Monday, 27 May 2013

PEJUANG HIZBOLLAH RELA MATI DI SYRIA

"Kami tetap memasang mata dan telinga terhadap Isreal.... dan pemberontak-pemberontak itu adalah zionis juga," kata seorang pejuang Hizbollah yang terlibat pertempuran di al Qusayr, Syria.

Pernyataan tersebut membantah tuduhan Hizbollah telah mengkhianati tujuan awalnya untuk memerangi Israel dengan melibatkan diri dalam pertempuran di Syria. Pernyataan senada akan diberikan oleh ratusan pejuang Hizbollah yang kini terlibat pertempuran di al Qusayr, termasuk juga ratusan pejuang lainnya yang kini menjaga makam-makam suci para "ahlul bait" (keluarga dan keturunan Rosulullah) yang terdapat di Syria bersama milisi-milisi Shiah dari negara-negara lain seperti Irak dan Iran.

Keluarga komandan pejuang Hizbollah, Hussein Habib, masih diliputi kesedihan setelah Habib meninggal dalam pertempuran di Syria. Namun mereka semua bangga dengan kematian tersebut dan menyatakan siap memberikan putra yang lain untuk menjadi syuhada.

Di kota Baalbek dan kota-kota lain di sebelah timur Lebanon yang menjadi basis kekuatan Hizbollah, sudah menjadi rahasia umum bahwa para anggota milisi Hizbollah telah menyeberangi perbatasan untuk melindungi saudara-saudara mereka yang tinggal di Syria dari serangan para pemberontak. Pada pendukung kelompok ini di Lebanon dengan bangga akan menjelaskan peran yang dilakukan para pejuang Hizbollah dalam melindungi orang-orang Shiah di Syria serta makam-makam "ahlul bait".

Hussein Habib tewas dalam pertempuran di wilayah al Qusayr, Provinsi Homs, Syria, demikian keterangan anggota-anggota keluarganya di Baalbek. Ia meninggal 2 minggu lalu, namun hingga keluarganya belum bisa menguburkan jasadnya yang masih ditahan oleh para pemberontak.

"Kami tersiksa oleh kenyataan bahwa jenasahnya belum kami terima, dan itu semua adalah karena pemberontak-pemberontak itu," kata Fatima Habib, keponakan Hussein.

Menurut keluarganya, Hussein Habib lahir di wilayah Al Qusayr, Syria, namun tinggal di Baalbek.

"Ia pergi untuk mempertahankan keluarga dan rumahnya," tambah Fatima.

"Kami telah kehilangan seorang yang kami cintai dan situasinya sangat sulit bagi kami, namun jika ada orang lain dari keluarga ini yang menginginkan, kami tidak akan keberatan untuk mengijinkannya pergi dan menjadi syuhada," katanya lagi.

Habib yang telah berkeluarga dengan 2 orang anak dikenal sebagai seorang pejuang senior Hizbollah. Namun keluarganya bersikukuh bahwa ia meninggal saat berjuang bersama Komite Rakyat, milisi-milisi lokal yang loyal pada pemerintah Syria.

Baalbek hanya berjarak beberapa kilometer dari pintu masuk ke kota Qasr di wilayah Hermel yang menjadi target serangan mortir pemberontak Syria. Simpati penduduk setempat terhadap regim Bashar al Assad ditunjukkan dengan nyata: poster-poster Bashar al Assad dipasang di jalan-jalan dan penduduk menyebut pemberontak Syria sebagai teroris.

"Para teroris telah menindas ribuan warga keturunan Lebanon yang tinggal di perbatasan (wilayah Syria) sehingga mereka meminta bantuan kepada Hizbollah untuk melindungi tanah dan kehormatan mereka," kata Abu Fadi Kanaan.

Saat berbicara, ia memandangi wilayah Syria dari lantai atas rumahnya, dimana asap hitam mengepul dari Al Qusayr setelah bom-bom dijatuhkan pesawat-pesawat tempur Syria ke posisi-posisi pemberontak.

"Kami melindungi rumah-rumah dan desa-desa kami. Ya, kami telah mengirim anak-anak kami dan kami telah siap untuk bertempur."

Pernyataan keluarga Habib dan Kanaan tersebut, tentang warga Syria keturunan Lebanon (atau orang Lebanon yang tinggal di Syria karena mereka berasal dari satu keluarga yang sama, dan orang Arab dikenal sebagai bangsa yang masih terikat kuat dengan tradisi kekeluargaan atau tribalisme) adalah sejalan dengan pernyataan pimpinan Hizbollah dalam pidato yang disampaikan pertama kali pada bulan Oktober 2012 lalu. Nasrallah menyinggung tentang penderitaan penduduk 13 desa di Syria yang dihuni oleh orang-orang Lebanon. Ia juga menyebutkan bahwa penduduk disana telah membeli senjata untuk mempertahankan diri dari serangan pemberontak Syria.

"Kami (Hizbollah) tidak campur tangan dengan keputusan mereka, namun kami juga tidak bisa melarang mereka untuk mengangkat senjata," kata Nasrallah.

Namun klaim tersebut baru terkonfirmasi setelah adanya mayat-mayat syuhada Hizbollah yang dikirimkan ke keluarganya di Lebanon untuk dikebumikan.

