Monday, 8 February 2016

Media Inggris: 106 Prajurit Inggris Tewas di Sangin, Afghanistan

Indonesian Free Press -- Media terkemuka Inggris, The Telegraph, menyebutkan Inggris kehilangan 106 pasukannya dalam pertempuran melawan kelompok Taliban di Sangin, Afghanistan.

Dengan judul 'Talibans are close to overrunning Sangin’ laporan yang dipublis tanggal 8 Februari menyebutkan bahwa Taliban kembali melancarkan offensif besar-besaran untuk merebut kembali kota Sangin, sebuah wilayah di Provinsi Helmand, dimana lebih dari 100 pasukan Inggris yang pernah berada di kota itu, tewas.

Pada bulan Desember 2015 lalu pasukan Afghanistan berhasil memukul mundur Taliban setelah sempat menduduki kota itu, namun dalam beberapa hari terakhir kelompok ini kembali melancarkan serangan besar-besaran untuk merebut kota ini kembali.

Sejumlah komandan militer menyebutkan bahwa sebagian besar wilayah Sangin telah dikuasai Taliban dan pemerintah hanya menguasai beberapa mil wilayah sekitar kota Sangin. Dan meski pemerintah mengklaim kondisi wilayah itu aman, seorang komandan militer Afghanistan baru-baru ini mengatakan kepada BBC Inggris bahwa Taliban telah merebut sebuah pangkalan militer akhir pekan lalu, membunuh delapan tentara dan menangkap sembilan orang.

Dalam aksi itu Taliban juga berhasil merebut sejumlah kendaraan militer dan senjata api dari pangkalan itu.

“Dua pangkalan militer lainnya kini menghadapi ancaman, jika mereka tidak mendapatkan bantuan tambahan. Jika tidak mereka akan mengalami nasib yang sama," kata komandan tersebut.

Helmand, wilayah penghasil opium terbesar di dunia, menjadi salah satu wilayah paling panas dalam 14 tahun terakhir di Afghanistan. Tahun 2006 Inggris mengirim 3.300 pasukan ke wilayah ini demi 'mangamankan' produksi opium oleh Taliban. Ketika Inggris menyerahkan panguasaan wilayah itu ke Amerika tahun 2010, sebanyak 106 tentara Inggris tewas.

Setelah berakhirnya misi pertempuran NATO dan Amerika di Afghanistan pada tahun 2014, pasukan Afghanistan harus berusaha keras menghentikan kebangkitan Taliban. Di antara upaya itu adalah membujuk Taliban untuk berunding, yang rencananya akan digelar pada akhir bulan Februari 2016.

Ahmad Shakib Mostaghani, Jubir Kementrian Luar Negeri Afghanistan mengatakan bahwa Afghanistan, Pakistan, Cina dan Amerika telah setuju untuk dilakukannya perundingan antara pemerintah Afghanistan dan Taliban, di Islamabad-Pakistan akhir pekan ini.

"Kami berharap untuk mengakhiri kekerasan yang dialami rakyat," katanya.

Tahun lalu perundingan antara pemerintah Afghanistan dan Taliban mengalami kebuntuan setelah pemerintah mengumumkan bahwa pemimpin Taliban, Mullah Mohammad Omar, tewas dua tahun sebelumnya.

Taliban yang melarang obat-obatan terlarang berhasil menghentikan produksi opium di seluruh Afghanistan pada tahun 2000. Namun sejak pendudukan Amerika dan sekutu-sekutunya tahun 2001 produksi opium Afghanistan kembali meroket sehingga memunculkan kecurigaan bahwa serangan Amerika ke Afghanistan tahun 2001 dengan dalih memerangi terorisme, pada dasarnya adalah untuk melindungai produksi dan perdagangan obat-obatan terlarang.(ca)

1 comment:

Leli Lupitasari said...

Mungkin suatu saat dg upaya taliban yg trus mnggerogoti afghanistan drdlm. Bkn tdk mngkin, taliban dpt kmbli berkuasa


http://kasamago.com/arsenik-dan-sianida-duo-senjata-pembunuh-rahasia/