Tuesday, 14 April 2009

Israel di Balik Para Pembajak Laut Somalia


Sebagaimana perdagangan heroin dan obat-obatan terlarang, saya sudah lama curiga bahwa insiden-insiden pembajakan laut di perairan Somalia didalangi oleh kekuatan rahasia internasional dengan tujuan ekonomi dan politik. Sebagai contoh, saya pernah mendengar berita-berita tentang ditangkapnya para pelaku pembajakan laut Somalia oleh angkata laut Nato, namun para pelaku kemudian justru dibebaskan. Dan dalam kasus bajak laut Somalia, hal ini saya anggap sudah terkonfirmasi dengan munculnya tuduhan bahwa Israel di belakang kasus-kasus tersebut oleh media-media massa Arab.

"Apa yang terjadi di perairan Tanduk Afrika (Laut Merah) bukanlah kasus pembajakan laut biasa. Aksi-aksi pembajakan ini menimbulkan berbagai pertanyaan tentang bagaimana canggihnya kemampuan dan peralatan sekelompok kecil pembajak dari negara miskin yang hanya sekedar mencari makanan," tulis analis Nawaf Al-Meshal Sabhan di harian Arab Saudi Al-Iqtissadia.

"Aksi-aksi ini telah menimbulkan wacana untuk menginternasionalkan (baca: memberikan hak pengawasan kepada PBB, NATO, Amerika, dsb) Laut Merah dimana Israel akan mendapatkan peran krusial," tambahnya.

"Siapa yang mendapatkan keuntungan dari internasionalisasi perairan itu? Perkembangan lain yang mengganggu telah dilakukan oleh sebuah perusahaan pelayaran (AP Moller-Maersk, operator kontainer dan kapal pengangkut terbesar di dunia untuk mengalihkan jalur pelayarannya ke Tanjung Harapan (afrika Selatan)."

"Siapa yang berkepentingan untuk menekan Mesir dengan pengalihan tersebut dari terusan Suez sehingga Mesir kehilangan pendapatan $15 juta sehari?," kata analis tersebut lagi.

Sementara itu harian Al Riyadh dalam editorialnya berjudul "Siapa di Belakang Aksi-Aksi Pembajakan?" menuliskan, "Aksi-aksi pembajakan ini telah dipersiapkan sebelumnya. Mereka disponsori oleh negara atau organisasi, dalam beberapa kasus oleh sekelompok orang yang bertujuan menciptakan ketegangan, perhatian dan ketidakstabilan di Laut Merah dalam upaya mendapatkan keuntungan strategis."

Editorial tersebut menambahkan, "kelompok ini berusaha meyakinkan masyarakat internasional untuk mengawasi perairan tersebut dengan dalih keamanan pelayaran, menjamin kemanan suplai energi, dan mencegah menyelundupan senjata ke kelompok tertentu."

Lebih jauh analis Jalal Aref menulis di media al-Youm bahwa negara-negara Arab yang berbatasan dengan Laut Merah kini menghadapi empat bahaya sekaligus: internasionalisasi perairan Laut Merah dengan dalih memerangi pembajakan, kontrol Laut Merah oleh Israel, perampokan minyak milik negara-negara Arab melalui aksi pembajakan, serta hancurnya pelayaran terusan Suez.

Amin Sa'ati, pakar politik internasional menulis dalam harian Al-Iqtissadiya bahwa “keamanan Saudi Arabia dan Laut Merah tidak dapat dipisahkan karena 30% minyak mentah dunia, termasuk dari Saudi Arabia dan negara-negara Teluk melalui Laut Merah, juga sumber air bersih datang melewati Laut Merah, semua barang impor dan ekspor melalui Laut Merah."

Sa'ati menambahkan bahwa Laut Merah adalah perairan yang berada di tengah-tengah bangsa Arab, dan harus tetap milik bangsa Arab.

"Laut Merah adalah tulang belakang kita. Kerajaan harus mengadakan pertemuan internasional negara-negara di sekitar Laut Merah untuk mengembangkan kerjasama strategis. Namun sepertinya kekuatan asing tidak menginginkan stabilitas kawasan ini dan berusaha menjegal upaya kerjasama negara-negara sekitar Laut Merah."

Negara-negara di sekitar Laut Merah adalah Saudi Arabia, Yaman, Mesir, Jordania, Sudan, Djibouti, Eritrea, Somalia dan Israel.

Bulan Oktober tahun lalu presiden Yaman, Ali Abdallah Saleh menyerukan negara-negara Arab untuk mewujudkan tanggungjawabnya dengan menggagalkan setiap upaya internasionalisasi Laut Merah. Seruan tersebut menyusul keputusan NATO untuk meningkatkan kehadiran militernya di perairan Samudera Hindia yang berdekatan dengan Laut Merah dengan alasan menangani pembajakan.

Menyusul seruan tersebut Saleh mengadakan kunjungan ke Jordania, Mesir dan Arab Saudi. Sementara Menlu Yaman, Abu Bakr al-Korbi, mengatakan bahwa Arab Saudi telah menyambut positif seruan Yaman dan siap bekerjasama dengan negara-negara Arab di sekitar Laut Merah untuk meningkatkan keamanan kawasan tersebut.

Berbicara di pertemuan negara-negara Arab di Kairo bulan November tahun lalu Korbi menyebut kehadiran angkatan laut asing di kawasan Laut Merah merupakan ancaman bagi keamanan negara-negara Arab.

Sejak terjadinya aksi pembajakan terhadap kapal supertanker "Star Sirius" milik Saudi Arabia tgl 15 November lalu, media massa Arab telah menyerukan suara-suara peringatan terhadap ambisi Israel untuk menguasai akses jalur Laut Merah dengan menggunakan AL Amerika dan Eropa sebagai alatnya.

Sementara itu mantan Sekjen Kuwaiti Salafist Movement, Sheikh Hamed Al Ali dalam artikel panjangnya di sebuah situs internet Arab mengutip pernyataan seorang mantan komandan AL Israel yang mengatakan bahwa Israel berambisi menjadikan Laut Merah menjadi wilayah Israel. Sheikh al-Ali juga menyebutkan kehadiran perlengkapan intelegen dan komunikasi Israel di Ethiopia berupa radar canggih serta puluhan ahli militer Israel di negeri itu. Ethippia, negara yang dipimpin penguasa non-muslim baru saja terlibat dalam petualangan militer yang gagal di Somalia, sebuah negara Arab Afrika.

Sheikh Ali menyerukan kepada para mujahidin Somalia untuk memberangus para pembajak yang aksi-aksinya hanya menguntungkan Israel dan negara-negara barat. Seruan tersebut telah mendapat sambutan positif dari kelompok mujahidin Somalia, Shebab, yang menyebut aksi pembajakan sebagai serangan terhadap Islam dan berjanji akan menyerang para pembajak.

Saturday, 11 April 2009

Prospek Perdamaian Timteng dengan Pemerintahan Baru Israel


Israel adalah negeri yang paling tidak bisa dipercaya. Bahkan oleh Amerika, sekutu utama yang telah banyak berkorban untuknya. Hal ini tampak dalam kasus pertikaian antara Amerika dan Israel akhir-akhir ini perihal penyelesaian konflik Israel-Palestina.

Seperti sudah diduga sebelumnya, terpilihnya tokoh ultranasionalis Benjamin "Bibi" Nethanyahu menjadi perdana menteri Israel, apalagi ditambah bergabungnya tokoh fasis pemimpin partai Yisrael Beitenu, Avigdor Lieberman dalam pemerintahan, membuat prospek perdamaian timur tengah semakin jauh dari harapan. Dalam berbagai kesempatan selama kampanye, Nethanyahu membuat pernyataan kontroversial, yaitu mengancam untuk menyerang Iran jika dirinya terpilih sebagai perdana menteri.

Pernyataan soal penyerangan terhadap Iran tampak telah menjadi isu yang sangat serius sehingga komandan pasukan Amerika di Timur Tengah, Jendral David Petraeus perlu mengingatkan kegentingan masalah tersebut di hadapan para anggota Congress Amerika tgl 1 April lalu. Wapres Joe Biden juga telah memperingatkan Israel bahwa menyerang Iran bukanlah kebijakan yang disarankannya (ill advised).

Adapun Jendral Muellen, kepala staff gabungan Amerika bahkan memberikan komentar agak keras tentang kemungkinan aksi serangan Israel atas Iran. "Ini adalah wilayah yang paling tidak stabil di dunia. Saya tidak ingin menjadi lebih tidak stabil lagi," kata Muellen.

Namun lain pejabat Amerika, lain pula pejabat Israel. "Si vis pacem, para bellum. Jika ingin damai, siapkan perang," kata Lieberman di hari pertama menjabat sebagai Menlu Israel. Pernyataan Lieberman disusul dengan kebijakan perluasan pemukiman ilegal yahudi di wilayah pendudukan Palestina. Padahal masalah pemukiman ilegal yahudi di Pelestina adalah batu sandungan terbesar dalam masalah Israel-Palestina selain masalah status pengungsi Palestina.

Sudah barang tentu Amerika "marah" karena ulah Israel ini. Mereka sudah bersusah payah mengupayakan penyelesaian konflik Israel-Palestina, namun lagi-lagi seperti yang sudah-sudah, upaya itu dihancurkan oleh Israel. Namun kali ini sepertinya "kemarahan" Amerika sangatlah serius sehingga pemerintahan Barack obama perlu mengadakan briefing dengan para anggota Kongress dari partai Demokrat yang menduduki kursi mayoritas baik di Senat (wakil rakyat pengawas pemerintah) dan Congress (wakil rakyat pembuat undang-undang) untuk menyatupadukan suara Amerika terhadap Israel.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Israel memiliki pengaruh sangat kuat dalam peta politik Amerika sehingga bahkan perdana menteri Israel Ariel Sharon pernah berkata, "Kita orang yahudi menguasai Amerika dan mereka (orang Amerika) tahu itu." Dan itulah sebabnya Obama harus bersusah payah melakukan briefing dengan rekan-rekannya dari partai Demokrat yang duduk sebagai wakil rakyat.

Terlepas dari suara pesimis terhadap Obama yang sebagaimana kebanyakan presiden Amerika dianggap hanya menjadi kepanjangan tangan kepentingan para bankir kapitalis, Obama telah menunjukkan langkah-langkah diplomatik yang simpatik. Pertama ia membuka kontak dengan pemerintah Iran. Kemudian dalam pernyataan politiknya di Turki baru-baru ia kembali menyatakan pernyataan politik simpatik yang menjanjikan hubungan lebih baik dengan dunia Islam.

Dalam pernyataannya di Turki, Senin 6 April lalu, Obama kembali mengingatkan solusi dua negara (Israel dan Palestina) sebagai solusi paling memungkinkan bagi tercapainya perdamaian timur tengah. Solusi ini mengharuskan Palestina diberikan hak mendirikan negara sendiri. Perjanjian Annapolis yang dibuat semasa pemerintahan presiden Bush menetapkan pembentukan negara Palestina pada tahun 2008. Namun sampai saat ini rencana tersebut belum juga terealisasikan.

Dalam kesempatan tersebut Obama juga menuntut Israel untuk menghentikan aktivitas pemukiman liar, membongkar pos-pos keamanan ilegal, dan menyediakan bantuan ekonomi dan keamanan kepada Otoritas Palestina sebagaimana dimandatkan perjanjian Annapolis.

Meski terdapat nada minor dari Israel tentang perjanjian Annapolis, pemerintah Amerika masih berharap Israel tetap berkomitmen terhadapnya. Menurut para pejabat Amerika, mereka akan menunggu sikap resmi Israel dalam pertemuan Obama-Nethanyahu yang akan diadakan bulan depan.

Lebih jauh departemen luarnegeri Amerika hari Selasa (7 April) lalu mengkritik menlu Israel Avigdor Lieberman yang telah membuat "peringatan" kepada pihak-pihak yang menekan Israel dalam kebijakan luar negerinya. Maksud Lieberman tentu saja adalah Amerika. "Kita tidak pernah mencampuri urusan negara lain dan kami berharap negara lain untuk tidak berdiri dengan stopwatch di tangan (maksudnya menuntut segera realisasi perjanjian Annapolis, pen)," kata Lieberman dalam sebuah konperensi partai ultra radikal Yisrael Beitenu yang dipimpinnya.

Menanggapi pernyataan tersebut jubir deplu Amerika Robert Wood mengatakan bahwa prioritas utama Amerika adalah melanjutkan perundingan yang terhenti untuk menuju tercapainya solusi dua negara. Wood mengatakan, utusan khusus Amerika di Timur Tengah, George Mitchell, akan mengunjungi kawasan tersebut minggu ini untuk "melanjutkan diskusi untuk mengembalikan jalur sebenarnya demi mencapai solusi dua negara". "Kami akan mendengarkan pendapat berbagai pihak mengenai penilaian mereka tentang berbagai hal," kata Wood sembari mengakui bahwa situasi yang dihadapi sangatlah komplek.

Sumber-sumber di Washington mengatakan balum ada rencana kunjungan kenegaraan Obama ke Israel yang awalnya dijadwalkan pada bulan Juni. Demikian juga belum ada kejelasan tentang rencana kunjungan Nethanyahu ke Amerika bulan Mei mendatang. Namun "di belakang layar" kedua pihak sibuk mengkalkulasi langkah-langkah diplomatik apa yang akan mereka lakukan di masa mendatang terutama berkaitan dengan pernyataan-pernyataan kontroversial Lieberman dan Nethanyahu.

Lieberman tidak hanya telah membuat merah telinga para pejabat Amerika, namun juga orang-orang Israel sendiri. Tokoh partai oposisi Kadima, MK Yohanan Plesner mengecam pernyataan Lieberman. "Pada saat yang sangat sensitif, saat mana hubungan antara Israel dan Amerika semestinya lebih dikukuhkan, Lieberman telah merusak hubungan itu dan menempatkan dalam resiko komitmen dukungan Amerika terhadap Israel. Lieberman harus mengerti bahwa hubungan diplomatik tidak dapat diatur sebagaimana mengatur organisasi seperti Yisrael Beitenu," katanya.

Plester mengatakan bahwa partai buruh yang tergabung dalam pemerintahan bersama dua partai ultranasionalis, Likud dan Yisrael Beitenu, kini memiliki satu kesempatan akhir untuk "menghindari diri dari permainan membahayakan" yang dilakukan pemerintah.

Pernyataan lebih pedas dikemukakan anggota partai buruh, MK Eitan Cabel mengatakan: "Sang gajah terus mengamuk dan tidak ada seorangpun yang menghentikannya. Saya berharap menteri-menteri dari partai buruh, terutama menteri pertahanan Ehud Barak untuk berhenti berdiri di pinggir jalan. Karena inilah janji yang telah disampaikan partai buruh saat bergabung dengan pemerintahan. Ini harus dihentikan sekarang juga karena orang itu (maksudnya Lieberman) tidak dapat mengontrol mulutnya dan menyebabkan kerusakan yang tidak bisa diperbaiki."

Jadi kini lagi-lagi dunia hanya bisa menunggu dengan harap-harap cemas bahwa pemerintahan Israel akan benar-benar komitmen mewujudkan perdamaian. Dan tampaknya harapan tersebut kembali tinggal menjadi sebuah harapan tanpa pernah menjadi kenyataan.

Keterangan gambar: satu keluarga warga Palestina meninggalkan rumahnya yang hancur akibat aksi perluasan pemukiman Israel di Tepi Barat.

Thursday, 9 April 2009

Teka-Teki Kaligrafi Istana Al Hambra Spanyol belum Terpecahkan


(Dari blog Islam Agamaku, badrislam.blogspot.com
Senin, April 06, 2009)


Berabad lamanya, para peneliti pusing dengan teka-teki ribuan huruf Arab (Kaligrafi) yang terpahat indah di dinding dan langit-langit Istana Alhambara, Arsitektur Islam yang disebut pula permata Eropa.

Saat ini, para peneliti sedang mencari berbagai katalog dan sumber-sumber sejarah untuk memecahkan misteri kata-kata yang telah menjadi magnet penarik para turis datang ke Spanyol itu.

“Semua nampak luar biasa ketika tak ada katalog atau sumber sejarah yang mampu memecahkannya di abad 21 ini” ujar Juan Castilla, seorang investigator dari sebuah sekolah Studi Arab di Lembaga Tinggi Ilmu Penelitian Spanyol. Ribuan ukiran huruf Arab terpahat di di dinding dan langit-langit Istana Alhambra yang dalam bahasa Arab disebut Al Hamra.

