Thursday, 31 December 2015

Skandal Baru Hantam Erdogan

Indonesian Free Press -- "Bukti-bukti semakin banyak melawan Presiden Turki Erdogan dan keluarganya terkait keterlibatan mereka dalam kolaborasi kotor dengan Daesh (ISIS), namun secara mengejutkan baik Amerika maupun Uni Eropa mempermasalahkan hal itu," tulis kantor berita Inggris Reuters, baru-baru ini.

"Keluarga Recep Tayyip Erdogan telah bertransformasi menjadi 'gurita pemakan daging' yang telah membelit ekonomi dan politik Turki, tulis jurnalis independen dan analis daria Republik Cheko, Martin Berger," tambah Reuters, mengutip laporan Berger di majalah New Eastern Outlook terbaru, terkait dengan kolaborasi Erdogan dengan kelompok ISIS.

Berger, dalam laporan itu juga menunjuk pada Sumeyye Erdogan, putri Erdogan, yang memimpin klinik rahasia di Provinsi Konya, yang beroperasi merawat anggota-anggota ISIS yang terluka, kemudian mengirim kembali ke Suriah.

"Atas sepengetahuan Erdogan, inteligen Turki melatih anggota-anggota militan di sebuah pangkalan rahasia di Provinsi Konya di dekat perbatasan Suriah," tulis Berger dalam laporannya itu.

"Dan tentu saja ada banyak bukti bahwa Bilal Erdogan, putra dari Presiden Turki, terlibat langsung dalam penyelundupan minyak dari wilayah yang dikuasai ISIS di Suriah dan Irak," tambah Berger.

Selain pemerintah Rusia yang menunjukkan bukti-bukti kuat keterlibatan Turki dalam praktik penyelundupan minyak ilegal ISIS, sudah banyak tuduhan tentang hal itu, termasuk dari internal Turki sendiri. Namun dengan tangan besi, Erdogan memberangus semua bukti tersebut. Selain pembunuhan-pembunuhan politik terhadap beberapa jurnalis yang membongkar kejahatan Turki, aparat negara Turki sangat agresif menangkapi jurnalis-jurnalis yang berani mengusik bisnis kotor Erdogan.

Can Dundar, editor dan koresponden media Turki Cumhuriyet dan rekannya Erdem Gul ditangkap dan dihukum karena hal itu.

Meski demikian, bukti-bukti kebusukan keluarga Erdogan justru semakin banyak terbuka. Murat Hakan Uzan, lawan politik Erdogan dalam pengasingan, baru-baru ini misalnya, menuntut otoritas penegak hukum Italia untuk melakukan penyelidikan atas dugaan praktik 'pencucian uang' yang dilakukan Bilal Erdogan. Keluarga Erdogan juga dituduh melakukan praktik 'cuci uang' dengan memberikan bantuan pembangunan beberapa masjid di Kosovo.

"Menurut media Italia, keluarga Uzan menuduh Bilal Erdogan telah melanggar undang-undang Uni Eropa dan Italia khususnya, karena ia telah membawa sejumlah besar uang kas untuk dicuci di Italia," tulis Berger lalu, mengutip skandal baru yang menimpa Erdogan di Italia.

Menurut laporan Berger, Kedubes Turki di Italia berusaha keras untuk membujuk otoritas Italia untuk tidak membocorkan kasus ini di media. Kini otoritas penyidikan Italia masih belum menentukan apakah akan membuka penyidikan atas kasus ini.

"Karena diketahui Bilal Erdogan melakukan bisnis minyak ilegal, sangat masuk akal jika ia juga melakukan pencucian uang di Uni Eropa," tambah Berger dalam laporannya.

"Apakah Recep Erdogan, di bawah pengaruh Washington (karena putranya Bilal pernah belajar di American Institute), kembali bisa mengelak dari tuntutan hukum, termasuk hubungan keluarganya dengan terorisme internasional?" tulis Berger akhirnya.(ca)

3 comments:

Anonymous said...

membunuh 1300 sunni kurdi--islam times

Leli Lupitasari said...

Erdogan bs bertahan krn bekingan adidaya..

Www.kasamago.com

Anonymous said...


awac saudi dipercayai bantu tembak pesawat russia