Tuesday, 24 December 2013

JUTAAN ORANG PERINGATI HARI ARBAIN

Pada suatu hari seorang sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad S.A.W tentang adakah umat yang lebih baik dari para sahabat Nabi, sementara para sahabat turut berjihad bersama Nabinya. Nabi pun menjawab bahwa umat itu ada. Dan Nabi pun menjelaskan salah satu tandanya: mereka umat yang hidup jauh di masa setelah Nabi, namun mereka sangat mencintai Nabinya.

Lalu adakan tanda yang lebih tepat tentang umat itu dari apa yang dilakukan oleh orang-orang yang kini tengan memperingati Hari Arbain?

Hari Arbain yang tahun ini jatuh pada tgl 23 Desember adalah peringatan 40 hari kematian Imam Hussein, cucunda Nabi Muhammad yang syahid bersama 72 keluarga dan pengikut setianya dalam pertempuran yang tidak seimbang melawan pasukan kerajaan Umayah di Karbala, Irak, tahun 680 masehi.

Bukan sekedar peringatan atas kematian pemimpin yang dihormati, para pengikut Shiah menjadikannya sebagai tonggak perjuangan kebaikan melawan kejahatan dan ketakwaan melawan kejahilan. Hari Arbain merupakan hari raya resmi di beberapa negara seperti Lebanon, Turki, Pakistan dan India. Namun di Iran dan Irak, 2 negara pusat agama Shiah di dunia, perayaan Hari Arbain berlangsung jauh lebih meriah.

Di Iran jutaan orang dengan pakaian warna hitam sebagai tanda berkabung, tumpah ke jalan-jalan dan di masjid-masjid. Sementara di Irak, diperkirakan lebih dari 15 juta orang peziarah dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Karbala. Inilah peristiwa keagamaan paling besar di dunia, jauh mengalahkan ibadah haji yang diikuti oleh sekitar 3 jutaan peziarah, apalagi dibandingkan misa Natal di Gereja Santo Petrus di Vatikan yang hanya dihadiri ratusan ribu orang.

Selain lebih meriah dibandingkan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya, memperingati Hari Arbain di Karbala merupakan kegiatan yang sangat berbahaya karena berbagai ancaman teror yang mengiringinya yang dilakukan oleh orang-orang intoleran dan takfiri (orang-orang yang gemar mengkafirkan orang lain). Meski aparat keamanan Irak telah berusaha keras mengamankan jalannya peringatan, puluhan peziarah telah tewas oleh serangan teror dalam peringatan Hari Arbain di Irak tahun ini.

Pada tgl 19 Desember seorang pembom bunuh diri melakukan serangan terornya di Latifiah, selatan Baghdad, membunuh 8 orang dan melukai 15 peziarah lainnya. Itu adalah serangan ketiga pada hari yang sama ketika serangan sejenis menewaskan 20 orang dan melukai 40 peziarah lainnya di Dura, Selatan Baghdad.


REF:
"Shia Muslims observe Arbaeen across Iran"; Press TV; 23 Desember 2013


Berikut adalah tulisan yang sangat menyentuh tentang Hari Arbain yang dibuat oleh Denny Siregar yang beredar di jejaring sosial:

***

Saya belum pernah ke Karbala, apalagi saat arbainnya Imam Hussain AS.

Tetapi mendengar cerita2 teman yg sudah pernah ke sana dan banyak menelusuri bacaan-bacaan tentang kisah perjalanannya, jujur hati ini merasa cemburu.

Teman saya berkata, bahwa nuansa spiritual dalam perjalanan ini jauh berbeda dari ketika musim haji dan umroh. Bukan untuk memperbandingkan keutamaan antara Kabah dan Karbala. Apalagi menuhankan Imam Hussain seperti yg dituduhkan banyak orang. Tetapi suasananya yang berbeda.

Suasana dalam perjalanan dari Najaf ke Karbala yang ditempuh 3 hari dgn jarak kurang lebih 80 km itu, sungguh-sungguh menguras airmata. Selain mengingat perjalanan menuju syahidnya Imam Hussain, tipikal situasinya sangat mendukung.

Tidak ada gedung-gedung mewah bermandikan cahaya. Tidak ada kemewahan-kemewahan dipamerkan. Ketulusan terlihat dari orang-orang di pinggir jalan yang menyediakan makanan, minuman bahkan tempat menginap. Dan semua gratis.

Kenapa gratis? Karena mereka menganggap bahwa apa yang mereka lakukan dalam melayani para penziarah adalah bagian dari ibadah. Bahkan dari beberapa cerita, para pembesar di negaranya masing-masing, mengantri untuk bisa membersihkan toilet-toilet yg disediakan untuk peziarah.

