Wednesday, 17 July 2013

BENARKAH SYRIA-IRAN-HIZBOLLAH BERSANDIWARA?


(SERANGAN ISRAEL ATAS SYRIA DILAKUKAN LEWAT TURKI)


Gambar: tank Israel yang dilumpuhkan oleh milisi Hizbollah dalam Perang Lebanon II tahun 2006)



Saya baru saja membaca sebuah artikel lama yang dimuat di situs hidayatullah.com berjudul "Topeng dan Slogan Perlawanan Makin Tersingkap" yang dipostingkan tgl 26 Mei 2013 lalu dan ditulis oleh kolumnisnya, Musthafa Luthfi.

Tulisan tersebut berusaha menggambarkan bahwa slogan "Perlawanan" yang diusung oleh kelompok-kelompok anti-Israel di Lebanon dan didukung oleh negara Iran dan Syria adalah kebohongan belaka untuk menyembunyikan hal sebenarnya tentang persekongkolan rahasia antara Israel dengan kelompok-kelompok "Perlawanan" tersebut.

Tentu saja tulisan tersebut mengandung kebenaran yang sangat lemah. Di satu sisi masih mengakui keberadaan kelompok-kelompok "Perlawanan" anti-Israel, namun di sisi lainnya justru menuduh kelompok-kelompok itu berkoalisi dengan Israel. Tulisan tersebut juga bertolak belakang dengan fakta yang sudah sangat jelas, yaitu pertikaian sengit antara kelompok-kelompok "Perlawanan" dengan Israel yang telah menelan ratusan nyawa, termasuk Perang Lebanon II tahun 2006 saat Hizbollah berhasil memukul mundur pasukan Israel dari Lebanon, atau saat Hizbollah berhasil mengusir Israel dari Lebanon Selatan tahun 2000.

Hal yang dijadikan alasan untuk menetapkan kesimpulan sesat itupun sangat lemah, yaitu "serangan udara Israel terhadap Syria bulan Mei lalu dan tidak adanya serangan balasan oleh Syria dan kelompok-kelompok "Perjuangan" sekutunya".

Kita semua mengetahui bahwa hingga saat ini masih ada wilayah-wilayah milik bangsa Arab yang diduduki Israel: Dataran Golan Syria, beberapa desa di Lebanon Selatan, Tepi Barat dan Jerussalem. Itu kalau yang dijadikan landasan hukum adalah perbatasan negara-negara Arab sebelum Perang Arab-Israel tahun 1967. Jika perbatasan yang digunakan adalah sebelum tahun 1948, maka seluruh wilayah Israel sekarang adalah wilayah Arab yang diduduki Israel.

Memang sebagian besar negara Arab telah "berkhianat" dengan memilih berdamai dengan Israel tanpa melihat pendudukan dan penjajahan dengan segala kekejamannya yang dilakukan Israel atas wilayah dan rakyat bangsa-bangsa Arab. Namun masih ada sebagian kelompok yang memilih terus berjuang untuk membebaskan wilayah-wilayah pendudukan tersebut yang tergabung dalam blok yang mengusung slogan "Perjuangan" yang secara efektif berisi beberapa unsur sbb: kelompok Hizbollah (Shiah Lebanon), kelompok Amal (Shiah Lebanon), kelompok Free Patriotic Movement (Kristen Lebanon), kelompok Marada (Kristen Lebanon), beberapa kelompok politik dan milisi Lebanon lainnya serta kelompok milisi Hamas dan Jihad Islam Palestina. Blok ini mendapat dukungan dari 2 negara, yaitu Iran dan Syria. Pada saat konflik Syria pecah, Hamas mundur dari blok ini demi meraih keuntungan dari Ikhwanul Muslimin yang muncul sebagai penguasa Mesir, namun tempatnya segera digantikan oleh sayap militer kelompok Fatah Palestina, yaitu Brigade al Quds.

