Indonesian Free Press -- Dalam beberapa hari terakhir media-media dan para pejabat negara-negara terkooptasi zionis (ZOG), baik di Barat maupun Arab, ramai-ramai memberitakan tentang krisis pengungsi Aleppo.
Disebutkan bahwa akibat serangan udara Rusia dan pasukan Suriah terhadap Aleppo, puluhan ribu warga kota itu meninggalkan kota itu, sebagian besar ke perbatasan Turki di utara Suriah. Hal ini menimbulkan krisis kemanusiaan yang harus ditangani dunia internasional, termasuk dengan mengirim pasukan 'perdamaian' ke Suriah.
Tidak bisa dipungkiri bahwa peperangan telah menimbulkan korban sipil yang besar. Namun dalam konteks ini, para pengungsi dari kota Aleppo ini sebenarnya adalah para pemberontak teroris dan keluarganya yang berusaha menyelamatkan diri setelah pasukan Suriah dan sekutu-sekutunya semakin mengancam kedudukan mereka di Aleppo. Dan seperti biasa, para pejabat yang didukung media-media ZOG berusaha memanfaatkan segala situasi demi kepentingan mereka.
Kita tidak lupa bagaimana media-media barat mengklaim keberhasilan operasi udara NATO dan Amerika terhadap konvoi-konvoi kendaraan pengangkut minyak illegal kelompok ISIS, lengkap dengan gambar-gambar dan foto-fotonya. Padahal operasi udara itu sebenarnya dilakukan oleh Rusia.
Friday, 12 February 2016
Koalisi Anti-Israel di Lebanon Tetap Teguh
Indonesian Free Press -- Koalisi anti-Israel di Lebanon calonkan Michael Aoun sebagai calon presiden. Aoun, pendiri dan ketua Partai Free Patriotic Movement, adalah seorang tokoh Kristen yang menjalin koalisi bersama partai-partai Shiah (Hizbollah dan Amal), Kristen (Marada), Druze (PSP), dan sosialis (SSP).
Koalisi ini dikenal dengan sikap politiknya yang anti Israel-Amerika-Saudi dan pro Iran-Suriah. Koalisi ini disebut juga dengan kelompok 8 Maret, sebagai pengimbang kelompok 14 Maret yang pro Saudi-Amerika-Israel.
Kedua blok politik ini terlibat persaingan intensif dalam dunia perpolitikan Lebanon, mencerminkan persaingan politik regional yang sangat intens antara Iran dan Suriah di satu pihak nelawan Saudi Arabia, Israel, dan negara-negara barat di pihak lainnya. Pada tahun 2008 keduanya bahkan terlibat konflik bersenjata yang dimenangkan oleh kelompok yang dipimpin Hizbollah.
Dalam pernyataan politik memperingati ulang tahun ke-10 deklarasi koalisi Hizbollah-Free Patriotic Movement tanggal 6 Februari lalu, Aoun menegaskan bahwa partainya tetap berkomitmen memerangi zionisme dan terorisme. Aoun juga memuji pemimpin Hizbollah, Sayyed Hasan Nasrallah, sebagai seorang sahabat.
"Kami tetap teguh memegang sumpah setia kami," kata Aoun kepada host acara 'Panorama Today' Al Manar.
Aoun menekankan bahwa Hizbollah dan Free Patriotic Movement (FPM) harus bekerjasama dalam membangun negara Lebanon dengan mengaktifkan dan mengoptimalkan lembaga-lembaga negara melalui sistem pemilihan umum yang adil dan menjamin wakil-wakil yang representatif.
Koalisi ini dikenal dengan sikap politiknya yang anti Israel-Amerika-Saudi dan pro Iran-Suriah. Koalisi ini disebut juga dengan kelompok 8 Maret, sebagai pengimbang kelompok 14 Maret yang pro Saudi-Amerika-Israel.
Kedua blok politik ini terlibat persaingan intensif dalam dunia perpolitikan Lebanon, mencerminkan persaingan politik regional yang sangat intens antara Iran dan Suriah di satu pihak nelawan Saudi Arabia, Israel, dan negara-negara barat di pihak lainnya. Pada tahun 2008 keduanya bahkan terlibat konflik bersenjata yang dimenangkan oleh kelompok yang dipimpin Hizbollah.
Dalam pernyataan politik memperingati ulang tahun ke-10 deklarasi koalisi Hizbollah-Free Patriotic Movement tanggal 6 Februari lalu, Aoun menegaskan bahwa partainya tetap berkomitmen memerangi zionisme dan terorisme. Aoun juga memuji pemimpin Hizbollah, Sayyed Hasan Nasrallah, sebagai seorang sahabat.
