Thursday, 24 November 2016

Panglima TNI Makin Tunjukkan Dukungannya pada Ummat Islam

Indonesian Free Press -- Insya Allah Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo akan bersama rakyat dan kaum Muslimin Indonesia pada saat terjadinya fitnah besar melanda negara ini, yaitu ketika kepentingan aseng-asing berusaha menghancurkan kekuatan ummat Islam yang merupakan tulang punggung negara Indonesia.

Selain pernyataan-pernyataannya yang simpatik kepada ummat Islam di saat gonjang-ganjing kasus Ahok akhir-akhir ini, terakhir Jendral Gatot melakukan langkah berani dengan menuduh Amerika dan Australia melakukan aksi provokasi terhadap ummat Islam dengan memfitnah Habib Rizieq Shihab.

Seperti dilaporkan situs Tarbiyah.net hari ini (24 November), Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menerima sebuah pesan yang mencatut nama Habib Rizieq yang dianggap berbahaya jika sampai diterima masyarakat, sebab isinya, Habib Rizieq dianiaya prajurit Kostrad.

Jenderal bintang empat itu pun lantas segera bertindak. Ia memerintahkan intelijen untuk menyelidiki pesan melalui WhatsApp (WA) itu. Hasilnya mengejutkan.

"Langsung Intelijen saya suruh bekerja mencari, dan ternyata hoax (kabar bohong) tersebut berasal dari Australia dan Amerika," kata Jenderal Gatot kepada wartawan usai mengisi seminar di kampus Universitas Padjajaran, Kamis (25 November), seperti dikutip Viva.com.

Kabar bohong semacam itu, menurut Gatot, memang bukan kali pertama ia terima. Namun dia menganalisis informasi tak benar tentang Rizieq Shihab itu menunjukkan memang ada kekuatan asing yang sedang berupaya mengusik persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Semakin nyata bahwa tangan-tangan luar ikut bermain," simpulnya.

Jenderal Gatot menengarai penyebaran informasi bohong itu berhubungan dengan kiprah Habib Rizieq yang sangat aktif menyuarakan tuntutan agar aparat penegak hukum mengadili kasus penistaan agama oleh Ahok.

Seperti diketahui, Habib Rizieq merupakan Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI). GNPF-MUI inilah yang menggagas Aksi Bela Islam I pada 14 Oktober dan Aksi Bela Islam II pada 4 November yang diikuti jutaan umat Islam. Hasilnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menjanjikan proses penanganan kasus Ahok akan diselesaikan dalam dua pekan sejak aksi 411. Dan benar, pada 16 November, Ahok ditetapkan sebagai tersangka. (Baca: Ahok Sudah Resmi Tersangka Tapi Belum Ditahan, Ini Penjelasan Kapolri)

Kini, GNPF-MUI mengumumkan Aksi Bela Islam jilid III yang akan digelar pada 2 Desember mendatang. Aksi yang akan digelar dalam bentuk shalat Jumat dan doa bersama di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin itu meminta agar tersangka penistaan agama ditahan.(***)

2 comments:

Momi Darisman said...

Bang apa karena indonesia merapat ke cina,rusia juga ke iran,amerika murka dan memanfaatkan pion2nya seperti fpi menggoyang pemerintah[kudeta gagal]?

dian adi said...

Indonesia belum merapat ke iran. Hubungan dengan rusia belum seintensif cina. Kebanyakan rusia dulu yg memulai hubungan, bukan sebaliknya. Terbukti indonesia belum mengakui krimea sebagai bagian dari rusia. Fpi bukan pion amerika. Tetapi, kepentingan fpi rawan dibajak oleh mereka yg berkiblat ke amerika. Lagipula, banyak syiah di indonesia bukan syiah yg wilayatul faqih seperti di iran, tetapi syiah liberal (lihat artikel bung cahyono sebelumnya)