Monday, 26 November 2012

TENTANG DONASI UNTUK BLOG INI

Baru-baru ini blogger mendapatkan banyak "cibiran" dari para facebooker group "Save Dahlan Iskan" terkait dengan adanya himbauan pemberian donasi dalam blog ini. Tanpa dasar kuat seorang di antara mereka bahkan menyamakannya dengan tindakan tercela yang berdosa.

Saya faham bahwa sebagian besar dari masyarakat Indonesia, bahkan yang sudah mulai melek internet sekalipun, masih menganggap "tabu" hal ini (himbauan donasi), seolah-olah orang yang melakukannya adalah seperti "pengemis". Namun bagi mereka yang sudah berfikiran maju, hal ini tentu jauh berbeda. Mereka akan menganggap sudah sewajarnya seseorang yang telah memberikan pengorbanan untuk mendapatkan imbalan sewajarnya.

Hampir seluruh media online independen (yg dalam batas tertentu tidak terafiliasi dengan korporet atau kelompok politik tertentu) mengandalkan donasi untuk menghidupi dirinya. Bahkan newsletter online sekaliber Democracy Now, American Free Press atau Counterpunch saja mengandalkan donasi. Apalagi blog-blog yang dikelola oleh individu-individu seperti Jeff Rense, David Duke, David Icke, Incogman, dan masih banyak lagi.

Bagi mereka tentu saja berlaku prinsip profesionalisme. Jika Anda mendapatkan sesuatu yang bermanfaat, sudah sewajarnya Anda memberikan imbalan.

Bagi blogger sendiri tentu saja bukan prinsip profesionalisme yang menjadi dasar himbauan pemberian donasi. Blogger lebih mengedepankan prinsip "pengorbanan" yang menurut pemahaman blogger merupakan salah satu prinsip kehidupan beragama. Bagi agama Islam terdapat kewajiban seseorang untuk berkorban sebagaimana tercantum dalam al Qur'an (ma'af saya lupa nama surat dan ayatnya) yang kira-kira terjemahannya sbb:

"Belum sempurna iman seseorang sebelum ia mengorbankan sebagian harta yang dicintainya."

Allah yang maha kaya tentu saja tidak pernah butuh pengorbanan hamba-hambanya. Namun Allah menghendaki hamba-hambanya untuk bersikap "tahu diri". Menyadari bahwa mereka telah mendapatkan nikmat begitu besar dari Tuhannya, sudah sewajarnya mereka memberikan imbalan berupa pengorbanan yang diatur oleh syariat agama. Dengan sikap "tahu diri" itulah manusia akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi unggul yang peduli dengan sesamanya dan memberikan banyak manfaat kepada lingkungan sekitarnya.

Dalam konteks itulah blogger mengajak para pengunjung setia blog ini untuk mengikuti prinsip pengorbanan dengan menyisihkan sebagian dari hartanya untuk mendukung keberadaan blog ini. Blogger pun telah banyak memberikan pengorbanannya untuk menjaga keberadaan blog ini, mungkin bukan dalam bentuk materi meski terkadang materipun harus dikorbankan dalam kondisi tertentu, melainkan waktu, tenaga dan pikiran.

Demikian atas perhatian dan dukungan para pengunjung blog, saya ucapkan
terima kasih.


Hormat saya,
Blogger,

Cahyono Adi


NB:
* sampai 2 bulan telah adanya pengumuman donasi di blog ini, blogger sudah mendapatkan donasi senilai hampir Rp 2 juta. Terima kasih kepada pengunjung setia yang telah rela mengorbankan sebagian pendapatannya, dan kepada yang belum blogger hanya bisa menyampaikan himbauannya.

** Blog ini juga semakin ramai pengunjung, terutama tambahan dari para Dahlan Iskanis. Dalam beberapa hari terakhir blog ini telah menerima hits sebanyak 4.000 hingga 6.000 per-hari.

5 comments:

NOff said...

maklum Mas Adi, masyarakat Indonesia lebih meunyenangi kata-kata "uang terimakasih" daripada donasi yang jelas-jelas itu hala

Exodus said...

Nggak apa-apa pak, tentu anda berjerih payah dalam mengelola blog ini, tentu anda berhak atas hasil jerih payah itu. halal.....

maaf sebelumnya. yang nggak boleh menurut saya, kalau anda menebarkan kebohongan dalam blog ini, menebarkan prasangka-prasangka, tuduhan-tuduhan tak bersasar, menebarkan fitnah dalam blog ini, apalagi kepada sesama muslim. lalu anda menerima dinasi dari itu semua. maka, sebagian dari donasi itu saya yakin ada yang 'haram'....

Exodus said...

maka tolong berhati2lah dalam membuat potingan pak....

Deny Dewan said...

Donasi dipersoalkan..?ha.ha.ha.ha..lucu...

apalah arti sebuah nama said...

To: Pak AC
pada postingan artikel ini Pak AC menyebut jumlah donasi yg terkumpul, dan saya adalah salah satu diantara mereka yg andil (saya tidak perlu menyebut jumlahnya dan atas nama siapa).
saya ada kritikan sekaligus masukan (yg konstruktif, bukan destruktif tentunya) utk blog ini.
mengenai artikel pro kontra menurut saya sah-sah saja diposting sejauh didukung oleh data dan fakta yg ada, opini pribadi juga sah-sah saja diungkap dengan menjunjung asas praduga tak bersalah.
mengenai donasi, saya yakin pembaca blog ini akan dengan sendirinya menyisihkan sebagian uangnya untuk kelangsungan hidup blog ini, jika mereka mendapatkan sesuatu yg lebih dari blog ini tentunya, semisal pengetahuan, teman diskusi/sharing dll.
Pak AC, saya selalu mengikuti komentar2 yg ada di blog ini (tidak hanya di kasusnya Pak Dahlan), saya menyesalkan sikap pendukung fanatik blog ini dalam memberikan tanggapan dari pertanyaan/komentar pembaca blog ini seperti:
1. selalu ada kata2 yg disisipkan yg sifatnya "merendahkan" penanya. ini bisa mengubah empati menjadi benci.
2. ngotot dan asal jawab, sekedar utk bertahan dan melakukan serangan balik. ini membuat citra blog ini yg harusnya intelek menjadi ajang adu bacot, trus apa bedanya dgn blog2 lain yg gratisan?
saya juga menyesalkan sikap Pak AC yg kesannya tutup mata dgn ulah para pendukung fanatik blog ini, jgn seperti amerika terhadap israel.
mari kita buat pengunjung awal blog ini tertarik dgn materi yg disampaikan, kemudian buat mereka menjadi pembaca setia blog ini, karena mereka adalah aset. jika kita bisa merangkul mereka dgn santun dan akhlakul karimah, bukan tidak mungkin blog ini nantinya akan maju seperti yg Pak AC berikan contoh.

salam