Wednesday, 30 October 2013

BUDAYA FEODALISME DAN PEJABAT-PEJABAT AROGAN

Gambar: Azlaini Agus (kanan) dan Bupati Rokan Hulu Riau.


Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Wakil Ketua Ombudsman RI Azlaini Agus (AA) terhadap seorang petugas wanita Bandara Syarif Kasim Pekanbaru baru-baru ini mengingatkan saya pada sosok AA yang beberapa kali saya temui selama saya menjadi wartawan di Batam antara tahun 1999-2002.

Bagi saya dan teman-teman se-kantor saya, AA adalah sosok yang cukup populer sebagai tokoh masyarakat Riau yaitu sebagai aktifis ormas Muhammadiyah, dosen dan pengacara (Kala itu Provinsi Kepulauan Riau belum terbentuk dan Batam masih menjadi bagian dari Provinsi Riau yang beribukota di Pekanbaru. ). Namun bagi saya dan beberapa teman laki-laki se-kantor yang masih lajang, kepopuleran beliau lebih banyak disebabkan karena beliau mempunyai seorang putri bungsu yang cantik dan sering beliau ajak main ke kantor kami di kawasan Jodoh. Selebihnya, menurut saya pribadi, beliau sama sekali tidak menarik, terutama dengan raut wajahnya yang kurang bersahabat.

Itulah sebabnya, berbeda dengan sebagian teman-teman saya yang lain, saya cenderung menjauhi beliau.

Pernah pada satu kesempatan saya diajak teman sesama wartawan saya untuk menemaninya makan malam di sebuah restoran di Batam. Sesampai di restoran tersebut, ternyata ia tengah mewawancarai AA sambil makan malam. Meski beliau juga ditemani putri bungsunya yang cantik dan calon menantunya yang saat itu adalah putra Bupati Tanjungbalai Karimun, saya langsung pamit pulang dengan memberi alasan yang dicari-cari.

Tidak lama kemudian saya mendengar kabar beliau terlibat sebuah kasus penghinaan terhadap seorang awak media di Pekanbaru. Namun setelahnya tidak terdengar kabar kelanjutan kasus itu hingga kemudian terdengar beliau terpilih menjadi anggota DPR dari Partai PAN, dan kini beliau menjadi Wakil Ketua Ombudsman. Sementara putri bungsunya yang cantik itu kini bekerja di kantor Otorita Batam, namun hubungannya dengan anak bupati yang kini menjadi Gubernur Kepulauan Riau itu saya dengar kandas di tengah jalan.

MALALA YANG SEBENARNYA? (3)

Tulisan yang ini dari blog AntiLiberalNews tgl 18 Oktober 2013:


Lima Kejanggalan Malala Yousafzai, Liberalis Kecil Anti Taliban

Setelah pencalonannya sebagai peraih Nobel Perdamaian gagal, nama Malala Yousafzai terus menggelinding di berbagai media sekuler. Malala mencuat ke permukaan setelah pejuang Islam Taliban menembaknya dua kali pada tahun 2012 akibat pelecehannya kepada Islam.

Menurut versi berbagai media sekuler, Malala Yousafzai adalah pejuang pendidikan untuk perempuan. Sehingga Barat terus mengelu-elukan Malala dan memposisikannya sebagai “korban kekejaman Taliban”.

Akan tetapi, ada beberapa keanehan apabila kita cermati fakta-fakta mengenai kehidupan Malala hingga dia diberitakan secara meluas seperti sekarang. Berikut adalah keanehan-keanehannya:

1. Malala adalah warga Pakistan yang berasal dari kota kecil Mingora, distrik Swat, Pakistan. Kota kecil Mingora sendiri penduduknya hanya berjumlah 175.000 orang (data kependudukan Pakistan tahun 1998). Ini hanya lebih sedikit dari jumlah penduduk Kelurahan Tanah Abang yaitu 144.000 orang (BPS DKI, 2010). Dapat kita bayangkan betapa kecilnya kota asal Malala tinggal. Tetapi pada tahun 2009, Malala dikabarkan menulis sebuah blog di situs BBC dalam bahasa Urdu. Hal ini adalah janggal, karena kecil kemungkinan akses internet tersedia di kota kecil Mingora tersebut. Penetrasi pengguna Internet di Pakistan sendiri secara nasional pada tahun 2008 hanya sebesar 22 juta pengguna dari 120 juta penduduk, atau sekitar 18%. Bagaimana mungkin Malala memiliki akses internet dan rutin mengisi blog pribadinya di BBC pada tahun 2009?

2. Kota kecil Mingora dikuasai oleh Taliban pada tahun 2008 dan 2009. Berdasarkan sumber di sebuah halaman BBC sendiri, ternyata seorang wartawan BBC Urdu di Pakistan meminta ayah Malala, Ziauddin Yousafzai, untuk meminta seorang pemuda Mingora menuliskan sudut pandangnya mengenai bagaimana kehidupan di bawah kekuasaan Taliban. Ayah Malala, Ziauddin Yousafzai, kemudian memutuskan agar anaknya sendiri (Malala) yang menulisnya. Fakta ini membuktikan bahwa blog Malala itu ternyata tidak ditulis atas dasar inisiatif Malala sendiri, tetapi atas permintaan BBC Urdu.

Monday, 28 October 2013

MENGAPA NEGARA-NEGARA BANGKRUT? (4)


Beberapa tahun yang lalu seorang wartawan senior yang kini menjadi salah satu kandidat calon presiden dari Partai Demokrat menulis di blognya tentang pembangunan besar-besaran jalan tol di Cina untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Belajar dari hal itu ia menyarankan agar Indonesia meniru langkah Cina, termasuk dengan membongkar jaringan jalan kereta api dan menggantinya dengan jalan tol, dengan alasan bahwa hal itu akan menaikkan harga tanah di sekitar jalan tol yang dibangun sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat sekitar jalan tol tersebut.

Ia keliru dalam 2 hal sekaligus. Pertama Cina memang membangun jalan-jalan tol untuk mendorong pertumbuhan ekonominya, tapi Cina juga membangun jaringan kereta api cepat terbesar di dunia. Yang kedua kenaikan harga tanah atau komoditas barang dan jasa lainnya tidak memiliki arti apapun tanpa kenaikan produksi barang dan jasa, dalam banyak hal justru menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi (inflasi).

Namun begitulah cara pandang seorang pedagang, bukan ekonom apalagi negarawan. Menganggap kenaikan pendapatan sebagai tujuan, bukan kesejahteraan masyarakat. Dan orang itulah yang kini menjadi salah satu kandidat kuat presiden atau wakil presiden Indonesia.

Kesejahteraan masyarakat ditentukan oleh banyaknya barang dan jasa yang mampu diproduksi dan dikonsumsi masyarakat di dalam negeri, bukan pada banyaknya simpanan uang masyarakat di bank-bank. Banyaknya simpanan uang tidak akan berarti dalam situasi inflasi tinggi yang diakibatkan oleh tidak adanya barang dan jasa yang diproduksi.

Inilah kunci dari kesejahteraan atau disebut juga pertumbuhan ekonomi: produksi barang dan jasa. Semakin banyak barang dan jasa yang diproduksi, semakin tinggi pertumbuhan ekonomi dan semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan suatu negara. Masalahnya adalah negara harus bisa mengatur jenis barang dan jasa yang tepat yang harus diproduksi sehingga bisa memberikan kesejahteraan yang optimal bagi masyarakat. Dan di sinilah fungsi negara sebagai regulator dan dinamisator terjadi dengan merancang anggaran belanja negara (APBN) yang tepat.

APBN harus disusun dengan prinsip produktifitas, efektifitas dan efisiensi. Prinsip produktifitas adalah mengalokasikan belanja negara untuk mendorong produksi barang dan jasa secara maksimal. Dalam rangka inilah maka negara harus membangun jaringan infrastuktur, membuka lahan-lahan pertanian dan perkebunan, membangun pabrik-pabrik pengolah produksi pertanian dan perkebunan, mensubsidi para petani dan nelayan hingga mandiri, memberikan pelatihan bagi tenaga kerja, membangun pusat-pusat pergudangan untuk menjamin suplai barang-barang kebutuhan pokok, dan lain sebagainya.

