Monday, 29 February 2016

Mengenal Kolonel Suheil Al-Hassan, Sang Pahlawan Suriah

Indonesian Free Press -- Setiap peperangan melahirkan pahlawan. Mereka adalah orang-orang yang diberi kelebihan oleh Tuhan berupa keberanian, kecerdasan, dan kepemimpinan yang luar biasa, dan muncul pada saat yang tepat untuk melakukan tindakan-tindakan yang menentukan jalannya peperangan.

Dalam sejarah awal Islam, pahlawan terbesarnya tentu adalah Ali bin Abi Thalib, yang dikenal keberaniannya sehingga tidak pernah lari dari medan peperangan dan memenangkan hampir semua peperangan. Dalam Perang Khaibar, ketika semua komandan pasukan Islam seperti Abu Bakar dan Umar bin Khattab, gagal menjalankan tugasnya menerobos benteng orang-orang yahudi, Ali mampu melaksanakannya. Sehingga akhirnya orang-orang yahudi itupun menyerah.

Dalam sejarah yahudi terdapat pahlawan Jalut dan Daud, yang berhasil menyatukan dan menginspirasi bangsa yahudi untuk merebut negeri yang dijanjikan Tuhan, Palestina.

Dalam Perang Dunia II Amerika dan sekutu berhutang besar pada Jendral Patton yang selalu membawa kemenangan dalam semua operasi militer besar sekutu, dari Afrika Utara, Eropa selatan hingga ke jantung pertahanan Nazi Jerman.

Dalam Perang Sipil Amerika, Thomas Jonathan 'Stonewall' Jackson menjadi pahlawan bagi pasukan Confederate. Julukan 'Stonewall' muncul karena keberaniannya dalam peperangan yang membuatnya tetap bertahan dan tidak mundur dalam kondisi terburuk sekalipun sehingga moril pasukannya bangkit kembali dan meraih kemenangan. Ketika akhirnya ia meninggal karena ditembak pasukannya sendiri tanpa sengaja, pasukan Confederate pun tumbang.

Sunday, 28 February 2016

LGBT dan Mental Bobrok yang Melingkupi Kantor Berita Ternama BBC

Indonesian Free Press -- Jujur saja, BBC masih menyimpan kenangan sangat indah untuk saya (blogger IFP). Setiap malam, saat saya masih kecil, saya selalu mendengar jingle lagu program siaran 'BBC Indonesia' yang diputar ayah saya, dengan susunan nada yang sangat khas.

Namun, kasus pedhofili penyiar senior BBC Jimmy Savile, membuat kecintaan saya pada BBC jatuh ke titik nol.

"Budaya kerja BBC memungkinkan seorang 'bintang' melakukan kejahatan seksual yang diabaikan para pimpinan," demikian sebuah laporan tentang kasus pedhopilia Jimmy Savile yang dirilis hari Kamis (25 Februari), menyebutkan.

Untuk lebih jelasnya, inilah paparan singkat tentang kasus ini. Pada tahun 2012 polisi Inggris mengatakan bahwa Jimmy Savile, yang baru meninggal beberapa bulan sebelumnya dalam usia 84 tahun, telah melakukan ratusan kejahatan seksual terhadap anak-anak selama rentang waktu hampir 60 tahun.

Jimmy Savile adalah 'legenda' dunia hiburan Inggris, yang sebagian besar hidupnya dihabiskan dengan menjadi 'host' ajang pencarian bakat di televisi BBC.

Friday, 26 February 2016

Ancam Turki, Rusia Kerahkan Kekuatan Militer ke Armenia

Indonesian Free Press -- Rusia telah mempertimbangkan masak-masak setiap kemungkinan dari keterlibatannya dalam konflik di Suriah, yang dimulai bulan September tahun lalu. Dan salah satu dari pertimbangan itu adalah kemungkinan konflik bersenjata dengan Turki, negara pendukung utama para pemberontak Suriah yang diperangi Rusia.

Apalagi permusuhan antara Turki dengan Rusia bukanlah hal baru. Kedua bangsa ini telah berulangkali terlibat konflik di masa lalu. Bahkan, Rusia pernah terlibat perang besar melawan Turki dalam Perang Krim dan Perang Dunia Pertama. Kemudian, selama era Perang Dingin, Rusia dan Turki berada di pihak yang saling bermusuhan.

