Sunday, 8 May 2011

SURAT KELAHIRAN DAN OSAMA, KEBOHONGAN BESAR OBAMA


Setelah dua tahun lebih memilih membayar mahal (hingga $2 juta) pengacara untuk melawan pihak-pihak yang mempertanyakan keabsahan status kelahirannya, Barack Obama akhirnya merilis surat kelahirannya yang dikeluarkan negara bagian Hawaii baru-baru ini. Sebuah tindakan super aneh mengingat surat seperti itu bisa diperoleh gratis daripada harus membayar mahal pengacara, kecuali memang ada yang sengaja disembunyikan oleh Obama dari surat keterangan tersebut. Dan mengapa baru kali ini setelah selama 2 tahun lebih status kelahiran Obama dipertanyakan publik Amerika yang kritis (sebagian besar lainnya adalah orang-orang "liberal idiot" yang menelan mentah-mentah apa yang dikatakan Oprah Wimfrey dan media massa).

Selain popularitasnya yang semakin anjlok karena tidak ada satu prestasi pun yang diukirnya melainkan terus menciptakan masalah sebagaimana SBY, pertanyaan jutawan Donald Trump di depan publik tentang kelahiran Obama membuat tidak ada pilihan lain bagi Obama kecuali mengeluarkan surat keterangan lahir yang selama ini "disembunyikan"-nya.

Namun bahkan setelah surat keterangan tersebut dikeluarkan, kontroversi status kelahiran Obama semakin menggila dan kebohongan Obama semakin kentara. Namun tentu saja media massa kaum liberal idiot, termasuk yang di Indonesia, menutup-nutupi kontroversi tersebut.

Tidak lama setelah Obama merilis surat keterangan kelahirannya, banyak pihak yang menolak keaslian surat tersebut. Bagi yang mengerti program Photoshop pasti mengetahui kalau dokumen surat kelahiran Obama yang dirilis di internet bukan dokumen asli. Bukti pertama file dokumen tersebut terdiri dari beberapa "layer". Padahal jika dokumen tersebut adalah hasil scan asli dari satu dokumen, semestinya hanya terdiri dari satu "layer". Adanya beberapa layer menunjukkan jika file dokumen yang dirilis telah mengalami rekayasa. Bukti kedua terlihat jika dilakukan "zooming" terhadap file dokumen yang terbuka, tampak sangat jelas, sekali lagi sangat jelas, ketidak konsistenan kharakter huruf. Pada bagian tanda tangan dan nomor surat keterangan kelahiran tersebut tampak telah mengalami rekayasa.

Untuk lebih lengkapnya silahkan melihat artikel di situs incogman.net berjudul "Obama’s Birth Certificate is a BLATANT FORGERY". Situs davidduke.com dan blog-blog independen lainnya juga banyak mengulas keaslian dokumen tersebut.


KEMATIAN OSAMA

Demikian parahnya reputasi Obama, termasuk bahkan di mata para pendukung partai Demokrat (lihat artikel sebelumnya di blog ini: "Obama Sebalkan ..... ") hingga Obama pun memerlukan pengalih perhatian lainnya, yaitu Osama bin Laden. Sebagimana diketahui minggu lalu Obama menyatakan pasukan Amerika telah berhasil membunuh Osama bin Laden dalam sebuah operasi militer sehari sebelumnya. Namun lagi-lagi Obama tidak bisa membuktikan klaimnya. Ia menolak merilis foto Osama bin Laden yang tewas. Ia juga memerintahkan jenazahnya dipendam di dasar laut.

Padahal kematian Osama bin Laden telah berjadi tahun 2001, dan hal itu telah menjadi pengetahuan sebagian kalangan inteligen dan beberapa pemimpin negara.
"Bin Laden telah tewas beberapa bulan lalu. Pemerintah hanya menunggu waktu yang tepat secara politik untuk mengumumkan dan mengeluarkan mayatnya," demikian pernyataan Steve R. Pieczenik, seorang ahli inteligen kepada Alex Jones Show, April 2002.

Steve R. Pieczenik bukan seorang "conspiracy theorist", ia adalah pakar yang sangat kredibel dalam urusan konspirasi dan inteligen. Saat mengatakan hal tersebut ia bahkan masih menjadi konsultan departemen pertahanan Amerika. Ia telah menjadi pejabat inteligen Amerika sejak era Nixon, Gerald Ford, dan Jimmy Carter. Mantan kapten kapal AL Amerika, Pieczenik pernah mendapat penghargaan bergengsi Harry C. Solomon Awards di Harvard Medical School. Ia juga peraih gelar PhD di ITB-nya Amerika, Massachussete Institute of Technology.

Pieczenik juga pernah menjadi penasihat senior menlu Henry Kissinger, Cyrus Vance, George Schultz, juga James Baker dan bekerja untuk George W. Bush dalam masa kampanye kepresidenan. Fakta-fakta tersebut menunjukkan ia adalah salah seorang yang mempunyai jaringan informasi kuat di kalangan inteligen tinggi Amerika selama tiga dekade lebih.

Bahkan konon kharakter Jack Ryan dalam novel-novel Tom Clancy yang juga dimainkan oleh aktor Harrison Ford dalam beberapa film action Hollywood tahun 1990-an adalah tiruan dari Steve Pieczenik.

Pieczenik adalah pakar di bidang perang psikologi, konter terorisme, peletak dasar ilmu strategi dan taktik negosiasi trans kultural bagi kalangan militer, diplomat, inteligen dan lembaga-lembaga politik dan keamanan Amerika, sebagaimana juga mengembangkan strategis dasar penyelamatan tawanan yang kini telah berkembang ke seluruh dunia.

Menurut Pieczenik kematian Bin Laden terjadi akhir tahun 2001 karena suatu penyakit "marfan syndrome", penyakit semacam AIDS yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Pemerintah Amerika telah mengetahui kematian Bin Laden bahkan sebelum menyerang Afghanistan pada bulan November 2001. Sebagaimana AIDS, penyakit ini belum ada obatnya.

"Ia meninggal karena marfan syndrome. Presiden Bush mengetahuinya, kalangan inteligen juga mengetahuinya," katanya seraya menambahkan bahwa para dokter dari dinas inteligen Amerika, CIA, sempat melakukan pengobatan kepada Osama di American Hospital, Dubai, Juli 2001. Mengenai tempat kematian Osama, Pieczenik menyebutkan di tempat persembunyiannya di Tora Bora.

Dirawat di fasilitas kesehatan Amerika dan meninggal di dalam gua, adalah bagian yang harus diperankan Bin Laden sebagai agen CIA.

Mengenai kematian Osama sebagaimana dinyatakan presiden Obama minggu lalu, Pieczenik kembali memberikan komentarnya kepada Alex Jones Show, 3 Mei lalu. Komentarnya: "Semua skenario ini, dimana Anda melihat sekumpulan orang tengah menonton layar televisi dengan mimik serius, adalah omong kosong," katanya menunjuk pada berita-berita tentang Presiden Obama dan beberapa pejabat tinggi Amerika menyaksikan langsung operasi militer pembunuhan Osama bin Laden di Gedung Putih.

"Ini adalah rekayasa sepenuhnya, percayalah, kini kita berada di panggung teater Amerika yang absurd... Mengapa kita melakukan ini lagi? ... Sembilan tahun lalu orang itu sudah meninggal... Mengapa pemerintah terus-menerus berbohong kepada rakyat Amerika?" tanya Pieczenik.

Menurut Pieczenik keputusan untuk melancarkan kampanye bohong terkait Osama bin Laden dilakukan setelah popularitas Obama berada di titik terendah sementara isu kelahirannya juga telah menampar wajahnya.

