Tuesday, 2 February 2016

ANTARA UMAR BIN KHATTAB DAN SANTO PETRUS


7 comments:

agung budi said...

apakah ini benar tulisan cahyono adi "ANTARA UMAR BIN KHATTAB DAN SANTO PETRUS"??? saya kagum dengan tulisan anda tentang politik timur tengah dimana anda menyampaikan dengan penuh berimbang tanpa berpihak, akan tetapi saya sangat kecewa dan menyesalkan tulisan anda mengenai Sahabat Rasulullah Umar bin Khattab r.a. anda hampir menyamakan perilaku seorang Umar dengan perilaku sahabat Nabi Isa A.S yang berkhianat dan anda menggambarkan sosok umar seseorang yang selalu menentang Rasul dan kasar kepada Keluarga Rasulullah. mengapa anda menjelekkan seorang Umar bin Khattab Al Faruq ?? apa salah Umar kepada anda dan keluarga anda? apakah pernah seorang umar menjelek-jelek kan anda dan keluarga ?. saya memohon kepada anda untuk bertabayun dengan Umar bin Khattab r.a. Demi Allah SWT yang memegang jiwa saya, semua yang anda tuliskan tidak lah benar tentang sosok Umar bin Khattab Al Faruq.

Anonymous said...

tulisan yang akan mengejutkan sunni sunni dari tidur mereka setelah kejatuhan ikhwan muslimin ---namun sahabat tidaklah maksum--seandai nabi nabi dulu dikhianati apa nak dikatakan lagi demikian sunnatullah--
dalam Quran menyatakan jika kami mengkehendaki kami menjadikan kamu satu umat, tetapi dia hendak menguji kamu---soalannya apakah ujian terbesar? apakah lebih besar dari rampasan kekhalifahan dari orang yang berhak--dan mata mata menyaksikan kekhalifahan bergilir di tangan bukan ahlinya dan seseorang diminta menjawat kekhalifahan dengan syarat mengikuti sunnah sunnah khalifah terdahulu

bukankan di dalam nahjul balaghah Ali kw telah menyampaikan khutbahnya anda berbunyi--kekhalifahan dibahagikan bagaikan membahagi susu--

namun sunni yang terbangun janganlah meracau--terruskan pengkajian
bacalah kitab sulaim bin Qais Al Hilali agar hilang derita

download kitab sulaim b qais Al Hilali masgun





Anonymous said...

http://www.eramahdi.net/kitab-berkaitan/kitab-sulaim-bin-qais-al-hilali/

Anonymous said...

http://disinidandisini.blogspot.my/2011/07/kitab-sulaim-oleh-sulaim-b-qais-al.html

cahyono adi said...

Agung Budi. Seorang yang berakal tidak akan emosional seperti Anda, melainkan melakukan kagiatan-kegiatan ilmiah untuk menguji validitas. Saran saya, bacalah kitab-kitab sejarah dan hadits secara 'fair' tanpa emosi. Emosional boleh saja asal ada dalilnya yang kuat, seperti tentang kemaksuman Ahlul Bait yang dijamin Allah dalam Qur'an serta perintah bersholawat kepada mereka minimal lima kali dalam sehari dalam setiap sholat. Atau tentang kebenaran semua perkataan Rosulullah dan larangan untuk menolak perintahnya atau menentang pendapat-pendapatnya.

Para sahabat bukan orang yang maksum, meskipun mereka adalah manusia-manusia mulia karena kedekatan mereka dengan Rosulullah.

gogo said...

Sudut pandang n opini yg menarik, dan jelas mengundang debatable.. memang diantara ketiga agama samawi msih ada pertalian kisah yg menarik, terselubung n senantiasa semarak utk dikaji lebih lanjut..


ditunggu kisah2 n opini yg lain..



http://www.kasamago.com/

Farid Humaidi said...

merinding saya baca tulisan bang adi.. merinding.. luar biasa kajiannya..