Sunday, 3 June 2018

Veterans Today Pastikan Bin Salman Tewas oleh Kudeta April Lalu

Indonesian Free Press -- Situs politik, inteligen dan militer Veterans Today memastikan Putra Mahkota Saudi Arabia Pangeran Mohammad bin Salman telah tewas akibat kudeta yang terjadi bulan April lalu.

"Sebuah pengumuman akan segera dilakukan bahwa Muhammad Bin Salman (MBS) meninggal dunia dan selanjutnya ia digantikan oleh Mut’ib ibn Abdullah sebagai Putra Mahkota dan Menteri Pertahanan," tulis Veterans Today dalam laporannya, Rabu (30 Mei).

Veterans Today juga mengklaim telah mendapatkan bocoran informasi tentang rencana penyerahan jasad MBS oleh Mahkamah Kerajaan kepada Raja. Jasad MBS tengah berada sebuah rumah sakit militer dan rencananya akan dikuburkan di sebuah pemakaman pribadi.

 
"Sehubungan dengan surat Paduka Raja nomor 1/6/53177 tertanggal 20 Sakban 1439 H (7 Mei 2018). Hari ini adalah tanggal 16 Ramadhan 1439 dimana Paduka merujuk pada surat nomor 1/7/60297 tertanggal 19 Sakban 1439 (6 Mei 2018), tentang rencana internal bagi penyerahan jasad Pangeran Muhammad Bin Salman, semoga Allah mengasihinya, dari rumah sakit militer ke pemakaman pribadi. Atas dasar ini kami ingin mengabarkan kepada Paduka bahwa semua persiapan telah siap dan dalam kerahasiaan," demikian transkrip surat Mahkamah Kerajaan yang didapatkan Veterans Today.

MBS sendiri tidak pernah lagi tampak di depan umum paska insiden di Istana Kerajaan tanggal 21 April. Kala itu media-media internasional, termasuk INdonesian Free Press, hanya mendapatkan informasi terjadinya penyusupan drone misterius ke kompleks istana yang kemudian berhasil ditembak jatuh. Dan dalam kepanikan, Raja Salman dan Putra Mahkota MBS dievakuasi ke pangkalan militer Amerika terdekat.

Namun, sejak peristiwa ini MBS tidak pernah tampil ke depan umum sehingga menimbulkan spekulasi kuat tentang kematiannya. Media-media Iran baru-baru ini juga mengabarkan tentang kepastian kematian MBS dengan mengutip keterangan sumber-sumber inteligen Saudi Arabia sendiri. Disebutkan bahwa MBS tewas akibat dua luka tembakan yang ditembakkan para pemberontak dalam upaya kudeta bulan April lalu. Pemberontakan dipimpin oleh seorang perwira militer senior.


Seorang Pangeran dalam Pengasingan Serukan Kudeta
Sementara itu seorang pangeran yang tinggal dalam pengasingan di Jerman, Khaled bin Farhan, menyerukan para pangeran dan pemimpin militer untuk mengkudeta Raja Salman dan Pangeran MBS karena dianggap telah mengancam masa depan Kerajaan.

"Pangeran Khaled bin Farhan, yang mendapatkan suaka perlindungan di Jerman, menggeluarkan seruan ini kepada Pangeran Ahmed bin Abdulaziz dan Pangeran Muqrin bin Abdulaziz melalui situs berita 'Middle East Eye News', hari Senin (28 Mei)," tulis Veterans Today.

Ia mendesak kedua Pangeran senior ini untuk menggunakan pengaruhnya untuk memimpin para pangeran dan pejabat militer melakukan kudeta terhadap Raja Salman dan MBS. Ia juga menyebut Raja Salman dan putranya MBS sebagai orang-orang yang 'tidak rasional, gegabah dan bodoh'. Lebih jauh, Khaled menyebutkan bahwa Raja Salman sudah tidak mengendalikan lagi kerjaan dan kekuasaan telah dipegang oleh MBS.

"Bin Salman, juga Menteri Pertahanan Saudi, dianggap sebagai tokoh terkuat di Saudi Arabia, yang tindakan-tindakannya yang impulsif terhadap warga domestik maupun negara-negara tetangganya telah menimbulkan penolakan baik dari dalam negeri maupun luar negeri," tulis Veterans Today lagi dengan mengutip pernyataan Pangeran Khaled.(ca)

1 comment:

Endro Badrun said...

Apakah ini tanda munculnya keturunan nabi untuk menggantikan kepemimpinan para raja??