"Ia ingin menunjukkan bahwa ia lebih hebat dari orang Amerika biasa. Ia harus tampak "berani"", kata Pieczenik. Ia juga menambahkan bahwa operasi militer membunuh Osama minggu lalu menjadi alasan Amerika melakukan tekanan lebih kuat kepada Pakistan yang telah menunjukkan penentangannya pada kampanye militer Amerika di Pakistan yang telah menewaskan ratusan warga sipil Pakistan.

"Ini adalah kebohongan terbesar yang pernah saya lihat. Mereka nyaris berputus asa untuk membuat Obama "berharga", untuk membantah fakta tentang tempat kelahirannya yang dipalsukan, untuk menjawab teka-teki tentang masa lalunya, ... agar ia bisa dipilih lagi sebagai presiden dan membodohi rakyat Amerika sekali lagi," tambah Pieczenik.

Menurut Pieczenik, Bin Laden dan Serangan WTC 9/11 2001 telah digunakan untuk memobilisasi emosi publik Amerika untuk mendukung kampanye perang terorisme yang dinarasikan oleh Presiden George W Bush.

Dalam wawancaranya dengan Alex Jones kemarin, Pieczenik juga menyatakan bahwa dirinya telah mendapat informasi langsung dari seorang jendral yang memegang jabatan penting bahwa Serangan WTC 9/11 2001 adalah sebuah operasi inteligen yang dikenal dengan "false flag". Ia juga menjanjikan akan membuka nama jendral tersebut di atas jika dirinya bersaksi di pengadilan atas kasus Serangan WTC 9/11 2001.

"Mereka menjalankan serangan tersebut (WTC 2001)," kata Pieczenik menunjuk beberapa tokoh "neocons" seperti Dick Cheney, Paul Wolfowitz, Stephen Hadley, Elliott Abrams, dan Condoleezza Rice.


Ref:
"Top US Government Insider: Bin Laden Died In 2001, 9/11 A False Flag (confirmed!)"; Paul Joseph Watson; Veterans Today; 5 Mei.


Catatan blogger:
Dalam tingkat tertentu Alex Jones adalah seorang penyampai kebenaran (truthteller). Namun ia menyembunyikan sesuatu yang lebih besar: yahudi dan zionisme. Dalam analisa-analisanya ia nyaris tidak pernah menyentuh "zionisme" dan yahudi sebagai sumber masalah kemanusiaan terbesar. Sebagaimana juga Pieczenik di atas yang hanya menyebut orang-orang "neocons" tapi menyembunyikan fakta bahwa hampir seluruh orang-orang "neocons" adalah zionis yahudi atau budak yahudi. Ia hampir sama juga dengan Michael Moore, sutradara film dokumenter "Fahrenheit" dan "Stupid White Men". Brother Nathaneal pemilik blog real zionist news telah membongkar fakta bahwa Alex Jones adalah tangan kanan dari keluarga Bronfman, konglomerat zionis dari Kanada pemilik perusahaan minuman keras Seagram, Dupont, Universal Studio, penerbit Random House, dan banyak bisnis lainnya lagi termasuk pers.

Iran: Israel Persiapkan Serangan ke Iran di Irak


Israel melakukan persiapan perang melawan Iran dengan melakukan latihan perang di sebuah pangkalan militer Amerika di Irak. Demikian laporan televisi Iran, Press TV baru-baru ini.

Menurut laporan tersebut Israel mengerahkan beberapa jenis pesawat tempur dan pembom dalam latihan tersebut termasuk pesawat F-15, F-16, F-18 dan F-22. Menurut laporan tersebut latihan berlangsung selama seminggu dan dilakukan sebagian besar pada malam hari.

Menurut Press TV laporan tersebut diperoleh dari informasi yang diberikan sebuah sumber yang dekat dengan kelompok Moqtada al-Sadr. Sadr adalah pemimpin informal penting kaum Shiah di Irak. Meski tidak memiliki jabatan publik, partai bentukannya adalah bagian dari koalisi yang kini memegang kekuasaan di Irak. Ia adalah figur yang paling keras menentang kehadiran pasukan Amerika dan sekutu-sekutunya di Irak.

Menurut laporan tersebut latihan yang dilakukan Israel juga melibatkan pasukan Amerika. Namun pemerintah Irak sendiri tidak mendapatkan informasi mengenai latihan tersebut.

Saat ini Amerika masih menempatkan pasukannya di beberapa pangkalan militer di Irak dan pemerintah Irak tidak dilibatkan ataupun mendapatkan informasi tentang kegiatan militer Amerika di pangkalan-pangkalan tersebut.

Hingga saat ini tidak ada komentar dari pejabat Israel maupun Amerika mengenai laporan tersebut.

Bulan lalu komandan pasukan Pengawal Revolusi Iran, Brig. Gen Mohammed Ali Safari, menyatakan bahwa Israel dan pangkalan-pangkalan Amerika di Timur Tengah berada dalam jangkauan rudal-rudal Iran sehingga setiap serangan terhadap Iran hanya akan merugikan mereka.

"Meski kita memiliki kemampuan untuk meningkatkan daya jangkau rudal-rudal kita, namun kita sudah merasa cukup karena musuh utama kita sudah berada dalam jangkauan rudal-rudal kita," kata Safari kepada kantor berita Iran, FARS.

"Demikian juga dengan Amerika, jika membantu Israel, mereka berada lebih dekat lagi dengan kita musuh utama kita," tambahnya.


IRAN YANG SEMAKIN TANGGUH


Saya (blogger) sangat tertarik untuk terus mengikuti perkembangan militer Iran karena menurut perkiraan saya Iran adalah negara terakhir yang menjadi batu sandungan agenda global para kapitalis penyembah setan yahudi sebelum akhirnya dunia sadar dengan kerusakan yang ditimbulkan oleh yahudi dan bangkit melawan kekuasaan mereka.

Rakyat Iran pun sadar dengan misi suci yang diemban mereka, yaitu dengan meningkatkan kemampuan militer mereka untuk menangkal serangan yang bakal dilakukan Israel, Amerika dan sekutu-sekutunya. Dan sejauh ini rakyat Iran telah berhasil menjalankan misinya yang ditunjukkan dengan kemajuan memampuan militer Iran yang sangat progresif.

Rasanya tidak ada hari berlalu tanpa adanya peningkatan kemampuan militer Iran. Dalam 1 bulan terakhir saja saya mencatat berbagai kemajuan yang dicapai Iran: senjata artileri otomatis, sistem operasional pesawat tempur malam hari, rudal penjelajah kecepatan tinggi, sistem pertahanan udara baru yang lebih jauh, mobil dan akurat. Dalam tingkatan yang lebih tinggi Iran telah mampu membuat sendiri pesawat tempur dan pembom strategis, satelit dan roket peluncurnya, pesawat pembom dan mata-mata tanpa awak, tank, torpedo kecepatan tinggi, dan kapal perang cepat berpeluru kendali.

Memang dengan semua persenjataan tersebut Iran tidak akan bisa mengalahkan Amerika, namun setidaknya akan membuat Amerika kesulitan untuk mengalahkan Iran dan itu sudah cukup untuk membuat dunia "sadar" dengan semua kejahatan Amerika-Israel. Perlawanan rakyat Iran akan menginspirasi perlawanan rakyat negara-negara Islam. Cina serta Rusia yang merasa "cukup" dengan semua ancaman yang dilakukan Amerika terhadap mereka pun akhirnya akan membantu Iran. Dan pada akhirnya rakyat Eropa dan Amerika sendiri akan bangkit untuk melawan kekuasaan jahat yang selama ini mengungkung mereka.