Maka, pada bulan Desember tahun lalu, menjelang Hari Natal dan tiga bulan setelah operasi militer Rusia di Suriah, diam-diam para pejabat Rusia menandatangani perjanjian pertahanan dengan Armenia, negara yang juga terlibat permusuhan historis dengan Turki. Dalam perjanjian itu Armenia mengijinkan Rusia menempatkan kekuatan militer besar-besaran di Armenia yang memiliki perbatasan dengan Turki sepanjang 165 km.

Maka, selama keterlibatan Rusia di Suriah, dengan diam-diam Rusia mengerahkan kekuatan militernya ke Armenia. Senjata-senjata tercanggih Rusia pun berdatangan ke pangkalan militer Rusia di Armenia, termasuk pesawat tempur tanpa awak Navodchik-2 dan Takhion, helikopter serbu Mi-24, pesawat tempur Mig-29 hingga rudal ballistik Iskander-M.

Thursday, 25 February 2016

Sejenak Bersama Pasukan Iran di Aleppo

Indonesian Free Press -- Iran sangat tertutup tentang kehadiran mereka dalam konflik di Suriah, demi menghindari sentimen sektarian Sunni-Shiah yang akan menambah besar konflik. Maka, jika Iran memamerkan kehadiran pasukannya di Suriah, tentu ada maksudnya.

Demikian juga, ketika mereka membiarkan wartawan senior Inggris, Robert Fisk, melaporkan keberadaan mereka di medan perang Aleppo, dalam laporannya di The Independent tanggal 24 Februari lalu. Setidaknya Iran kini memahami bahwa sembunyi-sembunyi kini tidak ada lagi artinya, setelah Turki dan Saudi secara terang-terangan memberikan dukungan pada para teroris. Hal ini justru memberikan nilai positif bagi Iran, karena berarti mereka tengah memerangi terorisme.

"Kami tahu saat mereka mendekati kami di garis depan pertempuran di luar Aleppo. Tentara Pengawal Revolusi Iran, tidak lagi sekedar penasihat militer melainkan pasukan yang bertempur bersama pasukan Suriah, muncul dengan seragam loreng abu-abunya, lancar berbicara Arab dengan kami meski tidak sempurna, dan saling berbicara dengan bahasa Parsi antara mereka," tulis Fisk dalam laporannya.

Wednesday, 24 February 2016

Joey Alexander, Johny Deep dan LGBT

Indonesian Free Press -- Beberapa hari terakhir ini Indonesia dihebohkan berita tentang Saiful Djamil dan Joey Alexander.

Sebenarnya keduanya melakukan hal yang bertolak belakang. Jika Saiful Djamil melakukan perbuatan amoral yang membuat malu keluarga dan teman-temannya, Joey justru melakukan sesuatu yang membanggakan bangsa dan negara, yaitu tampil di acara penganugerahan Grammy Award 2016 sebagai nominator dua kategori sekaligus: Best Improvised Jazz Solo dan Best Jazz Instrumental Album

Meski bukan penggemar musik jazz yang fanatik dan awalnya saya meragukan prestasi Joey sebagai 'karbitan penguasa kegelapan', setelah mencari informasi dan mendengarkan permainan musiknya, akhirnya harus saya akui bahwa prestasi Joey memang sangat luar biasa sehingga ia berhak mendapat gelar 'bocah ajaib' (prodigy).

Apa yang bisa dikatakan tentang seorang bocah kecil yang bermain musik jazz sepanggung dengan 'dewa' jazz Wynton Marsalis di acara Lincoln Center's Gala? Bahkan legenda Jazz Indonesia, almarhum Bill Saragih, satu-satunya orang Indonesia yang (setidaknya sampai tahun 2000 seperti pengakuan Bill Saragih sendiri kepada blogger) fotonya muncul di halaman pertama media paling laris Amerika USA Today, tidak pernah mendapatkan kehormatan seperti itu.

