Monday, 29 November 2010

Sang Terpilih (17)


Indungsia saat ini tengah digemparkan oleh berita "tak bermutu" tentang kaburnya seorang artis top remaja dari keluarganya. Bukannya sekali, artis ABG bau kencur ini telah kabur kedua kalinya setelah yang pertama kasusnya diselesaikan secara baik-baik dengan pacar sang artis mengembalikan sang artis kepada orang tuanya dan meminta ma'af. Namun dasar manusia "tengik", sang pacar kembali membawa kabur sang artis dari keluarganya.

Perlu dicatat bahwa manusia "tengik" tersebut lagi-lagi adalah yahudi. Ia berdarah campuran antara yahudi Irak dan melayu Malesia dan tinggal di negeri jiran tersebut. Ia masih terhitung cucu dari mantan perdana menteri pertama Singapura yang berdarah yahudi, David Marshall. Dan karena yahudi menguasai dunia televisi Indungsia, manusia itu bisa leluasa bekerja sebagai aktor sinetron di Indungsia, mengabaikan peraturan yang mewajibkan pekerja ekspatriat harus memiliki visa pekerja. Bahkan dalam kasus penculikan pertama dan kedua ini, aktor yahudi itu tidak pernah diperiksan polisi, membuktikan betapa kuatnya pengaruh yahudi di Indungsia saat ini.

Sang artis ABG idiot adalah seorang keturunan Arab, dilihat dari bentuk fisik dan nama keluarganya, Yassin. Tentu saja ia adalah sasaran yahudi yang sangat ideal. Selain menjadi sasaran untuk desakralisasi Islam, artis itu menjadi alat penghancuran nilai-nilai keluarga yang merupakan dasar dari kesatuan sosial sebuah bangsa. Dengan hancurnya nilai-nilai kekeluargaan, penghancuran tatanan sosial sebuah bangsa menjadi lebih mudah lagi. Bagi yang pernah membaca buku klasik "The Rise and Fall of Roman Empire" karya sejarahwan Edward Gibbon, tentu paham dengan situasi seperti ini. Gibbon pun "menemukan" kenyataan bahwa orang-orang yahudi pula yang telah berperan besar dalam penghancuran kemaharajaan Romawi setelah sebelumnya diperas habis-habisan kekayaannya dengan menggunakan tangan para pemimpin korup.

"Organisasi" adalah sebuah entitas yang sangat unik. Tidak seperti organisasi kebanyakan, "organisasi" tidak pernah mengadakan pertemuan resmi secara berkala. Para anggotanya pun kebanyakan tidak saling mengenal. Untuk menunjukkan loyalitasnya sekaligus tanda pengenal kepada sesama anggota "organisasi" seorang anggota biasa menggunakan kode-kode tertentu yang tidak banyak diketahui masyarakat. Selain simbol "el diablo sign" alias "tanduk setan", ini karena langasan idiologis organisasi adalah penyembahan setan, para anggota sering berpose dengan menutup sebelah matanya sebagai simbolisasi penyembahan dewa Iris, atau berjabat tangan dengan cara menekankan jempolnya kepada lawan jabatannya. Mereka juga memiliki aksesoris khusus seperti cincin.

Di sisi lain, untuk menunjukkan bahwa organisasi tetap hidup dan terus mengawasi para anggotanya, "organisasi" sering melakukan aksi-aksi konspiratif dengan menyertakan simbol-simbol khusus. Misalnya saja aksi-aksi kekerasan dan terorisme yang terjadi di bulan September. Misalnya saja peristiwa "Black September", yaitu serangan teroris atas tim Olympiade Israel tahun 1972, peristiwa Serangan WTC tahun 2001 dan kudeta militer atas Presiden Chili Salvador Allende tahun 1973, hingga Gerakan 30 September 1965. Sebalinya, mereka terkadang merancang peristiwa-peristiwa heroik yang terjadi pada bulan Oktober seperti misalnya aksi penyelamatan para penambang di Chili baru-baru ini. Pada semua peristiwa itu jika diamati dengan jeli terdapat simbol-simbol tertentu yang menunjukkan keberadaan "organisasi" di balik semua peristiwa itu. Misalnya jumlah pekerja tambang yang diselamatkan dan jumlah hari mereka terperangkap di dalam tanah. Atau jumlah "Pahlawan Revolusi" yang gugur dalam peristiwa G-30-S.

4 comments:

Zyovanni said...

Bukti konspirasi Yahudi-Syiah

http://alislamu.com/dunia-islam/3762-simbol-yahudi-muncul-di-atap-gedung-maskapai-iran.html

cahyono adi said...

lambang bulan bintang pun adalah lambang paganisme.

cahyono adi said...

Di Indonesia pun banyak ditemukan simbol-simbol yahudi karena dahulu diperintah oleh belanda-yahudi.

Seperti disebutkan di situs yg anda tunjukkan, simbol itu dibuat oleh pemerintahan Shah yang dikudeta oleh Revolusi Iran.

Jadi it doesnt make any sense. Bandingkan dgn penghancuran makam peninggalan-peninggalan Rosul di Arab Wahabiah.

cahyono adi said...

Gimana dgn Ibnu Sin-nya. Kok ngak ada respons yg ilmiah. Atau mari diskusi ttg ahlul bait dan ke-adil-an sahabat.