“Tak ada yang pemenang selain Allah” kalimat itulah yang banyak terpahat berulang di dinding-dinding. “Kalam tersebut berulang ratusan kali,” ucap Castilla.
Kalam tersebut adalah jargon dari Dinasti Nasrid penguasa Granada di Andalusia sejak tahun 1238 sampai tahun 1492 ketika Spanyol berhasil merebut kembali kota itu.
Pesan lain yang juga sering terpahat di sana adalah kata-kata seperti “Kebahagian Abadi” yang menjadi landasan pemikiran dan ekspresi keinginan para umat Islam di Granada waktu itu.

Tulisan-tulisan lain ada pula yang berupa kebenaran umum yang memberi semangat tersendiri, seperti “Janganlah terlalu banyak bicara, dan kau pun akan pergi dengan damai” dan “Bersukacitalah dalam hidup, karena Allah selalu menolongmu.”
Sampai sekarang, hanya ada beberapa penelitian yang mempelajari tulisan-tulisan tersebut.

Saat ini, para peneliti sedang mencoba mencari maksud dari tulisan-tulisan lain yang ada di istana tersebut. Menggunakan teknologi modern serupa kamera digital dan laser pemindai tiga dimensi, mereka mengambil contoh pembacaan dari tiga dimensi berbeda dari batu-batu yang nampak terawat di sana. Banyak dari tulisan-tulisan yang menyelubungi lengkungan-lengkungan langit-langit dan pilar-pilar, sehingga membuat orang-orang yang berada di bawah sukar memahaminya dengan mata telanjang.

Hal lain yang menyulitkan pemecahan teka-teki ini adalah penggunaan variasi tulisan yang dilakukan oleh pemahat dalam mengukirnya. Para peneliti berharap bisa menyelesaikan 65 persen dari proyek ini dan menerjemahkannya ke dalam bahasa Spanyol di akhir tahun. Mereka berharap pula proyek ini bisa selesai di tahun 2011.

Tulisan-tulisan tersebut akan diterjemahkan pula ke dalam bahasa Inggris dan Prancis.
Sejak proyek tersebut dimulai tahun 2002, 3.116 dari sekitar 10.000 tulisan yang tersebar di Istana tersebut telah dipecahkan. Beberapa tulisan yang telah berhasil dipecahkan itu kini telah tersedia dalam bentuk DVD dan buku yang terbit bertahap dan telah bisa dinikmati.

Dibangun pada awal abad ke tiga belas di selatan kota Granada, Istana Alhambra dianggap sebagai permata arsitektur Islam Eropa. Pernah menjadi tempat pemukiman Muslim dan Pengadilan Tinggi Granada, Istana tersebut kini telah menjadi salah satu tempat wisata utama di Spanyol. Terdaftar sebagai salah satu warisan dunia pada tahun 1994 oleh UNESCO, Istana Alhambra menarik sedikitnya 3,1 juta pengunjung di tahun 2008.

Al Andalus mengacu pada dua hal Emirate (ca 750-929) dan Kalifah Kordoba (929-1031)
Pada Tahun 1236, perebutan kekuasaan di Spanyol yang berhasil menaklukkn kekuatan Ilam terakhir di Granada dibawah pimpinan Mohammad Bin Alhamar, dilakukan oleh pasukan Kerajaan Kristen dibawah pimpinan Ferdinand III. Sejak saat itu, Granada menjadi wilayah yang diperintah oleh kerajaan Kristen selama 250 tahun setelahnya sampai 2 Januari, 1942, ketika pemimpin Muslim terakhir Granada, Boabdil, menyerahkan semua kontrol dari semua benteng-bentengnya di Granada, untuk Ferdinand dan Isabella.(suaramedia)

Wednesday, 8 April 2009

Andai Saja Rasputin Mampu Bertahan


Selama ratusan tahun rakyat Rusia di bawah kepemimpinan para tsar (kaisar) dan gereja orthodox, berperang melawan dominasi yahudi. Sama seperti negeri-negeri lain yang menjadi tuan rumah bagi komunitas yahudi, rakyat Rusia mendapatkan fakta-fakta menyakitkan berkaitan dengan orang-orang yahudi. Selain pembunuhan ritual yang dilakukan orang-orang yahudi di hari-hari besar mereka terhadap anak-anak Rusia, praktik riba, monopoli, spekulasi dan "perampasan" lahan-lahan subur dan properti, membuat para tsar melakukan kebijakan anti-yahudi yang keras.

Di rusia, kaum yahudi dibatasi dalam kepemilikan, dilarang tinggal di daerah-daerah tertentu, dilarang bekerja di beberapa jenis pekerjaan, dan sebagainya dan berbagai bentuk penindasan lainnya. Dalam rangka memerangi yahudi, Rusia mengirimkan dua armada AL ke Amerika untuk membantu Presiden Lincoln dalam perang sipil (Rusia menganggap pihak konfederasi merupakan antek yahudi). Dalam rangka memerangi yahudi pula Rusia terlibat dalam Perang Krim dan Perang Dunia I untuk mencegah yahudi askhenazi (keluarga Rothschild) yang menunggangi negara Jerman menguasai Selat Bosporus yang sangat vital bagi kepentingan ekonomi politik Rusia.

Namun orang-orang yahudi pun bukan tanpa perlawanan. Mereka mengorganisir aksi-aksi massa dan pembunuhan-pembunuhan politik termasuk terhadap para tsar. Mereka dibantu oleh opini yang dikembangkan pers Inggris dan Amerika dan uang dari para bankir Amerika dan Inggris. Dan yang paling sukses adalah mendorong Jepang untuk memerangi Rusia tahun 1905.

Dan setelah "munculnya" Engels dan Karl Marx, yahudi menemukan senjata baru untuk memecah belah dan menguasai: komunisme.

Singkat kata, dengan senjata baru ini yahudi pada awal abad 20 mengalami kemajuan pesat di Rusia. Di sisi lain kekuasaan Tsar menjadi semakin lemah, terutama akibat berbagai kerusuhan, aksi-aksi massa, dan agitasi serta propaganda yahudi c.q. komunisme.

Namun pada tahun 1905 kemajuan yahudi tersendat oleh munculnya figur berkharisma dan kuat secara fisik, yang kemudian menjadi penasihat kerajaan Rusia, Rasputin. Rasputin yang tahu apa yang tengah terjadi di Rusia, berupaya sekuat tenaga mencegah Rusia semakin jatuh ke dalam perangkap yahudi. Ia misalnya berhasil membujuk tsar untuk mengakhiri keterlibatan Rusia dalam Perang Dunia II th 1914-1918. Maka ia harus dilenyapkan.

Pada suatu malam tgl 16 Desember 1916 Rasputin menghadiri undangan makan malam di istana pangeran di St Petersburg. Rasputi dijamu di ruangan basement sementara di lantai atas beberapa konspirator bersembunyi. Mulanya Yusopov menjamu Rasputin dengan roti yang telah diolesi racun sianida. Meski demikian racun paling mematikan tersebut tidak berpengaruh banyak terhadap Rasputin. Maka Yusupov, setelah berkonsultasi dengan orang-orang di lantai atas, menembak Rasputin tepat di jantungnya. Namun saat Yusupov mengecek tubuh Rasputin yang tergeletak, tiba-tiba Rasputin bangun dan mencengkeram leher Yusupov. Terkejut, Yusupov meronta dan berhasil melepaskan diri dan lari keluar rumah. Rasputin yang terluka pun berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar.

Ternyata di luar rumah, para konspirator lain, termasuk beberapa agen rahasia Inggris, sudah menunggunya yang menembak kepala Rasputin dalam jarak dekat. Namun bahkan dalam kondisi terluka hebat, Rasputin masih bertahan hidup. Ia baru meninggal setelah tubuhnya ditenggelamkan ke dalam sungai Neva yang membeku.

Seandainya saja Rasputin masih bisa bertahan hidup, mungkin Revolusi Oktober Bolshevik yang mengantarkan komunis ke puncak kekuasaan Rusia tidak akan terjadi, Perang Dunia II, Perang Dingin Sovyet-Amerika, Perang Vietnam dan perang-perang lain yang menewaskan ratusan juga umat manusia tidak akan terjadi.

