Selasa, 19 Juni 2012

ARMADA TEMPUR DAN SENJATA-SENJATA RUSIA MENUJU SYRIA


Moskow benar-benar memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk membantu sekutunya Syria. Menjelang pertemuannya dengan Presiden Barak Obama dalam forum G20 di Mexico tgl 17 Juni, Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan pengerahan armada tempur ke Syria disertai pengiriman senjata-senjata canggih untuk mementahkan serangan udara dan laut Amerika dan NATO.

Menurut laporan media Israel yang dekat dengan kalangan inteligen Israel, "Depkafile", satu armada tempur Rusia dari Laut Hitam telah berlayar menuju pangkalan Rusia di Tarsus, Syria. Armada tersebut termasuk kapal-kapal pendarat personil marinir kelas "Ropucha-toad" yang tiap kapalnya mengangkut 500 ton kendaraan tempur dan 250 personil marinir. 



Selain itu sebelumnya Rusia juga telah menerbangkan peralatan-peralatan tempur canggih ke Syria, termasuk rudal anti pesawat udara Pantsyr-S1 yang mampu menembak jatuh pesawat tempur dan rudal jelajah di ketinggian hingga 12.000 meter. Senjata lainnya adalah rudal anti pesawat jarak jauh Buk-M2 (NATO menyebutnya rudal SA-11) yang mampu terbang dengan kecepatan super supersonik Match 32 hingga ketinggian 14.000 meter. Selain itu adalah rudal anti kapal yang mampu menembak hingga jarak 300 km dari pantai.

Dan karena personil Syria belum bisa mengoperasikan senjata-senjata canggih ini, kemungkinan senjata-senjata itu akan ditangani langsung oleh personil militer Rusia. Rusia memang tidak lagi menyembunyikan dukungan militernya kepada pemerintahan Syria. Sebelum berita ini muncul, para pemberontak dikejutkan dengan munculnya helikopter-helikopter tempur Rusia yang membantu pasukan pemerintah hingga membuat para pejabat Amerika dan NATO marah dan mengecam Rusia.

Pada hari Jumat (15/6) Anatoly P. Isaykin, Direktur Rosoboronexport (perusahaan eksportir peralatan tempur Rusia) mengatakan dengan lantang, "Saya ingin mengatakan bahwa peralatan-peralatan tempur ini adalah alat pertahanan yang baik, bisa diandalkan untuk menghadapi serangan udara dan laut. Ini bukan ancaman, namun siapapun yang melakukan serangan harus mempertimbangkan ini masak-masak."

Sehari kemudian, Sabtu (16/6) seorang jendral Rusia mengatakan kepada kantor berita pemerintah "Itar-Tass", "Beberapa kapal dari armada Laut Hitam, termasuk kapal-kapal besar pendarat dengan personil marinir di dalamnya, siap untuk berangkat untuk melindungi pangkalan Rusia di Tarsus, Syria, karena keamanan pangkalan tersebut termasuk dalam tanggungjawab mereka."

Sumber-sumber "debkafile" di Washington, Moscow dan Teluk Parsia menyebutkan bahwa pertemuan G20 di Mexico akan menjadi ajang pembicaraan yang akan menentuan apakah Amerika dan NATO masih "berminat" untuk melakukan intervensi militer atas Syria.

Perkiraan blogger: kegigihan Vladimir Putin untuk membela Syria menghancurkan peluang Amerika dan zionis internasional Cs untuk melakukan perubahan pemerintahan di Syria, sebagaimana panas wajan melelehkan gumpalan mentega. Dalam waktu dekat Amerika Cs akan  menghentikan operasi militer dan inteligennya di Syria dan kantong-kantong pemberontak akan dihancurkan pasukan pemerintah Syria. Sementara itu media massa secara tiba-tiba tidak lagi menyinggung krisis Syria. Dan sekali lagi zionisme akan mengalami kekalahan menjelang kekalahan terakhir yang paling hebat.



Sumber:
"Russia flies anti-air, anti-ship missiles to Assad as its fleet heads to Tartus"; DEBKAfile; 17 Juni 2012

Tidak ada komentar: