Friday, 3 February 2012

IRAN PERINGATI REVOLUSI ISLAM


Jutaan rakyat Iran di seluruh negeri memperingati HUT ke 33 Revolusi Iran yang berlangsung sejak tgl 1 Februari (hari kepulangan Imam Khomeini dari pengasingan) hingga 11 Februari (hari tumbangnya regim Shah Iran).

Ribuan warga Iran mengunjungi makam Khomeini dan sebuah parade digelar di kompleks syuhada revolusi di Teheran. Peringatan revolusi juga termasuk program-program budaya di 30.000 masjid di seluruh Iran, termasuk juga kompetisi olahraga, pameran-pameran foto dan festival film.


PELUNCURAN SENJATA BARU
Sebagai tradisi yang telah dilakukan beberapa tahun terakhir, dalam peringatan hari revolusi Iran juga memamerkan senjata-senjata baru buatannya. Pameran persenjataan baru Iran kali ini digelar di pangkalan udara al-Anbiya, Teheran. Di antara senjata baru yang digelar adalah peluru artileri pintar dan kotak hitam pintar yang digunakan baik untuk pesawat militer maupun sipil.

"Ini adalah langkah besar lainnya yang dilakukan Iran untuk memenuhi kebutuhan industri persenjataannya. Kotak hitam "Shaheb" menggunakan metode baru pemotretan dan intepretasi gambar dan suara. Kotak hitam ini tahan terhadap kondisi ekstrim sesuai standar internasional," kata menhan Iran, Jendral Vahidi, kepada pers Iran yang meliput acara pameran, Kamis (2/2).

Jendral Vahidi menambahkan "Shaheb" mampu menyimpan dan memproses data berupa gambar dan rekaman elektronik lain hingga selama 2.200 jam serta 40 jam rekaman komunikasi pilot. "Shaheb" juga bisa menangani 30 kamera yang ditempatkan di dalam pesawat dan merekam hingga 10 jam gambar dan suara.

Vahidi juga memamerkan sistem pertahanan udara baru yang ditujukan untuk sasaran ketinggian rendah. "Sistem pertahanan udara baru ini sanggup mendeteksi pesawat-pesawat tanpa awak, pesawat-pesawat siluman serta rudal-rudal penjelajah," kata Vahidi.

Namun yang paling menyita perhatian adalah peluru artileri pintar yang dikendalikan dengan sinar laser dan mampu menembak sasaran bergerak dengan tepat dengan jarak tembak hingga 20 km.

Jendral Vahidi menglaim teknologi peluru pintar ini hanya dikuasai oleh 5 negara di dunia, termasuk Iran.



Sumber: almanar.com.lb; 2 Februari 2012

3 comments:

Zyovanni said...

kok syiah gak memperingati hari kematian Ali seperti ketika memperingati hari kematian husein. padahal Ali lebih mulia dari Husein atau paling tidak sejajar.

cahyono adi said...

Sdh dijawab belum pertanyaan saya perihal hadits ttg Siti Aisyah oleh "Shahih" Bukhari? Baru sy layani pertanyaan tidak bermutu ini.

cahyono adi said...

Zion-funny, antek zionis yg ngaku ahlus-sunnah. Shiah lebih dekat dgn ahlus-sunnah daripad kalian para wahabi-salafiyun pembunuh para ulama, perusak makam para syuhada dan keluarga Rosul, dan antek-yahudi (atau bahkan keturunan yahudi sebagaimana pndapat banyak ahli). Shiah dan ahlus-sunnah membaca qunut, shiah dan ahlus-sunnah memberi sebutan mulia Sayid bagi Rosul dan keluarganya, shiah dan ahlus-sunah memuliakan dan menziarahi makam para ulama dan manusia-manusia mulia, shiah dan ahlus-sunnah memperingati maulid nabi. Tapi kalian salalfi-wahabi menganggap itu semua bid'ah.