Monday, 25 March 2013

DEWAN TERTINGGI ULAMA SYRIA SERUKAN JIHAD BELA NEGARA

(ZIONIS AMERIKA JADI PERDANA MENTERI)


Dewan tertinggi ulama Syria (Supreme Iftaa Council / SIC) menyerukan kepada seluruh rakyat Syria untuk melakukan jihad demi membela negara dengan bergabung bersama tentara Syria. SIC menyebut jihad membela negara sebagai kewajiban.

“Melaksanakan tugas yang diperintahkan untuk mempertahankan negara kesatuan dan rakyat Syria adalah kewajiban bgi seluruh rakyat negeri ini, sebagaimana juga seluruh negara Arab dan Islam,” demikian bunyi pernyataan tersebut baru-baru ini.

Bersamaan dengan seruan tersebut SIC juga mengecam tindakan pemberontan terhadap pemerintah sebagai pengkhianatan.

"Adalah suatu tindakan pengkhianatan, melemahkan kekuatan militer negara dalam pertempuran akhir jaman melawan zionis dan pendukung-pendukungnya."

Lebih jauh pernyataan tersebut menyebutkan bahwa menjadi anggota militer merupakan tindakan terpuji sebagai bentuk tanggungjawab nasional dalam menjaga darah rakyat tak berdosa, kesucian dan kehormatan tanah air.

ZIONIS AMERIKA JADI PERDANA MENTERI

Sementara itu proyek Syria yang dilakukan zionis internasional dan pendukung-pendukungnya baru saja membuat satu keputusan paling menggelikan, yaitu mengangkat seorang zionis warga negara Amerika menjadi perdana menteri di pengasingan Syria, Ghassan Hitto.

Keputusan mengangkat Hitto telah disepakati tahun lalu melalui perdebatan sengit kalangan zionis internasional, termasuk Turki, Saudi dan Qatar.

“Hitto adalah pilihan terbaik dari yang buruk," ungkap seorang politisi Amerika kepada Franklin Lamb, penulis, wartawan, ahli hukum internasional dan pekerja sosial Amerika yang saat ini tinggal di Syria sebagai pengamat.

“Dari itu semua, ia adalah orang Amerika. Hmapir 30 tahun tinggal di sini membuat Ghassan telah menjadi bagian dari kita (Amerika). Siapa peduli bahwa dahulu ia datang ke sini saat masih remaja, untuk menjadi mata-mata di Syria. Kita bisa mempercayainya!" tambah politisi tersebut.

Menjadikan Hitto perdana menteri di pengasingan Syria, sebaimana pernyataan Dubes Amerika di Lebanon, Maury Connelly, membuat harapan Amerika atas proyek Syria tetap hidup.

"Lihat apa yang kita sudah kita dapatkan di Libya," kata Connelly kepada satu delegasi yang mengunjunginya baru-baru ini. Usai pertemuan tersebut seorang anggota delegasi pun berbisik: "Jika saja ia bukan pegawai kesayangan Jeff Feltman (dubes Amerika sebelumnya), ia mungkin masih menjadi pelayan kafe di kantor deplu."

Mengangkat Hitto setidaknya menyelesaikan beberapa masalah yang dihadapi Amerika sekaligus. Setidaknya ia adalah orang yang "diterima pasar" (demikian media massa dan pada analis Indonesia menyebut pejabat-pejabat neolib Indonesia).

Salah satu langkah yang bakal dijalankan Hitto adalah proposal yang diajukan diplomat Dennis Ross dalam konperensi organisasi lobbi yahudi Amerika (AIPAC) yang disebut "political isolation law." Dalam proposal itu dicantumkan larangan bagi orang-orang yang pernah bekerja untuk pemerintah Syria untuk berpartisipasi dalam pemerintahan.

“Kita perlu melakukan pembersihan di Syria," kata Ross dalam konperensi AIPAC baru-baru ini perihal proposalnya tersebut.

Amerika juga mendorong Hitto untuk menolak negosiasi dengan pemerintah Syria karena dianggap membuang-buang waktu dan hanya memberi kesempatan pemerintah untuk memperkuat diri dengan bantuan Iran, Cina dan Rusia.

Amerika dan Tel Aviv melihat dengan pilihan mereka pada Hitto, beberapa penghalang atas proyek Syria bisa diatasi. Pertama Hitto dianggap bisa menghentikan pertikaian antar kelompok pemberontak yang membuat pemberontakan mengalami kemunduran. Hitto juga dianggap bisa menetralisir kalangan Ikhwanul Muslimin sembari menyisihkan kalangan salafi-wahabi yang sulit dikendalikan dan lebih banyak membuat kekacauan. Pada satu saat orang-orang ini merangkul Amerika, dan pada saat lain mengkafirkannya meski senjata dan uangnya tetap saja diterimanya.

Untuk memuluskan jalan, sebuah tim penasihat telah dibentuk untuk "mengendalikan" Hitto, menjalankan apa yang harus dijalankan dan menghindari apa yang dilarang. Amerika tidak ingin kembali mengalami kegagalan sebagaimana proyek Mesir, Libya dan Irak.

Namun tugas berat masih harus dijalankan Hitto. Ia masih kurang mendapat basis dukungan pemberontak. Dalam pemilihan perdana menteri sementara beberapa waktu lalu, Hitto hanya mendapat dukungan 35 delegasi dari 49 delegasi yang ada, 15 delegasi lainnya mundur dari pemilihan karena menganggap Hitto bukan kandidat yang tepat.

"Saya sejak lama mendukung ide pemerintahan dalam pengasingan. Namun saya abstein dalam pemilihan karena melihat tidak ada kandidat yang berasal dari Syria sendiri," kata salah satu anggota delegasi oposisi Haitham al-Maleh. 

"Pemerintahan yang terbentuk hanya dikendalikan oleh Ikhwanul Muslimin dan pemerintah Qatar. Kami menentang pemerintahan ini. Demokrasi adalah dari negara dan rakyat, bukan dari dewan yang berasal dari Amerika dan Qatar," kata anggota delegasi lainnya al-Labwani.



REF:
"Syrian Iftaa Council Calls on Syrians to Join Army, Defend Nation"; almanar.com.lb; 11 Maret 2013

"A Zionist Friendly, Right-wing Texan Islamist to Lead Syria?"; Franklin Lamb; almanar.com.lb; 22 Maret 2013



1 comment:

Deny Dewan said...

Sudahkah mata-mata yg buta dapat melihat kembali...? Atau perlu bantuan kaca pembesar lagi untuk melihat dengan jelas...jangan sampai menyesal tiada gunanya..sudah saatnya rapatkan barisan sebelum semuanya terlambat....