Saturday, 28 December 2013

ROUHANI BANTAH INGIN BERTEMAN DENGAN BARAT

Di Iran, kebencian terhadap barat karena dukungannya terhadap regim zionis Israel telah menjadi landasan idiologis yang kuat (konstitusi Iran menyebutkan regim zionis Israel sebagai musuh). Ketika Presiden Rouhani mengadakan kontak telepon dengan Presiden Amerika Barack Obama pun beliau mendapat banyak kecaman di dalam negeri, termasuk dari komandan Pasukan Pengawal Revolusi. Pemimpin Iran Ayatollah Khomeini juga memberi arahan tegas kepada para pejabat Iran untuk bersikap keras terhadap para pejabat Amerika, ketika mereka menawarkan senjata kepada Iran saat Iran tengah terlibat perang melawan Irak tahun 1986, dengan imbalan pembebasan beberapa warga Amerika yang ditawan gerilyawan Hizbollah di Lebanon. Hasilnya, Iran mendapat senjata murah untuk mengusir Irak yang menyerang, sementara Amerika hanya mendapat skandal yang memalukan.

Maka tidak heran jika pemerintahan Rouhani merasa "gerah" dengan adanya isu yang menyebutkan dirinya mengadakan kontak dengan media barat dan menyatakan keinginannya menjalin hubungan diplomat yang lebih dekat dengan barat.

Para pejabat Iran pada hari Senin (23/12) mengeluarkan bantahan keras terhadap laporan media Inggris Reuters yang menyebutkan adanya surat atau artikel yang dikirim Presiden Rouhani kepada media Jerman Sueddeutsche Zeitung yang berisi hasrat diplomatik Rouhani terhadap barat. Mereka menyebut laporan tersebut sebagai "sangat tidak benar" dan surat atau artikel tersebut "pada dasarnya tidak pernah ada".

“Dr. Rouhani tidak pernah mengirim tulisan apapun terhadap media Jerman tersebut (Sueddeutsche Zeitung) dan mengkaitkannya dengan Presiden Iran adalah kebohongan," kata penasihat Presiden, Mohammad Reza Sadeq, kepada media Iran, Senin (23/12).

Sebelumnya Reuters melaporkan hari Senin (23/12) bahwa Presiden Iran telah menulis kepada Sueddeutsche Zeitung: "kami ingin membangun kembali dan meningkatkan hubungan kami dengan negara-negara Eropa dan Amerika Utara berdasarkan sikap saling menghargai. Kami berusaha untuk menghindari beban-beban baru (sanksi baru) dalam hubungan kami dengan Amerika dan juga untuk menghilangkan ketegangan-ketegangan yang selama ini menjadi warisan kami."

Media-media Iran sempat memberitakan laporan tersebut pada tgl 24 Desember lalu sehingga membuat kantor kepresidenan Iran mengeluarkan himbauan kepada media-media Iran untuk mengkonfirmasikan terlebih dahulu kepada kantor kepresidenan sebelum memberitakan laporan berdasar informasi yang berasal dari media asing.



REF:
"Iran Rejects Reuters Report on Rouhani’s Willingness to Mend Ties with West"; Fars News; 24 Desember 2013

3 comments:

Pencinta Ahlul Bait said...

di iran tugas presiden membangun ekonomi lebih di titik beratkan ke ekonomi masalah keamanan dan hubungan dengan luar negeri masalah informasi dan komunikasi dan pertelevisian dan sosial budaya dan hankamrata adalah tanggung jawab Rahbar karena zone ekonomi dan mambangun iran tugas presiden kecuali masalah kesepakatan atau perjanjian dengan investor betul betul diawasi oleh para pengawal revolusi yang jelas ini masalah siapa yang butuh kalo dilihat yang butuh barat yang rugi dari sangsi justru barat banyak perjanjian yang di batalkan sepihak oleh barat dan iran bisa mengambil alih semuanya dan posisi barat sudah diambil alih china dan rusia dan korea yang jelas negara negara di asia tengah semua kebutuhan sudah di lengkapi oleh iran dan china dan rusia dan korsel dan india contoh kecil semua kebutuhan telekomunikasi yang terbaru katakanlah tehnologi LTE atau Gphone untuk jaringan telepon tetap optik semua sudah di penuhi tehnologi china kalau dulu buatan jerman siemen tahun 1995 sampai 2003 untuk 1 nomor seluler sampai bts biaya 1200 dolar tehnologi 2 G namun china tehnologi baru soft swicht 3.5 G paling tinggi 100 dollar untuk 1 nomor makanya dulu harga pulsa mahal minimal ngisi 50.000 karena tehnologi erofa dan amerika mencekik setelah tehnologi china yang buat harga sedemikian murah tentu ini tak sanggup dilawan barat tentu ini karena pasar bebas sehingga semua perangkat bisa saling berhubungan semua soft ware sistem open bukan seperti dulu kalo make satu merk tak bisa pake perangkat lain. sistem tertutup .yang jelas ketergantungan china terhadap amerika tidak banyak yang jelas ketergantungan barat terhadap asia lebih banyak terutama negara besar seperti india china iran dan lain lain makanya secara posisi rusia lebih memilih asia di banding barat .bagi rusia dan china .tak perlu mengiring amerika perang dengannya cukup korut yang perang mempersenjatai korut lebih gampang dan amerika tak akan sanggup menghadapi dua perang sekaligus dan terbukti perang amerika di afganistan dan irak .jadi kekuatan barat sudah bisa diukur makanya rusia dan china tegar dng suriah karena ini bisa merembet ke korut jatuh suriah maka korutpun ikut jatuh china tahu itu amerika ngulah dengan china korut pasti ngamuk amerika ngulah dengan iran di teluk persia korut bereaksi sama .karena korut di jadikan benteng oleh china dan rusia perang dng china semenanjung korea akan membara.kita lihat vietnam menang karena di back up rusia dan china .kalau vietnam sendiri tak mungkin menang persenjataan dari mana .melawan produsen senjata.menurunkan tensi jauh lebih baik namun komitmen lawan komitmen tekanan lawan tekanan keluar komitmen sudah siap jawaban pengayaan uranium 60 persen bergerak.yang jelas amerika dan erofa sudah mulai bingung menghadapi krisis ekonomi dan mulai di grogoti bencana dan mulai merasakan efek dari krisis

harjo.surya said...

Artikel yang bagus. ma kasih atas semuanya, dan kami tunggu artikel-artikel lainnya ya..trims

Anis Satun said...

Sip sip..
Apalagi ditambahin indonesia.. Pasti keok semua.. Jepang malasia antek ingris itu..