Maka terpenuhilah ramalan Nabi Muhammad S.A.W.W: sebelum kiamat umat Islam akan berperang melawan umat yahudi dan mengalahkan mereka hingga umat yahudi bersembunyi di balik pohon dan bebatuan. Pada saat itu bahkan batu dan pohon akan berpihak pada umat Islam.

Dalam hal peningkatan kemampuan militernya pejabat militer Iran baru-baru ini mengumumkan kemajuan penting dalam sistem pertahanan udara Iran, yaitu berupa kombinasi rudal pertahanan udara untuk ketinggian yang berbeda-beda.

"Kami tengah bekerja keras untuk meningkatkan pertahanan udara kami dan kami telah berhasil menciptakan benteng pertahanan udara yang mampu menangkal serangan dari berbagai ketinggian sekaligus," kata komandan pertahanan udara Iran, Brigadier General Farzad Esmayeeli kepada wartawan, Senin (2/5).

Menurut Farzad Iran telah menyesuaikan sistem pertahanan udaranya dengan ancaman regional dan global baru namun tidak melepaskan sistem pertahanan lamanya yang konvensional. "Kami percaya pada sistem pertahanan udara berlapis," kata Farzad.

Pada bulan April lalu Iran sukses menguji coba rudal pertahanan udara jarak menengah "Shahih" yang merupakan pengembangan dari rudal "Hawk" buatan barat. "Shahih" mampu menembak jatuh pesawat tempur yang terbang dengan ketinggian rendah maupun sedang. "Shahih" tersebut diluncurkan dari sistem peluncur rudal buatan domestik "Mersad" yang bisa digunakan untuk berbagai jenis rudal pertahanan udara. Sistem pertahanan udara "Mersad" yang dilengkapi dengan "Shahih" mampu melacak dan menembak jatuh pesawat udara musuh dengan ketinggian antara 70 hingga 150 km dan dikategorikan sebagai sistem pertahanan udara jarak menengah.

Bulan lalu Iran juga sukses melakukan ujicoba rudal pertahanan udara "Sayyad 2" yang dalam waktu dekat akan digelar di seluruh penjuru negeri. Rudal ini merupakan pengembangan dari rudal "Sayyad 1", rudal yang mampu melacak dan menembak jatuh pesawat yang terbang rendah dengan sistem Radar Cross Section (RCS). Sistem ini memiliki kemampuan untuk menangkal serangan elektronik musuh. Sayyad 2 memiliki daya jangkau dan ketepatan yang lebih tinggi.

Pada bulan Januari lalu Iran sukses meningkatkan sistem pertahanan udara Hawk buatan barat yang akan ditempatkan di beberapa fasilitas nuklirnya. Sebagaimana keterangan komandan pertahanan pangkalan udara Khatam ol-Anbia Kolonel Abolfazl Farmahini sistem pertahanan "Hawk" yang telah di-"upgrade" oleh para ahli Iran ini telah berhasil menembak jatuh sasaran dalam uji coba yang dilakukan.

Pada bulan November tahun lalu AU Iran melaksanakan latihan perang terbesar dengan sandi ‘Defenders of the Sky of Vellayat III’. Dalam latihan tersebut Iran sukses menembakkan rudal anti rudal "Tor-M1" serta sistem pertahanan udara canggih buatan Rusia "S-200".

"Tor-M1" adalah rudal jarak dekat yang didisain untuk menembak jatuh pesawat dan rudal musuh yang terbang rendah, bahkan dalam situasi genting sekalipun di mana musuh melakukan serangan elektronik yang ditujukan untuk mengacaukan sistem pertahanan. Sedangkan S-200 adalah rudal jarak jauh yang didisain untuk menembak jatuh pesawat dan rudal yang terbang tinggi. Setiap batalion memiliki 6 peluncur rudal dan radar pengendalinya yang bisa juga dihubungkan dengan sistem radar pengendali jarak jauh.

KETAKUTAN ALA YAHUDI


Sebuah acara diskusi panel berjudul "Zionism, Jewishness and Israel" akan digelar di London, awal bulan ini. Sebuah acara diskusi ilmiah biasa dengan narasumber intelektual, wartawan dan pekerja seni. Namun orang-orang yahudi bagaikan kesetanan berusaha menggagalkan acara tersebut. Berbagai cara pun telah mereka lakukan untuk menggagalkan acara tersebut dan sejauh ini sudah dua orang panelis telah membatalkan keikutsertaan mereka dalam acara tersebut karena takut atas keselamatan mereka. Namun dua orang panelis lainnya, termasuk Gilad Atzmon yang merupakan seorang musisi jazz berdarah yahudi pejuang hak-hak rakyat Palestina, bertekad melaksanakan acara tersebut.

Ini adalah untuk ke sekian kalinya orang-orang yahudi, dengan menggunakan cara-cara "barbar", berusaha menggagalkan acara seperti ini, di negara-negara barat yang secara tradisi memiliki budaya kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat. Cara-cara barbar itu begitu massif dilakukan orang-orang yang tampak seperti kesetanan. Maka hanya sebagian kecil acara yang "bersinggungan dengan ke-yahudi-an" bisa berlangsung dengan baik, sebagian besar lainnya gagal di tengah jalan.

Mengapa demikian?

Ilmuan sosial terkenal, Mark Weber melalui kajian ilmiahnya yang intensif berhasil menemukan teori tentang pengaruh agama Protestan terhadap "kapitalisme". Bernard Lewis juga disebut-sebut (meski saya tidak menganggapnya demikian; blogger) "sukses menemukan" kaitan antara Islam dan "terorisme". Namun jika seorang ilmuan berani berbicara tentang yahudi, hampir dipastikan hidupnya akan berakhir tragis. Lihatlah beberapa ilmuan kritis yang mempertanyakan kebenaran "holocoust" yang hidupnya berakhir di penjara.

Bagi orang-orang yahudi "keyahudian" adalah hal yang tabu untuk dibicarakan. Hal ini sangatlah aneh mengingat orang yahudi adalah orang-orang chauvinis, terlalu bangga dengan identitas bangsanya sendiri. Semestinya mereka senang jika orang-orang bangsa lain ingin mempelajari sesuatu tentang bangsa mereka.

Menurut Atzmon ada dua sebab mengapa orang-orang yahudi bersikap demikian:

1. Orang-orang yahudi tidak mengetahui jati diri "keyahudian" atau judaisme dan tidak ingin mengetahuinya sama sekali karena khawatir akan membuka "kotak pandora". Menurut ajaran moral judaisme pengamatan adalah yang utama, dan komprehensi (pengetahuan yang luas dan mendalam) hanya urutan berikutnya. Dengan kata lain judaisme menuntut kepatuhan buta.

2. Orang-orang yahudi tahu dengan jelas tentang "keyahudian" sebagai sesuatu yang memalukan. Maka mereka berusaha menutup-nutupinya agar orang luar (non-yahudi) tidak mengetahuinya.

Bagi Gilad Atzmon yang kedua-lah yang benar dan ia menganggap berbagai upaya untuk mencegah orang membicarakan "keyahudian" adalah bagian dari mental dan kharakter bangsa yahudi.

