Saturday, 28 December 2013

MUJAHILIN SYRIA HANCURKAN RUMAH SAKIT ALEPPO

Para mujahilin Syria telah melakukan berbagai hal paling buruk yang dikenal manusia (predikat yang sama otomatis disandang para pendukungnya), seperti memutilasi manusia hidup-hidup dan memakan dagingnya mentah-mentah, menyembelih manusia hidup-hidup dan menampung darahnya untuk dijadikan sesembahan setan, atau membantai binatang-binatang buas di dalam kebun binatang dan memakan dagingnya yang diharamkan agama.

Dan daftar keburukan itu bertambah banyak setelah mereka menghancurkan rumah sakit-rumat sakit yang telah banyak berjasa menyembuhkan manusia dari penyakit, termasuk menyembuhkan sebagian dari para mujahilin itu di masa lalu.

Hukum perang internasional melindungi rumah sakit dan pada awak kesehatan dari sasaran serangan. Namun itu tidak berlaku bagi orang-orang yang tidak memiliki akal dan hati nurani, seperti para mujahilin teroris pemberontak Syria. Karena ketiadaan akal dan nurani itu pulalah yang mengakibatkan para pemberontak Syria menghancurkan rumah sakit bersejarah Al Kindi di Aleppo, tgl 20 Desember lalu, setelah mengepungnya berhari-hari dan kehilangan banyak personil.

Sejak awal konflik di Syria, pertempuran antara pemberontak yang ingin menghancurkan rumah sakit Al Kindi dan pasukan pemerintah yang berusaha mempertahankannya, tidak pernah berhenti. Di bawah kepungan ketat pemberontak, pasukan pemerintah yang berada di rumah sakit itu berulangkali berhasil memukul mundur serangan pemberontak. Namun pada tgl 20 Desember lalu, pertahanan itu runtuh setelah pemberontak meledakkan 2 bom bunuh diri di dalam gedung rumah sakit dan merobohkan bangunan utamanya.

Setelah berbulan-bulan gagal merebut rumah sakit tersebut dan kehilangan ratusan personilnya, pada awal Desember lalu para pemberontak dari berbagai kesatuan seperti Islamic Front, Ahrar al-Sham, Liwa al-Tawhid, al-Nusra Front, dan al-Fajr Islamic Movement, membentuk satu komando bersama yang diberi nama "Satu Hati", dengan tujuan utamanya merebut rumah sakit Al Kindi.

Sejak itu, selama 16 hari puluhan pasukan pemberintah yang menjaga rumah sakit itu harus berjuang habis-habisan mempertahankannya dari serangan pemberontak. Namun kemudian para pembom bunuh diri yang disusupkan pemberontak berhasil menerobos ke dalam gedung dan meledakkan 2 truk berisi 40 ton bahan peledak di bangunan utama rumah sakit yang menjadi tempat berkumpul pasukan pemerintah. Setelah ledakan hebat terjadi, ratusan pemberontak pun langsung menyerbu rumah sakit.

Terpukul oleh serangan bom yang menewaskan sebagian personil militer dan serangan gencar para pemberontak, pasukan pengawal rumah sakit itu pun menarik diri menuju Nakarin dan penjara pusat Aleppo. Adapun para pemberontak, mereka membunuh beberapa personil pasukan pemerintah yang tertinggal dan menangkap belasan petugas medis yang ada. Mereka juga mengumumkan pembunuhan fotografer "Reuters" Molhem Barakat dan saudaranya, Mustafa.

Seorang pejabat militer Syria mengatakan kepada kantor berita Lebanon "Al-Akhbar" bahwa dalam serangan terhadap rumah sakit Al Kindi tersebut para mujahilin kehilangan lebih dari 400 personilnya, sebagian dari mereka adalah mujahilin asing.

