak-anak dilegalkan. Tidak mengherankan bila Milton berkata demikian. Ia adalah bagian dari masyarakat yang memiliki kecenderungan penyimpangan seks tertinggi, yaitu yahudi. Ia adalah bagian dari masyarakat yang ingin menghancurkan seluruh identitas kolektif kecuali identitas kolektif bangsanya sendiri agar bangsanya itu bisa berkuasa di muka bumi.

Friday, 14 December 2012

INTERVENSI BARAT YG (SEPERTINYA) TAK TERHINDARKAN

IRAN: MUSUH AKAN KALAH DI SYRIA


"Big brother", "pembohong besar" tengah melancarkan perang terhadap Syria. Seperti kata Sun Tzu, filsuf kuno Cina, "semua perang adalah tipu daya". Jaringan komunikasi global, senjata-senjata canggih, teroris dan para jurnalis bandit membuat ancaman perang besar di Syria semakin tak terhindarkan.

Pada tgl 7 Desember lalu media Rusia, Voice of Russia menuliskan judul utamanya, "Iraq 2.0, another false-flag invasion rated XXX", melaporkan: "Amerika dan NATO telah siap untuk menyerang Syria, sesuatu yang telah kita peringatkan sejak beberapa waktu lalu. Tampak jelas bahwa mereka tengah mencari-cari alasan, dan alasan itu telah dijejalkan ke tengah-tengah masyarakat."

Voice of Russia menyebut alasan itu adalah isu senjata kimia Syria yang dibesar-besarkan media massa kriminal barat dan jejaringnya. Gas sarin disebut-sebut telah ditanamkan di dalam bom-bom militer Syria, namun tidak satu pun bukti yang disebutkan.

"Senjata-senjata kimia itu telah siap digunakan, hanya belum diangkut ke dalam pesawat-pesawat," kata seorang pejabat Amerika yang dikutip media massa barat. Disusul kemudian oleh pernyataan bernada ancaman, berdasarkan tuduhan yang tidak terbukti tersebut.

"Setiap penggunaan senjata kimia oleh regim Syria tidak akan ditolerir," kata jubir kemenhan Amerika, George Little.

Menhan Leon Panetta sendiri tidak mau kalah. Katanya, "Menurut saya tidak ada pertanyaan yang perlu diajukan bahwa kami sangat-sangat khawatir bahwa pada saat pasukan oposisi mengalami kemajuan khususnya di Damaskus, regim Syria mempertimbangkan  penggunaan senjata kimia. Informasi-informasi yang kami miliki membuat kami mempertimbangkan hal ini dengan serius."

"Presiden Amerika Serikat telah menyatakan dengan tegas bahwa akan ada konsekuensi serius jika pemerintahan Assad membuat kesalahan yang membahayakan dengan menggunakan senjata-senjata kimia kepada rakyatnya sendiri," tambah Panetta.

Pada tgl 7 Desember deputi menlu Syria Faisal Miqdad menyatakan, "Syria menekankan kembali, untuk ke 10 hingga ke 100 kalinya, bahwa jika kami memiliki senjata-senjata (kimia) itu, tidak akan kami gunakan kepada rakyat kami sendiri. Kami tidak akan melakukan bunuh diri." Namun bantahan itu seperti tidak ada artinya dibandingkan kampanye perang terhadap Syria.

EKS PANGLIMA AU ISRAEL: WAKTU BERPIHAK PADA IRAN

"Waktu hanya berpihak pada satu sisi. Iran adalah ahli dalam urusan negosiasi. Mereka penemu permainan catur. Mereka tahu bagaimana harus bertindak. Kini waktu berpihak pada mereka," kata mantan panglima angkatan udara Israel marsekal Ido Nehushtan dalam konperensi The Jerusalem Post Diplomatic Conference yang diselenggarakan di kota Herzliya, Israel, Rabu (12/12).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kaitan dengan krisis nuklir Iran antara Israel-Amerika di satu sisi melawan Iran di sisi lain.

Menyinggung implikasi krisis nuklir yang bakal terjadi, Ido membandingkannya dengan krisis nuklir Kuba tahun 1962 antara Amerika di satu sisi melawan Uni Sovyet dan Kuba di sisi lain. Kala itu Sovyet bermaksud menempatkan rudal-rudal nuklirnya di Kuba yang mengancam telak keamanan Amerika, sehingga memicu ketegangan yang sangat serius dan nyaris menimbulkan perang nuklir.