Banyak hal-hal unik yang menarik tentang mental orang-orang yahudi yang justru saya (blogger) dapatkan dari orang-orang yahudi sendiri, seperti Victor Ostrovsky (penulis buku By Way of Deception) yang membongkar mental hedonisme dan opportunisme di kalangan pejabat Israel, atau Gilad Atzmon. Misalnya saja tentang seorang yahudi yang berusaha "merebut musik jazz dari Amerika". Setelah sukses mengambil "tanah yang dijanjikan" dari Palestina, mengapa kini tidak musik jazz dari Amerika? Atau tentang seorang wanita yahudi "progressif", seorang produser pertunjukan seni, yang menangis di hadapan Gilad Atzmon dan berkata tentang Palestina: "Semua yang Anda katakan adalah benar. Tapi mengapa Anda membaginya dengan orang asing (non yahudi)?"

Sebagian besar orang yahudi menyadari bahwa tindakan mereka terhadap rakyat Palestina adalah "tidak patut". Namun karena mereka orang yahudi
maka tindakan mereka menjadi "patut".

Sepuluh tahun lalu orang-orang yahudi saling bercanda untuk menjadikan orang yang paling jelek sebagai menjadi presiden Amerika, negeri yang didirikan dan menjadi kebanggaan orang-orang kristen kulit putih. Kini gurauan mereka telah menjadi kenyataan. Tidak lama lagi kita akan melihat orang-orang yahudi membanggakan diri atas keberhasilan mereka "mengolok-olok" bangsa Amerika, karena itu juga bagian dari kharakter mereka.

Wednesday, 4 May 2011

BENARKAH OSAMA BARU SAJA TEWAS?


Gambar: Wakil pimpinan Al Qaida Ayman Al Zawahiri dengan latar belakang kain bermotif lambang negara Israel


Kabar tentang tewasnya Osama bin Laden hari Minggu (1/5) lalu sebenarnya tidak begitu mengejutkan saya. Saya telah lama meyakini bahwa Osama telah dibunuh oleh inteligen Amerika tidak lama setelah Tragedi WTC 2001, dan jenasahnya hanya "diamankan". Kabar tentang kematiannya baru akan ditentukan kemudian demi kepentingan politik tertentu, dan itu terjadi hari Minggu kemarin.

Analisis saya sederhana saja. Osama, seorang yang telah diakui luas sebagai agen CIA, telah "memainkan peran" yang mungkin tidak diinginkannya sebagai dalang Tragedi WTC dan segera menjadi "barang bekas" yang harus dibuang agar tidak menimbulkan bau busuk, alias membocorkan skenario keterlibatannya dengan CIA. Beberapa hari setelah Tragedi WTC Osama melakukan wawancara dengan televisi Al Jazeera yang membantah sebagai pelaku serangan teror atas WTC meski juga tidak menentang aksi tersebut. Selanjutnya statemen-statemen yang keluar dari Osama tidak pernah dalam bentuk siaran langsung, melainkan rekaman-rekaman yang ternyata dibuat dan dikeluarkan oleh SITE, sebuah LSM binaan Mossad dengan pimpinannya seorang yahudi wanita lesbian sebagaimana tokoh LSM International Crisis Center, Sidney Jones, yaitu Rita Kantz. Pada saat itulah sebenarnya Osama telah dibunuh.

Pernyataan-pernyataan resmi Al Qaida selanjutnya dikeluarkan oleh wakil Osama bin Laden, Ayman Al Zawahiri dan jubir Al Qaida Adam Yahiya Gadahn atau dikenal sebagai "Azzam the American". Sebagaimana Osama, baik Zawahiri maupun Azzam adalah agen CIA-Mossad. Dalam rekaman pidato Zawahiri yang ditayangkan Al Jazeera (foto di atas) terlihat ia duduk di dalam ruangan dengan latar belakang kain bermotif gambar bintang Daud, lambang negara Israel. Sementara Azzam belakangan diketahui sebagai seorang yahudi putra seorang gembong zionis Anti Defamation League Amerika.

Pada saat pengumuman kematian Osama kemarin sebenarnya Amerika telah mengeluarkan gambar Osama yang tewas. Namun setelah mendapat kritikan masyarakat bahwa gambar tersebut adalah palsu, pemerintah Amerika langsung menarik gambar tersebut dan menolak sebagai gambar resmi yang dikeluarkan mereka. Lalu keadaan semakin mencurigakan setelah Amerika menyatakan telah menguburkan mayat Osama di dalam laut kurang dari sehari setelah dibunuh, menyelisihi tradisi Islam dan apa yang telah mereka lakukan terhadap mayat dua putra Saddam Hussein yang dikuburkan beberapa hari setelah dibunuh. Pemerintah Amerika tentu juga tidak akan berani mengeluarkan gambar mayat Osama yang sesungguhnya karena dengan cepat akan bisa dianalisis publik sebagai gambar yang dibuat beberapa tahun lalu.

Semua itu hanya semakin mengkonfirmasi bahwa Osama bin Laden telah tewas beberapa tahun yang lalu dan kabar kematiannya kemarin hanya untuk menghidupkan kembali "euforia" perang terorisme yang semakin rendah kredibilitasnya di mata masyarakat seraya menaikkan kembali popularitas Presiden Barack Obama yang semakin merosot.

Berikut ini adalah berita tentang kematian Osama bin Laden tahun 2001 yang diberitakan oleh Pakistan Observer dan Fox News:



BEN LADEN ALREADY DEATH

Fox News – December 26, 2001

Usama bin Laden has died a peaceful death due to an untreated lung complication, the Pakistan Observer reported, citing a Taliban leader who allegedly attended the funeral of the Al Qaeda leader.

“The Coalition troops are engaged in a mad search operation but they would never be able to fulfill their cherished goal of getting Usama alive or dead,” the source said.

Bin Laden, according to the source, was suffering from a serious lung complication and succumbed to the disease in mid-December, in the vicinity of the Tora Bora mountains. The source claimed that bin Laden was laid to rest honorably in his last abode and his grave was made as per his Wahabi belief.

About 30 close associates of bin Laden in Al Qaeda, including his most trusted and personal bodyguards, his family members and some “Taliban friends,” attended the funeral rites. A volley of bullets was also fired to pay final tribute to the “great leader.”

The Taliban source who claims to have seen bin Laden’s face before burial said “he looked pale … but calm, relaxed and confident.”

Asked whether bin Laden had any feelings of remorse before death, the source vehemently said “no.” Instead, he said, bin Laden was proud that he succeeded in his mission of igniting awareness amongst Muslims about hegemonistic designs and conspiracies of “pagans” against Islam. Bin Laden, he said, held the view that the sacrifice of a few hundred people in Afghanistan was nothing, as those who laid their lives in creating an atmosphere of resistance will be adequately rewarded by Almighty Allah.

When asked where bin Laden was buried, the source said, “I am sure that like other places in Tora Bora, that particular place too must have vanished.

OBAT HERBAL TERLARANG DI UNI EROPA


Bagi orang-orang "liberal idiot" yang tidak percaya adanya "konspirasi" global camkan fakta ini: Uni Eropa telah melarang produk-produk herbal agar industri farmasi milik para kapitalis global memonopoli peredaran obat-obatan.

Sebagaimana dilaporkan Daily Mail tgl 30 April lalu, Uni Eropa telah melarang peredaran semua obat-obatan herbal tradisional kecuali beberapa obat herbal ringan. Untuk pertama kalinya semua produk herbal harus didaftarkan atau diberi lisensi oleh praktisi obat herbal yang telah terdaftar, suatu kebijakan yang dianggap para produsen obat herbal dan praktisi pengobatan alternatif mengancam bisnis mereka.

