Wednesday, 27 November 2013

SOLIDARITAS SEMPIT PARA DOKTER

Di mata saya dokter adalah salah satu profesi yang sangat mulia karena kontribusinya yang sangat besar bagi kemanusiaan sepanjang sejarah manusia di dunia.

Saya juga kenal serta berteman dengan beberapa orang dokter yang sangat saya hormati. Ada Prof Dr Mundiyah "Nande" Mochtar, yang di samping seorang dokter juga sukses menjadi pengusaha dan tokoh pendidikan di Kota Medan. Ketika menjadi organiser acara "Anugerah Wirausaha Muslim Medan" tahun 2006, beliau terpilih sebagai salah satu pemenangnya. Ada juga teman-teman 3 A (Ali, Agung dan Aries), anak-anak FK-UGM yang pernah menjadi teman satu kontrakan saya waktu menjadi mahasiswa di Jogya, yang kebaikan-kebaikannya tidak akan pernah saya lupakan.

Namun kemarin semua kebaikan itu tercemari oleh tindakan segerombolan dokter yang sangat tercela. Dengan mengatasnamakan solidaritas kepada seorang dokter, mereka rela menginjak-injak sumpah jabatan mereka dengan menelantarkan ribuan pasien di seluruh Indonesia.

Apa jadinya jika semua masalah hukum yang menjerat seseorang ditindak-lanjuti dengan aksi mogok sesama teman profesi di seluruh Indonesia. Bagaimana jika seluruh pilot di Indonesia melakukan mogok kerja ketika seorang pilot sebuah meskapai penerbangan ditangkap polisi karena suatu kejahatan? Atau bagaimana jika semua guru, polisi, dan pegawai negeri melakukan aksi mogok ketika seorang rekan mereka dijerat oleh hukum?

Para dokter itu boleh-boleh saja menyampaikan aspirasinya menolak jeratan hukum yang menimpa rekan mereka. Tapi sangat tidak pantas kalau mereka melakukan aksi mogok, karena itu berarti telah melanggar sumpah profesi mereka untuk melayani pasien dan masyarakat apapun kondisinya. Berapa besar kerugian yang ditimbulkan oleh aksi mogok mereka? Ribuan orang yang tidak bisa mendapatkan pelayanan media, sebagian besar dari mereka adalah orang-orang miskin yang sangat membutuhkan pertolongan.
Entah berapa nyawa yang tak tertolong akibat aksi mogok mereka? Dalam hal ini aksi mereka bahkan bisa digolongkan sebagai aksi kriminal yang pantas mendapat hukuman pidana.

Dan dengan mamaksakan aspirasi seperti mogok nasional, para dokter itu telah berupaya menempatkan diri sebagai kelompok elit yang kebal hukum. Biarkan hukum berjalan sebagaimana mestinya, dan aspirasi dukungan kepada teman se-profesi dijalankan dengan elegan tanpa melanggar kode etik mereka sendiri, apalagi melanggar hukum.

Saya jauh lebih menghormati keluarga korban malpraktek yang menjadi pangkal perkara yang menyebabkan para dokter itu melakukan aksi mogok. Dalam sebuah wawancara dengan televisi nasional yang saya lihat tadi malam, mereka menyatakan bahwa yang diinginkan keluarga korban adalah hukum ditegakkan se-tegak-tegaknya. Pernyataan orang sederhana itu jauh lebih bijak daripada para dokter yang justru menuduh, dengan tanpa dasar kecuali prasangka dan lebih menonjol lagi karena semangat solidaritas sempit sesama dokter, bahwa seluruh proses penegakan hukum yang terjadi telah dilandasi motif kriminalisasi. Merekalah yang telah mengkriminalisasi sistem hukum Indonesia, dan karenanya juga mengkriminalisasi seluruh bangsa ini.

Masyarakat sudah lama merasa kecewa dengan keistimewaan para dokter di hadapan hukum. Hampir tidak pernah dalam sejarah negeri ini seorang dokter yang dijatuhi hukuman karena kelalaian yang menimbulkan kerugian bagi pasien. Para dokter dengan sangat kompak akan menolak sekuat tenaga setiap upaya hukum yang menjerat seorang anggota korps kedokteran. Bahkan ketika telah dibentuk sebuah komisi khusus yang diharapkan bisa menjembatani "aspirasi masyarakat" tentang kesetaraan hukum bagi para dokter, komisi itu terkesan justru menjadi lembaga perlindungan hukum bagi para dokter, bukan sebagai pelindung hak-hak masyarakat.

Untuk lebih memahami aspek hukum dari kasus ini silakan lihat di sini: http://news.detik.com/read/2013/11/26/142938/2423901/10/aksi-para-dokter-mogok-solider-pada-dr-ayu-dikritik-ahli-hukum-ui

5 comments:

Emporio House said...

Thanks infonya.

by
Emporio House
https://www.emporiohouse.com

Toif Maliki said...

https://toifmaliki.wordpress.com/

mantabz
mantabz
https://toifmaliki.wordpress.com/

Toif Maliki said...

Toif Maliki

felix guna said...

Thanks infonya gan.

http://sportbolakuini.blogspot.com/

Anis Satun said...

Dokter kita bangsat mau enak sendiri mau untung sendiri.. Gak ada rasa kemanusian sama skli.