Saturday, 30 July 2016

Komandan Suriah Selamat dari Pembunuhan Israel, Pemberontak Kolaps di Aleppo

Indonesian Free Press -- Seorang komandan senior angkatan bersenjata Suriah selamat tanpa terluka dari usaha pembunuhan yang dilakukan Israel di Dataran Golan. Kantor berita Iran FARS melaporkan, Jumat (29 Juli).

Menurut laporan tersebut, Majid Heymoud, komandan Batalion 1 Resimen Golan yang tengah mengunjungi kota al-Samdaniya bersama konvoinya ditembaki dengan dua rudal yang ditembakkan dari wilayah al-Harar dan Haraq yang berada di wilayah Golan yang diduduki Israel.

Setelah penembakan rudal itu gagal melukai Heymoud, para teroris Al-Nusra Front pun berusaha membunuhnya, namun juga mengalami kegagalan.

Dalam perkembangan yang berkaitan, pada hari Senin malam (25 Juli), Israel melancarkan serangan udara di sejumlah posisi Suriah di Dataran Golan. Israel mengklaim serangan itu dilancarkan sebagai balasan atas serangan mortir yang dilakukan Suriah.

MIliter Suriah menuduh serangan itu dilakukan dengan menggunakan drone-drone Israel, yang menyasar sasaran sipil. Sementara Israel menyebutkan tidak adanya korban dalam serangan mortir Suriah itu.

Israel menduduki Dataran Tinggi Golan dalam Perang Enam Hari tahun 1967. Pada tahun 1973 Suriah berhasil merebut kembali wilayah tersebut dalam Perang Yom Kippur, namun Israel kembali mendudukinya setelah mendapat dukungan besar-besaran Amerika, sementara sekutu Suriah saat itu, Mesir, justru menghentikan serangannya ke Israel di Sinai.

Israel membangun sejumlah pemukiman ilegal di Golan dan menggunakan wilayah itu sebagai basis sejumlah serangan ke Suriah.


Pemberontak Kolaps di Aleppo

Sementara itu Veterans Today, Selasa (26 Juli), melaporkan kejatuhan pemberontak dalam pertempuran di Aleppo.

"Pada 25 Juli pasukan Suriah berhasil maju ke kawasan industri Layramoun di Aleppo City, membebaskan sejumlah bangunan di sana. Setelah membebaskan pabrik bata, pabri gulal dan pabrik-pabrik Sabbagh, pabrik Bana, pabrik Shabareq dan Marketna Mall, pasukana Suriah mencapai persimpangan Al Barrad. Pertempuran sengit terjadi di sana. Saat persimpangan Al Barrad direbut pasukan Suriah, kemampuan logistik pemberontak akan berkurang secara signifikan.

Kemudian pada tanggal 26 Juli, pasukan Suriah maju ke Mallah Farms, membebaskan Kompleks Castello dan terus maju menguasai wilayah di sepanjang Castello Highway yang strategis. Ini memungkinkan pasukan Suriah untuk meningkatkan momentum di sepanjang Castello Highway dari utara ke selatan, memutuskan jalur logistik pemberontak di Bani Zeid dan Youth Housing. Milisi Kurdi YPG akan menggunakan kesempatan ini untuk merebut Youth Housing dan membantu pasukan Suriah merebut Bani Zeid. Secara strategis, hal ini akana membuat pemberontak terkepung sepenuhnya di Aleppo," tulis Veterans Today.

Sementara itu dilaporkan pula keberhasilan serangan udara Rusia menggagalkan rencana serangan pemberontak terhadap pasukan pemerintah Suriah yang terkepung di Deir Azzor. Pada saat yang sama pesawat-pesawat tempur Suriah, yang baru saja mendapat tambahan pesawat-pesawat SU-24 baru dari Rusia, berhasil melakukan melancarkan udara di wilayah Palmyra dan Arak, menghancurkan kekuatan pemberontak secara signifikan di sana.(ca)