Bagi seorang Islam, berdiam diri terhadap pendudukan Israel atas negeri-negeri saudara-saudaranya sesama muslim adalah sebuah kejahatan besar yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Apalagi jika bersikap negatif kepada mereka yang berjuang membela hak-haknya, seperti ditunjukkan oleh artikel di hidayatullah.com tersebut di atas.

Anehnya masih banyak orang Islam berpandangan sama dengan tulisan tersebut di atas dan justru menutup mata terhadap pengkhianatan beberapa negara-negara Islam yang kini justru bersekutu dengan Israel, termasuk Turki. Sebenarnya sudah terlalu terang benderang pengkhianatan tersebut, namun berita ini tetap menarik untuk diperhatikan.

Tanggal 15 Juli lalu media Rusia Russia Today menerbitkan laporan tentang keterlibatan Turki dalam serangan udara yang "diduga" dilakukan Israel terhadap pangkalan AL Syria di Latakia tgl 5 Juli lalu (lihat tulisan di blog ini sebelumnya di sini http://cahyono-adi.blogspot.com/2013/07/perang-rahasia-syria-israel-yg-makin.html#.UedlKWF8Uwo).

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Israel menggunakan pangkalan udara Turki sebagai basis serangan

"Sumber-sumber kami memberitahukan bahwa pesawat-pesawat Israel lepas landas dari pangkalan militer di Turki dan mendekati Latakia dari laut untuk menghindari serangan pertahanan udara Syria,” tulis reporter Russian Today dalam laporan tersebut.

Di tengah situasi politik yang memanas di Turki, laporan tersebut bisa menjadi bencana bagi pemerintahan Tayyip Erdogan. Maka menlu Turki Ahmet Davutoglu buru-buru membantah laporan tersebut. Ia menyebut kabar tersebut sebagai "bohong besar" dan menuduh pihak-pihak yang menyebarkan kabar tersebut sebagai "tindakan pengkhianatan" yang bermaksud untuk menghancurkan kekuatan dan reputasi Turki.

Namun bantahan tersebut tidak bisa menyembunyikan fakta bahwa Turki adalah sahabat Israel yang dibuktikan dengan adanya hubungan diplomatik kedua negara, sebagaimana juga hubungan Israel dengan Yordania dan Mesir. Selain itu Qatar dan Saudi Arabia yang secara resmi tidak memiliki hubungan resmi dengan Israel, secara diam-diam menjalin hubungan rahasia dengannya. Dan bahkan setelah Israel secara mencolok dan brutal membantai 9 warga negara Turki dalam insiden kapal Mavi Marmara tahun 2010 lalu, Turki tetap mempertahankan hubungan kedua negara. Sikap yang bertolak belakang dengan sikap Turki terhadap Syria. Turki memutuskan total hubungan dengan Syria meskipun negara tetangganya itu tidak melakukan agresi atau tindakan-tindakan yang merugikan Turki. Tidak hanya itu, Turki bahkan berperan aktif dalam konflik yang terjadi di Syria dengan mengirimkan senjata dan perbekalan kepada para pemberontak dan menjadikan Turki sebagai basis pemberontakan Syria.

Berbeda dengan Turki dan negara-negara Arab tersebut di atas, Syria adalah negara yang secara teknis masih terlibat perang dengan Israel karena antara keduanya tidak pernah terjadi perdamaian resmi paska Perang Yom Kippur tahun 1973 dan Perang Lebanon I tahun 1970-an hingga 1990-an dimana pasukan kedua negara terlibat perang terbuka. Selain pasukan reguler Syria, Iran pun terlibat dalam Perang Lebanon I melawan Israel dengan mengirim ratusan sukarelawan dan penasihat militernya ke Lebanon dan membantu terbentuknya kelompok Hizbollah tahun 1985. Gerilyawan Shiah dukungan Iran lah yang dianggap bertanggungjawab melakukan serangan bom terhadap markas tentara Amerika dan Perancis di Lebanon yang menewaskan sekitar 300 tentara kedua negara tahun 1984 hingga keduanya memutuskan menarik diri dari Lebanon beberapa bulan kemudian. Sedangkan inteligen Syria dianggap bertanggungjawab atas serangan bom yang menewaskan Presiden Gemayel yang dianggap telah mengkhianati perjuangan rakyat Lebanon dengan membuat perjanjian damai dengan Israel meski Israel telah menyerang dan masih menduduki sebagian besar wilayah Lebanon. Selama perang tersebut Syria bahkan terlibat dalam perang udara intensif melawan Israel yang mengakibatkan belasan atau bahkan puluhan pesawat Syria maupun Israel tertembak jatuh.

