OBAMA: Hey, Bibi … did you guys really kill those twenty kids in Connecticut?
BIBI: Yeah, sure. And our next job is to wipe out the penguins in Antarctica. Those darn penguins refuse to accept Jews at the South Pole.
OBAMA: Well, I don’t blame ‘em — they’re smart birds!
(Lasha Darkmoon)
Beberapa kasus penembakan massal yang terjadi selalu melaporkan hal-hal berikut: penembak amatir seorang diri, menenteng beberapa senjata sekaligus, tanpa perlawanan dan penembak melakukan aksinya selama waktu yang cukup lama.
Coba Anda bayangkan sendiri, bagaimana sulitnya seseorang melakukan hal itu semua, meski seorang pembunuh professional sekalipun. Apalagi dengan keterangan berikut: penembak melakukan aksinya dari satu ruangan ke ruangan lain, seakan ruangan-ruangan itu telah dikunci dari luar sebelumnya sehingga orang-orang di dalamnya tidak bisa menyelamatkan diri.
Omong kosong-omong kosong seperti itu pulalah yang kini menjadi pemberitaan media-media massa mengenai peristiwa penembakan massal di Connecticut, Amerika, baru-baru ini, meski fakta sebenarnya tidak demikian halnya.
Menurut seorang saksi mata, George Freund, 2 orang terlihat melarikan diri dari sekolah setelah kejadian penembakan tersebut yang diperkirakan adalah anggota gerombolan penembak.
"Ada 2 orang yang melarikan diri. Polisi telah menangkap mereka. Orang yang disebut-sebut sebagai pelaku dinyatakan tewas. Kemudian polisi menyebut-nyebut adanya "latihan"," kata Freund.








