Sunday, 20 November 2016

Liberal Idiot, Bangunlah Kau!

Indonesian Free Press -- Tulisan ini disadur dari tulisan berjudul 'Liberals Have No one to Blame but Themselves' karya David Penner yang dimuat di situs herymakow.com, 16 November lalu.

Tulisan ini sangat menarik, karena juga mencerminkan kondisi di Indonesia dimana para liberal idiot begitu gigih menjadi pendukung setia Jokowi-Ahok, sama seperti para liberal idiot Amerika mendukung Hillary Clinton. Kini para liberal idiot Amerika itu tengah menangis pilu setelah idola mereka tersingkir dari perebutan kursi presiden Amerika. Seperti itu pulalah para liberal idiot INdonesia akan menangis pilu saat Ahok dijebloskan dalam penjara dan JOkowi terdepak dari kursi kepresidenan sebagai konsekuensi pembelaannya kepada Ahok sang penista Islam.

Polisi RI tidak bisa lagi menjadi pelindung Ahok dalam kasus penistaan agama Islam setelah melihat soliditas kaum Muslim Indonesia. Apalagi setelah TNI di bawah kepemimpinan Jendral Gatot dengan tegas menyatakan kesiapan untuk berjihad bersama rakyat melawan ancaman asing. Hal ini dengan mudah ditafsirkan sebagai dukungan TNI kepada umat Islam. Apalagi Jendral Gatot dalam berbagai kesempatan sebelumnya menunjukkan simpatinya kepada umat Islam.

“Ucapan Panglima TNI ini seperti menegaskan kembali peringatan Panglima TNI yang disampaikan dalam ILC minggu lalu bahwa kekuatan asing sedang mencoba menguasai NKRI dengan memecah belah rakyat NKRI. Bahkan Panglima TNI menghargai setiap proses demokrasi, termasuk demonstrasi oleh warga Indonesia. Artinya Panglima secara jeli melihat bahwa demonstrasi 4-11 adalah merupakan reaksi kemarahan umat atas kasus penistaan agama oleh Ahok. TNI pasti sudah tahu siapa dalang yang sebenarnya ingin merusak kebhinekaan NKRI,” kata pengamat dari Soekarno Institute for Leadership, Gede Siriana, kepada Rakyat Merdeka, 20 November lalu.

Menurut Penner para liberal idiot Amerika telah terpisah dari dunia nyata, mabuk dengan pencitraan media massa. Mereka tidak bisa melihat penderitaan mayoritas warga marginal, juga penderitaan rakyat di negara-negara yang diporak-porandakan Amerika.

"Setiap empat tahun sekali kalian keluar dari hibernasi dan berlarian ke sana kemari seperti ayam, berteriak-teriak tentang pentingnya memberikan dukungan kepada para kandidat dari Partai Demokrat, atau kalau tidak dunia akan kiamat. Kita semua akan menjadi budak, seperti anak-anak muda yang DO dari sekolah dan harus bekerja di pom bensin, atau menjadi ekstremis KKK, atau bahkan lebih buruk lagi! Kamu sedemikian jauh dari kenyataan, sedemikian mabuk oleh penyakit psychosis identitas politik," tulis Penner.

Masalah para liberal idiot itu adalah mereka melihat diri mereka sebagai kelompok orang-orang terpelajar dan rasional dan mengidolakan tokoh-tokoh yang terpelajar dan rasional. Sementara sebetulnya yang mereka idolakan itu justru orang-orang yang paling buruk. Tokoh-tokoh idola itulah, Hillary, Obama, Bill Clinton, George Bush, yang telah menumpahkan darah jutaan orang di seluruh dunia dan menghancurkan ekonomi dengan 'bailout' dan 'penghematan'.

"Kamu telah membom Libya hingga rata dengan tanah sekaligus menghancurkan negara paling makmur di Afrika, sekaligus menciptakan kekacauan di kawasan ketika para 'pejuang' barbar menjarah gudang-gudang senjata. Kamu menyingkirkan pemimpin terpilih Viktor Yanukovych dan menempatkan gerombolan bandit dan Neo-Nazis ke kursi kekuasaan yang membiarkan pesta kekerasan melanda rakyat Donbass. Victoria Nuland, seorang neokon seperti Hillary, orang yang bertanggung jawab atas kudeta ilegal ini, dikenal karena kejahatannya oleh semua orang Rusia namun mungkin tidak pernah kamu dengar namanya, karena satu-satunya yang ada di pikiranmu adalah membuat para liberal-demokrat berkuasa. Apa yang mereka lakukan setelah itu sepertinya tidak menjadi perhatianmu lagi," tambah Pepper.

Pepper pun menambahkan sejumlah kejahatan para idola orang-orang liberal itu seperti mensponsori terorisme melalui regim wahabi Saudi Arabia dan sejumlah kudeta di Amerika Latin."

"Sungguh suatu ironi, bahwa kamu mendukung semua agresi dan peperangan itu yang menghabiskan triliunan dollar. Sementara anak-anakmu yang lulus perguruan tinggi tidak bisa mendapatkan kerja!"

"Mungkin ada satu tempat dimana kamu para liberal bisa memerangi rasisme, seksisme, dan melancarkan intervensi kemanusiaan untuk menghentikan genocide, penindasan terhadap minoritas serta menghancurkan regim-regim otoriter, yaitu di pikiranmu saja."

Sama seperti para liberal idiot Amerika, para liberal idiot Indonesia juga tidak pernah menggunakan akalnya sementara mereka menyangka sebagai orang-orang yang paling rasional. Bahkan, ketika akal menunjukkan bahwa Ahok adalah seorang penista agama dan pemimpin 'kafir' yang tidak memenuhi syarat minimal untuk menjadi seorang pemimpin, mereka menolaknya.

Lebih lucu lagi adalah orang-orang liberal yang mengaku sebagai pecinta ahlul bait. Mereka dengan membabi buta membenci Habib Riziek, hanya karena media-media liberal selalu menggambarkan Habib Riziek sebagai tokoh yang keras dan intoleran. Mereka tidak pernah melakukan cross-chek langsung. Padahal Habib Rizik adalah dzuriat Rosulullah yang oleh keyakinan mereka sendiri harus dihormati sedemikian rupa. Dan pada saat itu, mereka justru menjadi orang kafir tidak bermoral sekaligus penista agama, Ahok.(ca)

2 comments:

Kasamago said...

Hnya dpt berdoa. Smg mereka sgera tersadarkan dan rakyat Indonesia mmpu mnghdng stiap upya provokatif pmecah bangsa

Momi Darisman said...

Hahaha...kasian deh abang...sabar bae..