Namun Rasputin harus kalah. Setahun setelah kematiannya, Leon Trotsky dan kawan-kawannya pendiri negeri komunis Uni Sovyet, berlayar diam-diam dari Amerika ke Rusia untuk melancarkan Revolusi Bolshevik. Ia menggunakan kapal yang disediakan oleh Presiden Amerika FD Rossevelt dan membawa berkilo-kilo emas dan jutaan dolar dana revolusi bantuan para bankir yahudi Amerika.

Sementara itu Lenin juga secara diam-diam kembali ke Rusia dari Jerman melalui Swedia dengan menggunakan kereta api. Dengan jutaan dolar dana revolusi bantuan yahudi Eropa, ia ditemani 20 dedengkot komunis bersenjata tommy gun. Sebagaimana Trotsky, Lenin berdarah yahudi. Demikian juga halnya Stalin, Hegel dan "Bapak Komunisme" Karl Marx.

Tahap demi tahap, langkah demi langkah dilakukan untuk menghancurkan kerajaan Rusia. Tidak hanya itu, Rusia kemudian menjadi cikal bakal kekuatan superpower Uni Sovyet yang menguasai separoh dunia selama beberapa dekade, dengan komunisme sebagai fahamnya.

Adalah menarik bahwa Rasputin, sebelum kematiannya telah meninggalkan surat wasiat berupa kabar kematian dirinya sekaligus nasib Rusia setelahnya. Tidak saja tepat meramalkan kematiannya sendiri, ia juga dengan tepat meramalkan nasib negeri Rusia, keluarga Tsar, dan rakyat Rusia, bahkan nasib pembunuhnya yang meninggal di pengasingan di Perancis.

Berikut adalah tulisan surat Rasputin yang ditulis sebelum kematiannya yang ditujukan kepada Tsar Nicholas II.

"Saya menulis dan meninggalkan surat ini di St. Petersburg. Saya merasa bahwa saya akan meninggalkan dunia ini sebelum tgl 1 Januari. Saya ingin memberitahu seluruh rakyat Rusia, kepada seluruh negeri Rusia, apa yang harus mereka ketahui. Jika saya terbunuh oleh rakyat biasa, khususnya oleh seorang petani Rusia, Anda, Tsar Rusia, tidak perlu khawatir dengan kekuasaan Anda dan nasib keturunan Anda, mereka akan memerintah negeri Rusia selama ratusan tahun. Namun jika saya dibunuh oleh orang kaya, seorang bangsawan, dan jika mereka menumpahkan darah saya, selama dua puluh lima tahun mereka tidak akan menghapus darah saya di tangan mereka. Mereka akan pergi dari Rusia meninggalkan perselisihan hebat. Sesama saudara akan saling membunuh, mereka akan saling membenci, dan selama dua puluh lima tahun tidak akan ada lagi kaum bangsawan di Rusia. Tsar Rusia, jika Anda mendengar suara bel yang menandakan kematian saya, Anda harus mengetahui ini: jika pembunuh saya adalah kerabat Anda, maka tidak seorangpun dari keluarga Anda dan kerabat Anda yang akan tetap hidup selama dua tahun. Mereka akan dibunuh oleh rakyat Rusia... Saya akan segera terbunuh. Saya tidak akan bersama lagi dengan mereka yang hidup. Berdoalah, berdoalah, tetaplah tabah dan kuat, pikirkanlah nasib keluarga Anda."

Sunday, 5 April 2009

ZERO SUM GAME SEKTOR KEUANGAN


Mengapa judi dilarang oleh agama? Karena judi tidak memberikan nilai tambah apapun kecuali fitnah dan kehancuran tatanan rumahtangga dan sosial. Setiap kemenangan yang diperolah oleh satu pihak berarti kerugian dalam jumlah yang sama pada pihak lain. Bagi penjudi yang memiliki modal besar, kemungkinan memenangkan permainan judi lebih besar dari lawannya yang bermodal lebih kecil. Bagi yang memiliki modal "tak terbatas", kemenangan mutlak berada di tangan mereka.

Demikian juga halnya dengan bisnis "sektor keuangan" yang berlaku di seluruh penjuru dunia. Namun masyarakat dunia tidak pernah mau belajar dari pengalaman masa lalu. Semua krisis keuangan global adalah rekayasa para penjudi sektor keuangan yang bermodal "tak terbatas". Mereka memborong dan mengobral saham atau mata uang untuk membuat nilainya meroket atau jatuh demi keuntungan mereka tidak peduli akibatnya adalah kehancuran ekonomi masyarakat.

Pada akhir dekade 80-an negara-negara Asia Timur dinina-bobokkan dengan ramalan "kejayaan ekonomi" Asia melalui buku-buku seperti Megatrend, Future Shock, Third Wave dll. Para penulis buku-buku tersebut seperti Alfin Toffler disambut sebagai tamu kehormatan di negara-negara Asia. Dan untuk memenuhi ramalan para penulis tersebut, negara-negara Asia timur berlomba-lomba menggenjot hutang luar negeri demi memacu pembangunan.

Pada akhir dekade 90-an dimana sebagian besar hutang luar negeri negara-negara Asia timur jatuh tempo, George Soros dan para pedagang uang lainnya memborong mata uang dolar di pasar uang Asia timur. Akibatnya nilai dollar melonjak tinggi padahal negara-negara Asia Timur membutuhkannya untuk melunasi hutangnya. Akibatnya terjadilah krisis moneter di kawasan Asia Timur yang menghancurkan perekonomian kawasan ini termasuk Indonesia.

Lain negara-negara Asia Timur lain George Soros cs. Ia mengeruk keuntungan berlipat ganda dari nilai dolar yang melonjak tinggi. Dengan dolar harga baru yang dimilikinya, ia bisa membeli lebih banyak barang dan jasa, properti, hingga perusahaan di negara-negara korban permainannya. Dan keuntungan Soros cs dan penyandang dana mereka semakin besar dengan banyaknya hutang baru yang mereka berikan kepada negara-negara Asia Timur, yang mereka panen dalam bentuk bunganya setiap tahun.

Praktek semacan itu kembali mereka lalukan dalam episode krisis kredit perumahan Amerika yang kemudian menjalar menjadi krisis keuangan global akhir-akhir ini. Setelah mengobral kredit secara besar-besaran, tiba-tiba mereka menarik likuiditas sehingga masyarakat dan dunia usaha penerima kredit tidak dapat membayar cicilan kreditnya. Akibatnya terjadi krisis keuangan yang memaksa perusahaan mengurangi produksi dan tenaga kerjanya dan jutaan orang kehilangan rumahnya karena disita bank. Dan setelah harga barang-barang, properti dan saham perusahaan jatuh, mereka memborongnya.

"Saya mendapatkan "krisis" yang sangat baik," kata George Soros kepada koran The Australian baru-baru ini menanggapi krisis keuangan global yang tengah berlangsung saat ini.

Krisis yang sangat baik yang dimaksud Soros adalah keuntungan yang diraihnya akibat krisis keuangan global yang menurut prediksinya mencapai $1,1 miliar tahun lalu.

Soros, pemilik perusahaan hedge fund Quantum Fund, tidak sendirian, sebanyak 25 top spekulan bisnis keuangan Wall Street meraup keuntungan total hingga $11,6 miliar tahun lalu. Keuntungan terbesar diraih oleh James H. Simons dari Renaissance Technologies yang meraup keuntungan hingga $2,5 miliar tahun lalu. Keuntungan terbesar kedua diraih oleh John A. Paulson dengan keuntungan $2 miliar.

Namun "penjudi" yang kalah jauh lebih banyak dari mereka. Sekitar 2/3 perusahaan hedge fund di Wall Street mengalami kerugian dengan margin kerugian mencapai 18%, demikian menurut laporan New York Times.

Dan akhirnya kerugian terbesar tetap harus ditanggung masyarakat yang harus kehilangan pekerjaan dan propertinya sekaligus.

