Sunday, 31 March 2013

BILL GATES DAN KONSPIRASI "CHEMTRAIL"

Ketika kecil saya sering mengagumi kemunculan asap yang saya sangka sebagai sisa pembuangan bahan bakar pesawat jet di angkasa yang membentuk garis berwarna putih di angkasa. Entah mengapa kala itu seringkali fenomena yang kini disebut sebagai "chemtrail" itu muncul, terutama saat udara cerah.

Baru-baru ini muncul gambar yang beredar luas di media maya yang memperlihatkan kondisi di dalam satu pesawat "Evergreen Air" milik dinas inteligen Amerika, CIA. Di dalam pesawat tersebut terlihat sebuah tabung kimia besar bertuliskan: "US Patent US 7413145" yang ternyata adalah nomor paten untuk sistem dan metode penebaran material di angkasa. Tabung tersebut terkait dengan berbagai peralatan yang berujung pada saluran pembuangan melalui jendela pesawat.

Kini saya tahu, anggapan "chemtrail" adalah gas buang mesin jet adalah keliru karena bahan bakar jet akan terbakar habis tanpa menimbulkan asap sedikit pun. Hal itulah yang akan dibahas dalam artikel ini.

Media INggris The Guardian dan beberapa media lainnya baru-baru ini melaporkan adalah rencana pembuangan berton-ton partikel sulfat di atmosfir bumi yang disebut sebagai langkah memerangi pemanasan global. Proyek tersebut dibiayai oleh boss Microsoft Bill Gates yang disebut-sebut sebagai orang terkaya di bumi, meski sebenarnya kekayaannya hanya "sekuku hitam" dibandingkan kekayaan orang-orang terkaya sebenarnya seperti keluarga Rothschild, Rockefeller, Schiff dll.

Menurut laporan yang beredar, dalam proyek tersebut sebuah balon raksasa akan terbang 80.000 kaki di atas wilayah Fort Sumner, New Mexico Amerika, dan akan melepaskan sulfat di udara. Menurut laporan tersebut disebutkan bahwa pelepasan sulfat akan memantulkan kembali sinar matahari ke angkasa sehingga bakal mendinginkan planet bumi. Namun banyak ahli yang menentang rencana tersebut karena dianggap bisa merusak ekosistem bumi.

"Dampak-dampaknya termasuk potensi kerusakan lapisan ozon dan gangguan pola hujan khususnya di daerah tropis dan sub-tropis yang berpotensi mengancam produksi pangan bagi miliaran penduduk bumi," kata Pat Mooney, Executive Director dari ETC Group, satu lembaga kajian lingkungan di Kanada.


"Hal itu tidak akan berpengaruh terhadap dampak rumah kaca di atmosfir ataupun menghambat terjadinya pengasaman air laut. Sebaliknya rekayasan iklim mengakibatkan meningkatnya risiko terjadinya konflik internasional terkait perubahan cuaca, karena berdasarkan model yang ada saat ini hal itu mengancam belahan bumi bagian selatan," tambahnya.

Namun entah mengapa Bill Gates, seorang pebisnis mau repot-repot menghabiskan miliaran dolar uang-nya untuk melakukan hal-hal besar yang masih tidak jelas manfaatnya, kecuali ia memiliki agenda tersembunyi tertentu. Ia dan para pendukungnya berdalih bahwa pemerintah negara-negara di dunia kurang serius menangani masalah pemanasan global sehingga merasa wajib untuk turun tangan menyelamatkan dunia dengan menebarkan benda-benda asing di angkasa.


DAMPAK CHEMTRAIL YANG BURUK

Selama bertahun-tahun kita dibuat percaya bahwa dunia mengalami "pemanasan global", namun beberapa tahun terakhir bukti-bukti ilmiah justru menunjukkan bahwa bumi justru mengalami "pendinginan global". Saya tidak ingin berdebat mengenai masalah ini karena bukan bidang saya namun cukup saya tunjukkan satu bukti saja: saat ini, saat mestinya mulai terjadi musih semi, di belahan Eropa dan Amerika justru terjadi badai salju. Bukti lain adalah suara-suara tentang "pemanasan global" (global warming) sudah berubah menjadi "perubahan cuaca" (climate change).

