Thursday, 5 May 2016

Media Israel Sebut Iran Ambil Alih Komando Perang di Aleppo

Indonesian Free Press -- Iran dikabarkan telah mengambil alih komando perang di Aleppo. Hal ini menunjukkan perang pembebasan Aleppo menjadi titik kritis bagi Iran, Rusia, dan Suriah dalam upayanya mempertahankan regim Bashar al Assad dan mengalahkan kelompok-kelompok teroris. Demikian media Israel DEBKAfile melaporkan, Senin (2 Mei) lalu.

Menurut media yang dikenal dekat dengan inteligen Israel itu, Kepala Staff Gabungan Iran Mayjend Hassan Firouzabadi telah tiba di Damascus pada 30 April lalu untuk memimpin langsung pasukan Iran, Suriah dan Hezbollah dalam Perang Suriah.

"Hal ini menunjukkan Iran telah meningkatkan keterlibatan militernya di Suriah," tulis laporan itu.

Mengklaim laporannya berdasarkan sumber-sumber yang dekat dengan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali, DebkaFile menulis, Mayjend Firouzabadi tiba di Damaskus “untuk mengawasi secara langsung pertempuran-pertempuran dan perbatasan yang telah ditentukan," namun tidak disebutkan secara jelas di pertempuran mana ia akan memimpin.

Iran diyakini percaya bahwa pertempuran di Aleppo akan menentukan perbatasan Suriah, termasuk perbatasan utara. Hal ini berkaitan langsung dengan kepentingan keamanan Iran.

Menurut laporan itu masih terdapat perbedaan pendapat yang tajam antara Rusia dan Iran, dan kehadiran Firouzabadi adalah untuk memastikan bahwa setelah kemenangan di Aleppo, pasukan Iran akan dipindahkan ke wilayah lain yang tidak dikontrol oleh Rusia, namun sengat penting bagi keamanan Iran. Dan kemungkinan itu adalah wilayah Suriah selatan yang berbatasan dengan Israel dan Yordania.

"Dengan kata lain, Israel harus bersiap untuk mengetahui bahwa kepala staff Iran akan memimpin langsung pengerahan pasukan Iran, Suriah dan Hizbullah di sepanjang perbatasan Israel di Dataran Golan."

"Hingga saat ini pemerintah dan militer Israel percaya bisa menjaga keamanan wilayah perbatasan utara dengan kesepakatan bersama Rusia. Namun kini, penilaian itu terbuksi keliru dengan kedatangan jendral Iran di Damaskus, dan pengumuman Iran bahwa Firouzabadi juga akan mengurusi isyu perbatasan bersama isyu-isyu lainnya," tulis laporan itu.

Sumber-sumber Debkafile juga menyebut alasan pengiriman pejabat penting militer Iran itu berkaitan juga dengan banyaknya personil militer Iran yang telah dikirim ke Suriah dalam beberapa bulan terakhir, termasuk pasukan elit Iran.

"Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah modern Iran bahwa pasukannya telah dikirim untuk berperang di luar negerinya."

Disebutkan juga bahwa Iran baru saja mengirimkan satuan Brigade Lintas Udara ke-65 ke Suriah, dan hal itu langsung menjadi perhatian para pengamat militer dan politik Timur Tengah. Brigade ini disebut akan memimpin offensif Iran, Suriah dan Hizbollah, dengan dibantu angkatan udara Rusia, ke Aleppo.

Rusia dan Iran telah mencapai kesepakatan yang tegas bahwa Angkatan Udara Rusia dan unit-unit artilerinya akan bertanggungjawab menyerang posisi-posisi pemberontak di sekitar Aleppo, sementara pasukan darat Iran, Suriah dan Hizbollah akan menuntaskan penghancuran pemberontak di darat. Setelah pasukan koalisi ini menguasai wilayah pinggiran kota, mereka kemudian akan melancarkan serangan habis-habisan ke dalam kota yang masih dikuasai pemberontak.(ca)

1 comment:

Endro Badrun said...

Nabi Isa (perlambang orang kristen orthodoks rusia) turun di Damaskus setelah memerangi dajjal, berbaiat dengan Imam Mahdi (Iran) untuk memusnahkan Dajjal (Zionis Cs).