Seorang pemimpin senior Hezbollah, Sheikh Nabil Qaouq, berpidato di sela-sela upacara pemakaman seorang pejuang Hizbollah bulan April lalu menyebutkan aksi yang dilakukan para pejuang tersebut sebagai "kewajiban nasional dan moral."

"Syuhada Hezbollah adalah syuhadanya seluruh negeri karena mereka telah membela sesama warga Lebanon," sebutnya.

Beberapa analis menyebutkan terdapat sekitar 800 hingga 1.500 pejuang Hizbollah di medan perang Al-Qusayr. Jumlah lebih besar terdapat di sekitar makam Sayida Zeinab, cucu Nabi Muhammad yang dihormati oleh penduduk Syria dan menjadi salah satu tempat yang paling dimuliakan oleh kaum Shiah di dunia.

Abu Fadi Kanaan membantah tuduhan bahwa Hizbollah telah meninggalkan fokus perjuangannya selama ini untuk memerangi Israel.

"Kami tetap memasang mata dan telinga terhadap Isreal.... dan pemberontak-pemberontak itu adalah zionis juga," katanya.

"Kami berhak untuk membela orang Lebanon dimanapun mereka berada, terutama jika mereka juga orang Shiah," tambahnya.

Pemberontak Syria mengungkapkan kemarahannya pada Hizbollah atas keterlibatannya di Syria dengan menembaki kota-kota perbatasan seperti Qasr.

Di pintu masuk kota Hermel, sekitar 15 kilometer dari perbatasan Syria, Ali Shamas (54 th) memegang pecahan mortir yang telah menghancurkan rumahnya yang ditembakkan pemberontak Syria. Ia dan warga kota lainnya sebenarnya menginginkan pemerintah untuk bisa melindungi mereka. Namun mereka hanya bisa mengandalkan Hizbollah untuk melakukannya.

"Jika pemerintah gagal menjalankan kewajibannya, maka "perlawanan" (Hizbollah) dan rakyat yang akan melindungi," kata Shamas.



REF:
"Lebanon's Hezbollah faithful ready to die in Syria"; France 24; 30 April 2013

6 comments:

Yogi Marsahala said...

Hebat sekali semangat patriotisme Hizbullah di Syria, komentar juga ya di blog saya myfamilylifestyle.blogspot.com

Etha's Collection said...

yono yono '' .. kaum sipil di suriah adalah sunni.. mana mungkin fsa bunuhin saudara sendiri ... yang ada adalah SAA shabihah dan hizbusyaiton berlomba2 ethnic cleansing atas sunni, karenanya minoritas alawite ketakutan sendiri akibat perbuatan anak2 dari hasil mut'ah ngebunuhin sunni... baca donk jangan takiyah mulu ..

Deny Dewan said...

Baca dong...? Ha.ha.ha kamu yg harusnya banyak baca, bukannya ngomong ngga juntrung arah begitu..mana mungkin...? Binatang pung ngga makan jantung manusia..mana mungkin? Orang tak beragamapun mikir2 tuk gantung kepala ulama di menara masjid. Mana mungkin..? Liat perbuatannya bukan pake mana mungkin segala..yg bom sana sini sampe indonesia itu siapa...? Klu mau jihad itu di myanmar dan palestina bukannya datang menyerang wilayah orang dan dilawan malah ngomong ngga jelas segala...pake mutah dan takiyah segala..ha.ha.ha itu ma basi..bukan apa yg diceritakan tapi apa kenyataannya...perang dengan dukungan israel dan amerika...? Ngga usah bawa2 nama sunni deh klu masih perang karna di bayar dan pesangon tuk keluarga kalau mati...semuanya udah jelas,tipuan2 dan fitnah hanya dapat membodohi orang idiot kayak kamu...

Deny Dewan said...

Biarlah dia mempertanggung jawabkan perbuatan kelompok yg didukungnya...karna dia bagian dari itu semua maka diapun harus mempertanggungjawabkan pembongkaran,pengeboman dan pembuldoseran makam Nabi IBRAHIM AS oleh kelompok yg didukungnya...LAKNAT dan hancurkan mereka dan semua pendukung mereka YA ALLAH demi hak pendiri KABBAH turunkan bala dari keperkasaanMU YA ALLAH !! Dengarkan seruan kami yg mendesak demi NABI MU,demi sahabat nabi MU,demi WALI2 MU,Demi langit dan bumi yg berguncang..kasihsayangMU mendahului murkaMU...kami telah saksikan kasihsayangMU, kini kami nantikan MurkaMU untuk mereka YA ALLAH yg MAHA PERKASA..!!! Ampunilah hamba yg tidak sabar ini...

Adi Frikianto said...

FSA DAN NUSRA TERLALU BERANI MENGANCAM HIZBULLOH, ISRAEL AJA LARI TERKENCING-KENCING PERANG DG HIZBULLOG.. :v

Anis Satun said...

To etha kamu jngn ngaku ngaku sunni yahh bikin malu aja.. Sunni semua dukung hisbullah dan syiah prof agil sirad gus dur semua setuju ada syiah.. Hanya sunni jadi jadi an wahabi saudi antek israel babi anjing israel yank gak dukung pemerintahan basaar