PEMBERONTAKAN SYRIA YANG SEMAKIN HANCUR

(PENGLIMA JABRAT AL NUSRA TEWAS)

Tentara Syria berhasil menghancurkan kantong-kantong pertahanan pemberontak di berbagai wilayah di Syria, menewaskan sejumlah besar pemberontak termasuk para komandannya serta menyita sejumlah besar senjata dari tangan mereka. Kabar ini menambah suram prospek pemberontakan Syria yang digerakkan oleh kekuatan-kekuatan pro-zionis internasional setelah sebelumnya dikabarkan kelompok pemberontak binaan Turki, "Brigade Badai Utara",  mengalami kehancuran total setelah bertempur melawan sesama pemberontak dari kelompok Islamic State in Iraq and al-Sham (ISIS) di kota Azaz di perbatasan Turki. Selanjutnya milisi-milisi ISIS kini memburu para milisi pemberontak dari kelompok Ikhwanul Muslimin. Di sisi lain para pemberontak juga tengah terlibat pertempuran sengit dengan milisi-milisi Kurdi yang membuat pemerintah otonomi Kurdi di Irak mengancam akan melakukan serangan terhadap pemberontak di Syria.

Di wilayah Latakia tentara Syria menyerang kedudukan-kedudukan pemberontak Islamic State in Iraq and al-Sham (ISIS) dan Al Nusra Front (keduanya terkait dengan organisasi teroris bentukan zionis, Al Qaida), menghancurkan 6 kendaraan pengangkut senjata dan menghancuran markas mereka di desa al-Qantara. Dalam pertempuran di wilayah ini militer Syria berhasil menewaskan sejumlah panglima lapangan pemberontak seperti Abo Anas al-Horani, Ahmad Malek al-Nuaimi dan Imad-Eddin al-Golani. Yang terakhir ini adalah komandan kelompok Jabhat al-Nusra di wilayah Idleb dan Lattakia. Golani adalah kerabat dekat dari pemimpin tertinggi Al Qaida Ayman Zawahry.

Sumber-sumber militer Syria melaporkan kepada kantor berita Syria SANA keberhasilan mereka menghancurkan kantong-kantong pemberontak di desa-desa al-Kindassiyeh dan al-Sukariyeh di Latakia.

Di antara pemberontak teroris lainnya yang tewas dalam pertempuran di Aleppo adalah para mujahilin Al Qaida dari luar negeri, di antaranya adalah Abo Ahmad Shiko (Philipina), Abo Omar Kakao (Kazakhstan) dan Abo Abdullah al-Sheikh (Tashkent) dan mujahilin-mujahilin dari Dagestan, Iraq dll.

Di al-Rawda, satu unit militer membunuh seluruh anggota satu kelompok teroris, termasuk  nama-nama seperti Ahmad al-Asmar, Jalal al-Mwash, Adel Shukri, Imad-Eddin al-Fasl dan Issam al-Zir. Sementara satu unit militer lainnya menghancurkan kantong pemberontak di Desa Toros dan membunuh 2 teroris spesialis bom yang berasal dari Palestina dan teroris-teroris lain bernama Mohamamd Shawish, Ahmad al-Rahi dan Majed Fathi.

Sunday, 27 October 2013

SIMON "X FACTOR" DONASIKAN SEJUMLAH BESAR UANG UNTUK TENTARA ISRAEL

Kasihan Fathin Lubis, pemenang ajang pencarian bakat "X Factor Indonesia" yang menjadi idola karena identitas ke-Islamannya. Organiser acara yang membesarkannya itu ternyata adalah seorang zionis tulen yang rela menyumbangkan miliaran uang miliknya untuk tentara pembantai rakyat Palestina, Israel Defence Force (IDF). Mungkin lebih baik kalau Fathin mengembalikan tropi yang diterimanya.