Beberapa obat herbal populer memang berhasil "selamat" setelah menteri kesehatan Inggris, Andrew Lansley menyetujui Health Professions Council untuk menetapkan daftar beberapa obat herbal tak berlisensi. Namun bagaimana pun sebagian besar obat herbal hanya boleh diproduksi setelah membayar lisensi yang nilainya mencapai £80,000 hingga £120,000, jumlah yang tidak sedikit untuk para produsen obat tradisional.

Sekitar 50 obat-obatan herbal seperti "horny goat weed" atau "natural Viagra", "hawthorn berry" (untuk pengobatan alat kelamin wanita), dan "wild yam" tidak akan lagi ditemukan di toko-toko obat, demikian keterangan asosiasi produsen obat herbal Inggris (British Herbal Medicine Association).

EU Directive tahun 2004 menetapkan bahwa "sebuah produk obat herbal tradisional harus bisa dibuktikan telah digunakan selama 30 tahun di wilayah Uni Eropa atau 15 tahun di Uni Eropa ditambah 15 tahun lagi di luar Uni Eropa". Untuk obat-obatan yang memenuhi kriteria tersebut masih harus mengurus lisensinya.

Menkes Lansley, dalam pernyataan tertulis mengatakan, pemerintah ingin obat-obatan herbal tak berlisensi untuk bisa tetap beredar melalui mekanisme "statutory register for practitioners" demi memenuhi kebutuhan pasien. Semua ketentuan tersebut tidak terkait dengan pengobatan akupunktur.

Pangeran Charles yang selama ini dikenal merupakan pendukung praktik pengobatan alternatif menyatakan dukungannya pada regulasi baru yang dikeluarkan pemerintah.

Hingga saat ini industri pengobatan herbal dilindungi oleh Medicine Act tahun 1968, namun tidak cukup efektif untuk melindungi ketersediaan obat-obat herbal bagi masyarakat. Meski demikian sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa setidaknya sebanyak 6 juta rakyat Inggris adalah pengguna obat herbal dalam 2 tahun terakhir.

Professor George Lewith dari Southampton University, mengatakan: "Bukti-bukti yang menunjukkan kemujaraban obat herbal semakin banyak. Obat-obatan itu ditawarkan dengan harga lebih murah, aman dan efektif bagi kebanyakan penyakit."



Ref:
"Herbal medicines banned as EU directive comes into force"; Daily Mail – 30 April 2011; dalam thetruthseeker.co.uk - 1 Mei 2011.

Monday, 2 May 2011

Di Ambang Perang Melawan Cina-Rusia


Standar ganda Amerika dalam aksi-aksi demonstrasi Timur Tengah tampak sangat jelas. Aktif mendukung aksi-aksi menentang pemerintahan di Libya dan Suriah, Amerika diam seribu bahasa melihat penguasa Bahrain membantai rakyatnya sendiri. Cina dan Rusia melihat hal ini sebagai "serangan" tidak langsung terhadap kepentingan mereka dan dalam tingkat tertentu bisa memancing keduanya untuk "turun gunung" berhadapan dengan Amerika.

Pemerintah Rusia baru-baru ini mengingatkan Amerika dan sekutu-sekutu NATO-nya bahwa keterlibatan militer NATO yang lebih jauh dari sekedar menjaga "no fly zone" di Libya adalah sebagai tindakan ilegal, dan campur tangan terhadap Syria akan memancing perang saudara.

Selama ini Rusia memang hanya bisa menjadi "oposisi" tak bergigi di hadapan Amerika dan sekutunya dalam berbagai isu politik global. Namun apa jadinya jika kemudian Rusia melihat kepentingan nasionalnya telah terancam dan memutuskan untuk melakukan aksi militer untuk menjaganya sebagaimana mereka lakukan saat menyerang Georgia yang berani mengusik wilayah protektorat Rusia, Ossesetia Selatan, tahun 2008 lalu. Lalu bagaimana pula jika Cina bergabung dengan Rusia, 2 negara raksasa yang memiliki kekuatan militer dan ekonomi yang bisa menyaingi Amerika dan sekutu-sekutunya.

Keterlibatan Amerika dalam aksi-aksi kerusuhan di Libya dan Syria sudah menjadi pengetahuan masyarakat luas. Di Syria campur tangan Amerika memang tidak segamblang di Libya. Campur tangan Amerika di Syria disalurkan melalui sekutunya, Arab Saudi, yang selanjutnya menyalurkannya kepada kelompok-kelompok anti blok Syria-Iran-Hizbollah di Lebanon. Selanjutnya melalui perbatasan Lebanon lah bantuan tersebut menyusup ke Syria. Pemerintah Syria telah menuduh beberapa tokoh politik anti Syria di Lebanon terlibat dalam aksi kerusuhan di Syria, menambah ketegangan baru di Lebanon antara blok Hizbollah Cs yang pro Syria-Iran dengan blok pro Amerika-Saudi-Israel.

Libya adalah "sekutu" penting Cina, sedangkan Syria adalah sekutu Rusia. Cina telah menanamkan investasi besar-besaran di bidang infrastuktur dan energi di Libya. Pada saat NATO menyerang Libya, terdapat 30 ribu tenaga kerja Cina yang tengah bekerja di Libya yang hampir semuanya telah dipulangkan ke Cina. Sementara itu Rusia memiliki pangkalan AL yang besar di Syria. Keterlibatan Amerika dalam konflik di Libya dan Syria tentu saja dianggap Cina dan Rusia sebagai "serangan" terhadap kepentingan mereka. Amerika menginginkan Cina dan Rusia hengkang dari kawasan Laut Tengah.

Cina yang didesak oleh kebutuhan energi di masa mendatang, telah mengadakan perjanjian kerjasama energi dengan beberapa negara Afrika seperti Libya, Angola dan Nigeria. Dengan menyerang Libya Amerika bisa dianggap melakukan sabotase ekonomi terhadap Cina, seperti yang mereka lakukan terhadap Jepang menjelang Perang Dunia 2.

Sebagaimana diprediksi International Monetary Fund (IMF), dalam waktu 5 tahun mendatang Cina akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar di dunia mengalahkan Amerika. Para pemimpin strategis Amerika tentu mengetahui bahwa hanya dengan menggunakan kekuatan militer, Amerika mungkin bisa menghambat kemajuan ekonomi Cina. Salah satunya degan menutup sumber energi Cina seperti Libya. Inilah yang menjadi alasan mengapa Amerika dan sekutunya begitu ngotot melakukan campur tangan di Libya, namun diam seribu bahasa menyaksikan regim-regim diktator lain di Timur Tengah melakukan aksi-aksi kejam terhadap rakyatnya.

Alasan lain Amerika menyerang Libya adalah penolakan Mohammar Ghadafi atas pembentukan Africa Command (AfriComm) yang digagas Amerika untuk menyaingi masuknya pengaruh Cina ke kawasan Afrika. Africomm telah resmi terbentuk tahun 2008. Kedekatan Libya dan Cina, sebagaimana Syria dan Rusia dianggap mengancam kepentingan strategis Amerika di Laut Tengah.

Amerika mungkin kehilangan sekutu utama di Tunisia dan Mesir, namun segera sadar untuk menggantinya dengan sekutu baru di Libya dan Syria setelah menyingkirkan regim Ghadafi dan Bashar al Assad, sekaligus menyingkirkan dua pesaing utamanya, Cina dan Rusia.

Kini kita hanya bisa mengira-ngira apa yang akan dilakukan Rusia dan Cina untuk "membalas" Amerika. Bisa saja mereka mengirimkan bantuan militer (terang-terangan atau diam-diam) kepada Ghadafi dan Bashar Al Assad serta sekutu mereka di Timur Tengah, yaitu Iran, yang pada akhirnya akan menyalurkan bantuan tersebut kepada "musuh-musuh" Amerika seperti Hizbollah dan Hamas.