"Kami tetap teguh memegang sumpah setia kami," kata Aoun kepada host acara 'Panorama Today' Al Manar.
Aoun menekankan bahwa Hizbollah dan Free Patriotic Movement (FPM) harus bekerjasama dalam membangun negara Lebanon dengan mengaktifkan dan mengoptimalkan lembaga-lembaga negara melalui sistem pemilihan umum yang adil dan menjamin wakil-wakil yang representatif.
Wednesday, 10 February 2016
Perundingan Tidak Perlu Lagi, Suriah-Rusia-Iran Telah Menang
Indonesian Free Press -- Situasi belum pernah seburuk saat ini bagi para pemberontak Suriah. Kemajuan pasukan Suriah, yang didukung Rusia, Iran, Hizbollah dan Irak akhir-akhir ini telah mengancam eksistensi dua kelompok utama pemberontak Suriah, Al Nusra dan ISIS.
Seperti dilaporkan Huffington Post 8 Februari lalu, dengan judul 'The Syria War Will Not Be a Quagmire — Because Putin and Assad Are Winning', disebutkan “Ini adalah awal dari berakhirnya keberadaan para jihadis di Aleppo dan peperangan. Setelah empat tahun peperangan dan terror, rakyat Suriah kini bisa melihat tanda-tanda berakhirnya semua itu."
Wartawan senior terkenal Inggris, Robert Fisk, dalam tulisan terakhir di media Inggis The Independent, bahkan sudah memprediksikan bahwa militer Suriah telah mengincar Raqaa, ibukota kelompok teroris ISIS di timur Suriah, setelah Aleppo berhasil dibebaskan dari kekuasaan para pemberontak.
Pada tanggal 2 Februari telah muncul kabar bahwa semua jalur komunikasi dan suplai bagi pemberontak antara Turki dan Aleppo telah hancur. Pasukan Suriah dengan dukungan sekutu-sekutunya telah berhasil merebut wilayah yang menghubungkan jalur suplai bagi para pemberontak yang berada di wilayah Aleppo. Jalur suplai bagi kelompok ISIS di sebelah timur Aleppo juga telah terputus.
Seperti dilaporkan Huffington Post 8 Februari lalu, dengan judul 'The Syria War Will Not Be a Quagmire — Because Putin and Assad Are Winning', disebutkan “Ini adalah awal dari berakhirnya keberadaan para jihadis di Aleppo dan peperangan. Setelah empat tahun peperangan dan terror, rakyat Suriah kini bisa melihat tanda-tanda berakhirnya semua itu."
Wartawan senior terkenal Inggris, Robert Fisk, dalam tulisan terakhir di media Inggis The Independent, bahkan sudah memprediksikan bahwa militer Suriah telah mengincar Raqaa, ibukota kelompok teroris ISIS di timur Suriah, setelah Aleppo berhasil dibebaskan dari kekuasaan para pemberontak.
Pada tanggal 2 Februari telah muncul kabar bahwa semua jalur komunikasi dan suplai bagi pemberontak antara Turki dan Aleppo telah hancur. Pasukan Suriah dengan dukungan sekutu-sekutunya telah berhasil merebut wilayah yang menghubungkan jalur suplai bagi para pemberontak yang berada di wilayah Aleppo. Jalur suplai bagi kelompok ISIS di sebelah timur Aleppo juga telah terputus.
Rusia Bakal Serang Pasukan Turki di Irak?
Indonesian Free Press -- Rusia dikabarkan telah menyetujui permintaan Irak untuk mengusir pasukan Turki yang berada secara ilegal di utara Irak.
Mengutip keterangan Deputri Menteri Luar Negeri Mikhail Bogdanov, kantor berita Sputnik News melaporkan, Rabu (10 Februari), bahwa Deputi Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin telah menyatakan dukungan atas permintaan Irak tersebut dalam pertemuannya dengan Menlu Irak Minister Ibrahim Jaafari, di Baghdad baru-baru ini.
“Dalam konteks ini, masalah kehadiran pasukan Turki secara ilegal di wilayah Irak telah didiskusikan, dan dukungan telah diberikan Rusia atas posisi pemerintah Irak berdasar kewajiban menghormati wilayah teritorial dan integritas negara Irak,” kata Bogdanov kepada wartawan di Baghdad.
Pada awal Desember 2015 lalu Turki mengerahkan ratusan tentaranya ke wilayah utara Irak. Turki berdalih pasukan itu untuk memerangi kelompok teroris ISIS atas permintaan pemerintah Irak. Namun hal itu dibantah pemerintah Irak dan menuntut pasukan Turki untuk menarik diri. Turki menolak tuntutan tersebut, bahkan setelah Irak mengadukan hal itu kepada Amerika dan Dewan Keamanan PBB.