Sebagaimana diberitakan media zionis The Jewish Cronicle baru-baru ini, Simon Cowell, pemilik Freemantile Group yang menjadi pemilik hak siar acara "X Factor", "Get Talent" dan "Idols" di seluruh dunia baru saja menyumbang £150.000 (lebih dari Rp 2 miliar) kepada IDF dalam satu acara penggalangan dana tahunan di Los Angeles yang digelar oleh kelompok pro-zionis "American Friends of the IDF".

Dalam acara tersebut sang host yang juga pencipta tokoh animasi Power Rangers, Haim Saban, memancing Simon Cowell dengan cara unik. Ia menjanjikan donasi senilai $1 juta jika Simon bersedia menyanyikan tema lagu Power Rangers “Go, Go Power Rangers”. Simon menuruti ajakan tersebut, namun segera berhenti sebelum lagunya selesai dengan memberikan janji untuk turut memberikan sumbangan senilai £150.000.

Dalam acara yang dihadiri sekitar 1.200 undangan tersebut berhasil digalang dana hingga $20 juta atau lebih dari Rp 200 miliar. Di antara selebriti lain yang hadir dan turut menyumbangkan suaranya adalah penyanyi Lionel Richie. Beberapa anggota aktif IDF juga hadir dalam acara itu.

Haim Saban mengatakan bahwa warga yahudi Los Angeles dan Amerika umumnya "menghargai dan memeluk para prajurit IDF dan akan terus melakukan segala daya untuk menghargai dan memperkuat IDF”.

Saturday, 26 October 2013

ALEXA AKHIRNYA "FAIR" PADA BLOG INI

"Sy sudah 3 bulan ini menikmati tulisan2 anda yg menurut saya mind-blowing.." (komentar salah seorang pengunjung blog)



Entah ada hubungannya apa tidak antara ditempelkannya widget "Alexa" di blog ini dengan peringkat "Alexa Rank"? Namun setelah blog ini menempelkan widget "Alexa", peringkat "Alexa Rank" blog ini terus mengalami kenaikan. Dari tadinya hanya sekedar menembus top 1 juta, itupun berulangkali anjlok kembali, akhirnya peringkat "Alexa Rank" blog ini terus mengalami kenaikan secara signifikan. Dari awalnya hanya berada di kelompok 900 ribuan, pelan namun pasti blog ini akhirnya berhasil menembus top 750 ribu, dan kini terus bergerak menuju ke peringkat 600.000-an.

Lebih dari itu peringkat "nasional" blog ini juga telah menembus angka "keramat" 10.000. Artinya blog ini telah masuk dalam kelompok elit top 10.000 situs paling ramai pengunjungnya di antara jutaan blog dan situs internet di Indonesia. Di sisi lain, angka kunjungan (pageviews) blog ini pun juga telah mendekati angka 2-jutaan sehingga tidak lama lagi blog ini berhak untuk mengklaim sebagai blog jutaan hit, dan bukan lagi sekedar blog sejuta hit.

Terkait dengan hal itu, tidak ada lain yang ingin saya ucapkan selain terima kasih kepada para pengunjung setia blog ini atas dukungannya selama ini sehingga blog ini terus eksis. Sudah tidak terhingga dukungan yang telah diterima blog ini dari para pengunjung setia, mulai dari komentar-komentar yang konstruktif, donasi-donasi yang meskipun tidak terlalu besar namun telah banyak membantu, hingga yang terakhir adalah bantuan seorang pengunjung untuk bisa pasang iklan online paling top, Google Adsense.

Mudah-mudahan blog ini terus bisa memberikan yang terbaik bagi negeri Indonesia.

KESEMPURNAAN KECERDASAN ALI SANG "PINTU KOTA ILMU"

Pengantar blogger:

Ketinggian ilmu Ali bin Abi Thalib sudah sangatlah masyur. Meski para pendengki "ahlul bait Nabi" berusaha mengecilkan keilmuannya dengan membesar-besarkan ketinggian ilmu orang-orang selain Ali, namun bagaimana pun upaya itu tidak pernah bisa berhasil. Tidak lain karena ketinggian ilmu Ali didukung oleh dalil-dalil yang sangat kuat.