(Hehe saya membayangkan jika Karbala ada di Indonesia. Ada tukang parkir, tukang bakso, nasi padang. Bahkan toilet bertuliskan mandi Rp 5.000, buang air kecil Rp 3.000. Mungkin saja, untuk masuk kesana dikutip biaya masuk per orang dan per kendaraan utk dijadikan pendapatan Pemda)

Selain itu, meski terbilang aman, suasana perang masih terasa dengan ketatnya penjagaan polisi dan tentara. Ziarah ke Karbala seperti menjemput syahid. Apapun bisa terjadi. Itu yang menambah adrenalin tinggi sekaligus pasrah kepada Allah.

Tahun ini saja, diperkirakan penziarah mencapai 26 juta orang. 26 juta? Itu separuhnya penduduk Italia yang berjumlah 48 juta. Atau semua penduduk Arab Saudi yang berjumlah 25juta pindah ke sana.
Yang menakjubkan, beberapa pendeta vatikan tahun ini juga menempuh perjalanan yang sama bersama-sama muslim sunni dan syiah. Saya jadi teringat cerita seorang pendeta yang membasuh kepala Imam yg terpenggal. Mungkin hal itu juga yang membuat para pendeta Vatikan ikut menghormati perjalanan ini.

Ah, mendengar cerita-ceritanya saja membuatku menjadi merinding.. Membayangkan kaki ini melangkah setapak demi setapak saja sudah mengharukan rasanya.

Karbala, semoga umur ini masih melekat untuk mampu merasakan indahnya perasaan ketika berada disana.

Denny Siregar

9 comments:

anti zionis israel said...

LABBAIKA YA IMAM HUSSEN AS BIN ALI BIN ABI THOLIB AS. YA IMAM..... KAPAN KAU AKAN MENGUNDANG AKU SEBAGAI MANUSIA HINA UNTUK DAPAT DATANG MENZIARAHI MAKAM MU.

bintang baihaqi said...

لبيك ياحسين
لبيك ياحسين
لبيك ياحسين
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وعَجِّلْ فَرَجَهُمْ

hidayat said...

Mohon pencerahan.kenapa peringatannya jatuh pada hari ke 40? .
Kok tidak pada hari kematian menjemputnya.

cahyono adi said...

To hidayat.
Ada hadits-hadits yang kuat yang menyebutkan bahwa pada hari ke-40 roh orang yg meninggal mendatangi jasadnya. Sebagian orang Sunni khususnya mashab Syafei yg merupakan mayoritas di Indonesia juga memahami hal itu sehingga ada kebiasaan menyelenggarakan peringatan ke-40 hari orang yg meninggal dunia.

hidayat said...

Trims atas penjelasannya.

cahyono adi said...

You're welcome.
Hari kematian Imam Hussein juga diperingati dengan peringatan yg tidak kalah meriah, yaitu Hari Ashura.

mz arifin said...

Husain r.a.manusia biasa, bukan nabi s.a.w.
Bisa benar, bisa salah.
Kita doakan semoga beliau masuk sorga dg mudah.
Yg ikuti Qur-aan dan hadiits shohiih bukhoori serta muslim dan sejenis nya, tentu yg ikuti petunjuk dg benar.

risdianto said...

to Mz Arifin:
Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanad shahih dari Said ibn Abi Râsyid dari Ya’la al ‘Âmiri[1], ia keluar bersama Rasulullah saw. ke sebuah jamuan makan, ia berkata… Lalu Rasulullah memergoki Husain sedang bermain bersama teman-temannya, Nabi saw. bergurau dengannya, Husain lari ke sana dan ke mari lalu Nabi saw. mengambilnya dan menggendongnya, beliau meletakan salah satu tangan Husain di telengkuk beliau sementara tangan satunya di janggut, kemudian beliau meletakan mulut beliau di mulut Husain dan menciumnya dan berkata:

حُسَيْنٌ مِنِّيْ و أنا مِنْ حسينٍ ، أللهُمَّ أحِبَّ مَنْ أَحبَّ حسينًا ، حسينٌ سِبْطٌ مِنَ الأسباطِ.

Husain dariku dan aku dari Husain. Ya Allah, cintailah orang yang mencinta Husain. Husain adalah sibthun (anak) dari anakku.

Sumber Hadis:

Imam Ahmad dalam Fadhâil:505, hadis 398. Ahmad juga meriwayatkan dalam Musnadnya,4/172.
Bukhari dalam at Târîkh al Kabîr,8/418 dan al Adab al Mufrad,1/455.
Al Hakim dalam Mustadrak,3/177 dan ia mensahihkannya.
Ad Dûlabi dalam adz Dzurriyyah al Kuna,1/88.
Ibnu Abi Syaibah dalam al Mushannaf,7/515.
Ath Thabarani dalam al Kabîrnya,3/33 dengan dua jalur dari Rasyid ibn Sa’ad dari Ya’la dan dari Said dari Ya’la dan dalam Musnad asy Syâmiyyîn,3/184.
Ibnu Asakir dalam Târîkh Damasykus14/149 dan64/35
dan beberapa ulama lain.

abu bakar said...

adakah sahabat nabi yang memulakan ziyarat terhadap hussin