Friday, 19 February 2016

Rusia-Iran Tolak Pembentukan Wilayah Larangan Terbang di Suriah

Indonesian Free Press -- Sudah diduga, blok Rusia-Iran-Suriah bakal menolak setiap rencana pembentukan 'zona pengaman' atau 'zona larangan terbang' di Suriah oleh Amerika dan sekutu-sekutunya, meski hal itu dalam kerangka PBB. Karena hal itu hanya akan menjadi landasan campur tangan Amerika untuk menghancurkan Suriah, sebagamana telah terjadi di Irak, Afghanistan dan Libya.

"Apa yang bisa dikatakan tentang zona larangan terbang ketika pesawat-pesawat terbang koalisi yang dipimpin Amerika terbang di sana, ketika pesawat-pesawat terbang Rusia terus melancarkan operasi bersama pemerintah Suriah," kata Deputi Menlu Rusia, Mikhail Bogdanov, kepada wartawan, Kamis (18 Februari).

Pernyataan itu menanggapi proposal Kanselir Jerman Angela Merkel tentang pembentukan zona larangan terbang di Suriah Utara sebagai solusi penyelesaian krisis Suriah.

Bogdanov mengatakan, selain tidak mungkin dilakukan, zona larangan terbang juga akan 'mencampuri urusan dalam negeri Suriah dan melanggar kedaulatan Suriah'. Selain bertentangan dengan hukum internasional, hal itu juga hanya akan menguntungkan para pemberontak teroris, katanya.

Lebih jauh Rusia mendesak Saudi Arabia untuk memberikan penjelasan tentang rencananya menggelar pasukan ke Suriah, menyebut hal itu hanya bisa dilakukan dengan koordinasi dengan Suriah dan PBB.


"Kami percaya bahwa, seperti Irak, Suriah adalah negara berdaulat yang memiliki pemerintahan, dan aksi militer harus dikoordinasikan dengannya," tambah Bogdanov.

Hal yang sama dikatakan Iran. Deputi Menlu Iran, Amir-Abdollahian, mengatakan kepada media Iran IRIB, Jumat (19 Februari), bahwa pembentukan zona larangan terbang akan menjadi kepanjangan dari kesalahan-kesalahan sebelumnya.

"Tidak bisa diragukan, menerapkan kembali zona larangan terbang di Suriah tidak akan bisa membantu menciptakan keamanan dan stabilitas di kawasan," katanya.

Ia menyebut, konflik Suriah telah mempengaruhi keamanan di seluruh kawasan, sehingga penyelesaiannya harus melalui dialog politik.

"Tujuan dari rencana ini hanya akan memperpanjang krisis di Suriah, daripada memberikan solusi," kata Amir-Abdollahian.

Ia menambahkan bahwa, alih-alih menerapkan zona larangan terbang, pengawasan perbatasan Suriah-Turki untuk mencegah pasuknya teroris dan senjata mereka ke Suriah, jauh lebih penting.

“Kami mendukung pengiriman bantuan kemanusiaan dan gencatan senjata di seluruh wilayah Suriah, kecuali di tempat-tempat yang dikuasai para teroris," tambahnya.

Lebih jauh lagi ia mengingatkan bahwa penggunaan 'terorisme' sebagai alasan intervensi di Suriah, sebagaimana di Yaman dan Irak, akan menghancurkan stabilitas dan keamanan kawasan.

Kanselir Jerman Angela Merkel pada hari Rabu (17 Februari), menyerukan diterapkannya zona larangan terbang di Suriah. Namun ide itu sebenarnya telah diungkapkan Turki jauh hari sebelumnya. Seruan Merkel itu berkaitan dengan kesepakan Konperensi Keamanan Internasional Munich minggu lalu yang menyetujui gencatan senjata di Suriah.

Tanpa dukungan Rusia dan Iran, yang secara efektif mengusai wilayah udara Suriah, akan membuat penerapan zona larangan terbang mustahil dilakukan.(ca)

3 comments:

Akhir Zaman said...

Perang dunia ke tiga akan terjadi dalam 2016-2017 ini, Medan aleppo adalah puncaknya.(HANYA ALLAH YANG TAHU)
Dua kekuatan global sudah berada di Suriah yaitu blok kebenaran dan blok penindas

Tentu kebenaran akan selalu menang atas semua penindasan

Turky saat INI akan hancur dan itu pasti,karena Muhammad saw mengatakan demikian
Ingat kepala Erdogan sudah di timpaki burung dalam salah satu peresmian masjid di kota kelahirannya (kalau dalam surah yusuf artinya sebentar lagi beliau akan di penggal)

Tiket ke surga itu bukan mengebom sarinah tapi bergabung dengan pasukan kurdi,iran,suriah,irak,Rusia untuk memerangi NATO,USA aliansi (judio kristen,muslim zionis) di Suriah.

Jika blok ini terlalu banyak mengambil narasumber dari media barat artinya, kalian sama zionisnya...

TERIMAKSIH



Leli Lupitasari said...

Hnya tgl mnungg waktu, turki n saudi akn mrasakn pula kejiny sbh konflik by design.
Zona larangan terbang adlh hal terkonyol yg prnh ada.


http://kasamago.com/battle-of-aleppo-kunci-sekaligus-titik-balik-perang-suriah/

Anonymous said...

barat punyai ramai aktivis anti perang- malah anti zionis--pemikir yang perlu diberi perhatian-Theirry Mayysen. Gordon Duff, Toni Cartalucci.Kevin Barret--sarjana islam us
nama nama pro islam ramai lagi