Perang Lebanon I menjadi bukti monumental perjuangan rakyat Lebanon dan Palestina yang dibantu Syria dan Iran dalam melawan pasukan Israel yang dibantu Amerika, Perancis dan sekutu-sekutu mereka.

Kalaupun Syria tidak melakukan serangan balasan terhadap Israel paska serangan udara yang dilakukan Israel bulan Mei atau tgl 5 Juli lalu, hal ini karena Israel melakukannya secara diam-diam dari luar wilayah teritorial Syria dan tidak mengakuinya secara resmi. Sebagaimana ditulis dalam postingan sebelumnya di blog ini, secara diam-diam Syria pun melakukan serangan balasan, termasuk menembak jatuh pesawat F-16 dan menenggelamkan kapal selam dolphin Israel. Bulan Juni lalu Syria bahkan terlibat perang artileri dengan Israel yang mengakibatkan hancurnya kendaraan lapis baja Israel di Golan.

Jadi menuduh Syria, Iran, Hizbollah (secara resmi terbentuk tahun 1985, sebelumnya merupakan milisi Shiah yang tidak bernama) dan kelompok-kelompok yang mengusung slogan "Perlawanan" telah melakukan "sandiwara" dengan Israel merupakan tindakan yang sangat jahil dan keji. Kondisi yang terjadi antara Syria dengan Israel adalah kondisi dimana kedua negara masih terlibat perang namun sama-sama menghindari terlibat dalam perang terbuka karena berbagai pertimbangan masing-masing.



REF:
"RT source: Israeli strike on Syria was carried out from Turkish base"; Russia Today; 15 Juli 2013

9 comments:

edi TarwoTo said...

apakah sudah dicoba mengirim tulisan tanggapan ini ke suara hidayatullah, karena majalah tsb banyak dibaca, makasih

AyaAdi said...

menarik apa yg disampaikan pada artikel ini.. dimanas semua pihak saling tuduh dan menolak tuduhan tersebut...
sebagai pembaca saya masih belum menemukan titik terang... siapa yg berkonpirasi..
semoga pada waktunya semua akan terbukti... wallahualam

ibnu Taher said...

BETUL, SAYA SETUJU SBAGAI LANGKAH TABAYUN TERHADAP HIDAYATULLAH YG MEMBELA KELOMPOK TAKFIRI TIMTENG. DAN JELAS BERPOTENSI MERUSAK PERSAUDARAN/UKHUWAH. (ALHUJURAT:6)

Unknown said...

Pendapat bhw Iran, Suriah & Hizbullah bersandiwara dlm permusuhannya dgn israel dibuat-buat hanya karena ketidaksukaan bhw Iran & Hizbullah berfaham Syiah. Selain utk membenarkan sikap memusuhi kalangan Syiah, pendapat tsb utk meredam simpati umat Islam kpd Iran, Hizbullah & Suriah yg tetap konsisten memusuhi israel, sedangkan banyak negara2 Arab yg wahabi seperti Saudi, Qatar, UEA, Bahrain, dan juga Mesir & Turki yg kasat mata bersahabat dgn israel, mengizinkan pangkalan militer USA di wilayahnya, bahkan berdamai & menjalin hubungan diplomatik dgn israel.
Situs hidayatullah.com pernah memuat ucapan seorang ulama dari Gaza yg menyatakan bhw tidak ada negara yg membantu Palestina berjihad melawan israel, kecuali Iran. Yang kita lihat Saudi, Qatar, UEA, Bahrain, Turki, Mesir membantu USA memiliki pangkalan militer di wilayah mereka masing2, padahal USA adalah herder penjaga israel. Kemunafikan nyata seperti itu berusaha dialihkan dari kesadaran umat Islam dgn teori2 sandiwara Iran dgn israel. Yah, hanya yg pandir & gelap mata saja yg percaya teori sandiwara tsb.