Mengutip keterangan Deputri Menteri Luar Negeri Mikhail Bogdanov, kantor berita Sputnik News melaporkan, Rabu (10 Februari), bahwa Deputi Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin telah menyatakan dukungan atas permintaan Irak tersebut dalam pertemuannya dengan Menlu Irak Minister Ibrahim Jaafari, di Baghdad baru-baru ini.
“Dalam konteks ini, masalah kehadiran pasukan Turki secara ilegal di wilayah Irak telah didiskusikan, dan dukungan telah diberikan Rusia atas posisi pemerintah Irak berdasar kewajiban menghormati wilayah teritorial dan integritas negara Irak,” kata Bogdanov kepada wartawan di Baghdad.
Pada awal Desember 2015 lalu Turki mengerahkan ratusan tentaranya ke wilayah utara Irak. Turki berdalih pasukan itu untuk memerangi kelompok teroris ISIS atas permintaan pemerintah Irak. Namun hal itu dibantah pemerintah Irak dan menuntut pasukan Turki untuk menarik diri. Turki menolak tuntutan tersebut, bahkan setelah Irak mengadukan hal itu kepada Amerika dan Dewan Keamanan PBB.
Pasukan Yaman Duduki Kota Saudi
Indonesian Free Press -- Pasukan Yaman yang didukung milisi Ansarullah/Houthi berhasil merebut sebuah kota perbatasan Saudi Arabia, Al Raboah di Provinsi Asir, barat-daya Saudi Arabia. Media Lebanon Al Mayadeen melaporkan, Selasa (9 Februari).
Mengutip pernyataan militer Yaman hari itu, laporan itu menyebutkan keberhasilan pasukan Yaman diraih setelah melalui pertempuran sengit dengan pasukan Saudi Arabia.
Sebelum menduduki kota tersebut, pasukan Yaman terlebih dahulu merebut sejumlah desa di sebelah timur al-Raboah, sebelum maju ke kota itu.
Pasukan Saudi, yang didukung pesawat-pesawat tempur dan helikopter, akhirnya melarikan diri setelah tidak tahan menghadapi keteguhan pasukan Yaman dengan meninggalkan kerugian besar.
Dalam perkembangan lain, laporan tersebut menyebutkan pasukan Yaman berhasil membunuh sejumlah besar pasukan Saudi di wilayah Midi di Provinsi Hajjah di sebelah barat Yaman. Mereka juga menghancurkan lima kendaraan berat Saudi.
Di sisi lain, pasukan Yaman juga melancarkan serangan gencar di sejumlah wilayah Saudi di Provinsi Najran, menewaskan setidaknya delapan pasukan Saudi.
Mengutip pernyataan militer Yaman hari itu, laporan itu menyebutkan keberhasilan pasukan Yaman diraih setelah melalui pertempuran sengit dengan pasukan Saudi Arabia.
Sebelum menduduki kota tersebut, pasukan Yaman terlebih dahulu merebut sejumlah desa di sebelah timur al-Raboah, sebelum maju ke kota itu.
Pasukan Saudi, yang didukung pesawat-pesawat tempur dan helikopter, akhirnya melarikan diri setelah tidak tahan menghadapi keteguhan pasukan Yaman dengan meninggalkan kerugian besar.
Dalam perkembangan lain, laporan tersebut menyebutkan pasukan Yaman berhasil membunuh sejumlah besar pasukan Saudi di wilayah Midi di Provinsi Hajjah di sebelah barat Yaman. Mereka juga menghancurkan lima kendaraan berat Saudi.
Di sisi lain, pasukan Yaman juga melancarkan serangan gencar di sejumlah wilayah Saudi di Provinsi Najran, menewaskan setidaknya delapan pasukan Saudi.
Monday, 8 February 2016
Media Inggris: 106 Prajurit Inggris Tewas di Sangin, Afghanistan
Indonesian Free Press -- Media terkemuka Inggris, The Telegraph, menyebutkan Inggris kehilangan 106 pasukannya dalam pertempuran melawan kelompok Taliban di Sangin, Afghanistan.
Dengan judul 'Talibans are close to overrunning Sangin’ laporan yang dipublis tanggal 8 Februari menyebutkan bahwa Taliban kembali melancarkan offensif besar-besaran untuk merebut kembali kota Sangin, sebuah wilayah di Provinsi Helmand, dimana lebih dari 100 pasukan Inggris yang pernah berada di kota itu, tewas.