Friday, 3 April 2009

PERANG DUNIA III DALAM JANGKAUAN


"The Third World War must be fomented by taking advantage of the differences caused by the "agentur" of the "Illuminati" between the political Zionists and the leaders of Islamic World. The war must be conducted in such a way that Islam (the Moslem Arabic World) and political Zionism (the State of Israel) mutually destroy each other. Meanwhile the other nations, once more divided on this issue will be constrained to fight to the point of complete physical, moral, spiritual and economical exhaustion…We shall unleash the Nihilists and the atheists, and we shall provoke a formidable social cataclysm which in all its horror will show clearly to the nations the effect of absolute atheism, origin of savagery and of the most bloody turmoil. Then everywhere, the citizens, obliged to defend themselves against the world minority of revolutionaries, will exterminate those destroyers of civilization, and the multitude, disillusioned with Christianity, whose deistic spirits will from that moment be without compass or direction, anxious for an ideal, but without knowing where to render its adoration, will receive the true light through the universal manifestation of the pure doctrine of Lucifer, brought finally out in the public view. This manifestation will result from the general reactionary movement which will follow the destruction of Christianity and atheism, both conquered and exterminated at the same time." (Albert Pike, pemimpin Freemason Amerika Utara, dalam suratnya kepada rekannya pemimpin Freemason Eropa Giusseppe Mazzini tahun 1870).


Saat Anda membaca tulisan ini boleh jadi Anda tengah memasuki detik-detik paling menentukan dari suatu kejadian paling besar dalam sejarah dunia, yaitu Perang Dunia III.

Mengada-ada dan berlebih-lebihan? Tidak juga. Perang Dunia I dan II juga sudah pernah diprediksikan orang jauh sebelum kejadian. Meski dianggap mengada-ada, namun ramalan tersebut toh terjadi juga. Dokumen rahasia Protocols of Learned Elders of Zion yang terbongkar ke publik tahun 1905 dengan tepat meramalkan peristiwa Revolusi Komunis di Rusia, tumbangnya negara-negara kerajaan Eropa, Perang Dunia I, Depresi Besar, Perang Dunia II. Saat dokumen tersebut dipublikasikan, sebagian besar masyarakat menganggapnya sebagai banyolan belaka.

Albert Pike, tokoh freemason Amerika telah meramalkan kejadian Perang Dunia I dan II pada tahun 1870 dengan akurasi yang sangat tinggi. Dan kini dunia tengah menunggu terjadinya ramalan selanjutnya, Perang Dunia III. Dan melihat segala kejadian yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir, secara teori ramalan tersebut semakin mendekati kenyataan.

Saya ingin tekankan kejadian paling akhir yang mendukung ramalan tersebut, yaitu terpilihnya Benjamin "Bibi" Nethanyahu, seorang tokoh garis keras yahudi sebagai Perdana Menteri Israel. Baru sehari setelah dilantik tgl 31 Maret 2009, Bibi telah mengeluarkan ancaman untuk menyerang Iran dan membatalkan rencana pembentukan negara Palestina yang oleh semua orang dianggap sebagai satu-satunya cara mengurangi konflik di Timur Tengah.

Kejadian-kejadian lain adalah krisis nuklir Iran, krisis keuangan global, terpilihnya Barack Obama dan penyerbuan Israel atas Gaza. Jauh sebelumnya penyerbuan Amerika atas Afghanistan dan Irak telah menciptakan kondisi awal yang sempurna. Semuanya saling terkait dan menguatkan untuk menuju satu titik: penyerbuan Amerika-Israel ke Iran yang selanjutnya memicu terjadinya perang regional yang lebih besar melibatkan Iran-Palestina-Lebanon-Irak-Syria di satu pihak melawan Amerika-Israel dan sekutunya. Dalam tahap selanjutnya dengan keterlibatan Pakistan, Turki, Rusia dan Cina dan para mujahid Islam di pihak Iran, perang berubah menjadi perang global. Semuanya persis dengan ramalan yang dibuat Albert Pike.

Seperti permainan catur, langkah-langkah strategis telah dijalankan dan persiapan telah disiapkan. Meski tanpa publikasi, semuanya itu terus berlangsung. Sebagai contohnya adalah adanya informasi mengenai persiapan senjata dan amunisi yang telah berlangsung di Amerika dan Inggris. Informasi penting lainnya adalah adanya pertemuan para petinggi komando militer NATO di kawasan terpencil Adirondacks di sebelah utara New York, AS bulan Oktober 2008 lalu. Selain itu persiapan yang lebih terbuka --- mungkin dimaksudkan sebagai perang psikologi--- adalah latihan angkatan udara Israel di Laut Tengah akhir tahun lalu.

Namun lebih penting dari itu semua adalah "ramalan" Joe Biden sebelum dirinya bersama Barack Obama terpilih menjadi presiden dan wakil presiden Amerika. Dalam sebuah kampanya tgl 19 Oktober 2008, Joe Biden meramalkan bahwa tidak sampai 6 bulan setelah dilantik, Barack Obama akan mendapatkan ujian berat berupa krisis internasional yang hebat.

"Catat kata-kata saya. Tidak sampai 6 bulan setelah pelantikan, dunia akan menguji Barack Obama sebagaimana dialami John Kennedy. Hati-hati! Kita akan menghadapi sebuah krisis internasional, krisis yang sengaja diciptakan untuk menguji mental Obama," kata Biden.

Perlu dicatat, Biden mengeluarkan ramalan ini bahkan sebelum Barack Obama memenangkan pemilihan umum di bulan November.

Jadi, mungkinkah Amerika-Israel akan menyerang Iran, paling lama bulan Juli tahun ini atau enam bulan setelah Barack Obama dilantik? Kita tunggu saja.

LOBI YAHUDI YANG SEMAKIN TELANJANG


Di tengah-tengah meningkatnya sentimen anti-Yahudi di negara-negara barat khususnya Amerika menyusul aksi biadab Israel di Gaza serta terbongkarnya praktik-praktik keculasan orang-orang Yahudi di sektor keuangan sebagaimana kasus Bernard Madoff, lobi Yahudi semakin menampakkan kebusukannya.

Dua lembaga yahudi Amerika, AJC (American Jewish Committee) dan ADL (Anti Demafation League) kini gencar menekan pemerintah Amerika cq Kejaksaan Agung untuk menghentikan proses hukum kasus spionase yang dilakukan dua pejabat AIPAC (American-Israeli Public Affairs Committee, lembaga kajian yahudi di Amerika), Steve Rosen dan Keith Weissman. Sejak tahun 2005 kedua orang yahudi tersebut menjalani proses penyidikan kasus spionase karena melanggar UU Spionase dengan menyelundupkan dokumen-dokumen rahasia ke Israel.

"Tuduhan (kepada dua orang pejabat AIPAC) tersebut menciptakan efek yang tidak menyenangkan," kata Executive Director AJC David Harris dalam pernyataan resmi organisasinya minggu lalu. "Berdasarkan fakta-fakta yang telah diumumkan sejauh ini, kami berharap pemerintah mengkaji kembali kasus ini dan mempertimbangkan untuk tidak meneruskan kasus ini," tambahnya.

Kasus ini muncul ke permukaan sejak diberitakan oleh koran New York Times pada tahun 2004. Larry Franklin, seorang analis politik Timur Tengah di Defense Intelligence Agency, juga turut diperiksa karena turut membantu pencurian data rahasia berkaitan dengan kebijakan politik pemerintah Amerika atas Iran tersebut.

ADL baru-baru ini juga mengumumkan isi surat yang mereka kirimkan ke deputi Jaksa Agung September tahun lalu. Isi suratnya adalah mendesak kejaksaan agung untuk mengkaji kembali tuduhan dan penyidikan kasus tersebut.

"Kami mendukung pemerintah untuk melindungi keamanan informasi negara. Namun demikian tuduhan dalam kasus ini tidak diperlukan dalam kaitan perlindungan keamanan informasi negara," demikian salah satu bunyi surat tersebut.

Lembaga-lembaga yahudi di Amerika telah lama mendapat sorotan para analis karena perannya yang lebih membela kepentingan Israel daripada Amerika sendiri. Mereka secara membabi-buta membela orang-orang yahudi yang telah merugikan kepentingan Amerika sebagaimana dalam kasus Jonathan Pollard. Meski telah terbukti menjadi mata-mata Israel dan dijatuhi hukuman penjara, organisasi-organisasi yahudi tidak pernah jemu mendesak pemerintah Amerika untuk membebaskannya.

Dalam situasi sekarang ini dimana orang-orang yahudi tengah menjadi sorotan negatif karena perannya dalam praktik-praktik kotor bisnis keuangan yang mendorong terjadinya krisis keuangan global plus kekejian vulgar yang diperlihatkan Israel atas Gaza awal tahun ini, tingkah laku AJC dan ADL semakin menyulut sentimen anti-Yahudi.