Namun ada yang mengganggu saya, ketika saya melihat foto Joey Alexander  bersama aktor Hollywood terkenal Johny Deep. Saya jadi ingat dengan kasus West Memphis Three tahun 1993. Ini adalah kasus pembunuhan tiga anak-anak oleh tiga remaja pemuja setan. Tiga orang terdakwa terbukti melakukan pembunuhan keji tersebut dan dijatuhi hukuman antara hukuman mati dan hukuman penjara seumur hidup. Namun, dengan tekanan media massa dan kampanye sosial oleh para pemuja setan, para pembunuh keji itu dibebaskan dari hukuman. Salah seorang yang aktif melakukan tekanan publik bagi pembebasan tersebut, adalah Johny Deep. (Untuk lebih lengkapnya silakan klik di sini)

Rusia Ancam Nuklir, Amerika Angkat Tangan, dan Gencatan Senjata pun Disepakati

Indonesian Free Press -- Perkembangan serius terjadi dalam konflik Suriah minggu ini setelah Amerika dan Rusia, hari Senin lalu (22 Februari) sepakat untuk melaksanakan gencatan senjata mulai 27 Februari 2016 mendatang.

Ini adalah untuk pertama kalinya terjadi, kedua negara terkuat di dunia yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam konflik, menyepakati gencatan senjata. Dan ini bisa menjadi awal yang sangat baik bagi berakhirnya konflik yang telah menelan ratusan ribu nyawa dan mengusir jutaan warga Suriah dari tempat tinggalnya.

Padahal, hanya beberapa hari berselang Turki dan Saudi melakukan persiapan serius untuk menyerang Suriah. Ribuan pasukan Turki telah berada di perbatasan Suriah dan ribuan pasukan Saudi dan koalisi yang dipimpinnya berada di Saudi Utara menggelar latihan perang 'Badai Utara', yang ditafsirkan para pengamat sebagai kesiapan Saudi menyerang Suriah. Di sisi lain, Saudi juga telah mengirim pesawat-pesawat tempurnya ke Turki untuk persiapan melakukan operasi udara di Suriah.

Tidak hanya itu, Turki bahkan telah melakukan 'pemanasan' dengan melancarkan serangan artileri ke Suriah, sembari terus-menerus mengeluarkan ancamannya untuk menyerang Suriah.

Sunday, 21 February 2016

Libya dan Suriah Subsidi Mahasiswa, Amerika Tangkapi Mahasiswa

Indonesian Free Press -- Pemerintahan Libya di bawah kepemimpinan Moammar Khadafi sangat memanjakan rakyatnya dengan menyediakan banyak tunjangan dan subsidi, termasuk jaminan pendidikan secara penuh dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

Sejak seorang warga negara diterima sebagai mahasiswa ia berhak mendapatkan berbagai tunjangan dan fasilitas. Jangankan asrama dan uang kuliah, mereka bahkan mendapatkan 'uang jajan' hingga lulus kuliah. Kemudian, hingga ia mendapatkan pekerjaan, ia terus mendapatkan tunjangan bulanan.

Hal yang hampir sama dialami para mahasiswa Suriah di bawah kepemimpinan Presiden Bashar al Assad, meski dengan kuantitas yang lebih kecil, karena pendapatan minyak Suriah tidak sebesar Libya. Seperti Libya, seluruh warga negara Suriah juga mendapat tunjangan pendidikan secara penuh dari pendidikan dasar hingga paska sarjana.

Namun hal yang bertolak belakang justru terjadi di Amerika, negara yang diklaim sebagai negara paling maju di dunia. Di sini, para sarjana yang belum melunasi dana 'bantuan pendidikan' selama menjadi mahasiswa, atau disebut student loan, harus bersiap-siap untuk dikejar-kejar polisi bersenjata.

Pemimpin Kudeta Gagal Iran Meninggal di Inggris

Indonesian Free Press -- Kolonel Mohammad Baqer Bani-Ameri, pemimpin kudeta gagal yang dikenal dengan nama Kudeta Nojeh di Iran tahun 1980, meninggal dunia di London, Inggris. Kantor berita Iran Press TV melaporkan hari ini (21 Februari).

Dalam laporan itu tidak ada keterangan lebih rinci tentang kematian tersebut. Juga tidak ada pemberitaan di media-media mapan dunia, meski Bani-Ameri adalah figur kunci dalam peristiwa kudeta tersebut.

Kudeta Nojeh adalah salah satu upaya makar yang dilakukan musuh-musuh Iran di dalam maupun luar negeri, paska Revolusi Iran tahun 1979.