Pada bulan Desember 2015 lalu pasukan Afghanistan berhasil memukul mundur Taliban setelah sempat menduduki kota itu, namun dalam beberapa hari terakhir kelompok ini kembali melancarkan serangan besar-besaran untuk merebut kota ini kembali.
Sejumlah komandan militer menyebutkan bahwa sebagian besar wilayah Sangin telah dikuasai Taliban dan pemerintah hanya menguasai beberapa mil wilayah sekitar kota Sangin. Dan meski pemerintah mengklaim kondisi wilayah itu aman, seorang komandan militer Afghanistan baru-baru ini mengatakan kepada BBC Inggris bahwa Taliban telah merebut sebuah pangkalan militer akhir pekan lalu, membunuh delapan tentara dan menangkap sembilan orang.
Dengan judul 'Talibans are close to overrunning Sangin’ laporan yang dipublis tanggal 8 Februari menyebutkan bahwa Taliban kembali melancarkan offensif besar-besaran untuk merebut kembali kota Sangin, sebuah wilayah di Provinsi Helmand, dimana lebih dari 100 pasukan Inggris yang pernah berada di kota itu, tewas.
Pada bulan Desember 2015 lalu pasukan Afghanistan berhasil memukul mundur Taliban setelah sempat menduduki kota itu, namun dalam beberapa hari terakhir kelompok ini kembali melancarkan serangan besar-besaran untuk merebut kota ini kembali.
Sejumlah komandan militer menyebutkan bahwa sebagian besar wilayah Sangin telah dikuasai Taliban dan pemerintah hanya menguasai beberapa mil wilayah sekitar kota Sangin. Dan meski pemerintah mengklaim kondisi wilayah itu aman, seorang komandan militer Afghanistan baru-baru ini mengatakan kepada BBC Inggris bahwa Taliban telah merebut sebuah pangkalan militer akhir pekan lalu, membunuh delapan tentara dan menangkap sembilan orang.
Sunday, 7 February 2016
Rusia Kembali Ingatkan Turki soal Suriah
Indonesian Free Press -- Rusia kembali mengeluarkan peringatan terhadap Turki terkait dengan perkembangan di Suriah.
Jubir Kementrian Pertahanan Rusia menyebut Turki tengah melakukan persiapan diam-diam untuk melancarkan serangan darat ke Suriah.
“Kami memiliki alasan-alasan serius untuk mencurigai bahwa ada persiapan yang intensif oleh Turki untuk melancarkan invasi militer ke negara berdaulat Suriah,” kata Mayjend Igor Konashenkov, Jubir Kementrian Pertahanan Rusia kepada wartawan, Jumat (5 Februari).
"Kami mencatat tanda-tanda rahasia yang semakin banyak tentang persiapan militer Turki," tambahnya.
Ia menambahkan bahwa Rusia telah memberikan banyak bukti kuat kepada masyarakat internasional berupa video penembakan artileri Turki ke wilayah Suriah yang berpenghuni padat di Latakia Utara, Suriah.
"Kami terkejut bahwa wakil-wakil dari Pentagon, NATO dan sejumlah organisasi yang mengklaim sebagai pelindung HAM, tidak bertindak apapun dan tetap diam (dengan pemboman Turki)," katanya lagi.
Jubir Kementrian Pertahanan Rusia menyebut Turki tengah melakukan persiapan diam-diam untuk melancarkan serangan darat ke Suriah.
“Kami memiliki alasan-alasan serius untuk mencurigai bahwa ada persiapan yang intensif oleh Turki untuk melancarkan invasi militer ke negara berdaulat Suriah,” kata Mayjend Igor Konashenkov, Jubir Kementrian Pertahanan Rusia kepada wartawan, Jumat (5 Februari).
"Kami mencatat tanda-tanda rahasia yang semakin banyak tentang persiapan militer Turki," tambahnya.
Ia menambahkan bahwa Rusia telah memberikan banyak bukti kuat kepada masyarakat internasional berupa video penembakan artileri Turki ke wilayah Suriah yang berpenghuni padat di Latakia Utara, Suriah.
"Kami terkejut bahwa wakil-wakil dari Pentagon, NATO dan sejumlah organisasi yang mengklaim sebagai pelindung HAM, tidak bertindak apapun dan tetap diam (dengan pemboman Turki)," katanya lagi.
Saturday, 6 February 2016
Suriah, Iran Olok-Olok Turki dan Saudi Soal Invasi ke Suriah
Indonesian Free Press -- Suriah dan Iran, dua negara sekutu yang tengah terlibat perang proxy melawan kekuatan zionis internasional di Suriah, mengolok-olok pernyataan Turki dan Saudi Arabia untuk mengirim pasukan darat ke Suriah.
