Wednesday, 23 November 2016

Reuters: Iran Akui Lebih dari 1000 Prajuritnya Gugur di Suriah

Indonesian Free Press -- Iran mengakui bahwa jumlah prajurit Iran yang gugur di Suriah telah mencapai angka 1.000 jiwa. Demikian laporan Reuters, Rabu (23 November).

Mengklaim mendapatkan pernyataan Mohammadali Shahidi Mahallati, ketua Yayasan Syuhada Iran melalui kantor berita Tasnim News, laporan itu menyebut terjadi kenaikan cukup besar jumlah prajurit Iran yang meninggal di Suriah selama 4 bulan terakhir. Kala itu, tulis Reuters, jumlahnya masih 400 orang.

Hal ini juga menunjukkan intensitas keterlibatan Iran yang meningkat dalam konflik di Suriah beberapa waktu terakhir. Sejumlah media bahkan menyebut jumlah pasukan yang dikirim Iran ke Suriah mencapai angka 60 ribu personil.

Namun tidak semua prajurit yang dikirim Iran adalah warga Iran. Sebagian dari mereka adalah warga negara Irak, Pakistan dan Afghanistan yang dilatih Iran.

"Separoh dari prajurit yang dilaporkan gugur pada bulan Agustus berasal dari Afghanistan," demikian tulis laporan itu.

Iran menyebut para pejuang dan prajurit yang dikirim ke Suriah sebagai 'pembela makam suci', merujuk pada makam cucunda Nabi Muhammad Sayeda Zeinab di dekat Damaskus, yang menjadi sasaran serangan pemberontak.

"Dengan opini publik yang mendukung misi di Suriah, jumlah milisi meningkat tajam, jauh lebih besar dari dugaan pemerintah Iran," tambah laporan itu.


Koalisi Suriah Serbu Aleppo Timur
Sementara itu South Front melaporkan, 21 November lalu bahwa pasukan koalisi Suriah yang terdiri dari tentara nasional Suriah, Hezbollah, Liwa al-Quds (milisi Palestina pro-Suriah) dan milisi-milisi bersenjata lainnya berhasil bergerak maju di berbagai arah ke kantong terakhir pemberontak di Aleppo timur.

Pada 20 November pasukan koalisi Suriah merebut sebagian wilayah Souq al Jibs di dekat kawasan pemukiman al-Assad. Secara terpisah pasukan Suriah dan koalisi juga berhasil merebut Tal (bukit) Zuhur, sejumlah titik di pemukiman Hanano dan kawasan industri Old Sheikh Najjar di utara Aleppo.

Pada tanggal 21 November kelompok koalisi pemberontak Jaish al-Fatah yang dipimpin Harakat Nour al-Din al-Zenki dan Jabhat Fatah al-Shm (Jabhat al-Nusra) menyerang pasukan pemerintah di utara Aleppo dengan fokusnya pada Bukit Zuhur Hill. Pasukan pemerintah dengan dukungan pesawat dan helikopter berhasil menahan gempuran itu, meski pertempuran masih berlangung sengit di wilayat itu.

Di sisi lain pasukan Suriah dan Hezbollah berusaha menduduki wilayah di Aleppo barat yang dikuasai kelompo pemberontak Souq al Jibs.

Sementara itu para anggota kelompok Jabhat Fatah al-Sham dan sekutu-sekutunya akhirnya menyerah di kota Khan al-Shih di Ghouta barat di Provinsi Rif Damascus. Mereka membuat keputusan itu setelah mendapatkan tekanan keras dari pasukan pemerintah Suriah.

Di Suriah timur-laut di Deir Ezzor Airpot, pasukan pemerintah berhasil mengusir pemberontak. Pertempuran sengit terjadi di wilayah perkebunan Al-Jafra Farms, mengakibatkan kedua pihak mengalami kerugian cukup parah.

Sementara di Iraq, pasukan pemerintah berhasil merebut wilayah Hayy Adan, al-Akhaa dan proyek pengairan Mosul, Minggu (20 November). Pada hari yang sama Direktorat anti-terror Irak mengumumkan bahwa komandan ISIS di Hayy Adan, Marwan Hamed Saleh al-Hayali, tewas dalam pertempuran.

Unit-unit milisi Irak berhasil memotong jalur suplai kelompok ISIS antara Suriah dan Irak.

"Minggu lalu, milisi Irak membebaskan pangkalan udara Tal Afar dan desa-desa di dekatnya, Zariqi dan Khidr al Yas di barat Mosul. Kini milisi rakyat Irak (PMU) bergerak maju ke wilayah yang dikuasai ISIS di kota Tal Afar. Para teroris ISIS tidak lagi memiliki jalur suplai dari Suriah atau melarikan diri dari Mosul .(ca)

2 comments:

Kasamago said...

Suriah ada pertaruhan Iran, jika Suriah jatuh makan hnya tggl menunggu waktu bg Iran utk mnjdi target berikut nya..

Suriah menang, Iran pun dmikian

Danial Rusdi said...

Suriah straTegis bagi Iran dan Libanon apa lagi Rusia posisi Rusia terkepung nato pangkalan militer di Suriah yang dapat memecah kepungan apa bila terjadi perang lawan NATO Rusia paham ke ingin nan Amerika dan NATO menduduki Ukraina Rusia masih menahan diri tapi Suriah tak ada tawar menawar ini menyangkut kelangsungan masa depan Rusia bagi Iran ini merupakan kelangsungan Libanon dan Hizbullah kalo kalah di Suriah dan Irak maka Iran akan jadi sasaran tembak berikunya