Tuesday, 13 October 2015

Siap Rebut Aleppo, Ribuan Tentara Iran Banjiri Suriah

Indonesian Free Press -- Ribuan tentara Iran dikabarkan telah berada di Suriah untuk melancarkan operasi gabungan bersama pasukan Suriah untuk merebut kota terbesar kedua Suriah, Aleppo, dalam beberapa hari mendatang.

Seperti dilaporkan media Rusia Sputnik News, Rabu (14 Oktober), pasukan gabungan Iran dan Suriah dengan perlindungan udara dari Rusia akan berusaha membebaskan Aleppo dari kelompok-kelompok pemberontak, termasuk kelompok ISIS yang baru-baru ini mengambil keuntungan dengan merebut sebagian wilayah Aleppo setelah Rusia memborbardir kelompok-kelompok pemberontak moderat di wilayah ini.

"Dengan serangan-serangan udara Rusia yang menimbulkan pukulan keras terhadap kelompok teroris ISIS, sejumlah laporan menyebutkan bahwa pasukan Iran akan melancarkan serangan darat bersama pasukan Suriah untuk merebut Aleppo," tulis Sputnik News, mengutip keterangan pejabat keamanan Suriah yang tidak disebutkan identitasnya.

Menurut keterangan sejumlah pejabat keamanan regional serangan itu akan dilakukan secara terorganisir melibatkan Suriah, Iran dan Rusia.

“Persiapan-persiapan bagi pertempuran besar di wilayah itu sangat jelas. Ada mobilisasi besar-besaran pasukan Suriah, pasukan elit  Hezbollah dan ribuan pasukan Iran yang tiba dalam beberapa hari terakhir,” tambah laporan itu.

"Keputusan untuk melancarkan perang besar di Aleppo telah diambil. Kini tidak lagi bisa disembunyikan bahwa ribuan tentara Iran telah berada di Suriah dan peran mereka adalah fundamental," kata pejabat lain yang menjadi sumber informasi tersebut.

Kabar ini menyusul meninggalnya Brigjen Hossein Hamedani, komandan senior Tentara Pengawal Revolusi Iran, oleh serangan kelompok ISIS di Aleppo baru-baru ini. Hamedani diketahui menjadi perwira tinggi Iran di Suriah yang bertugas membentuk satuan-satuan milisi bersenjata pro Presiden Bashar al Assad. Keberadaannya di Aleppo mengkonfirmasi kabar bahwa Iran tengah mempersiapkan serangan darat besar-besaran di Aleppo.

Sementara itu Sputnik News juga melaporkan bahwa pesawat-pesawat tempur Rusia telah melancarkan 88 serangan udara dalam 24 jam terakhir terhadap kelompok-kelompok pemberontak, dengan sasaran pusat-pusat komando, gudang-gudang senjata, pangkalan-pangkalan militer dan pabrik-pabrik bom dan senjata.

“Selama 24 jam terakhir pesawat-pesawat Su-34, Su-24M dan Su-25SM menyelesaikan 88 serangan udara terhadap 86 infrastruktur teroris di Raqqa, Hama, Idlib, Latakia, dan Aleppo,” kata Jubir Kemenlu Rusia Mayjend Igor Konashenkov kepada wartawan, Selasa kemarin (13 Oktober).


Pasukan Suriah Rebut 5 Kota di Provinsi Hama

Hanya dalam hitungan hari pasukan Rusia berhasil merebut kembali 5 kota di Provinsi Hama, dari pasukan Al Nusra Front yang berafiliasi dengan kelompok teroris Al Qaida.

Mengutip keterangan Kolonel Ibrahim dari komandan militer Suriah di Hama, pasukan Suriah berhasil merebut kembali 5 kota dan sejumlah desa di Provinsi Hama, dan kini tengah mendekati perbatasan Provinsi Idlib yang sebagian besar telah dikuasai pemberontak Al Nusra yang berafiliasi dengan kelompok teroris Al Qaida.

"Kemajuan pasukan Rusia dimulai setelah serangan udara Rusia yang mengakibatkan sejumlah besar teroris tewas dan lainnya melarikana diri," kata Kolonel Ibrahim kepada media Rusia RIA Novosti, Kamis (8 Oktober).(ca)

8 comments:

RIO IGE Global Infinite said...

Mantaaap..
Habisi semua antek2 Zionis Israel & US.

RIO IGE Global Infinite said...