Tahun lalu sebenarnya rumah sakit ini sempat dikuasai pemberontak mujahilin, namun berhasil direbut kembali oleh pasukan pemerintah. Saat itu di sana terdapat 250 dokter dan 650 awak medis dan tenaga administrasi. Rumah sakit ini dibangun di era pemerintahan Gamal Abdel Nasser ketika Syria dan Mesir tergabung dalam satu negara.

Beberapa generasi dokter telah dilahirkan oleh rumat sakit ini termasuk ahli bedah terkenal Tarek al-Mualem yang mulai bekerja di sana sejak tahun 1997. Ia begitu terkejut mendengar hancurnya rumah sakit ini oleh para pemberontak.

"Mereka yang menyerang, menghancurkan dan menjarah rumah sakit itu dahulu pernah datang ke sana sebagai pasien, dan keluar dalam keadaan sehat, namun mentalnya tetap sakit," katanya.

Namun para mujahilin menolak dituduh sebagai perusak. Menurut mereka pemerintah Syria-lah yang bertanggungjawab atas kehancuran tersebut karena telah mengubahnya menjadi pangkalan militer, untuk menjaring informasi dari pasien dengan bantuan dokter-dokter dari Rusia, Iran dan Korea Utara. Tuduhan yang sangat jauh dari realitas karena keberadaan militer di rumah sakit itu hanya untuk melindunginya dari serangan dan penjarahan para pemberontak, dan tentu saja tidak pernah ada dokter Rusia, dan Iran, apalagi Korea Utara.

"Revolusi akan membangun kembali rumah sakit ini dengan dokter-dokter yang baik di bawah pengawasan Union of Free Syrian Doctors dan dengan perlengkapan yang berasal dari negara-negara pendukung revolusi (Israel, Amerika dll)," kata seorang pemberontak.



REF:
"Suicide Bombing Leaves Historic Aleppo Hospital in Ruins"; Basel Dayoub; AL-AKHBAR; 24 Desember 2013

5 comments:

andre an said...

pembrontak syria adalah anjing israel dan saudi,doyan makan daging manusia.yang nama nya anjing tetap anjing.hidup assad! Hancurkan pembrontak anjing.

abu bakar said...

hari itu anjing anjing meraka ini telah menyerang hospital di Yaman dan mereka mengakuinya dan bersedia membayar blood money,,,dengan kebodohan dalam dada kaum ini terus menunjukann belang mereka,,penyokong mereka termasuk dalam kaum yang tertipu bertaubatlah,,,inikah revolusi dan jihad?

assyahid hasan said...

dengan hancurnya rumah sakit tersebut saya yakin akan banyak mujahilin yang tewas karena rumah sakit tersebut tidak hanya mengobati tentara suriah saja namun pemberotakpun ikut diobati kalau suriah tak masalah mereka punya helicopter membawa tentara yang terluka .dengan hancurnya rumah sakit tersebut oleh mujahilin tentu secara syari, tak ada kewajiban tentara untuk mengobati atau menolong pemberontak yang terluka karena mereka yang merusak fasilitas tersebut dan aleppo tak jauh dari turky tentu keamanan aleppo bergantung dengan kebijakan turky dengan gonjang ganjing di turky tentu masalah dukungan erdogan ke pemberontak jadi masalah baginya nantinya karena tak semua rakyat turky setuju . parlement turky boleh saja mendukung namun itu bukan suara rakyat parlemnt yang membajak suara rakyat.semoga ini disadari oleh pemerintah turky bagi yang punya nurani .tak ada orang yang merasa tenang hidupnya kalau mengorbankan rakyat tak berdosa demi menjilat pantat zionis .

andre an said...

pembrntak suriah mati kehabisan darah,karena di dor oleh tentara assad.pembrontak itu kan anjing zionis,di suntik aja darah anjing.biar menggong2 tiap mlam minta assad turun.

abu bakar said...

to asyahid hassan
pemberontak yang cedera boleh bergembira dihospital israel dan turkey
bukan rahsia lagi