Menlu Suriah Walid al-Muallem mengatakan bahwa setiap intervensi asing di Suriah akan mengalami kegagalan. Hal ini dikatakannya setelah munculnya kabar di media-media massa internasional bahwa Turki dan Saudi tengah mempersiapkan operasi darat di Suriah dengan dalih memerangi kelompok ISIS yang selama ini mereka bina.
“Setiap intervensi darat di Suriah tanpa persetujuan pemerintah Suriah akan dianggap sebagai agresi dan harus dilawan," kata Muallem kepada wartawan di Damascus, Sabtu (6 Februari).
Menurut Muallem, menambahkan, bahwa setiap agresor di Suriah akan kembali ke negerinya dengan membawa kematian.
"Tidak boleh ada yang bisa berfikir untuk menyerang atau melanggar kedaulatan Suriah karena saya pastikan bahwa tiap agresor akan kembali ke negaranya dalam peti mati, siapapun dia baik Saudi maupun Turki," tambah Muallem.
Menlu Suriah Walid al-Muallem mengatakan bahwa setiap intervensi asing di Suriah akan mengalami kegagalan. Hal ini dikatakannya setelah munculnya kabar di media-media massa internasional bahwa Turki dan Saudi tengah mempersiapkan operasi darat di Suriah dengan dalih memerangi kelompok ISIS yang selama ini mereka bina.
“Setiap intervensi darat di Suriah tanpa persetujuan pemerintah Suriah akan dianggap sebagai agresi dan harus dilawan," kata Muallem kepada wartawan di Damascus, Sabtu (6 Februari).
Menurut Muallem, menambahkan, bahwa setiap agresor di Suriah akan kembali ke negerinya dengan membawa kematian.
"Tidak boleh ada yang bisa berfikir untuk menyerang atau melanggar kedaulatan Suriah karena saya pastikan bahwa tiap agresor akan kembali ke negaranya dalam peti mati, siapapun dia baik Saudi maupun Turki," tambah Muallem.
Wednesday, 3 February 2016
Pasukan Perbatasan Turki Lindungi Gerombolan Teroris yang Mundur dari Suriah
Indonesian Free Press -- Gerombolan pemberontak teroris Suriah yang mundur ke perbatasan Turki dari wilayah Latakia, Suriah, mendapat perlindungan dari pasukan perbatasan Turki. Kantor berita Sputnik News melaporkan, Rabu (3 Februari).
Mengutip sumber militer Suriah, laporan itu menyebutkan bahwa artileri-artileri Turki telah menembaki pasukan Suriah yang tengah mengejar para pemberontak.
“Artileri Turki telah memberikan tembakan perlindungan beberapa kali, ketika unit-unit teroris mundur dari posisinya dan masuk ke wilayah Turki," tulis laporan itu.
Laporan itu sejalan dengan tuduhan pemerintah Rusia baru-baru ini bahwa Turki telah menembaki pasukan Suriah di dekat perbatasan kedua negara. Rusia bahkana merilis rekaman video penembakan itu.
Perintah Rusia dan Suriah berulangkali menuduh Turki memberikan bantuan senjata, uang dan data inteligen kepada para pemberontak Suriah, seraya membeli murah minyak-minyak ilegal yang dikuasai pemberontak di Suriah dan Irak.
Sputnik News juga melaporkan bahwa penembakan artileri Turki pada hari Minggu (31/1), telah menewaskan seorang tentara Suriah dan melukai lima rekannya.
Mengutip sumber militer Suriah, laporan itu menyebutkan bahwa artileri-artileri Turki telah menembaki pasukan Suriah yang tengah mengejar para pemberontak.
“Artileri Turki telah memberikan tembakan perlindungan beberapa kali, ketika unit-unit teroris mundur dari posisinya dan masuk ke wilayah Turki," tulis laporan itu.
Laporan itu sejalan dengan tuduhan pemerintah Rusia baru-baru ini bahwa Turki telah menembaki pasukan Suriah di dekat perbatasan kedua negara. Rusia bahkana merilis rekaman video penembakan itu.
Perintah Rusia dan Suriah berulangkali menuduh Turki memberikan bantuan senjata, uang dan data inteligen kepada para pemberontak Suriah, seraya membeli murah minyak-minyak ilegal yang dikuasai pemberontak di Suriah dan Irak.
Sputnik News juga melaporkan bahwa penembakan artileri Turki pada hari Minggu (31/1), telah menewaskan seorang tentara Suriah dan melukai lima rekannya.
Tuesday, 2 February 2016
Subscribe to:
Posts (Atom)









