Friday, 6 December 2013

ARAB SPRING DAN IRONI PALESTINA


Dunia berduka dengan meninggalnya Nelson Mandela, pemimpin dan pejuang Afrika Selatan yang telah menginspirasi para pejuang anti penindasan dan penjajahan di seluruh dunia. Secara khusus Indonesia juga berhutang kepada beliau yang telah banyak mempromosikan baju batik Indonesia kepada masyarakat internasional.

Kini masih ada satu tempat dimana penindasan dan penjajahan masih kokoh berdiri, yaitu Palestina. Semoga semangat perjuangan Mandela tetap menyinari perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina yang tengah meredup di tengah pengkhianatan saudara-saudara mereka para pemimpin negara-negara Islam.

"Palestina telah menjadi korban Arab Springs!" demikian kata Mahmoud Zahhar, pemimpin kelompok pejuang Palestina Hamas dalam wawancara dengan situs berita online Al Manar baru-baru ini.

Menurut Zahrar apa yang disebut sebagai fenomena Arab Springs telah menimbulkan dampak buruk bagi Palestina karena hanya menimbulkan pertikaian internal di kalangan bangsa-bangsa Arab dan mengabaikan perjuangan Palestina.

Saya (blogger) sendiri berpendapat Arab Springs adalah sebuah konspirasi para zionis internasional dengan tujuan utama menyingkirkan isu Palestina sekaligus mempertahankan kekuasaan zionis internasional atas negara-negara Arab dengan menggunakan boneka baru: Ikhwanul Muslimin, menggantikan boneka lama para pemimpin diktator korup.

Dalam satu wawancara dengan Al Manar beberapa waktu lalu anggota parlemen Inggris yang simpati dengan perjuangan Palestina, George Galloway, mengatakan bahwa pendirian negara Israel di tanah Palestina merupakan hasil dari proyek bersama antara kaum zionis internasional dan imperalisme Inggris.


Palestina sebenarnya bukan pilihan pertama para zionis internasional, namun dipilih karena memiliki akar sejarah dengan agama yahudi. Meski demikian sebagian besar para zionis sebenarnya adalah orang-orang atheis. Adapun alasan kaum imperalisme barat memilih Palestina adalah untuk mengontrol kekayaan alam yang terkandung di kawasan Timur Tengah.

Namun sejak keberhasilan gerakan "Perlawanan" melawan Israel, yang ditandai dengan mundurnya Israel dari Lebanon Selatan tahun 2000, kemenangan Hamas dalam pemilu Palestina dan disusul oleh kekalahan Israel dalam perang melawan Hizbollah tahun 2006, zionisme dan imperalisme barat berusaha mencari cara jitu untuk menghentikan gerakan "Perlawanan" sekaligus mengamankan proyek yahudisasi Palestina oleh Israel, di antaranya adalah penggusuran Masjidil Aqsa.

Menurut Galloway para pemimpin Arab saat ini telah meninggalkan isu Palestina dan lebih memilih untuk saling bertikai sendiri, sekaligus menjadi pelayan bagi kepentingan zionisme-imperalisme barat.

"Apa yang disebut sebagai "musim semi Arab" di Tunisia, Mesir, Yaman, Libya, dan Syria telah menjadi musim dingin bagi Palestina," kata Galloway.

Tentang konflik yang kini tengah melanda Syria, Galloway menyebutkan bahwa konspirasi yang dilakukan zionis bersama imperalis barat serta kaum eksteremis wahabi terhadap Syria telah mengalami kegagalan. Dan hal ini menjadi tonggak baru kemenangan "Perlawanan" terhadap zionisme.

"Setelah perimbangan kekuatan telah bergerak ke arah "Perlawanan", maka zionis akhirnya akan menyerah dan mengembalikan hak-hak rakyat Palestina," kata Galloway.

“Siapa yang berjuang untuk satu gerakan, ia bertanggungjawab atas tindakannya. Masalah utama saat ini adalah pendudukan Israel di Palestina, maka prioritas utamanya adalah membebaskan Palestina. Rakyat di kawasan ini harus saling menjaga hubungan baik dan menjauhi konflik internal," kata Mahmoud Zahhar.



REF:
"Zahhar to Our Website: Palestine Victim of Arab Spring, We Reject Takfiri Trend"; Al-Manar.com; 29 November 2013

"Short Arab Spring Caused Long Palestinian Winter, Resistance Will Restore Rights"; Mohamed Salami; Press TV;  2 Desember 2013

4 comments:

Ahmad Kurniawan Siddik said...

visit from indonesian....
cintagame.com

anti zionis israel said...

UMAT ISLAM DUNIA JANGAN MAU DIPECAH BELAH OLEH WAHABI-TAKFIRI, ZIONIST ISRAEL DAN SETAN BESAR AMERIKA TENTANG PERBEDAAN MASALAAH SUNNI-SYIAH. JIKA UMAT ISLAM DUNIA BERPECAH BELAH YANG DIUNTUNGKAN ADALAH WAHABI-TAKFIRI,ZIONIST ISRAEL DAN SETAN BESAR AMERIKA. SEMUA UMAT ISLAM ADALAH SAUDARA YANG HARUS DIKASIHANI DAN DILINDUNGI OLEH KEJAHATAN MEREKA.

abu bakar said...

muhammad abu zahar menolak takfiri dan menentang campurtangan hamas di syria
tak sepeti kawannya khaled masyal yang didokong qatar..mereka akan diminta menyokong israel

bredmart said...

Klik link ini