"ADL telah nampak nyata menjadi salah satu pilar propaganda Israel di Amerika, sebagaimana dinyatakan sendiri oleh media massa Israel. Mereka melakukan kegiatan mata-mata, mengeluarkan daftar hitam, mengkompilasi file-file yang beredar yang dianggap mengkritik ataupun merugikan tindakan-tindakan Israel, dan lain-lain," tulis ilmuwan Noam Chomsky dalam bukunya Necessary Illusions.

"Apa-apa saja yang telah dilakukannya dimaksudkan untuk menghancurkan setiap sikap oposisi yang ditujukan kepada kebijakan politik Israel, termasuk penolakan mereka untuk mengikuti standar politik umum," tambah Chomsky.

Sementara itu AIPAC, lembaga lobi yahudi paling kuat di Amerika, juga banyak mencatat sejarah hitam di masa lalu. Sebagai contoh pada tahun 1992 ketua organisasi tersebut, David Steiner dikritik keras oleh masyarakat setelah membual tentang pengaruhnya terhadap kebijakan politik Amerika untuk lebih menguntungkan Israel. David dengan bangga membongkar lobi yang dilakukannya terhadap pemerintahan Presiden Bill Clinton atas penunjukan pejabat direktur National Security Agency.

"AIPAC secara de facto adalah agen pemerintahan asing (Israel) yang kesuksesannya tergantung pada kemampuannya memberikan "imbalan" terhadap kandidat politisi yang mendukung agenda mereka, dan menghukum mereka yang menentangnya," tulis profesor John Mearsheimer dari University of Chicago dan profesor Stephen Walt dari Harvard University dalam buku mereka yang terkenal: "The Israel Lobby and U.S. Foreign Policy".

Mantan presiden President Jimmy Carter juga pernah mengeluarkan tuduhan bahwa AIPAC selalu melakukan tekanan kepada pejabat publik dan politisi untuk menjalankan agenda mereka.

Kepentingan yahudi di Amerika selama ini tertolong dengan sikap "tidak peduli" atau lebih tepatnya "kebodohan" rakyat Amerika sendiri. Sebagaimana ditulis Michael Moore dalam bukunya "Stupid White Men" sebanyak 40 juta warga Amerika masih buta hurup dan 100 juta lainnya tidak pernah membaca berita di media massa. Mereka lebih mengerti gambar tatoo di tubuh Britney Spears dan cemilan kesukaan Oprah Wimfrey daripada nama para pejabat publik mereka sendiri. Bahkan saking na'if-nya mereka menyangka orang-orang Yahudi beragama Islam.

Namun bagimana pun kebusukan tidak dapat disembunyikan selamanya. Kini fenomena anti yahudi di Amerika sudah mulai terasa meski tidak sebesar di Eropa.

Tuesday, 31 March 2009

New York Times yang Dituduh Anti-semit


Beberapa waktu lalu seorang jendral angkatan perang Israel mengutuki Amerika. Alasannya? Karena Amerika telah memberikan dukungan 100% atas aksi penyerangan Israel terhadap Gaza. Menurut sang jendral, akibat dukungan bulat-bulat tersebut Israel telah melakukan "blunder" dengan menyerang Gaza.

Beberapa ribu tahun lalu umat Yahudi baru diselamatkan Allah dari kebiadaban firaun Mesir. Dengan mata kepala sendiri mereka menyaksikan kebesaran Allah yang melalui tongkat Nabi Musa telah membelah Laut Merah, menyelamatkan mereka dan menghancurkan tentara firaun. Namun tidak lama kemudian mereka memusuhi Allah karena tidak memberikan makanan kesukaan mereka. Bahkan setelah Allah kembali mengingatkan mereka dengan hukuman keras termasuk mengubah sebagian dari mereka menjadi monyet dan babi, mereka tetap memusuhi Allah.

Hal yang sama (yahudi memusuhi "orang" yang telah menolongnya) terjadi baru-baru ini atas koran New York Times (NYT). Media massa milik yahudi yang dalam berita-berita maupun ulasan-ulasannya cenderung selalu membela yahudi dan Israel, kini dituduh oleh kalangan yahudi Amerika sebagai anti-semit. Alasannya karena NYT menuliskan laporan seorang jurnalisnya tentang perlakuan rakyat dan pemerintah Iran yang sangat baik terhadap kaum minoritas yahudi.

Laporan tersebut adalah fakta yang dialami sendiri oleh jurnalisnya. Dan lagipula sang jurnalis, Roger Cohen, adalah seorang yahudi. Cohen sendiri yang sekali lagi adalah orang yahudi, bahkan tidak luput dari tuduhan anti-semit.

Iran adalah negara di timur tengah yang memiliki jumlah penduduk yahudi tertinggi setelah Israel sendiri. Bulan lalu Cohen mengadakan kunjungan jurnalistik ke negeri tersebut. Di negeri yang menerapkan secara tepat konsep "khafir dhimmi" atau kafir yang dilindungi tersebut, ia mendapatkan kenyataan yang bertolak belakang dengan stereotype yang berkembang di barat yang menganggap Iran memperlakukan warga minoritas dengan kejam. Di Iran orang yahudi bahkan memiliki perwakilan di parlemen. Tidak heran jika mereka menolak pindah kewarganegaraan ke Israel meski pemerintah Israel menawarkan hadiah-hadiah menarik jika mereka mau pindah ke Israel.

"Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa sinagog pertama yang saya masuki adalah sinagog di kota Teheran," kata Cohen.

Ia menganggap tuduhan negatif atas Iran sebagai bentuk "hasutan" dan menyatakan bahwa Iran adalah negeri paling toleran, demokratis, dan maju di timur tengah. "Mungkin saya bias dalam perkataan, namun saya mengatakan yang sebenarnya bahwa perlakukan Iran atas warga yahudi mengatakan banyak hal tentang Iran, kemajuan dan kebudayaannya, daripada suatu retorika penuh hasutan," kata Cohen.

"Ini tidak lain karena saya sebagai orang yahudi sangat jarang mendapat perlakuan hangat sebagaimana di Iran," tambahnya.

Artikel Cohen segera mendapat kecaman pedas dari kalangan yahudi Amerika. Mereka menganggap NYT dan Cohen telah melakukan propaganda bergaya nazi yang mendorong sentimen anti-semit.

Cohen sudah memperkirakan tulisan tersebut akan mendapat kecaman, namun tidak dengan kuantitas yang ia dan NYT terima. "Saya telah memperkirakan adanya kritikan, namun tidak mengira adanya blow up yang disertai kemarahan," kata Cohen menanggapi respons atas tulisannya.

Permusuhan orang-orang yahudi Amerika terhadap NYT karena tulisan Cohen terjadi menyusul kasus yang hampir sama yang menimpa NYT dan juga Washington Post (media yang juga didominasi oleh kepentingan yahudi). Gara-garanya kedua koran paling berpengaruh di Amerika itu memuat kartun yang menyindir kekejian Israel atas warga Palestina di Gaza.

"Kartun seperti itulah yang telah mempengaruhi jutaan orang di tahun 1930-an untuk membenci yahudi dan mendorong terjadinya aksi genoside nazi," demikian pernyataan Simon Wiesenthal Center (Gus Dur, Gunawan Muhammad pernah menerima penghargaan dari lembaga ini, catatan penulis), lembaga sosial yahudi berpengaruh yang bermarkas di Los Angeles.

Anti-Defamation League, organisasi yahudi Amerika lainnya yang lebih berpengaruh mengecam kartun tersebut sebagai "ekspresi anti-semit yang sangat buruk".

Yah, yahudi memang tidak pernah mengenal terima kasih. Menlu Collin Powel yang telah "mengawal" kebijakan perang anti-terorisme Presiden George W. Bush demi kepentingan Israel pun mereka kecam dengan brutal hingga berakibat pada penggantian Powel dengan Condoleeza Rice. Bahkan Hillary Clinton, menlu Amerika yang bersama suaminya mantan presiden Bill Clinton telah mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan yahudi, kini tengah menghadapi tuduhan sebagai "terlalu condong ke Arab".

Sunday, 29 March 2009

Rahasia di Belakang Kasus Madoff


Kasus Skema Ponzi Bernard Madoff merupakan kasus penipuan terbesar sepanjang sejarah dunia yang terkuak (mungkin saja ada kasus penipuan lebih besar yang belum terkuak). Namun hingga tiga bulan lebih penyidikan berlangsung, masih terdapat beberapa misteri yang menjadi pertanyaan masyarakat.