Ameri memulai rencana kudetanya setelah bertemu perdana menteri tersingkir, Shapour Bakhtiar, di Paris. Bani-Ameri, yang merupakan pensiunan seorang Kolonel dalam angkatan perang Iran, telah mundur dari kemiliteran sebelum Revolusi Iran tahun 1979. Setelah pertemuan tersebut, Amerika diangkat sebagai pemimpin rencana kudeta yang diberi kode 'Operasi Neqab'.

Meski ada 2 orang perwira tinggi dalam operasi itu, Ameri diangkat sebagai pemimpin karena menjadi inisiator rencana kudeta tersebut dan telah menjalin kerjasama dengan sejumlah besar personil militer untuk menjalankan aksinya.

Saturday, 20 February 2016

Rusia-Turki Memanas, Rusia Kirim Pesawat Tempur ke Armenia

Indonesian Free Press -- Konflik terbuka antara Rusia dan Turki semakin mendekati kenyataan setelah Rusia gagal menghentikan Turki melakukan pemboman terhadap wilayah Suriah dengan resolusi Dewan Keamanan PBB. Rusia mengerahkan pesawat-pesawat tempur ke dekat perbatasan Turki, sementara Turki mengumumkan langkah-langkah keamanan baru.

Rusia, hari Sabtu kemarin (20 Februari) mengumumkan pengiriman pesawat-pesawat tempur dan helikopter pengangkut ke pangkalan Rusia di Armenia, dekat perbatasan Turki. Langkah ini dilakukan setelah terjadi eskalasi ketegangan di Suriah paska gagalnya DK PBB menyetujui draft resolusi tentang keamanan Suriah yang diusulkan Rusia.

Di antara pesawat-pesawat tersebut adalah pesawat tempur Mikoyan MiG-29 dan pembom modern MiG-29S, serta helikopter Mil Mi-8MT.

Terletak di Erebuni di luar ibukota Armenia, Yerevan, pangkalan militer Rusia itu memiliki sembilan pesawat MiG-29 yang mampu membawa bom-bom seberat 4.000 kilogram. Dengan tangki bahan bakar tambahan yang lebih besar pesawat-pesawat ini mampu menjangkau wilayah-wilayah yang jauh.

Yerevan sendiri terletak hanya 40 kilometer dari perbatasan Turki. Sementara Armenia memiliki sejarah hubungan yang buruk dengan Turki, setelah pada masa pra Perang Dunia I regim zionis Turki yang dipimpin Kemal Attaturk membantai ribuan warga Kristen Armenia.

Friday, 19 February 2016

Irak Kirim Ribuan Pasukan ke Perbatasan Saudi

Indonesian Free Press -- pemerintah Irak mengirim 'pasukan besar' ke perbatasan Saudi Arabia untuk mengawasi latihan perang yang digelar koalisi pimpinan Saudi Arabia. Demikian, anggota komisi pertahanan parlemen Irak, Adnan al-Asadi, mengatakan kepada kantor berita Irak INA, seperti dilaporkan Sputnik News, Kamis (18 Februari).

Hal ini mencerminkan 'sikap' rakyat Irak yang anti-Saudi/Amerika, meski pemerintah Irak secara resmi tidak membuat pernyataan apapun perihal latihan perang itu. Irak merupakan anggota koalisi anti-terorisme ISIS yang digalang Rusia bersama Iran, Suriah dan Hizbollah. Koalisi ini dikabarkan telah membangun pusat komando bersama di Baghdad, Irak.

Pada hari Selasa (16 Februari) Saudi bersama-sama sejumlah negara Arab seperti Mesir, Sudan, Yordania dan negara-negara Teluk, memulai latihan perang besar-besaran di barat-laut Saudi Arabia, dekat dengan perbatasan Irak. Latihan perang ini berlangsung selama 18 hari dengan melibatkan lebih dari 150.000 pasukan.

Diklaim sebagai latihan perang terbesar yang diadakan di kawasan Timur Tengah, para pengamat menyebut latihan perang ini ditujukan untuk menunjukkan kesiapan Saudi Arabia dan koalisinya menghadapi konflik militer di kawasan. Minggu sebelumnya Saudi Arabia menyatakan kesiapan untuk mengirim pasukan ke Suriah bersama koalisi internasional.