Sabtu, 30 Juni 2012

KONDISI MEDAN PERTEMPURAN KONFLIK SYRIA

Ketika jantung pertahanan pemberontak di Homs jatuh ke tangan pasukan pemeerintah beberapa waktu lalu, pemberontakan di Syria sebenarnya hampir berakhir dengan para pemberontak yang kocar-kacir menyelamatkan diri ke luar Syria dan ratusan lainnya tertawan. Namun rencana perdamaian Kofi Annan berhasil menyelamatkan mereka setelah militer Syria meletakkan senjata dan ratusan pengamat PBB tiba di Syria. Tidak hanya itu, para pemberontak bahkan berhasil melakukan konsolidasi dengan penambahan ribuan personil dan persenjataan lebih baik yang disalurkan oleh CIA dan Mossad dan didanai olah Saudi dan Qatar.

Tulisan ini berdasarkan laporan situs resmi media Lebanon almanar.com.lb baru-baru ini yang memaparkan perkembangan medan pertempuran di Syria berdasar laporan sumbernya yang berasal dari inteligen Perancis.

Dalam laporan tersebut disebutkan ribuan pasukan pemberontak yang berasal dari negara-negara Arab dan negara-negara asing lain kini telah membanjiri Kota Homs dan daerah-daerah sekitarnya, sebagaimana juga kota Al Qusayr dan daerah-daerah sekitarnya, khususnya di sebelah barat sungai Al-Assi. Sebagian besar pemberontak masuk Syria melalui Lebanon, sebagian datang dengan pesawat dari Beirut International Airport, sebagian lainnya datang dengan kapal-kapal kecil melalui Laut Mediterrania dan mendarat di pelabuhan Tripoli, Lebanon Utara.


AL-QUSAYR

Menurut laporan tersebut jumlah personil pemberontak di daerah Al Qusayr dan sekitarnya mencapai 12.000 personil. Selain dari Syria sendiri, sebagian besar pemberontak itu berasal dari beberapa negara seperti Pakistan, Afghanistan, Somalia, Tunisia, Libya, Jordan, Aljazair, Palestina, dan Lebanon. Kota-kota asal pemberangkatan mereka adalah Irsal, Sidon, dan Tripoli yang semuanya beada di Lebanon Utara.

Para pembarontak di kawasan Al Qusayr menyebar di desa-desa sebelah barat sungai Al-Assi dengan berlindung pada kerimbunan hutan. Desa-desa tempat mereka berkumpul Saqarja, Abou Houri, Al-Nahriya, Al-Azaniya, Al-Burhaniya, dan Ain Al-Tannour. Yang terakhir adalah tempat favorit mereka karena terdapat waduk sumber air bersih yang menyediakan air untuk kota Homs dan Hamah, sehingga terbebas dari pemboman pasukan pemerintah.

Sebagian besar kawasan Al Qusayr berada di bawah kontrol pemberontak. Namun pasukan pemerintah masih menguasai kawasan Timur kota, tempat terdapatnya gedung-gedung pemerintahan, hingga ke perbatasan kota Homs. Pasukan pemerintah juga menguasai desa-desa di sepanjang jalan raya yang menghubungkan Homs dengan perbatasan Lebanon. Para pemberontak di Qusayr dipersenjatai dengan peluncur roket, meriam, senjata anti pesawat, dan senjata otomatis. Mereka juga telah membangun benteng pertahanan, jalan tembus dan barrikade.



HOMS

Sebagian besar wilayah Homs dikuasai pasukan pemerintah sementara pemberontak menguasai kawasan padat Al-Khalediya yang berdekatan dengan kawasan Al-Qosour yang secara geografis berada di luar Homs.

Tentara pemerintah tengah berusaha merebut kawasan Al-Qosour dalam upaya mengisolir pemberontak di Al-Khalediya yang sering menggunakan kawasan Al-Qosour untuk bersembunyi atau menyimpan persenjataan. Kini para pemberontak relatif telah terkepung dalam kawasan yang tidak lebih seluas 1 km persegi yang dipertahankan oleh sekitar 500 pasukan pemberontak. Sebagian besar pasukan pemberontak juga berada di kawasan Bustan Al-Diwan di daerah Al-Hamidiya. Keberadaan mereka mamaksa orang-orang Kristen menyingkir ke Beit Al-Agha, sebuah kawasan bersejarah di kota Homs. Sedang di kawasan Jouret Al-Shayah yang berdekatan dengan kawasan bisnis, pasukan pemerintah mengendalikan keadaan dan tampak akan segera menyelesaikan pertempuran setelah berhasil membunuh ratusan pemberontak dalam beberapa hari terakhir.



STRATEGI PASUKAN PEMERINTAH

Pasukan pemerintah menerapkan strategi anti-gerilya dengan meninggalkan daerah-daerah terpencil namun memperketat kontrol atas kota-kota, daerah-daerah dan fasilitas-fasilitas strategis. Mereka misalnya menguasai
jalan tol Homs-Levant, Homs-Aleppo, pangkalan-pangkalan udara, fasilitas-fasilitas dan kantor-kantor pemerintahan, fasilitas pembangkit listrik, fasilitas penyulingan minyak di Homs, pangkalan militer seperti bandara Al-Dhab Airport di lembah Al-Qusayr, dan Universitas Al-Baath di Homs. Pasukan pemerintah menerapkan pemboman harian atas kawasan-kawasan yang dikuasai pemberontak. Pasukan pemerintah diperkirakan akan menuntaskan perlawanan para pemberontak pada musim panas tahun ini melalui operasi militer besar-besaran.

Dengan kondisi Homs yang relatif lebih terkendali, pasukan pemerintah harus mengerahkan pasukan darat besar-besaran untuk menghancurkan basis pemberontak di Al Qusayr. Untuk itu mereka membutuhkan bantuan helikopter-helikopter tempur yang telah dikirimkan oleh Rusia dalam beberapa waktu terakhir. Selanjutnya untuk menuntaskan perlawanan, pasukan pemerintah harus mengirimkan pasukan-pasukan khususnya.

Semua operasi militer itu harus dituntaskan sebelum bulan November karena Presiden Barack Obama akan berkonsentrasi menghadapi pemilu.


Tidak ada komentar: