Sunday, 20 October 2013

SNIPER MUJAHILIN JADIKAN WANITA HAMIL SEBAGAI SASARAN

Keterangan gambar: foto sinar-X yang menunjukkan peluru bersarang di kepala jenasah seorang bayi korban penembakan sniper mujahilin Syria.





Dunia heboh ketika militer Israel membuat kaos bergambar wanita hamil Palestina di tengah lingkaran teleskop dengan tulisan: "Satu tembakan, 2 sasaran sekaligus", karena hanya orang-orang tidak bermoral-lah yang tega membunuh wanita hamil dan janin yang dikandungnya.

Tentara Israel terkadang memang menjadikan anak-anak Palestina sebagai sasaran tembakan. Para teroris Israel juga diketahui suka membedah perut wanita hamil Palestina dan mengeluarkan janinnya hidup-hidup, namun itu terjadi di masa lalu. Di era modern, mereka lebih suka menggunakan tangan antek-anteknya untuk melakukan kekejian seperti itu sebagaimana dalam tragedi Pembantaian Sabra & Shatilla di Lebanon tahun 1982 dengan menggunakan tangan milisi Kristen Phalangis Lebanon. Sampai saat ini belum ada laporan tentang tentara Israel yang menembak wanita Palestina yang tengah hamil, namun anteknya-lah yang melakukannya. Kali ini adalah para mujahidin, ups, maksud saya mujahilin Syria.

Sebagaimana diberitakan situs media nasional Tempo.co hari ini, penembak jitu pemberontak Syria suka menjadikan wanita hamil Syria sebagai sasaran latihan tembak mereka. Terkadang para wanita hamil itu menjadi sasaran taruhan di antara para sniper mujahilin Syiria dengan hadiah sebungkus rokok.

David Nott, seorang dokter yang menjadi relawan di Syria berhasil mengungkapkan kebiadaban baru para mujahilin itu kepada dunia dengan menunjukkan bukti-bukti berupa foto sinar-X yang menunjukkan tengkorak kepada bayi dengan sebutir peluru di kepalanya. Ia menyatakan banyak warga sipil Syria yang kini terperangkap dalam konflik di Syria berada dalam situasi yang digambarkannya sebagai "neraka di dalam neraka".

Ada area jalan tertentu yang menjadi ajang "lomba" para penembak jitu itu. Jika wanita dan anak-anak melintas, mereka akan menjadi target empuk. Ia melihat indikasi penembakan itu dilakukan secara terencana untuk tujuan latihan.

"Suatu hari akan datang banyak pasien dengan luka tembak di paha kiri, di hari yang lain, semua pasien datang dengan luka tembak di dada kirinya," katanya.

Nott mengatakan selama 20 tahun menjadi sukarelawan di zona perang, baru kali ini ia menyaksikan wanita hamil menjadi sasaran. Dia menyatakan sudah menangani dua pasien wanita hamil dengan peluru bersarang di kepala bayi mereka.



REF:
"Sniper Suriah 'Lomba' Tembak Janin di Perut Ibunya"; TEMPO.CO; 19 Oktober 2013

1 comment:

Nora Zaenah said...

Perkataan imam khameini adlh benar krn beliau adlh seorg imam yg mempunyai kemampuan transendental.