"Bisakah Anda mengendalikan krisis yang ditimbulkan oleh satu regim ekstrim Islam?" tanyanya pada audiens.

"Ini adalah wilayah yang panas yang tidak dibuat untuk terjadinya suatu perang dingin. Ini bukan hanya masalah bagi Israel, namun juga bagi kawasan bahkan seluruh dunia," tambahnya.

Wednesday, 12 December 2012

SUDAN AKAN BANGUN PANGKALAN LAUT IRAN

Sudan dikabarkan akan segera membangun pangkalan militer laut untuk Iran di Laut Merah. Demikian laporan yang ditulis oleh koran oposisi Hurriyat, Senin (10/12) dengan mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya. Sebelumnya pada Minggu (9/12) kelompok pemberontak "The Justice and Equality Movement (JEM)" juga menuduh Presiden Sudan Omar Bashir telah membuat kesepakatan dengan Iran untuk membangun pangkalan laut di Port Sudan atau di tempat lain di Laut Merah.

Tuduhan-tuduhan tersebut muncul setelah dua kapal perang Iran, frigat "Jamaran" berbobot 1.400 ton dan kapal pengangkut perbekalan berbobot 4.700 ton "Bushehr", merapat di pelabuhan Port Sudan, Sabtu pagi (8/12).

Mahjoub Hussein, jubir kelompok JEM, mengatakan bahwa kunjungan kedua kapal yang merupakan kali kedua dalam sebulan terakhir, tidak ditujukan kepada Israel, melainkan menguji reaksi negara-negara kawasan terhadap kemungkinan pembangunan pangkalan Iran di Sudan.

Di sisi lain jubir militer Sudan, Kolonel Al- Sawarmi mengatakan kepada pers Sudan, Jum'at (7/12), bahwa kunjungan kapal-kapal perang Iran itu merupakan bagian dari "kerjasama militer" dengan Iran. Kedua kapal berada di pelabuhan Port Sudan selama tiga hari, dan selama itu keduanya menerima kunjungan masyarakat.

Iran akhir-akhir ini sangat agressif meningkatkan kekuatan strategis angkatan lautnya, termasuk pembangunan kapal perang "Jamaran", kapal frigat buatan domestik canggih yang diluncurkan tahun 2010 lalu. Kapal ini memiliki kemampuan menghancurkan musuh di permukaan laut, di dalam laut maupun di udara dengan rudal-rudal dan torpedo yang dibawanya. Selain itu Iran juga telah meningkatkan wilayah operasi kapal-kapal perangnya dari Luat Mediterania hingga Selat Malaka.

SUKSESI SAUDI YANG MEMANAS

Dengan kondisi Raja Abdullah yang kini tengah menderita sakit keras, beberapa laporan bahkan menyebutkannya mengalami koma dan media-media Iran menyebutnya "secara teknis sudah meninggal", persaingan untuk menggantikan posisinya semakin memanas akhir-akhir ini.

Pangeran Salman memang kini menjabat sebagai putra mahkota alias kandidat terkuat untuk menjadi raja mendatang. Namun beberapa keluarga kerajaan lainnya juga memiliki ambisi yang sama dengannya untuk menjadi raja. Meski tidak ada keterangan resmi tentang suksesi kerajaan, namun beberapa kejadian dan langkah politik yang terjadi menunjukkan adanya persaingan itu.

Dalam satu langkah dramatis Muhammad bin Nayef, putra dari Nayef bin Abdul Aziz, ditunjuk sebagai menteri dalam negeri menggantikan pamannya sendiri, Pangeran Ahmed bin Abdul Aziz yang baru menjabat selama 5 bulan. Media resmi pemerintah menyebutkan pengangkatan tersebut didasarkan pada permintaan Pangeran Ahmed sendiri.

"Pangeran Ahmed dipindahkan dari posisinya sebagai mendagri berdasarkan permintaannya sendiri dan Pangeran Muhammad bin Nayef ditunjuk sebagai penggantinya,” tulis Saudi Press Agency tgl 5 November lalu.

Beberapa analis tidak mendapatkan alasan pasti tentang penggantian tersebut. Namun beberapa analis memperkirakan bahwa penggantian tersebut disebabkan karena ketidak siapannya mengantisipasi kepulangan ekstremis-ekstremis binaan mereka yang kini berada di Syria dan Libya. Ketakutan bahwa ekstremis-ekstremis itu bakal menjadi pengacau kerajaan kini menghinggapi para pemimpin Saudi. Contoh sangat jelas telah mereka lihat dengan kehancuran negara Pakistan yang telah mensponsori Al Qaida dan Taliban.

Selama bertahun-tahun Muhammad bin Nayef telah bekerja sebagai asisten ayahnya yang menjabat sebagai mendagri. Saat pamannya menggantikan ayahnya yang meninggal mendadak bulan Juni lalu, ia diangkat sebagai deputi menteri.

Tuesday, 11 December 2012

PEDOPHILIA YG SEGERA DILEGALISIR

Jika saja Jimmy Savile hidup beberapa tahun lagi, ia mungkin akan mendapatkan negerinya (Inggris) telah melegalkan praktik pedophilia atau melakukan hubungan seks dengan anak-anak. Dan bukannya dikutuki seluruh rakyat Inggris dan dunia atas aksi-aksi menjijikkan yang telah ia lakukan selama ini, ia bahkan mungkin akan diangkat sebagai "pahlawan nasional" setelah beberapa penghargaan yang telah ia terima di antaranya gelar bangsawaan kerajaan Inggris dan gelar ksatria Vatikan.

Sebagaimana telah dilakukan oleh para aktifis seks sesama jenis, para aktifis pedophilia kini menggunakan taktik yang sama untuk mendapatkan kesamaan hak. Mereka mengklaim bahwa orientasi seks mereka sebagai sesuatu yang alami. Jika seorang homoseks melakukan hubungan seks dengan sesama jenisnya dan dianggap okey, mengapa disalahkan seorang kakek tidur dengan anak kecil?

"Jika seorang laki-laki menawarkan gula-gula kepada seorang anak kecil dan sang anak tidak keberatan melakukan seks, apa masalahnya?" Begitu argumen yang dikemukakan para aktifis pejuang hak-hak pedophilia.

Ketika para penolak legalisasi homoseksual berdalih bahwa jika "homoseksual" hanya dianggap sebagai suatu "gaya hidup alternatif" yang legal, maka secara logika semua hal yang menyimpang bisa dianggap legal. Para "pejuang demokrasi dan kesamaan hak" mengklaim bahwa hal itu hanya berlaku untuk homoseksual saja. Ternyata mereka bohong. Mereka kini menuntut legalisasi pedhopilia, beastianity (seks dengan binatang) hingga necrophilia (seks dengan mayat)

Pada tahun 1973 American Psychiatric Association (APA) menghapuskan homoseksual dari daftar penyakit mental. Hal itu menjadi dasar dari gerakan legalisasi homoseksual di berbagai negara di dunia. Kini sekelompok psychiatric memulai kampanye untuk menghapuskan pedopholia dari daftar yang sama.

Satu Mallarangeng yang Saya Kenal

Sebagai junior di asrama mahasiswa UGM, saya tentu sangat kagum dengan kesuksesan karier Rizal Mallarangeng. Tidak hanya berhasil meraih gelar tertinggi di bidang pendidikan di Ohio State University, Amerika, beliau pernah menjadi host acara televisi bergengsi, eksekutif direktur LSM terkemuka, dan terlebih lagi beliau berhasil masuk ke "kalangan dalam" kekuasaan sejak era pemerintahan Presiden Megawati hingga SBY. Meski dalam hal yang terakhir ini sempat terdengar sesuatu yang tidak mengenakkan saya, yaitu "ketangkap" main-main di suatu lokalisasi di negara yang dikunjungi presiden dan rombongannya. Mudah-mudahan cerita itu hanya sekedar desas-desus kosong belaka.

Bagi saya sendiri yang berada di "luar" kekuasaan, keberadaan Rizal sama misteriusnya dengan Andi Arief dan Amril Buamona, sesama mantan aktivis UGM yang menjadi musuh pemerintahan Soeharto tapi kini justru masuk ke dalam lingkaran kekuasaan. Andi dan Amril bahkan kini diangkat sebagai staff khusus Presidenan SBY (Amril adalah teman satu flat saya di asrama mahasiswa UGM. SBY tampaknya telah "memboyong" para mantan aktifis "kiri" dari UGM ke dalam kekuasaan). Atau juga RA, mantan Asisten Pribadi Ketua Otorita Batam yang saya kenal, yang saya dengar kini telah bergabung dalam "kelompok dalam"-nya Abu Rizal Bakrie.

