Saturday, 13 February 2016

Konflik Hizbollah vs Israel tahun 1985–2000 (2)

Indonesian Free Press -- Tahun 1999 kondisi semakin memburuk bagi pasukan pendudukan Israel di Lebanon. Tahun ini setidaknya 12 tentara Israel tewas diserang Hizbollah dan kelompok-kelompok perlawanan Lebanon lain.

Pada tanggal 23 Februari 1999 satu unit pasukan terjung payung Israel diserang saat melakukan patroli malam di Lebanon Selatan. Komandan pasukan, Mayor Eitan Balahsan dan dua orang perwira lainnya tewas dalam serangan ini, selain 5 prajurit yang terluka.

Namun pukulan lebih hebat dialami Israel kurang dari seminggu kemudian. Pada tanggal 28 Februari, bom pinggir jalan menghancurkan konvoi militer Israel di antara kota Kawkaba dan Arnoun di daerah zona penyangga yang diklaim Israel. Brigjen Erez Gerstein, komanda pasukan elit Divisi Golani sekaligus perwira tertinggi Israel di Lebanon, tewas bersama dua tentara dan satu orang jurnalis Israel.

Selama bulan Mei 1999 Hizbollah secara simultan menyerang 14 pos Israel dan SLA di Lebanon Selatan. Pos milik SLA di Beit Yahoun diduduki para pejuang Hizbollah dan para penghuninya ditawan. Hizbollah merampas kendaraan lapis baja dan membawanya dalam pawai kemenangan ke Beirut. Untuk menghilangkan jejak, Israel membom pos ini.

Pada bulan Agustus 1999 pemimpin Hezbollah, Ali Hassan Deeb atau Abu Hassan, tewas dibunuh oleh inteligen Israeli di Lebanon.

Pada bulan Juli 1999, Ehud Barak terpilih sebagai Perdana Menteri Israel, dan berjanji untuk menarik pasukan Israel dari Lebanon secara unilateral sesuai perbatasan internasional pada bulan Juli 2000.

Pada bulan Januari 2000, Hezbollah membunuh komandan SLA Kolonel Aql Hashem, di rumahnya di wilayah zona penyangga. Hashem adalah komandan yang bertanggungjawab atas operasional SLA sehari-hari dan dianggap sebagai calon komandan tertinggi SLA. Kematiannya menjadi pukulan moral yang hebat bagi SLA. Namun pukulan lebih hebat dialami para personil SLA setelah Hizbollah menyiarkan dokumentasi rencana dan eksekusi pembunuhan Hashem di televisi Al Manar.

Kemudian, selama musim semi tahun 2000, Hezbollah semakin meningkatkan operasinya dengan menyerang pos-pos militer Israel di Lebanon, memaksa Israel mempercepat rencana penarikan pasukannya. Pada 24 Mei Israel mengumumkan penarikan pasukannya di Lebanon, lebih cepat dari rencana awal pada bulan Juli. Sehari kemudian Israel benar-benar menarik seluruh pasukannya dari Lebanon, tanpa berkoordinasi dengan sekutunya, SLA.

Mundurnya Israel tanpa koordinasi serta moral SLA yang sudah rapuh membuat SLA tumbang seketika. Pada saat bersamaan Hizbollah dan ribuan orang-orang Syiah yang terusir karena pendudukan Israel, kembali ke Lebanon Selatan dan menguasai kembali wilayah tersebut. Ini menjadi hari paling bersejarah tidak saja bagi orang-orang Syiah Lebanon, namun juga bagi seluruh bangsa Arab yang untuk pertama kalinya berhasil mengusir pendudukan tentara Israel dengan perjuangan senjata. 

Popularitas Hizbollah seketika melambung ke titik tertinggi. Namun hal itu juga mengakibatkan musush-musuh mereka semakin intensif mengincar kelemahan mereka untuk menghancurkannya.(ca)

2 comments:

Leli Lupitasari said...

Perjuangan melawan Gog & magog adalah perjuangan suci


Www.kasamago.com

Anonymous said...

ancaman terbaru hizzbullah akan menyerang logi ammonia di haifa--akan seperti bom atom