Friday 10 June 2011

PERTEMUAN BILDERBERG BERLANGSUNG DI SWISS


Halo media massa Indonesia, para wartawan, redaktur, reporter, dan koresponden! Sedang apa Anda sekarang? Lihatlah di sana, di sebuah resort mewah di Swiss, ratusan orang paling berpengaruh di jagad ini mengadakan pertemuan diam-diam selama empat hari non-stop. Mereka tentu tidak membicarakan rumor dan gossip, Piala Dunia atau cuaca, melainkan tentang bagaimana dunia ini akan dibentuk nantinya. Lalu mengapa Anda diam membisu dan tidak melaporkan barang sebaris pun peristiwa super penting ini?

Sebagaimana laporan Steve Watson di situs Prison Planet tgl 7 Juni, pertemuan tahunan Bilderberger Group tahun ini berlangsung akhir pekan ini di resor mewah Silvretta House, St. Moritz, Swiss. Pertemuan ini dihadiri antara lain oleh CEO Microsoft Bill Gates, CEO Google Eric Schmidt, bankir top Marcus Agius dari Barclays dan Peter Sutherland dari Goldman Sachs. Mereka bertemu dengan 200-300-an manusia paling berpengaruh di bumi saat ini yang terdiri dari para presiden, perdana menteri, pemilik media massa raksasa, anggota parlemen, para wartawan top senior, CEO perusahaan-perusahaan raksasa global dan para pejabat tinggi Amerika dan Uni Eropa.

Pertemuan rahasia ini telah dikonfirmasi oleh berita di koran besar Swiss
"Basler Zeitung" tgl 7 Juni lalu yang menuliskan berita tentang pertemuan tersebut di halaman depan. Namun seperti biasa, media-media massa "mapan" tuan rumah yang tidak bisa mengelak untuk tidak memberitakan pertemuan penting tersebut berusaha menutup-nutupi urgensi pertemuan tersebut. Hal ini tentu menggelikan. Menganggap pertemuan beberapa ratus tokoh besar politik dan bisnis dunia bukan sebagai hal yang penting sama dengan menganggap pertemuan para petinggi FIFA tidak akan berpengaruh bagi persepakbolaan dunia.

Menurut Basler Zeitung pertemuan tersebut diadakan secara rahasia adalah demi alasan keamanan dari serangan teroris. Basler juga menulis bahwa para bankir peserta pertemuan tidak pernah mengira akan terjadi krisis finansial sehingga membantah bahwa mereka adalah pihak yang merekayasa krisis tersebut. Mengenai tujuan nyata pertemuan tersebut adalah, Basler menyebutkan: "untuk saling berbagi informasi demi memahami dunia secara lebih baik."

Tentu saja laporan tersebut bohong besar. Bilderberger Group, kelompok rahasia paling berpengaruh di dunia itu melakukan berbagai konspirasi jahat untuk kepentingan mereka seraya mengorbankan kepentingan miliaran penduduk dunia lainnya.

Meski laporan-laporan mengenai keberadaan kelompok rahasia dan segala tindak tanduknya telah lama menjadi pembicaraan sebagian masyarakat yang sadar informasi, konspirasi jahat tersebut terungkap setidaknya dari pengakuan mantan anggota kelompok tersebut, Willy Claes, yang juga mantan sekjen NATO. Menurut pengakuannya: "setelah pertemuan selesai para peserta mendapatkan rangkuman hasil pertemuan yang selanjutnya menjadi panduan mereka menjalankan kebijakan-kebijakannya."

Konsensus atau rangkuman hasil pertemuan tersebut secara efektif menjadi panduan yang sangat kuat bagi individu yang terlibat, mencakup segala isu global seperti politik, ekonomi dan sosial budaya. Kelompok ini, misalnya, menentukan apakah harga minyak dunia akan dinaikkan atau diturunkan atau apakah Iran akan diserang atau Korea Utara yang diserang.

Informasi juga telah terbuka bahwa Bilderberger Group menentukan siapa menjadi apa di seluruh negara Uni Eropa. Kelompok ini pulalah yang menentukan penggunaan mata uang Euro yang diresmikan 8 tahun lalu. Bocoran informasi pertemuan Bilderberger Gruop di Ottawa, Kanada, th 2006 juga membuktikan bahwa kelompok ini merancang krisis finansial Amerika dan global tahun 2007-2009.

Wartawan senior Jim Tucker melaporkan di situs "American Free Press" tgl 19 Juni 2006 bahwa "Bilderberger menghendaki suku bunga naik hingga banyak warga Amerika akan kehilangan rumah mereka beberapa bulan mendatang". Laporan tersebut terkonfirmasi dengan terjadinya krisis kredit perumahan di Amerika yang kemudian merembet menjadi krisis keuangan global.

Timothy Geithner, mantan pimpinan Federal Reserve Bank of New York, dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa kenaikan suku bunga akan mengakibatkan banyak masyarakat yang gagal membayar cicilan kredit rumahnya dan berujung pada penyitaan rumah mereka. Salah seorang peserta berkata “Orang-orang Amerika tolol itu patut menerima hal itu.”

Bocoran pertemuan Bilderberger tahun 2009 di Yunani --- sebagian peserta masih memiliki hati nurani dan mengikuti agenda kelompok ini karena hutang jasa yang membuat mereka memiliki posisi penting. Orang-orang seperti inilah yang membocorkan pertemuan-pertemuan tersebut, menyebutkan bahwa kelompok ini berupaya memberikan gambaran perbaikan ekonomi global untuk menjebak para investor ke bursa-bursa saham hanya untuk mendapatkan kenyataan gambaran tersebut palsu dan uang mereka lenyap. Krisis keuangan kini tengah melanda beberapa negara Eropa.


Ref:

"Major Swiss Newspaper Gives Bilderberg Front Page Coverage";
Steve Watson – Prison Planet; 7 Juni 2011


CATATAN BLOGGER:

Prison Planet, sebagaimana American Free Press, Alex Jones Show, Infowars, Democracy Now, Michael Moore, dll. adalah bagian dari "konspirasi yahudi". Mereka semua berusaha menyembunyikan peran orang-orang yahudi penyembah berhala di balik semua organisasi rahasia seperti Bilderberger Group, Trilateral Commision, CFR dll. Bahkan artikel yang menjadi referensi artikel ini berusaha menekankan bahwa Bilderberger Group didirikan oleh para mantan petinggi NAZI.

2 comments:

teguh iman susilo said...

Bilderberg berkeinginan membentuk
pemerintahan dunia yang tertinggi.
Karena sebagian besar anggotanya
Yahudi, maka bisa ditebak bahwa
tujuannya adalah membentuk
pemerintahan tunggal Yahudi dunia.

Yusuf Maulana said...

Democracy Now! si Amy Goodman bagian dari jejaring yahudi juga, toh, meski mereka antiperang?