Thursday, 3 October 2013

PEMBERONTAK SYRIA PUN KEMBALI KE "PANGKUAN" PEMERINTAH

ASSAD KLAIM MASIH MILIKI SENJATA PENGHANCUR ISRAEL


Perkembangan konflik di Syria semakin menguntungkan pemerintahan Bashar al Assad. Pada satu sisi pemberontak kini justru terlibat dalam pertikaian internal dan pada sisi lainnya pasukan pemerintah kini berada pada posisi offensif dan berhasil membersihkan beberapa posisi strategis dari tangan pemberontak. Dan kini muncul perkembangan baru lagi yang mengejutkan, sebagian pemberontak dari kelompok Free Syrian Army telah mendekati pemerintah untuk menjalin perdamaian.

Demikian informasi yang diungkapkan oleh wartawan senior Inggris Robert Fisk dalam tulisan terakhirnya di The Independent tgl 30 September lalu: "A Syrian solution to civil conflict? The Free Syrian Army is holding talks with Assad’s senior staff".

Menurut laporan Fisk, wartawan yang anti-regim Bashar al Assad itu, sekitar 1,5 bulan yang lalu 2 orang utusan Free Syrian Army menemui seorang pejabat tinggi pemerintah di Damaskus. Mereka membicarakan kemungkinan perdamaian antara FSA dengan pemerintah untuk mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung 2,5 tahun lebih dan menewaskan lebih dari 100.000 jiwa itu. Seusai pertemuan itu kini relatif telah terjadi "gencatan senjata" antara pasukan pemerintah dengan FSA yang sebagian besar berasal dari desertir tentara pemerintah, dan memberi keleluasaan FSA untuk menangani pertikaiannya dengan kelompok-kelompok teroris Al Qaida.

Dalam pertemuan itu dihasilkan 4 kesepakatan, yaitu pertama harus ada dialog internal Syria, kedua harus ada perbaikan sarana-sarana publik dan swasta yang hancur, ketiga harus ada penghentian konflik sektarian, dan yang terakhir adalah harus ada kerjasama semua pihak di Syria untuk menegakkan demokrasi dimana supramasi hukum menjadi landasan utamanya. Sama sekali tidak ada tuntutan dari FSA untuk memberhentikan Presiden Bashar al Assad.

Menyusul pertemuan itu kini tampak perkembangan yang signifikan di wilayah-wilayah yang dikuasai FSA terutama di Aleppo. Di tempat-tempat ini perusahaan-perusahaan swasta kembali dibuka, demikian juga kantor-kantor pemerintah dan sekolah-sekolah. Anak-anak sekolah yang bergabung dengan pemberontak pun mulai dilucuti senjatanya dan kembali ke meja belajar.

Perkembangan konflik di Syria jelas sangat tidak dikehendaki para pemberontak dari FSA yang memiliki idiologi nasionalis sekuler. Mereka merasa revolusi yang mereka gerakkan telah dirampok oleh para mujahilin dari luar, yang tindakan-tindakan mereka sangat melukai hari warga Syria baik yang berasal dari pemerintah maupun pemberontak. Mereka yang selama bergenerasi-generasi hidup dalam lingkungan pluralis yang damai sangat tidak bisa membayangkan negaranya bakal berubah menjadi negara model Taliban.

Dengan bergabungnya kembali personil-personil FSA ke pangkuan pemerintah, maka wilayah luas yang selama ini dikuasi FSA akan kembali ke bawah kekuasaan pemerintah tanpa harus mengeluarkan tembakan sekalipun. Selanjutnya pasukan pemerintah dapat memanfaatkan pasukan FSA untuk bersama-sama mengusir para mujahilin.



ASSAD KLAIM MASIH PUNYA SENJATA PENGHANCUR ISRAEL

Banyak yang menganggap bahwa dimusnahkannya senjata-senjata kimia Kimia Syria bakal menghancurkan daya gertak Syria terhadap musuhnya, Israel. Namun Presiden Syria Bashar al Assad justru tampak percaya diri dengan prospek kekuasaannya di Syria.

"Presiden Assad menganggap bahwa situasi saat ini lebih dari baik-baik saja," tulis wartawan Lebanon Elie Shalhoub dalam surat kabar Al Akhbar, 25 September lalu. Tulisan tersebut dibuat seusai Shalhoub mengadakan wawancara dengan Assad di Damaskus.

Seraya menganggap senjata-senjata kimia tersebut sudah tidak lagi "kuat", Assad menuturkan bahwa Syria kini telah memiliki senjata-senjata yang lebih ampuh yang bisa menghancurkan Israel dalam waktu beberapa detik saja.

"Ia (Assad) menjawab secara strategis tanpa mengabaikan detil-detilnya," tulis Shalhoub tentang isi wawancaranya tersebut.

Kepada Shalhoub, Assad mengatakan bahwa musuh-musuh Syria tengah dilanda "stress" atas kegagalan mereka selama ini menjungkalkannya dari kekuasaan, dan hal itu bisa membuat mereka melakukan hal-hal tidak realistis. Ia juga menyatakan kepuasannya dengan kesepakatan antara Amerika dan Rusia tentang penghancuran senjata-senjata kimia Syria untuk mencegah campur tangan Amerika.

Assad menganggap hal itu tidak mempengaruhi keseimbangan kekuatan dengan Israel meski selama ini senjata-senjata kimia itu telah memainkan peran penting sebagai daya gertak terhadap Israel, namun saat ini dianggap sudah tidak terlalu penting lagi.

"Betapapun kini senjata-senjata itu tidak lagi memiliki daya gertak lagi, dan kini kami telah memiliki senjata-senjata yang bisa menghancurkan Israel dalam hitungan detik.”

Menurut Assad Presiden Obama tidak akan pernah berani menyerang Syria karena tidak memperoleh dukungan di dalam negeri. Di sisi lain ia mengungkapkan bahwa Rusia telah memberinya jaminan akan campur tangan membantu Syria jika diserang Amerika.

“Rusia akan turun tangan dan bertempur di medan perang Syria," kata Assad.

Assad juga menyinggung peran Iran dan Hezbollah dalam konflik di Syria. Assad menegaskan bahwa Syria dan Iran serta Hizbollah tengah bertempur di dalam satu front yang disebutnya sebagai front perlawanan anti-Israel. Menurut Assad jika Syria berhasil dijatuhkan, maka Hizbollah dan Iran akan menjadi sasaran musuh yang berikutnya.

“Saya percaya bahwa Sayyed Hasan Nasrallah mampu mengatasi semua tekanan terkait dengan konflik Syria…”

Assad menegaskan bahwa Israel, berbeda dengan masa lalu, kini menghindari untuk terlibat langsung dalam peperangan dan memilih menggunakan kaki tangannya, terutama dalam konflik Syria, yaitu Amerika dan kelompok-kelompok teroris takfiri.



REF:
"Assad: Our Enemies Are Confused, We Have Weapons That Can Paralyze Israel"; ALMANAR.COM.LB; 26 September 2013

"A Syrian solution to civil conflict? The Free Syrian Army is holding talks with Assad’s senior staff"; Robert Fisk; The Independent; 30 September 2013

3 comments:

rio3n4 said...

Hancurkan Zionis Israel sampai ke akar-akarnya, bila perlu hapus Israel dari peta dunia.
Kezoliman tdk akan pernah menang melawan kebaikan..
Maju terus para pendukung mukawama, Do'a umat muslim dipenjuru dunia akan selalu menyertaimu.

Sugeng P said...

Semoga Syiria kembali damai dan menjadi lebih baik dan sejahtera lagi, dan Islam makin jaya. Salam Perdamaian dan anti agresi. bagaimanapun mencampuri urusan dalam negeri negara lain itu tidak benar. Biarkan Syiria ditangani oleh pemerintahnya sendiri dan jangan ikut campur apalagi mendukung pemberontak.

Adit kisaran said...

Saya sudah meprediksi, bahwa Presiden syria akan muncul sebagai pemenang dalam kancah peperangan made in amerika ini... Karena syria tidak selemah libya... aliansi strategis antara iran, hizbullah dan rusia merupakan kunci sakti syria.. Kegagalan di syria adalah wujud eksistensi kekuatan dunia baru