Monday, 14 November 2016

Hillary Kalah, Moral Pemberontak Suriahpun Rontok

Indonesian Free Press -- Kabar tentang kekalahan capres Amerika Hillary Clinton dari lawannya, Donald Trump, disebut-sebut telah mempengaruhi medan perang di Suriah dimana para pemberontak mengalami keruntuhan moral. Akibatnya dalam tiga hari terakhir mereka kehilangan banyak wilayah di Aleppo.

Seperti dilaporkan The Guardian, 14 November lalu, pesawat-pesawat udara AU Suriah menjatuhkan flyer di wilayah yang dikuasai pemberontak di Aleppo barat-daya berisi himbauan agar para pemberontak meninggalkan wilayah tersebut atau akan mengalami nasib seperti para komandan mereka yang tewas.

"Satu tempat dimana kemenangan Donald Trump berdampak cepat adalah medan perang di sekitar Aleppo," tulis laporan itu.

"Sejumlah laporan di beberapa medan pertempuran mengabarkan tentang runtuhnya moral para pemberontak yang telah melakukan serangan ke wilayah barat-daya Aleppo, setelah harapan bagi dilakukannya intervensi militer Amerika hancur berkeping-keping setelah kalahnya Hillary Clinton," tambah laporan itu.

Akibat kekalahan itu para pemberontak berusaha keras menambah kekuatan untuk mencegah kehancuran total. Tanpa dukungan serangan udara Rusia, pasukan Suriah dan sekutu-sekutunya dari Iran, Irak, Lebanon, Palestina hingga Afghanistan berhasil membebaskan seluruh wilayah kopleks apartemen 1070, distrik Minyan dan distrik Al-Assad. Kini mereka tengah menggelar operasi untuk membebaskan Khan Tuman yang menjadi basis serangan pemberontak ke wilayah barat-daya Aleppo.

Selain kabar kekalahan Hillary Clinton, salah satu tokoh neo-konservatif yang sangat pro-Israel, kedatangan armada laut Rusia di lepas pantai Suriah juga turut memperparah kejatuhan moral para pemberontak. Dengan 50 pesawat tempur di geladak kapal induk Admiral Kuznetsov dan rudal-rudal jelajah yang dimiliki kapal-kapal perang dan kapal selam armada tersebut, membuat para pemberontak hilang harapan untuk bisa tetap bertahan.

Para pemberontak Suriah hingga negara-negara pendukungnya memang patut ketakutan dengan prospek perang yang mereka kampanyekan di Suriah karena kehadiran armada tersebut. Dipimpin oleh Admiral Kuznetsov, armada ini juga diperkuat oleh kapal jelajah tempur Peter the Great yang merupakan kapal perang non-kapal induk terbesar di dunia, dua kapal selam bertenaga nuklir dan sejumlah kapal perang lainnya. Peter the Great bahkan dilengkapi dengan dua sistem pertahanan udara S-300 sekaligus.

Armada ini telah berada di lepas pantai Suriah dalam beberapa hari terakhir dan masih menunggu perintah dari Presiden Putin untuk melancarkan serangan dengan rudal-rudal jelajahnya yang ditakuti. Sejumlah laporan menyebutkan beberapa pesawat tempur mata-mata telah dikirim oleh Admiral Kuznetsov untuk mengamati medan pertempuran di Aleppo. Kapal-kapal perang Rusia itu sekaligus mencegah kemungkinan serangan udara Amerika terhadap pasukan Suriah.

Selain dampaknya kepada para pemberontak Suriah, kekalahan Hillary Clinton juga membungkam para pejabat dan media-media utama barat dari tuduhan kejahatan perang kepada Suriah dan Rusia di Aleppo.(ca)

3 comments:

Kasamago said...

Kemenangan bagi rakyat Suriah..
smg Aleppo dan Suriah utara segera dibebaskan..

supplier sayur mayur UDA said...

Kemengan Trump adalah Awal dari interfensi militer USA ke suriah,
Kenapa hilary kalah.....? karena dia tidak berani mengeluarkan kebijakan perang dengan Rusia dan suriah.
Trump di cipatkan untuk menghancurkan amerika dari dalam (lihat protes melanda seluruh amerika)

ke kosongan ke kuasaan di amerika akan di manfaatkan militer untuk interfensi militer secara langsung di suriah

pesawat F15 kelihatan di langit suriah dan tank abraham sudah berada di suriah

supplier sayur mayur UDA said...

Selamat datang perang dunia ketiga
selamat datang malhamah qubro...
selamat datang armagedon
selamat datang mahabharata


DAN TERNAK DI NEGERI INI MASIH DI SIBUKAN DENGAN REBUTAN KACANG GORENG