heri said...

arrahmah.hidayatullah..keduanya tlah dibutakan oleh fanatisme dangkal shg melupakan perjuangan yg jauh lbh besar dan penting..yaitu palestina,siapa lg klo bkn iran dan syria.hezbullah yg ada dibelakang perjuangan palestina? pemberontakan yg mengoyak syria jelas konspirasi yg direncanakan israel-amerika dan sekutunya..

abu bakar said...

mata-mata ini tidaklah buta utk mengkaji timur dan barat..mereka tidaklah buta tetapi memandang dengan satu mata. otak mereka kelam kerana kecintaan pada kezaliman dan kelemahan dalam membezakan musuh dan kawan.,akhirnya mereka akan terbunuh oleh peluru rakan

Agus Muslih said...

Jika masih belum terang juga dalam menilai mana kelompok/blok yang mendekati kebenaran dan mana yang akan menang di masa depan, sebaiknya merujuk pada "isyarat langit" QS.17 : 7, penaklukan israel + pembebasan Al Aqsa, bila isyarat itu kita letakan ke kondisi kekinian, maka artinya permasalahan palestina sebagai tolok ukur utama (karena 2 isyarat tadi ada didalamnya dan berhubungan langsung). Jadi siapapun kelompok/kaum/negara yang memiliki komitmen yang kuat dan konsisten untuk membantu perlawanan bangsa palestina baik secara langsung maupun tidak langsung maka merekalah yang akan meraih kemenangan. Sekarang ada 2 blok negara berpenduduk muslim yang saling bertentangan (arab saudi, qatar,turki cs vs iran, syiria, Hizbullah/lebanon, cs), kelompok mana dari keduanya yang lebih berkomitmen dan konsisten membantu perjuangan bangsa paletina dan melakukan perlawanan terhadap bangsa israel, saya kira tidak terlalu sulit untuk menilai melihat fakta-fakta yang begitu melimpah, mana yang lebih bagus memberikan input dapat dilihat dari hasil yang diperoleh (kemenangan2, dan meningkatnya martabat). Namun lain hal nya jika penilaian menggunakan pola/paradigma keberagamaan
" yang telah usang" yang hanya melihat islam sebagai seperangkat nilai2 yang mengatur praktek ritual penyembahan tehadap Tuhan semata, melupakan perintah menegakan keadilan di muka bumi. Sehingga pola hubungan yang terbangun adalah " penyesatan " kelompok yang berbeda dalam amaliah ritual keagamaan, meskipun kelompok tesebut tengah berjuang untuk melaksanakan perintah Tuhan menegakan
keadilan dan membela kaum tetindas. Saya meyakini, permasalahan palestina berfungsi sebagai filter "kebenaran "dan kemenangan masa depan. Dan selanjutnya kedepan filter tersebut akan terus bekerja dan mata publik akan semakin terbuka mana kelompok " emas" mana kelompok lumpur

Aisyah Fadiya - De Ngaden Awak Bisa - said...

Masalahnya adalah situs-situs yang berafiliasi dengan zionist yang menguasai dumay. Berita satu sama lain hampir sama dan itulah yang sering dijadikan rujukan. Apakah para pembenci Syiah dan Hizbullah tahu bahwa Israhell sampai membentuk satuan khusus untuk menghadapi Hizbullah?

http://aisyah-fadiya.blogspot.com/2013/07/horv-unit-khusus-arab-israhell-untuk.html?m=1

SYIAH YATIM KARBALA said...

Apa yang dilakukan oleh Hizbullah, Iran dan Suriah dalam konsistensinya melawan Israel terlalu sulit untuk dibantah.....bravo untuk pemilik blog ini...semoga perjuangannya selalu mendapat rahmat dari Allah