Saturday, 10 February 2018

PARA PENGKRITIK ZAADIT

Oleh: Tarli Nugroho


UGM sudah mengirim tim Disaster Response Unit (DERU) ke Asmat. Isinya para dosen berpengalaman dari berbagai bidang yang pernah terlibat menangani sejumlah bencana. Unhas juga sudah mengirim tim dosennya untuk membantu penangan KLB di Asmat. Isinya adalah para dokter. Dua informasi itu sebenarnya menunjukkan cepatnya respon perguruan tinggi kita atas KLB gizi buruk yang terjadi di Asmat. Mestinya perguruan tinggi lain menirunya, terutama yang memiliki sumber daya cukup.



Jadi, apakah dua informasi tadi bersifat mempermalukan anak-anak BEM UI, atau bisa digunakan untuk mempermalukan mereka, hanya karena anak-anak yang kemarin berani mengkritik Presiden tentang Asmat itu tidak/belum mengirimkan bantuan ke sana?! Tentu saja tidak! UGM atau Unhas tidaklah apple to apple dengan BEM-UI. Jikapun ada yang harus merasa tersindir atas ikhtiar yang sudah dilakukan UGM dan Unhas, mestinya itu adalah UI, dan bukannya BEM-UI.

Tapi, kita juga harus menyadari bahwa Asmat bukanlah sejenis arena kompetisi yang menjadi satu-satunya ukuran tentang kepedulian sosial. UI, di tempat dan persoalan lain, mungkin melakukan hal tertentu yang tak dilakukan UGM atau Unhas. Begitu juga perguruan tinggi lainnya.

Seperti yang kemarin saya bilang, hanya orang-orang brengsek yang berusaha untuk mempermalukan anak muda yang sedang belajar mengkritik kekuasaan. Sebenarnya, tanpa mereka sadari, mereka sedang menjatuhkan dirinya lebih kecil dari anak muda bernama Zaadit Taqwa. Sebab, saat anak muda itu mengkritik kekuasaan, alih-alih menanggapi dan membahas kritiknya, mereka lebih suka mengkritik anak muda tersebut.

Ya, mereka pikir mereka sedang mempermalukan Zaadit. Padahal tidak. Mereka sebenarnya sedang mempermalukan dirinya sendiri. Dari kasus Zaadit Taqwa, kita jadi tahu kualitas mereka. Dan persis di situ kita patut merasa kasihan.

3 comments:

khairul anwar said...

Jaman now..ternyata hanya menghasilkan para "penjilat"..hasil "reparasi (revolusi)mental...hahaha...

khairul anwar said...

Jaman now..ternyata hanya menghasilkan para "penjilat"..hasil "reparasi (revolusi)mental...hahaha...

Kasamago said...

Terlihat jelas, meski belia Zaadit berhasil menunjukan kelas nya.. sdg para penjilat hanya meratapi IQ mereka yang kian merosot