Contoh pentingnya adalah ke mana saja dana masyarakat senilai $50 miliar tersebut mengalir? Mengapa sistem keuangan Amerika yang mencatat setiap transaksi keuangan senilai $10.000, tidak dapat melacak keberadaan uang tersebut? Mengapa media massa yang biasanya gigih menguak suatu kasus publik, termasuk membongkar skandal seks Presiden Kennedy dan "kecurangan" Presiden Nixon, dalam hal ini sangat terkesan diam seribu bahasa? Mengapa beberapa orang-orang berpengaruh yang menjadi korban penipuan Madoff seperti Stephen Spielberg tampak tenang-tenang saja? Dan yang lebih mengherankan lagi mengapa yang menjadi ketua tim pengacara Madoff adalah salah satu korban penipuan Madoff sendiri?

Tulisan Christopher Bollyn, seorang wartawan penyidik independen terkenal Amerika dalam situsnya www.bollyn.info mungkin bisa menjelaskan banyak hal terkait kasus Madoff. Bagi masyarakat Indonesia tulisan Bollyn juga bisa memberikan penjelasan mengenai lika-liku dunia bisnis, sosial dan politik di Amerika yang sangat didominasi dengan kepentingan yahudi. Masyarakat semacam itu pulalah yang selama ini sangat menentukan arah sejarah bangsa Indonesia. Dan masyarakat seperti itu pula yang selama ini banyak dipuja-puji oleh sebagian masyarakat Indonesia.

***

Dari daftar korban Madoff yang pernah dipublikasikan, Ira Sorkin, ketua tim pengacara Madoff, tercatat pernah menginvestasikan dana senilai $900.000 dan $19.000 ke perusahaan Madoff.

Antara tahun 1995 dan 1997 Sorkin menjabat sebagai Chief Legal Officer merangkap anggota dewan direktur Nomura Holding America, Inc. dan Nomura Securities International, Inc., yang menjadi salah satu korban terbesar Madoff. Pada bulan Desember tahun lalu, Nomura Holdings melaporkan kerugian senilai $302 juta akibat penipuan Madoff. Madoff juga menipu satu perusahaan lainnya dimana Sorkin pernah menjadi konsultan hukumnya.

Berdasar fakta-fakta ini maka menjadi sebuah pertanyaan menarik ---namun anehnya diabaikan media massa: apakah Madoff dan Sorkin bekerjasama dalam penipuan? Meski masih menjadi rahasia, bau busuk konspirasi itu semakin jelas terasa setelah terbukanya beberapa fakta yang melingkupinya.

BBC News sempat melaporkan bahwa selama 13 tahun terakhir Madoff tidak pernah mereinvetasi dana masyarakat yang digalangnya. Artinya adalah selama 13 tahun dana masyarakat tersebut disembunyikan di suatu tempat, atau di beberapa tempat. Dan untuk menyembunyikan dana sebesar itu, Madoff harus memiliki mitra berbentuk perusahaan keuangan seperti bank, asuransi atau perusahaan sekuritas. Hanya perusahaan seperti itu yang memiliki kemampuan memobilisasi dana besar dan mengalihkannya ke manapun dikehendaki.

Berdasarkan orang-orang yang dekat dengan Madoff, kemungkinan besar dana tersebut dialihkan ke Swiss, Israel, atau tempat lain yang dikendalikan oleh personil maupun organisasi yahudi.

Salah satu lembaga keuangan yang diduga kuat menjadi partner Madoff dalam melakukan aksinya adalah Israel Discount Bank (IDB) New York. Bank ini selama bertahun-tahun dipimpin oleh Sy Syms, rekan Madoff sebagai anggota dewan penyantun Yeshiva University Business School. Israel Discount Bank dimiliki oleh keluarga Bronfman, salah satu keluarga yahudi paling berpengaruh di Amerika. Dan Sorkin, seorang zionis, menjadi mitra yang pas untuk menjalankan perannya.


Misteri Ira Sorkin

Selain menjalani profesi sebagai pengacara, Sorkin menjabat sebagai CEO sebuah perusahaan bernama American Friend of Hebrew University (AFHU), Inc. Ia juga menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur sekaligus Komite Eksekutif Hebrew University. Hebrew University berlokasi di Jerussalem, Israel, dan merupakan universitas tertua di tanah Palestina.

Sebagai CEO AFHU Sorkin bekerjasama dengan Hervey M. Kruger, mantan Wakil Presdir Lehman Brothers (perusahaan keuangan raksasa yang bangkrut karena krisis keuangan) yang menjabat sebagai salah satu direktur di AFHU. Sebagaimana Sorkin, Krueger juga mantan anggota dewan gubernur Hebrew University. Krueger juga pernah menjabat sebagai ketua Shimon Peres Center for Peace (SPCP), sebuah LSM yang banyak menarik dana sumbangan untuk Israel.

Gus Dur adalah salah seorang anggota SPCP dan ini cukup menjelaskan mengapa ia sangat gigih membela Israel, termasuk merencanakan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel saat masih menjabat sebagai presiden Indonesia. Ketika media massa gencar memberitakan kecaman presiden Iran Ahmadinejad terhadap mitos holocoust, Gus Dur justru membela kebenaran holocoust.

Di Hebrew University inilah berkumpul para pejabat maupun mantan pejabat penting Israel seperti Carmi Gillon (mantan ketua Shin Bet, sebuah institusi inteligen domestik semacam FBI di Amerika). Gillon diduga berperan aktif dalam skenario tragedi pemboman gedung WTC th 2001 serta skema ponzi yang menguras banyak dana masyarakat Amerika sehingga memicu krisis mortgage dan krisis keuangan global.

Krueger bergabung dengan Lehman Brothers sejak tahun 1977. Antara tahun 1982 hingga 1996 ia juga merangkap jabatan eksekutif hingga CEO di perusahaan Authomatic Data Processing, Inc, perusahaan provider sistem komputer yang melayani jasa computerized transaction processing dan data communication and information. Dengan jabatannya tersebut Krueger memegang kunci akses Israel atas pasar keuangan global.

Selama di ADP Krueger bekerja sama dengan rekan Madoff, Josh S. Weston, seorang eksekutif lainnya di ADP, serta pendiri perusahaan, Henry Taub. Taub menjabat sebagai anggota dewan penyantun New York University bersama-sama dengan sosok-sosok berpengaruh bisnis keuangan Amerika seperti Maurice Greenberg, Larry Silverstein, Mort Zuckerman, dan Edouard de Rothschild.

Krueger sejak lama menjadi pemain penting yang menyediakan akses pasar keuangan global bagi Israel. Pada tahun 2004 majalah Lifestyles menulis: "Sejak tahun 1960-an, para eksekutif keuangan ini bekerja tanpa henti untuk kepentingan negara Israel."

Pada tahun 1961, Krueger pergi ke Israel untuk bekerja untuk Bank Leumi. Namun baru pada tahun 1962 saat ia bekerja untuk Israel Discount Bank di Israel, ia benar-benar mendedikasikan dirinya untuk kepentingan Israel. Antara dekade 1960-an hingga 1990-an Krueger menjembatani semua bisnis keuangan antara pasar keuangan Israel dengan pasar keuangan global. Baru setelah dekade 90-an para pemain bisnis keuangan lainnya mulai memasuki bidang tersebut. Namun bagaimana pun di mata Israel, Krueger tetap dianggap sebagai "Bapak bisnis keuangan internasional Israel".

***


Krueger adalah direktur dari beberapa perusahaan publik Amerika dan Israel sekaligus. Ia juga salah satu pendiri Renaissance Fund, perusahaan penggalang investasi ke Israel. Pendiri lainnya adalah Charles Bronfman. (Tentang keluarga Bronfman ditulis dalam post lain dalam blog ini. Namun perlu disampaikan bahwa keluarga Bronfman adalah salah satu keluarga Yahudi paling berpengaruh di dunia meski tidak sebanding dengan keluarga Rothschild, misalnya. Bisnis awalnya adalah minuman keras di Kanada dan Amerika. Mereka adalah godfather dari para mafia Amerika. Kini bisnisnya telah menggurita seperti property, media massa, perbankan, industri manufaktur dan sebagainya).