Konflik bersenjata antara Amerika dan sekutunya melawan Rusia-Cina sebagai dampak krisis politik di Timur Tengah bukanlah hal yang mustahil terjadi.

Sai Baba: Manusia Suci atau Manusia Busuk?


Sekitar dua tahun lalu saya ditunjukkan oleh seorang teman gambar Sei Baba. Teman saya itu, seorang WNI keturunan pengagum Sei Baba, kemudian menjelaskan kepada saya panjang lebar berbagai keajaiban dan kebajikan yang telah dilakukan Sei Baba. Namun bagi saya saat itu hanya ada satu kesimpulan: manusia tidak waras yang memamerkan kekayaannya di tengah-tengah masyarakat miskin.

Gambar yang ditunjukkan teman saya itu menunjukkan Sei Baba tengah duduk di tengh-tengah pengagumnya masyarakat India yang rata-rata adalah penduduk miskin. Kedua kaki Sei Baba mengenakan sendal emas bertahtakan berlian.

Sejak menjadi peminat "teori konspirasi" saya selalu berusaha berfikiran terbalik dibanding penilaian masyarakat umum, khususnya terhadap berbagai "peristiwa besar" atau sosok "manusia besar". Bagi saya sebagian besar "peristiwa besar" dan "manusia besar" yang ditetapkan oleh sejarahwan maupun media massa "mapan" adalah sebuah penipuan. Dan di balik itu semua, lagi-lagi ada yahudi di belakangnya, untuk memperbodoh dan mengeksploitasi orang-orang non-yahudi agar lebih mudah dikuasai.

Saya telah mengetahui bahwa Mahatma Gandhi adalah seorang pengidap kelainan seks yang berhubungan dengan seorang atlet laki-laki Jerman keturunan yahudi, juga dengan seorang keponakannya sendiri yang masih kecil selama bertahun-tahun. Saya telah mengetahui bahwa Marthin Luther King adalah seorang maniak seks, plagiator, dan penganut komunisme yang fanatik. Saya juga mengetahui bahwa Nelson Mandela hanyalah boneka dari orang-orang komunis yahudi Afrika Selatan. Saya pun tahu, Sei Baba adalah seorang manusia busuk.

"Sai Baba tidak lain adalah seorang mafia, menipu masyarakat dan menjadikan dirinya kaya raya," kata Basava Premanand, seorang intelektual yang selama bertahun-tahun berusaha membuktikan bahwa berbagai keajaiban yang dilakukan Sei Baba tidak lain hanyalah tipuan sulap murahan. Untuk membuktikan klaimnya itu Basava mendirikan
Federation of Indian Rationalist Associations (FIRA) dan menjadi editor jurnal ilmiah bulanan bernama "The Indian Sceptic".

Sebagai seorang intelektual rasionalis ia menganggap berbagai keajaiban "manusia dewa" Sei Baba adalah tipuan yang membuat bodoh masyarakat India dan tidak bisa melepaskan kemiskinan mereka. Alih-alih demikian, Basava menginginkan India, bangsa yang kaya dengan SDM unggul itu sebagaia bangsa yang cerdas.

Sejak tahun 1976 ia telah terlibat dalam "perang" yang hebat dengan Sei Baba, orang yang pengikutnya jutaan orang, termasuk orang asing dan kalangan atas India. Oleh para pengikutnya Sei Baba dianggap sebagai "Sang Messiah", "Avatar" dan "Manusia Suci", pendek kata: penjelmaan dewa di muka bumi.

Namun alih-alih mengentaskan masyarakat India dari kebodohan dan kemiskinan, sang "Avatar" justru memperkaya diri sendiri. Ia tinggal di kompleks perumahan super mewah di tengah masyarakat miskin India. Sebagaimana telah disebutkan, ia juga sangat "lebai" dalam menunjukkan kekayaannya, termasuk mengenakan sandal emas bertahtakan berlian. Semuanya didapat dari sumbangan para pengikutnya yang sebagian besar adalah warga miskin India yang na'if.

Sei Baba yang tidak menikah dan tidak mempunyai anak, juga dikenal sebagai pengidap kelainan seks dan pelaku kejahatan seksual. Tidak hanya itu, ia diduga kuat terlibat dalam kasus pembunuhan yang terjadi di kompleks kediamannya.

Pada tahun 1976 seorang mantan pengikut Sei Baba dari Amerika, Tel Brooke, menulis buku yang membongkar kejahatan-kejahatan Sei Baba terutama kejahatan seksualnya, berjudul "Avatar of the Night: The Hidden Side of Sai Baba." Namun buku tersebut menghilang dari peredaran selain adanya berbagai kampanye menyerang kredibilitas buku tersebut oleh para pendukung Sei Baba. Dan tentu saja pendukung utama Sei Baba adalah yahudi.

Adalah Michael Goldstein, seorang yahudi yang menjadi pimpinan Sai Baba International Organisation. Dengan gigih ia membela Sei Baba dengan mengatakan, "hati dan kesadaran saya mengatakan bahwa tuduhan-tuduhan itu adalah mustahil," katanya perihal isi buku Tel Brooke.

Pengaruh Sei Baba yang kuat di India menjadikannya orang yang "kebal hukum", meski berbagai kasus kriminal melibatkannya. Media massa global, yang pada dasarnya juga telah menjadi alat kekuasaan yahudi internasional, tentu saja juga "membela" Sei Baba. Saya pernah membaca beberapa artikel Sei Baba di media massa Indonesia di masa lalu, semuanya "mendukung" Sei Baba, minimal tidak mengupas sisi gelap kehidupannya. Namun di masa kini, dimana internet dan media massa independen tumbuh subur, sisi gelap Sei Baba mulai banyak terkuak dan menjadi perhatian masyarakat.

Mantan pengikut Sai Baba, Alaya Rahm dan Mark Roche, misalnya, pada tahun 2004 lalu telah membuat film dokumenter tentang Sei Baba berjudul "Secret Swami" yang telah diputar di BBC, mengekspos eksploitasi seks yang dilakukan Sei Baba terhadap para pengikutnya. Film tersebut sangat kredibel karena kedua pembuatnya adalah pengikut Sai Baba yang juga mengalami eksploitasi seksual dari gurunya.

Sebagian nara sumber dalam film tersebut adalah para pengikut Sei Baba dari negara-negara barat yang relatif lebih terbuka. Namun para korban masyarakat India lebih memilih diam membisu, terutama takut dengan akibat yang bakal mereka alami. Mereka memiliki alasan kuat untuk itu. Pengikut Sei Baba termasuk para mantan presiden, perdana menteri, hakim dan jendral.

Mantan perdana menteri India, Atal Vajpayee, bahkan pernah membuat pernyataan resmi yang menyerang para pengkritik Sei Baba.

Namun hal itu tidak menggoyahkan Premanand yang selama bertahun-tahun berupaya "menghancurkan" kredibilitas Sei Baba melalui karya-karyanya, termasuk beberapa tuntutan hukum terhadap Sei Baba. Sei Baba tentu saja tidak berdiam diri. Melalui pengikut-pengikut fanatiknya beberapa aksi kekerasan hingga percobaan pembunuhan pun dilakukan terhadap Premanand.

