Tuesday, 26 February 2013

HIZBOLLAH KECAM PEMBERONTAK SYRIA

Hizbollah mengecam keras aksi-aksi terror yang akhir-akhir ini semakin banyak dilakukan pemberontak Syria. Menurut Hizbollah aksi-aksi tersebut sangat kontras dengan nilai-nilai agama dan nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini digembar-gemborkan para pemberontak dukungan zionis internasional dan Arab badui.

"Hari ini mereka memilih jantung kota Damaskus untuk membuktikan kekejian mereka, membunuh orang-orang tak berdosa, anak-anak sekolah, wanita dan anak-anak, tanpa peduli dengan tragedi yang dialami mereka yang kehilangan orang-orang yang mereka sayangi,"  kecam Hizbollah dalam pernyataannya yang dirilis hari Kamis (21/2). Pernyataan ini merupakan reaksi atas serangan teroris yang menyerang Damaskus hari Kamis yang mengakibatkan tewasnya sekitar 100 orang warga sipil.

Menurut Hizbollah cara-cara yang dilakukan "kelompok-kelompok teroris bentukan inteligen barat" ini adalah "hal yang sangat kontras dengan nilai-nilai agama dan etika."

"Hezbollah mengutuk kejahatan yang diarahkan di Damaskus dan menimbulkan tewasnya puluhan orang dan melukai ratusan lainnya yang merupakan penduduk sipil.”

Hezbollah juga mengecam pihak-pihak yang mendukung kelompok-kelompok teroris di Syria tersebut. Hizbollah juga menyerukan kepada pemerintah Syria untuk menghancurkan kelompok-kelompok teroris tersebut yang dianggap berupaya menghancurkan upaya damai yang tengah berlangsung.

Selain Hizbollah tidak banyak negara yang mengecam serangan teroris hari Kamis lalu. Di antara negara yang mengecam adalah Rusia dan Iran. Sekjen PBB Ban Ki Moon juga mengutuk pemboman tersebut. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan Ban hari Kamis, Ban menyebut aksi-aksi pemboman hanya memberikan penderitaan dan kehancuran.

Sedangkan Rusia yang kantor kedubesnya mengalami kerusakan akibat serangan mengecam Amerika dan sekutu-sekutunya yang diam membisu atas serangan tersebut. Rusia menyebutkan sebagai "standar ganda". Diamnya Amerika dan sekutu-sekutunya semakin meneguhkan dukungan mereka terhadap aksi-aksi terror di Syria yang dilakukan pemberontak.


TERLALU LEMAH HADAPI HIZBOLLAH

Sudah lama krisis yang terjadi di Syria mempengaruhi kondisi keamanan Lebanon. Baru-baru ini misalnya, tentara Lebanon terlibat pertempuran sengit dengan faksi-faksi Lebanon pendukung pemberontak Syria yang menimbulkan korban jiwa di kedua pihak. Perkembangan terbaru juga menyeret Hizbollah.

Organisasi militer pemberontak Syria, Free Syrian Army dalam situs resminya mengancam Hizbollah akan mendapatkan konsekuensi serius karena dianggap telah melakukan aksi pemboman terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai pemberontak. Namun analis politik Lebanon Ameen Hutait menganggap tuduhan-tuduhan tersebut juga aksi-aksi teror yang dilakukan pemberontak akhir-akhir ini menunjukkan para teroris tengah panik dengan perkembangan politik saat ini yang tengah menuju pada penyelesaian politik.

"Kejadian-kejadian di Damaskus dengan jelas mencerminkan bagaimana putus asanya kelompok-kelompok teroris di Syria melihat solusi damai telah mulai menunjukkan tanda-tanda terealisasi," kata Hutait kepada media Russia Today, baru-baru ini.

"Ini karena para teroris itu tidak akan mendapatkan tempat pada penyelesaian damai mendatang," tambahnya.

Serangan-serangan teroris tersebut menurut Hutait, juga dimaksudkan untuk memberi hukuman kepada rakyat Syria yang tetap teguh mendukung pemerintahan Bashar al Assad.

Menanggapi ancaman pemberontak Syria terhadap Hizbollah, Hutait menganggap hal tersebut tidak terkait dengan situasi di Syria melainkan terkait dengan situasi Lebanon yang tengah menuju pada peristiwa politik penting, yaitu pemilu. Pemberontak Syria, menurutnya, terlalu lemah untuk berhadapan dengan Hizbollah.

"Kami tahu ancaman-ancaman itu berasal dari para pendukung Ukab Saqar, anggota partai al-Mustaqbal. Lebih jauh Saad Al-Hariri (pemimpin al Mustaqbal) yang telah mengalami kekalahan dalam proses legislasi pemilu harus menghadapi pemilu yang tidak akan lagi memberi jaminan kekuatan politik di parlemen, ingin memberi pesan kepada Hezbollah bahwa kerusuhan mungkin akan terjadi untuk menghambat pemilu mendatang.”