Saya melihat seperti ada "tangan tak terlihat" yang mengatur posisi-posisi strategis kekuasaan di negeri ini. Sehingga meski presiden dan menteri berganti-ganti, orang-orang "lingkaran dalam" itu tetap bergantian jabatan. Padahal mereka menduduki posisi yang sangat strategis karena presiden tidak akan sempat mengurusi hal-hal teknis yang rumit dan dalam hal ini merekalah yang menanganinya. Misalnya saja, staff kepresidenan-lah yang menentukan siapa bisa bertemu presiden dan siapa tidak bisa.

Saya teringat dengan kisah masa lalu di jaman Romawi dimana birokrasi pemerintahan justru dikuasai oleh sekelompok pembantu istana yang dipimpin oleh seorang kasim (budak laki-laki yang telah dikebiri). Pada masa lainnya birokrasi istana dikuasai sekelompok tentara pengawal kaisar.

Mungkin karena itulah maka Rizal Mallarangeng dulu diangkat sebagai anggota tim negosiator pemerintah dalam menentukan kontrak Blok Cepu dengan perusahaan minyak Amerika, Exxon. Padahal dari track record-nya, tidak ada dasar untuk itu karena beliau sama sekali tidak pernah bersentuhan dengan masalah minyak dan gas. Beliau adalah ahli ilmu sosial. Dan seperti kita ketahui semua, Blok Cepu yang sangat besar potensi keuntungannya itu kini menjadi hak pengelolaan perusahaan minyak asing, sementara perusahaan minyak nasional hanya bisa gigit jari.

Saturday, 8 December 2012

ARMAGEDDON TELAH DI DEPAN MATA

Lupakan dulu tingkah polah Dahlan Iskan demi pencitraan jelang pemilu 2014. Lupakan dulu sandiwara "pembiayaan MRT Jokowi-Depkeu" yang ujung-ujungnya adalah: "MRT ditunda karena masalah pembiayaan", tidak lain karena industri otomotif Jepang dan industri minyak asing takut kehilangan rejeki di Indonesia. Lupakan dulu ulah Nikita Mirzani mengumbar syahwat demi meraih rejekinya. Lupakan dulu Liga Champion. Lupakan Dewi Persik, klan Mallarangeng, Abraham Samad, SBY dan lain-lainnya, karena dunia kini tengah di ambang perang akhir jaman.

Semoga saja perang itu tidak benar-benar terjadi. Namun hanya orang "idiot" yang tidak menyadari dan khawatir bahwa kemungkinan itu sangat mungkin segera terjadi. Amerika sudah menempatkan kapal induk bertenaga nuklir USS Eisenhower di perairan Syria, rudal-rudal Patriot NATO segera dipasang di perbatasan Turki-Syria dan ratusan tentara reguler Jerman pun sudah berada di perbatasan, sementara nada-nada ancaman intervensi terhadap Syria semakin nyaring diperdengarkan para pemimpin barat terkait isu senjata kimia.

Di sisi lain kapal-kapal perang Rusia, sekutu Syria, telah merapat di pelabuhan Tartus, Syria. Iran pun telah mengancam akan menyerang pasukan asing yang melakukan intervensi atas Syria. Sedangkan Syria sendiri telah mengancam akan menggunakan senjata pemusnah massalnya untuk menghadapi penyerang-penyerangnya.

Setelah 20 bulan lebih berusaha menggulingkan pemerintahan Bashar al Assad dengan menggunakan tentara-tentara bayaran dan "mujahid-mujahid" teroris, dan mengalami kegagalan, Amerika dan sekutu-sekutunya tampaknya kini telah sampai pada batas kesabaran, yaitu melakukan intervensi langsung. Alasan dilakukannya intervensi langsung pun sudah ditetapkan, yaitu isu senjata kimia Syria. Kini tampaknya hanya menunggu waktu saja saat pesawat-pesawat tempur Amerika dan NATO membom Syria disusul dengan serangan darat besar-besaran oleh Amerika dan sekutu-sekutunya.

Saya (blogger) bisa membayangkan besarnya kerusakan yang terjadi. Jika Perang Irak dan Afghanistan saja telah merenggut jutaan korban tewas dan luka-luka, perang Syria dipastikan akan lebih hebat lagi. Pasalnya, tidak seperti Irak dan Afghanistan yang tidak mendapat dukungan kekuatan asing, Syria memiliki pendukung-pendukung yang siap menggelontorkan ribuan sukarelawan dan berton-ton senjata untuk menghadapi penyerang-penyerangnya.