Wednesday, 15 May 2013

ASSAD MENANG, LIGA ARAB BINGUNG

Kebingungan tengah melanda organisasi negara-negara Arab opportunis bernama Liga Arab. Kemenangan politik dan militer Presiden Syria Bashar al Assad atas musuh-musuhnya memaksa Liga Arab mengembalikan kursi keanggotaan Liga Arab kepada Assad setelah sebelumnya diserahkan kepada kelompok oposisi.

“Pendapat yang benar adalah bahwa jika oposisi berhasil membentuk pemerintahan, yang sampai saat ini belum, maka merekalah yang akan mewakili Syria," kata Sekjen Liga Arab Nabil al-Arabi di Doha, Selasa (14/5).

Mengenai kabar yang beredar sebelumnya tentang keanggotaan oposisi menggantikan pemerintahan Bashar al Assad yang disahkan dalam KTT Liga Arab di Doha Maret lalu, Nabil membantahnya.

"Ya, mereka diundang dalam KTT, namun sampai saat ini mereka tidak diundang mengikuti rapat-rapat karena mereka bukan pemerintahan," katanya.

Selain perkembangan di medan perang yang menguntungkan Bashar al Assad, secara politis pun Bashar dianggap berhasil meraih simpati sebagian besar rakyat Syria karena kegigihannya mempertahankan negara dari konspirasi zionis internasional.

Menurut berbagai laporan di berbagai negara barat, dinas inteligen Amerika CIA telah memperkirakan Bashar al Assad akan meraih suara mayoritas (75%) pada pemilihan presiden tahun 2014 mendatang. Lebih jauh laporan tersebut menambahkan bahwa Bashar akan tetap meraih dukungan publik hingga masa jabatannya berakhir tahun 2020.

Menurut laporan tersebut CIA mendasarkan analisanya dari laporan-laporan internal Syria serta dari berbagai jajak-jajak pendapat.



REF:
"Arab League: Syria Seat Not Given to Opposition"; almanar.com.lb; 14 Mei 2013
"CIA: Assad to Get 75% of Votes in Next Term, Syrian Gov’t in Advance"; almanar.com.lb; 15 Mei 2013
Local Editor

3 comments:

Pencinta Ahlul Bait said...

liga arab kumpulan negara negara pengecut tak cocok syiria ada disana liga arab lebih cocok di sebut liga barat mereka lebih mementingkan ke bijakan tunduk ke israil jelas para pemberontak pemberontak tersebut banyak yang tak mengerti situasi jelas mereka mulai ketakutan kalau anasir anasir teoris tersebut kembali kenegarannya dan dendam mereka merasa di korbankan oleh turki saudi dan qatar saya yakin mereka mulai merasakan arus balik kita lihat berapa bulan lagi

Erman Sp said...

Liga Arab kini tidak ada wibawa lagi karena didukung oleh negara kaya minyak Arab saudi dan Qatar yang merupakan pendukung zionis Israel laknatullah

cinta kasih said...

Masyarakat dunia, khususnya umat Islam harus membuka pikirannya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di dunia, sehingga dapat bersikap tegas dan tidak salah berpersepsi, janganlah kita terpecah belah karena perbedaan mazhab, hal ini yang diinginkan pihak zionis. Yang lebih menyesakkan adalah ketika negara Islam yang makmur di Timur Tengah menjadi sekutu amerika dan membela kepentingan zionis, sebaliknya ikut "memusuhi" negara Islam yang menentang zionis dan sekutunya, dan semuanya adalah demi kepentingan bersama yang bernama uang dan kekuasaan....Dan atas nama kepentingan itu maka semua telah diputarbalikkan, yang salah terlihat benar, yang benar terlihat salah. Tetaplah teguh Suriah, Iran, kalianlah harapan yang tersisa...