Demikian juga tentang penyebab "pemanasan global" sendiri. Selama ini kita dibuat percaya bahwa penyebab masalah ini adalah pembuangan gas freon dari AC dan lemari es namun sama sekali tidak berfikir bahwa gas buang kendaraan bermotor adalah penyebab terbesar terjadinya polusi yang menimbulkan "efek rumah kaca" yang pada akhirnya mengakibatkan terjadinya udara menjadi lebih panas. Hal ini dikarenakan jika BBM dihapuskan pemakaiannya, maka akan mengancam kepentingan para kapitalis global penguasa bisnis minyak.

Demikian juga halnya dengan Bill Gates, salah seorang "operator" kepentingan para kapitalis global setelah mendapat kontrak penggunaan operating system Windows untuk produk komputer IBM milik keluarga Rockefeller. Mengapa ia repot-repot melakukan sesuatu yang masih kontroversial sembari menutup mata terhadap masalah yang sebenarnya, yaitu penggunaan BBM. Tidak lain karena penguasa minyak dunia tidak lain adalah Rockefeller yang telah membesarkannya.

Partikel asam sulfat adalah racun, sama dengan ambient particulate matter (PM) yang oleh U.S. Environmental Protection Agency (EPA) dianggap sebagai zat polutan udara. Menebarkan partikel tersebut di udara akan mengancam sistem pernafasan manusia dan binatang sebagaimana juga sumber air bersih, tanah dan sumber-sumber daya alam lainnya.

“Partikel-partikel sulfat yang dibawa oleh air hujan bisa membahayakan kehidupan air dan bisa mengakibatkan kematian," kata seorang ahli lingkungan dalam satu artikel di (http://www.water-pollution.org.uk/health.html).

Sebuah laporan dari University of Washington juga menjelaskan bahwa partikel sulfat "menyebabkan terjadinya hujan asam, menimbulkan iritasi saluran pernafasan, dan menyebabkan munculnya kabut yang mengganggu keindahan pemandangan Grand Canyon."

Memblokir sinar matahari juga merusak kesehatan manusia dan hewan yang selama ini terbentuk oleh sinar matahari, seperti pembentukan vitamin D di dalam tubuh.

Langkah yang dilakukan Bill Gates menimbulkan kecurigaan adanya proyek rahasia yang dilakukan untuk mengurangi populasi manusia menjadi hanya sekitar 500 juta jiwa, sebagaimana tertulis pada satu bangunan misterius di Georgia Amerika yang disebut Georgia Guidestone.


Namun oleh orang-orang yang sadar bahwa batu tersebut dibuat oleh para penyembah setan yang hendak menguasai dunia, batu itu telah dilumuri oleh aneka graffiti. Salah satu graffiti itu berbunyi: "Anda tidak akan berhasil para penyembah setan! Yesus (Isa al Masih) akan mengalahkanmu!"

Saya teringat dengan Hadits Nabi Muhammad yang menyebutkan bahwa di akhir jaman Dajjal akan mati oleh tangan Isa al Masih.



REF:
"Bill Gates ADMITS TO CHEMTRAILS", NATURAL NEWS

1 comment:

Asep Supriadin said...

Salah satu tanda akhir zaman adalah kelaparan yang diakibatkan perubahan iklim karena terjadinya gagal panen dimana-mana. Di saat itulah dajjal dan kroninya menjalankan program. Untuk kadar tertentu beberapa garam dan juga urea ditebarkan untuk membentuk inti air di atmosfer sehingga molekul air berkumpul dan membentuk hujan. Tetapi jika melebihi batas berarti dianggap polutan dan berdampak negatif bagi lingkungan dan kehidupan di dalamnya. Salah satu "kelebihan" dajjal adalah memanipulasi iklim sehingga dapat menghidupkan tanah yang mati dan sebaliknya. Termasuk perubahan iklim sekarang ini saya mensinyalir ada konspirasi dajjal di dalamnya. Wallahu'alam.