Semua ahli sejarah Islam sepakat bahwa Ali merupakan penasihat dari para khalifah pendahulu beliau: Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Usman bin Affan. Kitab-kitab hadits shahih juga banyak meriwayatkan kelebihan ilmu Ali dibanding para khalifah tersebut.

Salah satu riwayat misalnya menyebutkan bahwa suatu hari ada seorang badui yang menanyakan sesuatu kepada khalifah Umar bin Khattab, namun beliau tidak bisa memberikan jawabannya. Maka oleh Umar orang itu diajak untuk menemui Ali demi mendapatkan jawaban yang memuaskan. Orang itu pun mengeluh kepada Umar bin Khattab: "Saya datang kapada Anda dan Anda membawa saya ke orang itu?" kata orang badui itu menunjuk Ali. Maka Umar pun marah kepadanya. Kata Umar: "Tahukah kamu siapa dia? Ia adalah Ali bin Abi Thalib!"

Namun tidak ada nash yang paling kuat yang mendukung ketinggian ilmu Ali selain hadits Nabi yang sangat terkenal: "Aku adalah kota ilmu, sedangkan Ali adalah pintunya!".

Sehubungan dengan peringatan hari Idhul Ghadir (peristiwa pembaiat'an Ali sebagai pemimpin Umat Islam sesudah pelaksanaan Haji Wada), berikut ini adalah artikel yang saya copaskan dari akun facebook milik Ramlee Nooh:

Friday, 25 October 2013

EMIR KUWAIT DAN SEBOTOL MIRAS

Di Kuwait, negara Teluk yang relatif lebih terbuka dibanding negara-negara Arab lain, mengkritik Emir (raja) adalah kejahatan serius yang diancam hukuman penjara hingga 5 tahun.

Sejak tahun lalu sebanyak 35 warga Kuwait telah ditahan karena karena mengkritik keluarga kerajaan. Karenanya kritikan terhadap Emir dan keluarganya sangat jarang dilakukan secara terbuka. Bahkan di media sosial seperti Twitter dan Facebook pun sangat jarang karena pengawasan aparat negara yang ketat. Biasanya kritikan-kritikan terhadap Emir dan keluarganya hanya muncul di forum-forum pertemuan keluarga (diwaniyas), atau lewat aplikasi pesan pribadi seperti WhatsApp dan Blackberry Messenger.

Melalui WhatsApp pula baru-baru ini rakyat Kuwait dikejutkan oleh munculnya video sang Emir tengah menyantap sop ditemani minuman beralkohol. Dalam video tersebut sang Emir yang berpakaian santai tampak duduk ditemani 2 orang tua lainnya yang seorang di antaranya menikmati sekaleng bir. Sang videographer yang belum diketahui identitasnya namun diduga kuat adalah anggota kerajaan atau pengawal pribadi keluarga Emir dengan jelas menjelaskan vidoe tersebut lengkap dengan nama tempat dan tanggal pengambilan gambar. Pada bagian terakhir Sang Emir memerintahkan sang videographer untuk tidak memfilemkan minuman keras yang berada di atas meja.

Tidak satupun media lokal yang menyinggung video tersebut. Kritikan di media-media sosial juga sangat terbatas mengingat kerasnya hukuman yang telah menanti. Namun beberapa kritikan terselubung tetap bebas beredar:

"Wajah saya saat saya tidak minum sama sekali."
"Pemerintahan dalam pengaruhnya."

Thursday, 24 October 2013

MENGAPA NEGARA-NEGARA BANGKRUT? (3)

Seperti sudah pernah saya tulis dalam postingan-postingan ekonomi sebelumnya, mengelola negara pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan mengelola perusahaan atau rumah tangga. Bagi perusahaan dan rumah tangga yang ingin tumbuh berkembang yang diperlukan adalah mengelola faktor produksi atau sumber daya yang dimilikinya secara efektif dan efisien. Efektif adalah memilih metode atau cara yang paling tepat untuk meningkatkan laba atau penghasilan, sedangkan efisien adalah penggunaan faktor produksi atau sumber daya yang paling hemat dan optimal.