Tentang keterlibatan Hizbollah dalam krisis Syria di pihak pemerintah Al Assad, Hutait membantahnya.

"Hizbollah memiliki keberanian dan kekuatan yang cukup untuk mengumumkan rencana-rencana dan aksi-aksi mereka (di Syria). Jadi tuduhan itu hanya rekayasa," kata Hutait.

“Setiap orang tahu bahwa terdapat 23 desa berpenduduk Lebanon di wilayah Syria dekat perbatasan. Mereka dihuni oleh penduduk penganut Shiah yang mendukung gerakan Perlawanan Hizbollah, dan mereka menjadi target serangan para pemberontak Syria. Orang-orang itu hanya mempertahankan diri dari serangan pemberontak," tambah Hutait.

Namun berbeda dengan Hutait, sebagian analis inteligen dan militer meyakini Hizbollah telah mengirimkan ratusan milisinya ke Syria, terutama untuk melindungi orang-orang Shiah dan tempat-tempat suci Shiah di Syria. Hal yang sama dilakukan milisi-milisi Shiah Irak dan Tentara Pengawal Republik Iran yang menyamar sebagai peziarah. Wikipedia menyebutkan terdapat sekitar 12.000 tentara Iran di Syria.

Di Syria terdapat makam Sayida Zainab yang sangat dimuliakan orang-orang Shiah dan menjadi salah satu tempat tujuan ziarah penting orang-orang Shiah di seluruh dunia. Sayida Zainab adalah cucu Nabi Muhammad S.A.W. yang ditawan oleh regim bani Ummayah usai pembantaian cucu Nabi Muhammad S.A.W. Hussein di Padang Karbala.



REF:
"Hezbollah Denounces Damascus Blast, Lashes out at Terrorist Groups"; almanar.com; 22 Februari 2013
“Syrian Rebels too Weak to Target Hezbollah”; almanar.com; 22 Februari 2013

3 comments:

Ahlul Bait said...

“TERLALU LEMAH HADAPI HIZBOLLAH”. Anda memang jago ngarang. Cari referensi dari sumber yang valid. pasukan rafidohdari Irak dan Hisbussyaithon dari Lebanon banyak yang rontok oleh mujahidin Suriah. Sudah nggak kehitung jumlah mereka yang mati konyol. Jenderal Hizbussyaithon juga mampus di perbatasan dengan Lebanon. Bahkan Garda Republik dari iran pun nggak berkutik menghadapi para tentara Allah. Sejumlah besar senjata yang disuplai rusia & iran yang dibawa para tentara majusi sebagian besar juga jatuh ke tangan mujahidin. Sejumlah saksi mengatakan bahwa tentara majusi sangat pengecut di medan pertempuran. Seringkali para mujahidin menguasai wilayah atao posko tanpa berperang sampai hais karena tentara syi’ah majusi pada lari tunggang-langgang dari medan pertempuran setelah beberapa rekannya tewas.

cahyono adi said...

silakan umbar kedengkian Anda pada kaum pecinta ahlul bait. Yang jelas, sejelas matahari di siang hari, Hizbollah dan Iran-lah yang berjada membebaskan Lebanon dari penjajahan Israel. Mereka juga yg paling banyak berkorban membantu Palestina. Tentara Iran sudah berkubang darah membantu Lebanon menghadapi Israel, bagaimana Anda bisa menafikannya kecuali kalau Anda telah dibutakan oleh kebencian yang menghilangkan rasa keadilan dan pikiran sehat.

Deny Dewan said...

Hizbullah yg begitu perkasa menumbangkan kesombongan israel di bilang tunggang langgang hadapi barbar wahabi...ha.ha.ha..ngga salah loe..? Sejarah telah mencatat keperkasaan hizbullah dalam perang memukul mundur israel..sejarah mana yg mencatat peluru wahabi menembak tentara israel..? Dan sejarah dunia mana yg mencatat kemenangan barbar wahabi dalam perang..? Mereka hanya lah pengecut spesialis bom pasar2 dan tempat keramaian sipil disana sini..itulah image yg telah mereka sandang..hanya itu,tak lebih dan tak kurang...seluruh dunia tau itu,seperti seluruh dunia tau keperkasaan hizbullah dalam perang namun bijaksana menyingkapi situasi,tidak seperti wahabi gila dalam kalut,panik dan penakut tidak punya seni dalam strategi perang dan politik cuma bisa bikin sensasi membom orang tak berdosa..tak tau berbuat apa karna gugup di dada akhirnya membabibuta tak tepat sasaran..kasihan...berjiwa kerdil jauh dibanding kebesaran dan keperkasaan hizbullah organisasi perlawanan yg berdikasi,berwawasan,sabar dan bijak serta pandai berpolitik dalam hubungan internasional..