Renaissance Fund didirikan pada awal 1990-an saat Bronfman dengan Claridge Israel Inc-nya bergabung dengan Stockton Partners milik Krueger dengan tujuan lebih meningkatkan investasi ke Israel. Bronfman sebelumnya juga telah mendirikan perusahaan yang didedikasikan untuk meningkatkan investasi ke Israel, yaitu Challenge-Etgar. Dengan kepemilikan atas Israel Discount Bank, keluarga Bronfman mendapatkan akses untuk mengontrol kepentingannya melalui sebuah bank swasta Israel yang memiliki cabang di Swiss, dimana kerahasiaan menjadi kelebihan perbankan di sana. Uang yang mengalir ke IDB bagaikan masuk ke dalam sebuah lubang hitam yang sulit dilacak, sebagaimana dana $50 miliar yang menghilang dari Madoff Investments.


AROGANSI MADOFF

Sementara itu dikabarkan bahwa Madoff, mengabaikan apa yang telah ia perbuat atas puluhan miliar dana masyarakat, dengan arogan mengajukan tuntutan kepada pengadilan untuk tidak menyita harta bendanya senilai $69 juta berupa apartemen mewah dan aset-aset lainnya. Alasan Madoff, harta benda tersebut tidak adalah milik istrinya yang tidak terkait dengan kasusnya.

Stephen A. Weiss, pengacara yang mewakili sekitar 100 korban praktik skema ponzi Madoff mengatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dengan upaya Madoff mempertahankan aset-aset yang diduganya merupakan hasil dari kejahatannya.

"Bernie Madoff tidak cukup cerdas untuk mengatakan bahwa istrinya tidak pernah mendapat keuntungan dari kejahatannya. Ini tidak hanya sekedar ke'kurang peduli'an, namun sudah menjadi sebuah 'pelecehan'," kata Weiss usai sidang pengadilan tgl 3 Maret lalu.

Tidak berlebihan dikatakan sebagai 'pelecehan' mengingat ribuan warga Amerika telah jatuh miskin karena penipuan Madoff, sementara Madoff masih bisa hidup mewah di alam apartemennya seharga $7 juta.

Pelecehan yang dilakukan Madoff tidak lain karena dirinya merasa oleh "rekan-rekan" kejahatannya, orang-orang penting Yahudi hingga negara Israel. $50 miliar tidak mungkin menghilang bagaikan angin lalu, melainkan tersembunyi di suatu tempat yang dijaga ketat kerahasiaannya yang bahkan sistem hukum Amerika tidak mampu menyentuhnya.

PENINDASAN KAUM SHIAH DI SAUDI


Pada waktu pasukan Israel meluluhlantakkan Gaza awal tahun ini, seluruh warga Saudi Arabia yang dikuasai oleh rezim sunni-wahhabi (rejim yang telah menghancurkan situs-situs sejarah penting ummat Islam, termasuk rumah Rosulullah) diam seribu bahasa. Namun tidak bagi warga kota Al-Qatif yang mayoritas beraliran Shiah. Mereka melakukan aksi demonstrasi menentang kekejian Israel.

Aksi simpatik warga shiah Al Qatif menunjukkan betapa besar perbedaan antara warga shiah Saudi dengan mayoritas sunni tetangganya. Dan kini perbedaan ini telah berbuah menjadi aksi kekerasan yang dilakukan oleh pemerintah Saudi terhadap penduduk shiah di negeri tersebut.

Pengikut shiah di Arab Saudi merupakan minoritas dengan prosentase sekitar 15-20%. Kebanyakan mereka tinggal di bagian timur yang kaya minyak. Berbeda dengan perlakuan penguasa shiah Iran, misalnya, yang memberikan hak-hak penuh kepada warga minoritas sunni, kristen bahkan yahudi yang diangap sebagai "kafir dhimmi", warga shiah Saudi sama sekali tidak memiliki keterwakilan di pemerintahan maupun di parlemen.

Laporan International Crisis Group (ICG) tahun 2005 bisa menjadi informasi penting seputar perlakukan regim Saudi terhadap warga shiah. Dalam laporan yang berjudul "The Shiite Question in Saudi Arabia” disebutkan bahwa sejak berdirinya kerajaan Saudi tahun 1932, “… warga minoritas shiah telah mengalami diskriminasi dan perlakuan sentimen." Disebutkan bahwa warga shiah sama sekali tidak terwakili di semua lembaga negara, termasuk sebagai aparat negara seperti guru, hakim, jaksa, politi maupun personil militer.

Tidak hanya itu, kaum shiah juga dibatasi dalam hal ibadah. Setiap anak sekolah shiah harus bersedia diberi label "bid'ah" atau "kafir" di lembar ijasahnya agar bisa lulus sekolah.

Adapun aksi kekerasan fisik regim Saudi terhadap orang shiah sebenarnya terlalu sering terjadi. Setidaknya setiap tahun pada saat ibadah haji, aparat keamanan Saudi selalu memperlakukan orang-orang shiah yang tengah beribadah, dengan kekerasan. Mereka tidak segan-segan memukuli orang-orang shiah yang melakukan ibadah tidak sesuai dengan keyakinan wahabi. Dan kekerasan seperti itu juga terjadi akhir Februari lalu terhadap para peziarah shiah yang tengah melakukan ibadah umroh di Madinah. Namun kali ini aksi kekerasan aparat keamanan Saudi lebih massif lagi hingga para wanita pun tidak luput dari perlakuan keras mereka.

Perlakuan tersebut kemudian menyebar ke kota-kota shiah seperti Al Qatif dan Al Awamiya. Aksi kekerasan tersebut, mungkin ditambah aksi diamnya pemerintah Saudi atas kekejian regim Israel atas warga Palestina belum lama ini, membuat para pemuka shiah setempat meradang.

"Harga diri kita lebih utama daripada persatuan negeri ini. Jika kita tidak bisa lagi mendapatkan harga diri kita di sini, maka kita mungkin akan mempertimbangkan untuk memisahkan diri dari negeri ini," kata Sheikh Nimr Baqir Al-Nimr, tokoh shiah Saudi dari Al-Awamiya dalam satu khotbah sholat Jum'at.

Alih-alih mencegah ketegangan semakin meruncing, penguasa Saudi justru memerintahkan penangkapan terhadap Sheikh Nimr Baqir Al-Nimr yang kini menjadi buronan. Dan aksi kekerasan pemerintah di wilayah shiah pun semakin meningkat. Warga shiah hanya bisa melawan dengan aksi-aksi demonstrasi.

Meski disembunyikan oleh media-media utama Arab, media-media massa independen dan situs-situs internet independen seperti Rasid.com, Moltaqaa.com, dan Saudi Information Agency, gencar memberitakan aksi-aksi tersebut. Berbagai aksi penangkapan pun dilakukan pemerintah, termasuk terhadap anak-anak dan warga asing. Pada tgl 25 Maret lalu misalnya, pasukan keamanan Saudi menyerbu Al Awamiya yang berpenduduk 45.000 orang, mematikan aliran listrik untuk ketiga kalinya dalam 10 hari.

Sekali lagi regim wahhabi Saudi telah menunjukkan praktik-praktik biadab di dunia modern setelah penghancuran situs-situs sejarah Islam. Mereka lah yang menjadi patron dari beberapa gerakan Islam yang mengaku sebagai ahlul sunnah wal jama'ah, atau juga orang-orang yang mengaku sebagai kaum salafi. Kebencian mereka kepada sesama Islam yang berbeda pandangan lebih besar daripada kebencian mereka terhadap orang kafir. Mereka diam seribu bahasa atas aksi kekejian Israel di Lebanon dan Gaza, namun mulut mereka tidak berhenti mengutuk orang-orang Islam lain hanya karena berbeda pandangan soal hal-hal sepele seperti wudhu. Mereka menyerukan kepatuhan total kepada pemimpin meski dhalim sekalipun, namun rela mendirikan kekuasaan melalui pemberontakan kepada khilafah Islam Turki dengan bantuan orang-orang kafir Inggris dan Yahudi.

Insya Allah saya akan menulis kaitan antara regim wahabi Saudi dengan kaum Yahudi dalam satu posting yang akan datang.

Keterangan gambar: Kemesraan antara raja Saudi dan George W. Bush. Menjadi jawaban mengapa Saudi Arabia diam seribu bahasa menyaksikan kekejian Israel atas Palestina dan kebencian mereka kepada Shiah