Dalam konteks rumah tangga dan perusahaan, hal itu bisa disebutkan dalam 2 hal: kerja keras dan berhemat. Dalam konteks negara, hal itu bisa dilihat pada APBN-nya. APBN yang tepat adalah APBN yang efisien dan efektif. Efisien berarti APBN tidak boleh berimbang (pengeluaran sama dengan penerimaan) apalagi defisit (pengeluaran lebih besar dari penerimaan). Dengan kata lain APBN harus surplus. Karena dengan surplusnya APBN, pemerintah bisa menyimpan kekayaan yang bisa digunakan untuk mengatasi kondisi-kondisi darurat serta untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pembangunan yang pada akhirnya akan memberikan kesejahteraan untuk rakyat. Sebaliknya APBN yang defisit yang harus ditalangi dengan berhutang, hanya akan menjerumuskan pemerintah dalam kubangan hutang dan mengurangi kemampuan untuk membangun.

Namun sayangnya pelajaran sederhana ini tidak pernah diberikan kepada masyarakat, bahkan kepada para mahasiswa ekonomi sekalipun. Alih-alih memberikan pelajaran tentang pentingnya pengelolaan ekonomi dan keuangan negara secara bijak, efektif dan efisien, para hamasiswa ekonomi justru dijejali dengan pemahaman liberalisme: ekonomi harus dijauhkan dari peran pemerintah, investor asing harus diberi kebebasan penuh, hutang dan defisit anggaran adalah "kebijakan", perdagangan harus dibebaskan dari "hambatan-hambatan" meski sebenarnya hambatan tersebut demi membela kepentingan nasional, dan lain sebagainya. Lebih parah lagi para mahasiswa juga diajari "teori berjudi" dan bermental spekulatif. Kesejahteraan hanya mereka pahami sebagai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tidak peduli dengan kesenjangan ekonomi yang lebar atau pertumbuhan yang tidak banyak dirasakan oleh rakyat kebanyakan karena hanya terjadi di sektor-sektor "elit" seperti keuangan dan perbankan, telekomunikasi, dan retil.

SYRIA PERKUAT CENGKERAMAN

Menghadapi kemungkinan berlangsungnya perundingan Genewa II bulan depan, pihak-pihak yang bertikai di Syria semakin mengintensifkan pertempuran demi meraih "posisi tawar" yang lebih baik. Dalam konteks ini militer Syria berhasil memperkuat cengkeramannya atas kawasan-kawasan strategis di sekitar Damaskus dan kota-kota besar lainnya. Hal inilah yang membuat Presiden Bashar al Assad tampak lebih percaya diri dibanding waktu-waktu yang lalu.

Media Iran Press TV hari Selasa lalu (22/10) melaporkan bahwa militer Syria berhasil merebut kembali penguasaan atas kawasan industri al-Muqaddimah di luar Damaskus yang selama beberapa waktu terakhir telah menjadi medan pertempuran sengit antara pasukan pemerintah dan pemberontak.

Para pemberontak telah menghancurkan sebagian besar peralatan pabrik-pabrik dan membangun barikade yang kuat di sekitar pabrik segera setelah mereka menguasai kawasan itu sekitar 2 bulan lalu. Namun militer berhasil merebut kembali kawasan itu setelah melalui pertempuran sengit.

"Pada tgl 24 Agustus lalu para pemberontak menduduki pabrik saya. Mereka menyabot sebagian peralatan kami, menembak komputer-komputer dan menggunakan beberapa pabrik sebagai benteng mereka. Namun militer berhasil merebutnya kembali dan mereka memanggil saya untuk mengecek kondisi barang-barang milik kami," kata Rami Issa, seorang pemilik pabrik tekstil kepada Press TV.

Beberapa bagian lain dari al-Muqaddimah, seperti kawasan al-Moddarras dan Hamdan juga telah berhasil dikuasai kembali oleh pemerintah.

Seorang perwira militer Syria mengatakan kepada Press TV bahwa sebelum pertempuran militer telah mengevakuasi sebagian besar penduduk di sekitar medan pertempuran. Selanjutnya mereka berhasil merebut kawasan tersebut hanya dalam waktu beberapa jam saja dan berhasil membunuh sejumlah besar pemberontak yang sebagian di antaranya adalah warga asing.