Mantaaap..
Habisi semua antek2 Zionis Israel & US.

abu bakar said...

tentera iran takkan terlibat---banyak militia iraq telibat, kenyataan rasmi mereka menyatakan demikian, mungkin sekadar penasihat tentera

abu bakar said...

iran akan memimpin tentera diplomasinya---berantarakan eu, jika iran terlibat begitu jauh iniakan mengesahkan sikap campurtangannya,mereka menuduh iran campurtangan di bahrain, yaman namun sejauh itu tiada bukti--iran sendiri mengharapkan syiah domestik bangun menyusun kekuatan sendiri, sikap ini mencenganggkan wahabi dan sekutu mereka

abu bakar said...

Komandan Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigade Quds, Mayor Jenderal Qassim Suleimani, pada Jumat, 16/10/15, dilaporkan melakukan perjalanan dari pedesaan timur laut di Kegubernuran Latakia menuju Distrik al-Safeera di Aleppo selatan untuk mengamati tahap pertama serangan besar-besaran di Pegunungan Azan.

Mayor Jenderal Suleimani tidak bepergian sendirian ke Aleppo, the Nemesis asal Iran itu dikawal oleh sebuah konvoi besar kendaraan lapis baja yang sebagian besar terdiri dari pejuang-pejuang Syiah Irak. Pejuag Irak ini rencananya ditempatkan untuk melakukan serangan pembuka di disekitar Aleppo.

Menurut seorang pejabat senior dari Angkatan Darat Arab Suriah (SAA) di provinsi Latakia, Mayor Jenderal Suleimani melakukan perjalanan ke Suriah pada Senin malam untuk bertemu dengan para penasehat militer Iran dan Rusia yang mengawasi operasi skala besar di sekitar Aleppo.

Sumber itu lebih lanjut menambahkan, the Shadow Commander (julukan lain Qassim) tidak melakukan perjalanan ke Suriah sendiri; sebaliknya, ia bergabung dengan enam perwira militer senior lainnya dari Garda Revolusi Islam (IRGC).

Baru-baru ini, publikasi media Barat melaporkan kedatangan tentara Iran ke Tartous; namun, sumber terpercaya mengkonfirmasi berita ini tidak benar- bahkan tidak ada bala bantuan dari Iran yang dikirim ke Suriah dalam tiga bulan ini. [IT/Onh/Ass]
http://www.islamtimes.org/id/doc/news/491577/

apiek danken said...

Habisi antek yahudi yg berlagak mujahidin itu
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=419419838182654&id=100003439259011&refid=17&_ft_=top_level_post_id.419419838182654%3Atl_objid.419419838182654%3Athid.100003439259011%3A306061129499414%3A54%3A0%3A1446361199%3A6996512334955352410#footer_action_list

apiek danken said...

Habisi antek yahudi yg berlagak mujahidin itu
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=419419838182654&id=100003439259011&refid=17&_ft_=top_level_post_id.419419838182654%3Atl_objid.419419838182654%3Athid.100003439259011%3A306061129499414%3A54%3A0%3A1446361199%3A6996512334955352410#footer_action_list

abu bakar said...

modus operandi syiah di bongkar---biarkan relawan berperang

TEHRAN (FNA)- Commander of the Islamic Revolution Guards Corps Major General Mohammad Ali Jafari announced that 100,000 popular forces have been prepared in Syria to fight against the terrorist groups, highlighting martyred IRGC Commander Brigadier General Hossein Hamadani's role in mobilizing these troops.
"Martyred Brigadier General Hamadani played an important role in convincing the Syrian officials, including President Bashar al-Assad, of the importance of organizing people as the only way to save Syria," Jafari said in an interview with the state TV on Saturday.
"Today, we are witnessing the organization of 100,000 Syrian people to fight against insecurities and Brigadier General Hamadani played an effective role in this regard," he added.
In relevant remarks on Wednesday, Iranian Defense Minister Brigadier General Hossein Dehqan stressed that the country's military experts and advisors were taking preparatory actions that would end up in the complete annihilation of the Takfiri groups, including the ISIL terrorists, in Syria.
Dehqan made the remarks in a ceremony in Tehran to commemorate martyrdom of Brigadier General Hamadani, who was killed in Northern Syria on October 9.
He referred to the new joint operations plan of Iran, Syria, Iraq and Russia to destroy the ISIL, and said, "At present, we are witnessing start of new developments in Syria, thanks to the efforts and measures adopted by martyr Hamadani."
http://english.farsnews.com/newstext.aspx?nn=13940725000756 10/18/2015