Pada tahun 1986 Premanand melakukan aksi demo menentang Sei Baba yang diikuti oleh sekitar 500 sukarelawan yang berujung pada penangkapan polisi terhadapnya. Pada tahun yang sama ia menuntut Sei Baba ke pengadilan dengan tuduhan pelanggaran UU pengendalian emas, namun kasusnya ditolak pengadilan.

Pada tahun 1993 terjadi aksi kekerasan di kompleks pemukiman Sei BAba yang menelan jiwa. Empat orang pengikut Sei Baba menyerang sang guru di ruang pribadinya dengan pisau. Aksi mereka digagalkan para pengukut Sai Baba lainnya melalui aksi kekerasan yang brutal. Dua penyerang meninggal dunia dan 2 lainnya luka-luka berat. Sei Baba sendiri selamat.

Motif penyerangan tersebut masih simpang siur karena tidak ada pengadilan yang fair yang digelar atas peristiwa tersebut. Beberapa sumber menyebut para penyerang berusaha memperingatkan sang guru tentang korupsi di kalangan pengikut tertinggi Sei Baba. Beberapa lainnya menyebut motif balas dendam sebagai dasar penyerangan terhadap Sei Baba.

Premanand berpendapat lain tentang peristiwa tersebut. "Pemerintah menghentikan penyidikan atas kasus ini karena akan membongkar banyak kejahatan lain terutama kajahatan ekonomi dan kejahatan seksual." Ia mempertanyakan mengapa Sei Baba, saksi utama dalam peristiwa itu, tidak pernah diperiksa polisi.

Selama tiga tahun setelah peristiwa tersebut Premanand mengajukan tuntutan hukum atas peristiwa itu hingga ke mahkamah agung, namun upayanya kandas.

Kini Sai Baba, manusia dewa itu, telah meninggal. Namun perjuangan Premanand belum usai sebelum "pengaruh Sei Baba benar-benar hilang". Ia masih terus melakukan berbagai kajian, mengumpulkan dan mengolah informasi dan data terkait ajaran Sei Baba.

"Ini akan menjadi perjuangan terbesar saya," katanya.

Mesir Akhirnya Buka Perbatasan Gaza


Pergantian regim di Mesir paska tumbangnya diktator budak zionis Israel Husni Mubarak, benar-benar membawa perubahan berarti. Semoga ini semua adalah sebuah awal bagi kemerdekaan bangsa Palestina yang telah 60 tahun lebih menderita penjajahan Israel. Bukan penjajahan biasa yang selama ini dialami rakyat Palestina karena jika bangsa-bangsa lain yang terjajah masih bisa tinggal di negerinya sendiri, sebagian besar bangsa Palestina kini hidup di pengasingan sebagai pengungsi setelah diusir dari kampung halamannya sendiri. Bahkan di negeri asing pun, zionis yahudi masih terus memburu dan membunuhi mereka seperti mereka alami dalam pembantaian di Kamp Sabra dan Shatilla di Lebanon awal dekade 1980-an.

Setelah Mubarak turut menjalankan "perintah" Israel untuk memblokade wilayah Palestina di Gaza yang membawa penderitaan luar biasa bagi rakyat Palestina ---semoga hukuman Tuhan ditimpakan seberat-beratnya bagi Mubarak, pemerintahan sementara Mesir kini memutuskan untuk membuka perbatasan Gaza. Hal ini disampaikan oleh menlu Mesir, Nabil al-Arabi, Jum'at kemarin (29/4).

Dalam wawancara dengan televisi Al-Jazeera Nabil menyatakan bahwa Mesir "akan melakukan langkah penting untuk mengendurkan blokade atas Gaza dalam beberapa hari ke depan". Ia menambahkan bahwa Mesir tidak lagi bisa menerima perbatasan Mesir-Gaza tetap diblokade dan menambahkan bahwa keputusan Mesir selama ini turut memblokade Gaza adalah sebuah tindakan yang memalukan.

Menanggapi hal itu seorang pejabat Israel di Tel Aviv mengatakan bahwa Israel sangat konsern dengan implikasi yang ditimbulkan jika perbatasan Gaza dibuka. Pejabat yang tidak bersedia disebut namanya tersebut mengatakan bahwa Hamas telah membangun perlengkapan militer yang berbahaya di wilayah Utara Sinai dan akan semakin kuat jika perbatasan dengan Mesir dibuka.

"Kami sangat prihatin dengan situasi di utara Sinai dimana Hamas telah berhasil membangun perangkat militer yang membahayakan meski pemerintah Mesir telah berusaha menghambatnya selama ini," kata pejabat tersebut kepada kantor berita Perancis, AFP. "Senjata apa lagi yang akan bisa mereka buat secara massal jika Mesir tidak lagi mencegahnya?" Tambah pejabat itu.

Fakta bahwa pemerintah sementara Mesir kini tengah melakukan pendekatan terhadap Palestina, termasuk Hamas, serta aktif melakukan upaya diplomatik untuk mendamaikan dua faksi utama Palestina yang bermusuhan yaitu Hamas dan Fatah telah membuat Israel khawatir. Karena bagi Israel, Palestina yang bersatu tentu sangat tidak disukainya. Apalagi ditambah dengan rencana membuka perbatasan Gaza.

"Kami terganggu dengan perkembangan di Mesir, dengan suara-suara yang menuntut pembatalan perjanjian damai Israel-Mesir, upaya pendekatan diplomatik Mesir-Iran, serta peningkatan hubungan Mesir dengan Hamas. Perkembangan ini membawa implikasi strategis bagi keamanan Israel," kata pejabat tersebut.



Ref:
"Egypt to Open Rafah Crossing, Israel Concerned"; almanar.com.lb; 29 April 2011.

Wednesday, 27 April 2011

TINGKAH POLAH OBAMA SEBALKAN KAWAN DAN BAWAHAN


Barack Obama terkunci di ruang kerjanya, simbol kepresidenan jatuh saat Obama berpidato, dan sistem komputer yang ngadat hingga sebuah pesta kenegaraan kacau balau, adalah sebagian dari beberapa insiden memalukan yang dialami Barack Obama sehingga ia menyebutnya sebagai aksi-aksi "konspirasi" terhadapnya.

Namun situasi yang terjadi pada lingkungan kekuasaan Barack Obama ternyata jauh lebih serius dari sekedar indisen-insiden tersebut. Semuanya dipicu oleh tingkah polah Barack Obama yang "norak" dan "narsis" luar biasa.

Pada saat Obama melakukan kunjungan kenegaraan ke Asia akhir tahun lalu, tiba-tiba ia didesak oleh para penasihat terpercayanya untuk kembali ke Amerika. Menurut beberapa sumber terpercaya hal tersebut untuk menghentikan upaya lawan-lawan politiknya untuk melakukan pemakzulan terhadapnya. Lawan-lawan tersebut bukanlah para politisi partai Republik yang menjadi oposisi, melainkan justru rekan-rekan Obama di Partai Demokrat.

Menurut seorang "insider" Gedung Putih, para penasihat dekat Obama akhirnya mengetahui sebuah "plot" tengah dilakukan oleh para petingga partai Demokrat untuk menyingkirkan Barack Obama dari kekuasaan, setidaknya menjatuhkan kredibilitasnya di mata masyarakat sehingga tidak mungkin lagi tampil dalam pemilihan kepresidenan mendatang. Salah satu konspirasi yang dilakukan adalah "mengirimkan" Obama ke luar negeri selama mungkin.

Tanpa diketahui publik, kalangan petinggi Partai Demokrat tengah dilanda perang rahasia. Di satu sisi adalah Barack Obama dan pendukungnya dan di sisi berseberangan adalah ketua parlemen Nancy Pelosi, penasihat senior partai Demokrat James Carville, mantan ketua Komite Nasional Demokrat Howard Dean serta dua sosok di belakang layar yaitu wapres Joe Biden dan mantan presiden Bill Clinton.

