Monday, 5 March 2018

Putin kepada Pemimpin2 Barat: Kukejar Kau Sampai Dapat!

Indonesian Free Press -- Ada pesan sangat menarik dari pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin di hadapan Majelis Federal pada hari Kamis (1 Maret) lalu. Ia seolah mengatakan kepada para pemimpin Amerika dan negara-negara Barat lainnya yang tengah bermain api dengan memprovokasi Rusia. Yaitu, ia pasti akan membunuh para pemimpin itu dengan senjata-senjata super yang kini telah dimiliki Rusia.

“Saya akan mengejarmu jika hal ini (perang) benar-benar terjadi," kata Putin. Dan "Kalian kini harus mengakui kenyataan, membenarkan bahwa semua yang saya katakan bukanlah gertak sambal. Pikirkan beberapa waktu, sampaikan kepada rakyat kalian yang selalu berkiblat pada masa lalu dan gagal melihat masa depan, berhenti menggoyang-goyangkan perahu yang kita tumpangi bersama yang bernama planet bumi!"


Putin merujuk pada senjata andalannya, rudal jelajah hipersonik berpenggerak tenaga nuklir, yang mampu terbang non-stop bertahun-tahun dan mampu menetralisir semua jenis pertahanan udara lawan.

"Sebuah rudal jelajah yang terbang rendah tak terlihat yang dilengkapi dengan hulu ledak nuklir dan memiliki jarak jangkau tidak terbatas, jalur terbang yang tak terduga dan memiliki kemampuan menaklukkan semua senjata pertahanan yang ada maupun yang bakal dikembangkan di masa depan. Bahkan jika kalian bisa menghancurkan kami, senjata mematikan kami akan mengejar kalian tanpa henti," kata Putin.

Seperti telah dilaporkan blog ini, pada tanggal 1 Maret lalu Putin mengumumkan keberadaan senjata-senjata super Rusia yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain. Selain rudal jelajah berpenggerak tenaga nuklir tersebut di atas, juga rudal jelajah hipersonik berdaya jangkau 2.000 km dengan kecepatan jelajah hingga 10 kali kecepatan suara, drone bawah air berpenggerak tenaga nuklir yang tidak bersuara dan menyelam sangat dalam, juga rudal ballistik terbaru yang dilengkapi dengan 'glider' canggih yang membuatnya bisa bermanuver dengan kecepatan lebih dari 20 kali kecepatan suara. Dengan kecepatannya saja senjata-senjata itu sudah memiliki daya hancur hebat, apalagi dengan hulu ledak nuklir yang disandangnya.

Seperti diketahui, paska Perang Dingin yang ditandai dengan ambruknya UNi Sovyet, Amerika secara sistematis selama belasan tahun melakukan kebijakan 'konfrontasi' dengan Rusia. Diawali dengan penarikan diri Amerika dari Pakta Anti-Ballistik Missile (ABM) tahun 2001 yang sebelumnya mengikat Amerika dan Rusia dari pengembangan senjata anti-ballistik. Kemudian secara pelan namun pasti Amerika membangun senjata-senjata anti-rudal dan menumpuk kekuatan militer di sepanjang perbatasan Rusia di Eropa Timur. Lebih jauh, dengan menggunakan proksinya Amerika juga telah membantu pemberontakan di Chechnya dan menciptakan ketidak-stabilan di Rusia dengan aksi-aksi terorisme.

Konfrontasi tersebut bahkan telah menjadi telanjang setelah pesawat-pesawat  tempur Amerika membom ratusan prajurit bayaran (mercenaries) Rusia di Suriah bulan lalu hingga menewaskan puluhan orang. Padahal Rusia berada di Suriah adalah untuk menghancurkan para teroris ISIS.

Pada bulan Agustus 2008 Rusia melancarkan operasi “Coercion into Peace” (kekerasan untuk perdamaian) untuk menghentikan aneksasi Georgia terhadap wilayah protektorat Rusia di Ossetia Selatan, setelah pasukan Georgia yang dibantu senjata-senjata dan penasihat-penasihat militer Amerika dan Israel menyerbu wilayah ini dan membunuh pasukan Rusia yang berada di sana. Operasi ini berjalan sukses dan perdamaian kemudian berhasil diterapkan di Georgia, setelah Presiden Micheil Saakashvili yang memerintahkan penyerangan ke Ossetia Selatan, terkencing-kencing sembari menggigit dasinya setelah melihat pesawat-pesawat pembom Rusia terbang di udara Tbilishi. Demikian juga dengan pernyataan Presiden Putin tersebut di atas. Rusia akan menggunakan kekuatan untuk menciptakan perdamaian, bukan untuk membunuh rakyat tak berdosa.(ca)

3 comments:

Kasamago said...

The Mighty Russia

Wanto Kribo said...

AS dan sekutunya memang pantas mendapat ancaman dari Mr Putin, jk perlu perang total agar AS dan sekutunya merasakan dentuman bom2 rusia, china, iran , korut, kuba, venezuela dll jatuh dari atas kepala mereka.

Wanto Kribo said...

AS dan sekutunya memang pantas mendapat ancaman dari Mr Putin, jk perlu perang total agar AS dan sekutunya merasakan dentuman bom2 rusia, china, iran , korut, kuba, venezuela dll jatuh dari atas kepala mereka.