Sebagian petinggi partai Demokrat menganggap Obama "tidak pantas" untuk menjabat sebagai presiden maupun sebagai tokoh partai, disebabkan tingkah polahnya yang narsis dan "norak". Mereka tidak akan melupakan apa yang dilakukan Obama dalam sebuah acara penggalangan dana yang diadakan partai di Brown University, Rhode Island, 25 Oktober tahun lalu. Para undangan rela membayar $7.500 untuk mendengarkan pidato Obama, namun yang bersangkutan tiba-tiba menghentikan pidatonya dan meninggalkan podium dengan alasan meninabobokkan putri-putrinya dan membereskan anjing piaraan kesayangannya.

Selain itu Obama juga dikelilingi oleh keluarga dan penasihatnya yang sering bertindak di luar kepatutan maupun aturan protokoler. Misalnya sang istri Michelle Obama yang pernah shopping ke Eropa menggunakan pesawat kenegaraan Air Force 1. Figur dekat Obama lainnya adalah penasihat presiden Valerie Jarrett, serta ibu mertua Obama yang numpang di Gedung Putih, Marian Robinson. Di samping itu kepemimpinan Obama tidak membawa pengaruh positif bagi partai. Di bawah kepemimpinan Obama Partai Demokrat banyak kehilangan kursi di parlemen, juga jabatan eksekutif di negara-negara bagian. Misalnya saja calon partai Demokrat Senator Caprio harus menelan kekalahan pemilihan gubernur negara bagian Rhode Island oleh seorang calon independen, karena tidak adanya dukungan dari Obama.

Beberapa waktu lalu seorang mantan pejabat Gedung Putih membeberkan borok-borok Obama di Gedung Putih di sebuah blog milik seseorang dengan nama samaran “Ulsterman.” Beberapa orang staff Gedung Putih juga pernah mengadakan pertemuan dengan wartawan, membuka aib Obama. Sebagian dari mereka mengaku pernah mengalami perlakuan kasar dari Obama. Di antara informasi yang bocor adalah bahwa Obama sering menjalani perawatan medis secara intensif, mengkonfirmasi rumor yang menyebutkan kesehatan Obama yang rapuh. Sebagaimana diketahui publik, Obama adalah mantan perokok berat dan pecandu alkohol, meski ia mengaku sudah menghentikan kebiasaan buruk tersebut.

Wapres Joe Biden dikabarkan telah mendapat desakan dari para petinggi partai Demokrat untuk memakzulkan Obama dengan menggunakan Article 25 Section 4 Konstitusi Amerika, dengan alasan ketidak mampuan mental Obama untuk mengikuti sumpah jabatannya sebagai presiden. Namun Biden enggan melakukan aksi "radikal" tersebut. Meski demikian, Biden dan para pandukungnya berharap bakal mendapatkan alasan untuk memakzulkan Obama berdasarkan tingkah laku tidak patut Obama yang terbongkar ke publik.


Ref:
"Obama Conducting ‘Reign of Terror’ Against Suspected Leakers"; Wayne Madsen Report; 11 November 2010

Iran Tuduh Amerika-Israel Dukung Bisnis Obat Terlarang


Pada akhir abad 19 dan awal abad 20, bangsa Cina "diserang" oleh wabah candu. Jutaan rakyat Cina yang memiliki etos kerja tinggi itu tiba-tiba berubah menjadi generasi pecandu candu yang menghancurkan tatanan sosial dan ekonomi bangsa Cina. Candu yang sebagian besar produksinya dari wilayah jajahan Perancis dan Inggris di kawasan Indochina itu beredar luas di Cina karena diedarkan olah para pedagang obat bius yang didukung para pejabat perwakilan pemerintah negara-negara barat di Cina. Pemerintah Cina pun marah dan menyerang kantor-kantor perwakilan barat di Cina hingga terjadilah Perang Candu di Cina. Cina kalah dan harus memberikan banyak konsesi kepada negara-negara barat, dan bangsa Cina pun semakin hancur.

Hingga kini wilayah segitiga emas di Indocina tetap menjadi tempat pemasok candu utama di dunia. Negara-negara barat tetap melindungi bisnis tersebut dengan "menanamkan" regim otoriter di Burma untuk menjaga produksi opium di segitiga emas. Itulah sebabnya pemerintah negara-negara Barat tidak mau benar-benar "menyentuh" Burma meski pemerintahnya sering melakukan tindakan melanggar HAM. Berbagai bentuk kecaman terhadap pemerintahan otoriter Burma hanyalah bentuk kamuflase belaka.

Hal yang sama terjadi di Afghanistan. Afghanistan adalah negeri penghasil opium terbesar di dunia. Pada awal awal tahun 2000-an regim aliban berhasil menghentikan produksi opium di Afghanistan. Namun setelah Amerika dan sekutu menguasai Afghanistan, produksi opium Afghanistan kembali meroket.

Sebagaimana di Indocina, Amerika pun bertindak sebagai "pelindung" produksi dan bisnis opium Afghanistan. Selain memberikan keuntungan besar, terutama untuk membiayai operasional dinas-dinas inteligen dan keuntungan para pejabat korup, opium juga menjadi senjata untuk menghancurkan negara sasaran. Sebarkan obat bius di kalangan anak muda suatu negara, maka negara itu pun hancur dari dalam. Jadi jangan heran jika jaringan bisnis obat terlarang tidak pernah bisa dihancurkan, karena memang dilindungi oleh suatu "kekuatan besar global".


IRAN TUDUH AMERIKA-ISRAEL

Mendagri Iran, Mostafa Mohammad-Najjar baru-baru ini melancarkan tuduhan bahwa dinas inteligen Amerika (CIA) dan Israel (Mossad) telah melakukan kampanye penyebaran obat-obatan terlarang di Iran.

“Agen-agen zionis Israel dan CIA di kawasan ini telah membantu para pengedar obat bius untuk menyelundupkan obat-obatan terlarang tersebut melalui perbatasan Iran-Afghanistan," kata Mohammad-Najjar, Kamis (21/4) kepada kantor berita Iran, IRNA.

“Mereka yang mengklaim sebagai pembela HAM ini telah mempromosikan industri obat-obatan secara besar-besaran dari sebelumnya hanya berupa produksi tradisional dan kemudian menyelundupkannya ke wilayah Iran,” tambah Najjar.

Menurut laporan resmi PBB tahun 2010 lalu, Afghanistan adalah produsen terbesar opium dan heroin dunia hingga sekitar 90%. Peredaran obat-obatan terlarang telah menyita banyak energi bangsa Iran untuk membasminya. Tidak kurang dari 3.700 aparat keamanan Iran telah tewas dalam menjalankan tugasnya membasmi perdagangan ilegal ini.

Dengan panjang perbatasan Iran-Afghanistan yang mencapai 560 mil, Iran menjadi salah satu wilayah transit bagi peredaran opium dan narkotik global, terutama yang kemudian beredar ke Eropa dan Asia. Iran telah mengeluarkan dana hingga $700 juta untuk menutup perbatasan kedua negara, menjadikan Iran salah satu negara yang paling serius menangangi bisnis obat terlarang di wilayahnya.

Iran telah berulangkali menuduh Amerika dan sekutunya terlibat dalam peredaran obat-obatan terlarang dari Afghanistan, suatu tuduhan yang secara akal sehat tidak bisa dibantah meski tentu saja Amerika membantahnya.